Tujuh Gugatan Rakyat

inget aksi 2 mei 2008 lalu..

1. Nasionalisasi aset-aset Strategis Bangsa
2. Wujudkan pendidikan dan Pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi rakyat
3. Tuntaskan kasus BLBI dan kasus korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya
4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi, dan energi.
5. Jamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.
6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan
7. Selamatkan lingkungan dan tuntaskan lumpur lapindo brantas

Advertisements

Hari pahlawan ?

{Ditulis 10 november 2008 sekitar pukul 23:00, telat banget yak.. baru dikeluarin sekarang… ga punya komputer si…jadi lama ngetiknya}

Ingin sejenek rehat, “meluruskan” punggung… beberapa hari ini terasa bagai “terlipat-lipat”. Rebah di depan televisi, berharap ada tontonan yang “bermutu”, kan hari ini kata orang Hari Pahlawan… momen yang luar biasa tentunya, mungkin ada tayangan menarik, sapa tau ada ulasan tentang perjuangan-perjuangan pahlawan zaman kemerdekaan doeloe.

Tapi sayang… yang bisa ditemui justru sinetron-sinetron ga jelas gitu dan lebih parahnya lagi di salah satu stasiun tv ditayangkan hal yang paradoks dengan apa yang terjadi bertahun-tahun silam di negeri ini…

_Dulu di tanggal yang sama, 63 tahun lalu, Bung Tomo membakar semangat para pemuda pejuang di Surabaya untuk mempertahankan negeri ini dari serangan sekutu…sehingga tanggal ini pun diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Ya…dinamakan Hari Pahlawan justru jauh sebelum gelar pahlawan nasional disematkan ke diri Bung Tomo. Gelar itu baru hari ini, 10 November 2008, “dianugerahkan” kepada beliau. Bung Tomo baru 25 tahun waktu itu. Yup..pemuda luar biasa itu baru berusia 25 tahun. Beliau lahir tahun 1520 dan wafat di tanah suci sekitar 20 tahunan silam saat ibadah haji.

Setiap kali melihat tayangan arsip nasional film tentang pertempuran 10 November itu, perasaan mengharu biru selalau menyeruak di dada. Bergetar, saat menyaksikannya. Padahal itu hanya “sekedar” melihat dari film dokumenter, bukan melihat peristiwa atau terjun langsung. Salah satu sebabnya karena waktu itu… satu kalimat yang menggoncangkan dipakai untuk menyeru pasukan untuk maju bertempur, yaitu takbir… ALLOHU AKBAR. Sampai-sampai pernah kubaca di satu buku sejarah sebuah pernyataan, bahwa Bung Tomo tidak bisa membayangkan kalau tidak ada kalimat luar biasa itu <takbir:red> bagaimana beliau akan membangkitkan keberanian pasukan pemuda Surabaya untuk maju bertempur di arena yang sangat tidak seimbang itu.

Kekuatan sekutu waktu itu merupakan kekuatan terbesar yang dikerahkan setelah selesai Perang Dunia II. Dan pasukan sekutu untuk mengalahkan pejuang Surabaya, memerlukan pertempuran yang berlangsung sampai tanggal 30 November. Bukan secara gerilya namun perang terbuka. Sungguh, kekuatan keimanan. Tidak ada kekuatan melebihi Yang Maha Besar. Untuk mengabadikan momen patriotik itu pun dibangun tugu pahlawan di tempat terjadinya pertempuran, di kota Surabaya. Sebuah monumen untuk mengenang mereka-mereka yang berjuang dengan raga dan jiwanya untuk ibu pertiwi._

Tapi apa yang terjadi sekarang, 63 tahun setelah kemerdekaan itu mereka <para pejuang kemerdekaan:red> perjuangkan, ternyata di salah satu stasiun tv malam ini, ditayangkan “perayaan” Hari Pahlawan tepat di tugu pahlawan. Yang isinya pagelaran band yang dihadiri ribuan orang, pemuda-pemudi bangsa ini, generasi saat ini.

Yang pasti lagu-lagunya bukan lagu-lagu kebangsaan yang mengobarkan semangat patriotisme, apalagi takbir yang berkumandang untuk membakar keberanian perjuangan, tapi justru lagu-lagu roman picisan <ini bener ga ya istilahnya?> yang liriknya mungkin justru terjebak ke penghambaan pada makhluq… Itukah yang dimaksud peringatan Hari Pahlawan?!? Na’udzubillah.

