Tsiqohlogi..(hehe..ngasal aja bikin istilah)

(gambar jepret ndiri)

Repost & crop dari tulisanku dulu..

lagi pengen bongkar2 lagi..=)

dari SINI

X : <sedang serius, sambil membuka sebuah buku kemudian membacanya perlahan>

“Yang kami maksud dengan Ats-Tsiqoh adalah : Kepercayaan dan ketenangan (kemantapan hati) seorang jundi kepada pimpinannya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya, sebab kepercayaan yang dalam ini akan menciptakan rasa cinta, hormat dan taat.”

“Pimpinan adalah bagian dari da’wah, tak ada da’wah bila tanpa kepemimpinan. Dari rasa saling percaya antara pemimpin dengan para jundinya inilah kemudian lahir kekuatan struktur da’wah, pengaturan strateginya dan keberhasilannya dalam mencapai tujuan, serta kemampuannya menanggulangi segala rintangan dan kesulitan menghadang jalan da’wah.”

Y : “hmm… menarik… ‘rasa SALING percaya antara pemimpin dengan para jundinya’… “

“Berarti tsiqoh itu 2 arah ya…”

X : “yupz.. indah banget ya…”

Y : “selain bahwa jundi mempercayai qa’idnya… juga sang pemimpin mempercayai jundi akan kemampuannya melaksanakan tugasnya.. tentu bukan kemudian dilepas begitu saja… tapi kepercayaan dengan pengawasan“

X : “berbasiskan saling tsiqoh antara qiyadah dan junud, tercipta kekuatan system jama’ah…cakep banget dah… jadi inget ayat favoritku tentang ukhuwwah”

Y : “Al-Anfaal 62-63 kan… ‘… Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-NYA dan dengan para mu’min dan merukunkan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi ALLOH mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana’.

X : “He’eh…. Hehe… “

<senyum… lalu melanjutkan lagi membaca lembar selanjutnya>

“Tak ada kekuatan yang menjadi pusat kendali tsiqoh yang begitu kuat melebihi tsiqoh kepada Alloh. Bila para hamba telah menyerahkan diri dan menyerahkan amalnya dengan penuh tsiqoh kepada Alloh, tak ada sedikitpun keraguan tersisa untuk bekerja dengan sesame da’i, dengan ketajaman bashirah dan proses pengenalan yang memadai. Kekuatan kotak kepada Alloh, kejujuran, amanah, cinta kasih, kehangatan ukhuwwah, adalah hal-hal yang menyuburkan akar tsiqoh dan menjadikan kerja seberat apapun, resiko perjuangan sepedih apapun dan pengorbanan sebesar apapun tak ada arti. Tak ada gerutuan kepada pemimpin atau bawahan, yang ada syukur, sabar dan sepenanggungan ”

Y : “subhanalloh… co cweet… “

X : “jadi malu… jika berkaca pada diri ini… mungkin rasa tsiqoh ke pemimpin bisa kuusahakan dengan akar-akar tsiqoh tadi dan komunikasi yang baik… tapi… satu pertanyaan besar… kan tsiqoh dua arah tu… apakah aku pantas ditsiqohi pemimpinku untuk mengampu amanah-amanahku???… hiks…”

Y : “iya ya… apalagi dengan pemimpin tertinggi kita… Yang Maha Tinggi… tempat pusat kendali tsiqoh… Alloh ta’ala… pantaskah aku… kita… ditsiqohi sebagai da’i… pantaskah kita ditsiqohi sebagai kholifah fil ‘ardh… ?? masya ALLOH… Astagfirulloh…”


Terinspirasi oleh… buku “Untukmu Kader Dakwah” ust.Rahmat Abdullah…




gambar dari

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:9HLZHDhto2G3YM


hemm… pertanyaan yang harus kita renungkan…

Ketika para qiyadah da’wah kita sudah mempercayai kita, apakah kita sudah menjalankan sesuai kepercayaan mereka?

Dan satu hal paling utama harus kita pertanyakan pada diri…

Pantaskah kita ditsiqohi sebagai jundulloh?!?

Pantaskah kita ditsiqohi oleh ALLOH sebagai jundiNYA?

Sekali lagi… bukan berarti ketika kita merasa belum pantas kemudian lari dari amanah… namun… sudah selayaknya… kita memperbaiki diri untuk terus berjuang mengemban amanah… yang sebelumnya telah ditolak oleh langit dan bumi, kemudian dibebankan di pundak kita… manusia

Perjuangan itu… selalu ada awal tapi tak pernah ada akhir…


Kembali bertanya..

Apakah kita pantas menerima tongkat estafet perjuangan da’wah ini?

Bukankah jika nanti para masyayikh da’wah sudah tidak ada… kita2lah yang harus menggantikan mereka?

Sudah siapkah kita?

