AMALIYATU’DAKWAH (Taujih Ust .Cholid Mahmud)

AMALIYATU’DAKWAH

(Taujih Ust .Cholid Mahmud)

Intida’wah : Iqamatuddien(bukan hanya kekuasaan)

Aktivitas politik yang menyeret potensi cukup besar kadang menggeser tugas asasi kita. Kalau benar tugas nabi berkuasa maka nabi tidak perlu menolak berkuasa ketika diawal dakwahnya ditawari menjadi penguasa oleh orang qureisy Makkah

Pada akhirnya memang dakwah sampai pada kekuasaan (fathul Makkah) tetapi diatas dasar apa kekuasaan itu yang menjadi dasar kekuasaan itu. Islam datang merubah nilai kemudian diatas nilai itulah dibuat sistem. ..jadi juga berbasis pada ketaatan Rakyat kepada Allah. Bagaimana membawa rakyat pada ketaatan itulah yang menjadi persoalan dakwah.

Kesenjangan hasil pemilu dengan capaian dakwah (hasil pengajian atau ”pengaosan”). Hasil pengajian memilih kita karena pemahaman tetapi hasilpengaosan terikat pada materi yang diberikan.

Sepanjang kita memperhatikan tarbiyah (junud/ammah) maka saat itu kita memperhatikan dakwah, tetapi bila bergeser dari itu kita hanya menjadi gerakan politik , dan tidak syamil dalam berdakwah.

Dr. Jum ah Amin abdul Aziz ( dalam buku : perubahan menurut manhaj nubuwwah)

D ampak dari tidak memberi perhatian pada tarbiyahmemiliki resiko :’Dari harokah Islam syamilah menjadi hizbun siyusiyun (gerakan politik) So akan muncul perilaku yang tidak beda dengan kader politik lain , antara lain :

a.. Kader tidak siap menghadapi resiko gerakan dakwah.

b.. Akibatnya ketika hanya menjadi gerakan politik maka rentan terjadi perpecahan.

c.:Perilaku dai kadang berubah menjadi perilaku politisi ansich, set up maknawinya beda)

d. Kepemimpinan bergeser dari kepemimpinan da’awi menjadi kepemimpinan siyasi. (qiyadah lebih tampak sebagai politisi daripada dai)

e. Pergeseran orientasi. (tujuan qubra/khilafah hilang hanya bergeser menjadi orientasi suara/kursi) .

f. Mereka akan merespon situasi-situasi temporar tanpa dhowabit. Hanya berhutung keuntngan pol. bukan keuntungan dakwah.

g. Kita sedang melalaikan pewarisan nilai dakwah. Hanya berfikir capaian tanpa berpikir cara mencapai. (tidak memikirkan tauris).

Hasan Al Banna :

Ketika dikritik kenapa hanya berpikir tarbiyah terus beliau menjawab : saya tahu ini jalan yang panjang tetapi tidak ada yang lebih cepat dari jalan ini.

14 thoughts on “AMALIYATU’DAKWAH (Taujih Ust .Cholid Mahmud)

  1. dimasady said: syukron for taujih…afwan format tulisannya masih berantakan ya? ^^ editnya pake apa?that’s oke…&y&

    ‘afwan..=)hehe.. masih berantakan ya.. hehe..maaph..maksudnya??koq malah nanya saya??*bingung*

  2. jaraway said: maksudnya??koq malah nanya saya??*bingung*

    nulisnya pake word ato yg laen?dirapikan dulu tulisan di wordnya, baru di posting ke MPhamasah…&y&

  3. dimasady said: nulisnya pake word ato yg laen?dirapikan dulu tulisan di wordnya, baru di posting ke MPhamasah…&y&

    langsung…ngopy..hehegtu ya.. hehe..oke2, insyaAllaah utk yang selanjutnya..syukron..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s