Karena kecewa ga dapet “tontonan” yang kuharapkan, takmatiin deh. Trus nengok di rak buku..eh..ada satu buku mungil yang sepertinya cocok dengan momen ini dan mungkin akan menjawab pertanyaan tentang memperingati Hari Pahlawan; bagaimana selayaknya. Dan setelah takbuka..bener… senengnya…

Buku ini, kumpulan orasi-orasi budaya WS Rendra yang berjudul ‘Megatruh’. Meskipun cukup sering kubaca, tapi selalu ada sensasi baru saat membaca lagi… Dan ternyata lagi, memang salah satu orasi budayanya diutarakan saat memperingati Hari Pahlawan tahun 1997 di Taman Ismail Marzuki. Komentar spontanku, nha..ini baru wujud memperingati Hari Pahlawan; sebuah orasi kebudayaan.

Isinya..sebuah “kritikan halus” atau introspeksi budaya ke pemerintah waktu itu melalui paparan kondisi sejarah. Membandingkan kondisi Jawa di masa lampau <bahkan mungkin sampai sekarang> yang masih menganut sistem “Daulat Raja” atau sering kita dengar istilah raja selalu benar; dengan kondisi “di luar sana” yang sudah ada penghargaan terhadap “Daulat Manusia”. Sebuah pemaparan yang menyatakan bahwa tidak ada contohnya dalam sejarah dunia bahwa pemerintahan yang otoriter bisa memajukan bangsa dalam tataran budaya.

Bisa dibayangkan…orasi itu disampaikan di bulan November 1997 untuk mengkritisi MPR agar mau menghasilkan ketetapan-ketetapan yang mementingkan Daulat Rakyat. Padahal kita tahu, waktu itu orang “berbicara” masih sulit, resikonya penjara bahkan maut. Kondisi bangsa pun dalam krisis moneter dan situasi sospol sedang sangat genting. Tapi Rendra waktu itu, dengan berani menyuarakan Orasi budayanya di taman Ismail Marzuki, 10 November 1997 tepat saat Hari Pahlawan.

Sebuah “peringatan” Hari pahlawan yang sesungguhnya menurutku. Di situlah kita diminta untuk memaknai Hari Pahlawan dengan keberanian untuk memeperjuankan “kemerdekaan” bangsa di hadapan penguasa tiran. Bukan seperti saat ini yang katanya sudah merdeka, reformasi tapi justru para pemudanya memperingati Hari Pahlawan dengan berkerumun, berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan “idola” mereka yang jauh dari kata pantas untuk disebut sebagai idola apalagi pahlawan. Hemm…

Kesadaran adalah matahari

Kesabaran adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

(WS Rendra)

saya ingat sebuah tulisan di bupes KMT yang dulu
<yang ngerasa penulisnya…takkutip gpp ya.. he..>

“Sekarang ini, perjuangan itu kompleks. Bahkan terlalu besar untuk hanya dijalani oleh seorang pejuang. Memang akan selalu muncul seorang pahlawan, namun dibelakangi ada ribuan pejuang. Merekalah pahlawan–pahlawan yang tanpa mereka tidak akan ada pahlawan besar. Jangan pernah berfikir bahwa orang – orang seperti Salahuddin Al-Ayyubi menjebol benteng Byzantium seorang diri. Beliau adalah pahlawan besar kaum muslimin, tapi dia tidak sendirian. Bukan hanya dirinya yang menjadikannya seorang pahlawan.”

masih ada lanjutannya si..tapi lupa..

mari jadi pahlawan-pahlawan itu… berjama’ah… bukan infirodhi..

=)

July 15th, 2007

“Ketika orang lain
bergantung pada dunia, gantungkanlah dirimu hanya kepada Allah. Ketika orang
lain merasa gembira dengan dunia, jadikanlah dirimu gembira karena Allah. Ketika
orang lain merasa bahagia dengankekasih-kekasih mereka, jadikan dirimu merasa
bahagia dengan Allah. Dan ketika orang-orang pergi menghadap raja-raja dan
pembesar mera untuk mengais harta dan mencintai mereka, jadikan dirimu
betul-betul mencintai Allah.

(Ibnul Qayyim al Jauzi)

July 9th, 2007 part 2

35 % warga DIY adalah masyarakat miskin

habis beli makan, sambil nunggu mateng pesenanya.. baca koran, adanya Radar(eh sensor)

di situ ada tulisan yang cukup menggugah

jumlah masyarakat miskin DIY bertambah cukup signifikan.