Ato..diubah pertanyaannya… sudahkah kita mempersiapkan diri ketika saatnya tiba nanti…

Ketika permasalahan umat sudah lebih kompleks… ketika bisa jadi musuh-musuh kita lebih kuat dari saat ini…

Sudahkah kita mempersiapkannya…

Bisa jadi kita…, aku…, adalah penyebab “tertundanya” kemenangan da’wah…

Jangan sampai kita semua hanya “berlindung” dengan kumpulan besar yang disebut “ikhwah”, padahal kita bisa jadi hanya menjadi beban da’wah…

Bagaimana jadinya… jika orang-orang yang diharapkan bersama-sama memikul beban da’wah justru membebaninya…

Apakah kita akan menjadi seperti yang rosululloh saw sampaikan.. bagaikan hidangan yang diperebutkan dari berbagai penjuru.. jumlah kita tidak sedikit… tapi hanya seperti buih di lautan.. Cuma ngumpul banyak, tapi kosong. Dan dalam hati kita dicampakkan oleh ALLOH penyakit wahn, _hubbud dunya wa karohiyatul maut_, cinta dunia dan takut mati?

Na’udzubillah…

Dan pantaskah kita ditsiqohi oleh ALLOH.. menjadi jundiNYA?

Setelah tak terbilang nikmat yang ALLOH anugerahkan pada kita… setelah tak pernah seper semikrodetikpun kita tidak diperhatikan… setelah berton-ton oksigen yang kita hirup… setelah buanyak do’a kita yang dikabulkanNYA… setelah begitu banyak apa yang kita butuhkan dipenuhiNYA..

Apakah kita masih sering berharap pada selain-NYA?

Apakah kita masing sering bersandar bukan pada-NYA?

Ato memohon perlindungan pada makhluq?

Ato takut pada hamba justru melebihi takut pada Sang Kholiq?

Astaghfirulloh…

‘Umar al Faruq ra pernah berkata, “kala kita tidak mampu mengalahkan musuh dengan ketho’atan kita niscaya mereka akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka”

‘Umar bin Khoththob lebih khawatir ketidaktho’atan pasukannya pada ALLOH… karena hanya kedekatan kita kepada ALLOH yang mampu mengalahkan kekuatn musuh-musuh ISLAM…

Dan bukankan pertolongan ALLOH itu sebanding dengan kelurusan niyat kita…?

Janji ALLOH itu pasti.. bahwa ISLAM akan tegak di muka bumi… namun sebuah pertanyaannya apakah kita hanya akan menjadi “saksi sejarah” atau akan jadi “pelaku sejarah” yang akan mengukir sejarah.

Menjadi pahlawan besar… bukan pahlawan terkenal… yang dikenal penduduk langit, meskipun tak dikenal penduduk bumi. Dan itu hanya bisa dari kontribusi kita untuk dien ini…

Wallohu a’lam bish showwab…




(gambar jepret ndiri)

Sedikit renungan…

Masihkah syurga jadi cita-cita kita?

Masihkah kerinduan akan kesyahidan itu ada di hati kita?

Masihkah kita ingin memepersembahkan mahkota untuk orang tua kita di yaumul hisab kelak.. dg menjadi ahlul Qur’an?

Masihkah kita ingin berlari mengejar ketertinggalan kita dari para rosul…para syuhada?

Q ingin bertetangga dengan kalian saudari-saudaraku..

Jika saja rosululloh saw merasa lelah atas semua cacian, himpitan, upaya pembunuhan, penyiksaan para shohabat.. & berhenti berda’wah…

Niscaya kita tidak akan menikmati lezatnya IMAN & ISLAM.

Apakah kita akan mengecewakan beliau saw, yang saat sakarotul amut kitalah yang disebut… yang nantiakan dengan setia menanti kita di telaga kautsar..?

Yuk.. mari kita buat cinta itu berbalas cinta… cinta Rosululloh saw pada umatnya.. kita sambut dengan usaha keras mewujudkan CITA beliau saw…

QP ISTIQOMAH…

Saling menasihati dan mendo’akan….

=)

Advertisements

37 thoughts on “Tsiqohlogi..(hehe..ngasal aja bikin istilah)

  1. ‘Umar al Faruq ra pernah berkata, “kala kita tidak mampu mengalahkan musuh dengan ketho’atan kita niscaya mereka akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka” ‘Umar bin Khoththob lebih khawatir ketidaktho’atan pasukannya pada ALLOH…karena hanya kedekatan kita kepada ALLOH yang mampu mengalahkan kekuatan musuh-musuh ISLAM…

  2. taat pd Alloh, RasulNYA dan para pemimpin (tp pemimpin yg taat pd Alloh juga dlm semua aspek. Pemimpin yg hanya taat pd Alloh dan bkn taat pd manusia). Wallahu’alam

  3. smaemunah said: taat pd Alloh, RasulNYA dan para pemimpin (tp pemimpin yg taat pd Alloh juga dlm semua aspek. Pemimpin yg hanya taat pd Alloh dan bkn taat pd manusia). Wallahu’alam

    siippphhh..=)sepakat..

