Khauf

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan , dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka ” (Al-Mukminun 57-61)

Banyak orang yang mungkin akan melalukan begitu saja potongan ayat ini, merasa tidak ada yang istimewa dengannya. Sedikit sekali orang yang memiliki rasa ingin tahu dan kejelian yang tinggi lalu bertanya-tanya, siapa orang-orang itu? Apakah mereka itu perampok, pezina, pemabuk, penjahat, atau orang-orang yang punya banyak dosa yang merasa ketakutan lalu bertaubat sehingga pada akhir ayat Allah menutupnya dengan ”mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya”?

Tidak banyak orang yang sejeli itu, tidak secerdas Aisyah saat menanyakan masalah ini kepada Rasulullah. Namun bahkan dugaan Aisyah terhadap tafsir ayat inipun meleset, orang-orang itu bukanlah yang dia kira, bukan mereka yang disebutkan di atas. “Bukan wahai putri Ash-Shiddiq, tetapi dia orang yang puasa, shalat dan mengeluarkan shadaqah, sedang dia takut amalnya tidak diterima.”, jawab Rasulullah.

Jawaban itu meloncati satu tingkat logika, bukankah mereka yang banyak dosa lebih layak untuk takut? Amat banyak ayat Allah yang memberikan ancaman neraka kepada para pendosa. Sedangkan orang-orang yang disebutkan Rasulullah adalah orang-orang baik. Bayangkan ada seorang penjahat dengan segala macam maksiat dan seorang ustadz dengan segunung amal dan pahala, penjahat itulah yang diancam neraka dan ustadz dijanjikan surga, tapi dikatakan bahwa sang ustadz lebih takut daripada si penjahat. Inilah uniknya kata “takut” dalam bahasa ma’rifat yang lebih tepat dibahasakan sebagai khauf.

Seorang berjalan di hutan lalu bertemu dengan seekor macan, orang ini sangat ketakutan, apa yang dia lakukan? Tentu saja lari. Rasa takut kepada sesuatu membuat kita lari, menjauh, bepaling darinya. Tapi rasa takut kepada Allah beda, orang yang takut kepada Allah bukannya lari tapi semakin mendekat kepada-Nya. Ini berangkat dari ilmu, pengetahuan betapa agungnya Allah dan bahwa mustahil menghindar dari-Nya.

Orang yang di hadapannya ada orang yang ditakutinya dan dia tahu bahwa mereka berdua berada di sebuah ruang tertutup sempit, maka bukannya lari, orang itu akan tunduk dan bersujud, memohon dan mengharap belas kasihan. Itulah mengapa Allah berfirman:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba- Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu.” (Fathir 28)

Dan karena inilah Rasulullah bersabda: “Sekiranya kalian mengetahui apa yang kuketahui, tentu kalian sedkit tertawa, banyak menangis, tidak bercumbu dengan istri di atas tempat tidur dan kalian akan keluar ke atas bukit untuk memohon pertolongan kepada Allah”.

Maka semakin seseorang mengenal Allah, semakin takut dia terhadap Allah, lalu semakin mendekat dia kepada-Nya. Sebagaimana Abu Bakar yang seluruh kehidupannya diliputi dengan kebaikan yang hampir tanpa cacat, tapi dia juga yang paling keras menangis di malam hari. Atau sebagaimana yang dikatakan Al-Hasan: “sesungguhnya orang mukmin itu menghimpun kebajikan dan ketakutan, sedangkan orang munafik menghimpun kejahatan dan rasa aman”.

Ibarat kendaraan, rasa takut adalah kemudinya. Allah mengaruniakan takut agar saat manusia hendak keluar jalur, mereka mengelak kembali ke jalan-Nya. Jika Allah adalah tujuan perjalanan, maka semakin besar pengharapan kepada-Nya, semakin tinggi kecepatan kendaraan itu bergerak. Dia harus cepat karena orang yang punya harapan kecil tidak akan sampai kepada-Nya. Saat itulah rasa takut yang berlipat-lipat justru dibutuhkan agar si pengendara semakin sadar akan bahaya.

(tulisannya Yulian Anindito Widiatmoko, Ketua KMT 10)

Advertisements

4 thoughts on “Khauf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s