Dari yang tahun 2004 cuma 600an ribu orang, tahun 2005 menjadi 900an ribu orang, terankir tercatat di tahun 20056 sudah 1,2 juta. Padahal jumlah penduduk DIY total 3,5 juta.. ya jadi sekitar 35% penduduk jogja merupakan masyarakat miskin.

Dari data per tahun jumlah terbesar ada di Gunung kidul dibandingkan kabupaten yang lain/ kota. kecuali tahun 2006 si.. terbanyak Bantul, pastinya hal ini merupakan dampak gempa 27 Mei lalu.

ini baru DIY, kota yang masih cukup “adem ayem”, dibandingkan surabaya, ato jakarta. Gimana dengan bangsa ini ya..

Sungguh ironi…

Bersyukurlah kita, yang masih bisa ngenet… (he2..ga nyambung ya), sementara di sekitar kita banya yang ga bisa makan..

Ayo lebih peduli.

Eh, gimana ya.. kabar tmen2 yang lagi pada KKN..

semoga program KKN bisa jadi salah satu solusi buat kemiskinan masyarakat. Pemberdayaan Masyarakat kan ?!?

jangan cuma ngabis2in uang oang, pnidah tempat tidur.. hehe..

Semangat…

Istiqomah… saudara2q…

Semoga bisa memberi warna.

July 9th, 2007

kawah ratu maut…

sabtu kemarin…

da kabar duka dari sukabumi, tepatnya kawah Ratu Puncak.

SMP 67 Jakarta (eh, bener ga ya?) yang mengadakan acara makrabnya pramuka di kawasan itu, mengalami peristiwa naas.

6 orang siswanya tewas karena menghirup gas belerang di kawah ratu.

Sesuatu yang ironi memang.

Ada beberapa cerita dari tragedi ini..

Mulai dari beberapa siswa yang meninggal itu tidak diizinkan oleh orang tuanya untuk berangkat, sampai2 tidak diberi uang saku sepeser pun.

Ada juga yang pamitnya ga bilang kalo mau ke kawah ratu, takut orang tuanya khawatir.

Kisah yang lain adalah ternyata kawasan kawah ratu itu beberapa hari ini ditutup, kata pengelolanya.

Lha trus..

gimana anak2 pramuka itu bisa ada acara di sana ya?!

padahal di acara itu hadir juga pembina pramukanya.

Pas bahas kejadian ini sama adekq (kami berdua sama2 anak inti pramuka SMP juga) dia cuma komentar..

masa pramuka ga ngerti kalo asap belerang berbahaya, masa pramuka bikin acara di tempat yang “katanya” ditutup.

memang si kadang acara2 pramuka identik dengan tempak yang “unik”. Tapi sepengalamanq dulu pas masih di SMP kalo jadi panitia, pastilah kondisi tempat kita harus tau persis, tempat2 yang memang “dilarang” untuk dipake, area mana saja yang jadi sepak terjang acara kami, dsb

Untuk mengadakan jurit malam pun dulu kami sangathati2. kalo memang kondisi cuaca tidak memungkinkan (biasanya kami bikin acara di lereng merbabu, kondisinya suangat dingin) ya kami siasati, rute pun tidak yang berbahaya.

Suatu hal yang aneh ketika itu justru acara pramuka, yang ada pembinanya, bagaiman pengawasan sekolah. Pantaslah para wali murid yang jadi korban protes, sampai hampir terjadi keributan.

Hmm.. lucunya pas ngobrol ma ibuq ttg hal ini, komentar blio unik.. yang pusing ni kepala sekolahnya…

Sebuah pelajaran berharga, bahwa alam punya hal2 yang tidak bisa kita paksakan. dan..izin orang tua ketika kita akan mengikuti suatu kegiatan..sungguh hal yang sangat penting.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan

nb: di hari yang sama juga ada kecelakaan bus Limas, yang mengangkut siswa siswi SMP Islam AR-Ridho yang akan berlibur ke kebun Raya Cibodas. menewaskan 14 orang karena bis tidak terkendali , menabrak tepi jembatan, terjun sedalam 20m.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…

semua adalah milik Allah, dan akan kembali pada-NYA

May 25th, 2007

KESEBELASANKU..

wah, kesebelasan yang unik

bukan sebuah tim sepak bola…

jarang latihan bareng si

aku bisa marah-marah disana… lho?!

aku pasti merindukan kalian…

kesebelasan yang aneh…

semoga kita bisa ketemu lagi di garis finish kita

koq jadi ganti kaya lomba lari….

