Auwal sanad dan akhirnya; Shifat-shifat rawi; Bagaimana mengetahui shifat-shifat rawi?

Lanjutan dari jurnal :Sedikit pengantar tentang “kompas dan petunjuk jalan darinya”


FASHAL KE 5

AUWAL SANAD DAN AKHIRNYA

Sanad itu menurut ish-thilah Ahli Hadits ada auwalnya dan ada akhirnya, ya’ni ada permulaan sanad dan ada kesudahan sanad.

Maka yang dinamakan permulaan sanad itu bukanlah dari G yang bertemu Nabi saw., tetapi dari A ke atas (lihat fashal ke 2).

Jadi, rawi seperti Bukhari, umpamanya, atau orang yang sampaikan kepada Bukhari, dinamakan auwal sanad, dan shahabi 9atau thabi’i) dinamakan akhir sanad. Demikian dengan Muslim, abu Dawud dan lainnya.

FASHAL KE 6

SHIFAT-SHIFAT RAWI

Tiap-tiap seorang dari rawi-rawi Hadits itu hendaklah bershifat:

1. Tidak terkenal sebagai pendusta,

2. Tidak dituduh sebagai pendusta,

3. Tidak banyak salahnya,

4. Tidak kurang telitinya,

5. Tidak fasiq,

6. Tidak ragu-ragu,

7. Tidak ahli bid’ah,

8. Tidak kurang quat hafalannya,

9. Tidak sering menyalahi rawi-rawi yang kuat,

10. Tidak tidak terkenal,

(rawi yang terkenal, ialah seorang yang dikenal oleh dua orang ahli Hadits di zamannya)

FASHAL KE 7

BAGAIMANA MENGETAHUI SHIFAT-SHIFAT RAWI?

Tiap-tiap seorang dari rawi-rawi, hendaknya dikenal oleh 2 orang dari ahli Hadits di zaman masing-masing.

Shifat masing-masing rawi pun hendaklah diterangkan oleh ahli Hadits di masing-masing masa.

Semua rawi-rawi Hadits-hadits dari zaman Nabi saw hingga masa dicatat oleh imam-imam ahli Hadits di kitab-kitab mereka, sudah disebut di kitab-kitab Hadits oleh ‘ulama Hadits dari zaman shahabat, tabi’in dan sebawahnya, ya’ni tiap-tap ‘ulama ahli Hadits di satu masa telah catat shifat-shifat rawi-rawi dan tarikh lahir dan wafat mereka di zaman masing-masing untuk diketahui oleh orang-orang yang di belakang mereka.

Pendeknya tiap-tiap seorang rawi, jika hendak mengetahui shifat-shifatnya, tarikhnya dan apa-apa Hadits yang sudah riwayatkan, bisa kita dapat dari kitab-kitab ‘ulama Hadits mulai zaman dahulu.

Tidak seorang pun dari rawi-rawi Hadits terluput catatan ‘ulama Hadits.

Rawi yang tidak ada catatannya, dinamakan maj-hul: tidak terkenal: rawi yang tidak terkenal, tidak diterima Hadits yang ia riwayatkan.

Di fashal ke 55 saya ada terangkan nama sebahagian dari pada kitab-kitab yang ada pada saya tentang shifat-shifat rawi-rawi dan hal ihwal mereka, maupun dari shahabat, tabi’in atau sebawah mereka.

Insya ALLAAH bersambung lagi..

Fashal 8 : Marfu’, fashal 9 : Maushul, fashal 10 : Mauquf, fashal 11 : Mursal, fashal 12 : Mudallas, fashal 13 : Maq-thu’

*) note : dari 3 bab ini, salah satu hikmah yang bisa diambil, begitu luar biasa perjuangan seorang ahli hadits untuk memperoleh hadits shohih… shifat2 rawi yang ada dalam sanad suatu hadits harus benar2 dipelajari, diketahui dengan teliti… dan kini saya tinggal menikmatinya, namun masih begitu enggan berusaha.. astaghfirullaah..

10 thoughts on “Auwal sanad dan akhirnya; Shifat-shifat rawi; Bagaimana mengetahui shifat-shifat rawi?

  1. “Law la al isnadu la qaala man sya’a maa sya’a…., memang berat perjuangan para ahli hadits, semoga semakin memacu kita untuk belajar hadits.heu…., padahal sudah dibukukan, tetapi untuk membaca saja kita ogah-ogahan.

  2. ibnuabdulbari said: “Law la al isnadu la qaala man sya’a maa sya’a…., memang berat perjuangan para ahli hadits, semoga semakin memacu kita untuk belajar hadits.heu…., padahal sudah dibukukan, tetapi untuk membaca saja kita ogah-ogahan.

    iya… jleb.. jleb…..yow.. yow.. yow.. smangaD.. *kembali memacu semangat.. hehehe..syukran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s