  4. avizenazen86 said: astaghfirullahaladzim…terimakasih telah mengingatkan saya untuk selalu bersyukur

    =)sama2..ingatkan aku juga ya..saling mengingatkan..

  5. jaraway said: asiiikk apanya des??hehe=)

    jadi asik,, klo pada bisa saling tsiqoh,, pun tsiqoh billah/fillah/lillah (*beraat)klo gini kan jadi aman tentrem,, kagak tuding2an,, ukhuwah semakin kencenginsyaAllah

  6. destipurnamasari said: jadi asik,, klo pada bisa saling tsiqoh,, pun tsiqoh billah/fillah/lillah (*beraat)klo gini kan jadi aman tentrem,, kagak tuding2an,, ukhuwah semakin kencenginsyaAllah

    aamiin..=)insya Allaah..

  7. jadi…tsiqoh itu dua arah ya?klo pemimpinnya ga nyadar2 klo tsiqoh itu dua arah gimana…kadang2 dia tahunya klo jundinya yg wajib tsiqoh doang mb…jadinya si jundi seakan keliatan mjd pemberontak klo ga nurut apa yg jadi kemauan pemimpinnya..:-(anyway…tuch font macem2 bgt sic mb..bikin pusing bacanya mana tipe hurufnya juga beda2 lagi ^^v

  8. yosimutiarni said: jadi…tsiqoh itu dua arah ya?klo pemimpinnya ga nyadar2 klo tsiqoh itu dua arah gimana…kadang2 dia tahunya klo jundinya yg wajib tsiqoh doang mb…jadinya si jundi seakan keliatan mjd pemberontak klo ga nurut apa yg jadi kemauan pemimpinnya..:-(anyway…tuch font macem2 bgt sic mb..bikin pusing bacanya mana tipe hurufnya juga beda2 lagi ^^v

    hemm.. ngomonge ning omahmu ae yuukk.. hehekapan dirimu rep dolan ning omahku?hehe*iyo.. ga reti parah banget ki.. maaph2..

  9. sepatu jar sama tulisan anti, ana yakin tsiqoh yang anti maksud adalah pada para pemimpin yg taat kepada Allah. karena loyalitas tertinggi kita hanyalah padaNYa….justru ana jadi harus banyak belajar. tidaklah mudah menjadi seorang qiyadah pun menjadi jundi/ah, kita punya tugas masing2 yg harus di jalankan dengan sebaik2ny. dan kelak semua dimintai pertanggungjawaban. jazakillah untuk pengingat dan do’anya :)

  10. kapan ya mb…mungkin minggu depan bisa, hari ahad tapinyamumpung di kab. lagi sepi, pada ngungsi ke jogja semua penduduknyaga bisa ngebayangin jogja secrowded apa pekan depan

  11. subhanallah…sangat menyentuh hati…tak terasa air mata menetes ketika ku bertanya pada hati ‘layakkah kita di tsiqahi oleh para qa’id kita? dan apa yang sudah kita lakukan dengan ketsiqahan pemimpin kita tsb kepada kita?’….dakwah madal hayyah…bismillah….

  12. oncomko said: sepatu jar sama tulisan anti, ana yakin tsiqoh yang anti maksud adalah pada para pemimpin yg taat kepada Allah. karena loyalitas tertinggi kita hanyalah padaNYa….justru ana jadi harus banyak belajar. tidaklah mudah menjadi seorang qiyadah pun menjadi jundi/ah, kita punya tugas masing2 yg harus di jalankan dengan sebaik2ny. dan kelak semua dimintai pertanggungjawaban. jazakillah untuk pengingat dan do’anya :)

    sepatu baju.. hehe..=)tau aja teh maksud fajar..heheyup, bareng2 belajar yuukkk..wa iyyaaki tetehq chayank..=)

  13. yosimutiarni said: kapan ya mb…mungkin minggu depan bisa, hari ahad tapinyamumpung di kab. lagi sepi, pada ngungsi ke jogja semua penduduknyaga bisa ngebayangin jogja secrowded apa pekan depan

    iyo ik.. ketoke muacet banget..nek arep rene kabar2 lho ya.. aku ahad akeh ning jogjane je..hehe

  14. anurfi said: subhanallah…sangat menyentuh hati…tak terasa air mata menetes ketika ku bertanya pada hati ‘layakkah kita di tsiqahi oleh para qa’id kita? dan apa yang sudah kita lakukan dengan ketsiqahan pemimpin kita tsb kepada kita?’….dakwah madal hayyah…bismillah….

    siipp.. dakwah madal hayah..insya Allaah..semoga istiqomah..=)saling menguatkan ukht,,=)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s