ehm… qbersyukur pada 4UI telah mempertemukanku dengan kalian…

May 14th, 2007

DEMOKRASI…. nothing !!!!


suatu waktu… pas ikut aksi….

hemmm… di balairung.. dipekikkan seruan penyemangat…

hidup mahasiswa Indonesia… HIDUP… (ya iyalah… )

trus pas ganti jadi… hidup DEMOKRASI… agak miris…

aku ga mau demokrasi hidup di negeriku tercinta…

sebuah produk buatan barat, yahudi dan antek-anteknya…

hemmm… yach meski pelan…. aku tetap akan memperjuangkan sebuah idealisme…

tegaknya Syari’at Islam dan hukum Allah SWT di negriku… di seluruh penjuru dunia…

Allohu akbar…….

DEMOKRASI….

hanya sebuah medan saja, saat harus “bertempur” di arena perang, kita layani… saaat arenanya berupa demokrasi, media atau apalah…. jangan mau kalah…

lo jual kita beli ….. :)

SEMANGAD!!!


January 27th, 2006 part 2

maaf……


tatapanku menerawang jauh…..

sejurus kulihat di sana lukisan malam

anggun menawan

di tengah sang rembulan…..

tampak sosok wajahmu

begitu damai

tentramkan jiwaku

rindu aku padamu

ingin bertemu…

berbagi cerita

canda dan tawa

tapi….

ku hanya mampu menatap

saat rembulan bersinar

disana wajahmu begitu teduh

sejukkan hati

ingin aku berada di sisimu

berlari menuju pelukanmu

kembali ke buaian kasihmu

andai ku punya sayap

detik ini juga

kan kuarungi angkasa

terbang ke bulan

menemui dirimu

ibu…..

aku rindu….

kau yang selalu menemaniku

kau yang selalu setia mendengar keluh kesahku

ibu…

kau hapus tangisku

dengan senyum manismu

kau obati sakitku

dengan tulus kasihmu

Dirimu yang tetap sabar menghadapi ulahku

yang tak marah

meski aku tak pernah mau memahamimu

Ibu….

maafkan aku yang tak pernah mengerti perasaanku

yang tak mau menghargai pengorbananmu

wahai awan putih di langit lazuardi

bunga-bunga di taman firdaus

sampaikan maafku

pada ibu……

__________________________________________________________

luv U so much, ‘n miss U, _ibu_


January 27th, 2006


Sapa sang embun pada mawar


Embun….embun….

kau ini…

tuk sampai ke tanah pun tak mampu

hanya bisa menempel pada daunku

Coba lihatlah diriku

banyak orang mengagumiku

mereka merawatku

Orang-orang itu sering memetik bungaku

memberikannya pada orang yang ia kasihi

Sementara kau

cuma setitik air

tak pantas kau menempel di daunku

———————————————————————

Wahai mawar

dirimu memang cantik

menawan

pantas tuk dikagumi

Tapi….

ingatlah satu hal

saat bungamu layu

manusia-manusia itu akan membuangmu

tong sampah kan jadi rumah barumu

Aku memang hanya setetes embun

mungkin bagimu tak berarti

namun…

sadarilah…

tanpa air, makhluk apapun tak mampu hidup

termasuk dirimu…

Aku memang lemah

hanya bisa menempel pada daunmu

Tapi ingatlah sang surya kan membawaku ke langit

dan aku kan jadi hujan

yang menyejukkan dunia

_________________________________________________________

sejukkan dunia dengan senyummu :)

<!– –>

January 24th, 2006

bismillah

Posted by al-fajr in Uncategorized

ehm….

alhamdulillah, akhirnya keinginan tuk bikin blog2-an kesampean juga

karena baru pertama nulisnya dikit aja ah….

kata seorang bijak:

“SEMAKIN BESAR KESULITAN SEMAKIN BESAR PULA KEKUATAN TUK MENGHADAPINYA”

kesulitan merupakan anugerah yang sangat indah dari 4JJ1 untuk mendewasakan kita

_______________________________________________________________________________

jika ingin mimpimu jadi kenyataan jangan tidur terlalu lama<!– –>

January 24th, 2006

Bismillaah

ehm….

alhamdulillah, akhirnya keinginan tuk bikin blog2-an kesampean juga

karena baru pertama nulisnya dikit aja ah….

kata seorang bijak:

“SEMAKIN BESAR KESULITAN SEMAKIN BESAR PULA KEKUATAN TUK MENGHADAPINYA”

kesulitan merupakan anugerah yang sangat indah dari 4JJ1 untuk mendewasakan kita