Kitalah kini yang tentukan.. [plesetan karawang-bekasi]

skali lagi!!!
Kerja belum usai.. belum apa-apa

Mereka sudah beri mereka punya nyawa..
Kerja belum usai.. belum bisa memberi arti ratusan ribu nyawa syuhada Palestina..
Kitalah kini yang tentukan,
makna tulang berserakan
Ataukah jiwa mereka melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa

BEBASKAN AL-AQSHA!!!
ALLAAHU AKBAR!!

(mlesetin cuplikan puisi karawang-bekasi)



cuplikan puisi aslinya kaya gini..

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Advertisements

14 thoughts on “Kitalah kini yang tentukan.. [plesetan karawang-bekasi]

  1. pemetikbungakematian said: Syekh Abu Mush’ab Az Zarqawi pernah mengatakan : “Sesungguhnya kami berjihad di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis”.

    masya Allaah.. =)muga2 meski kita ning kene.. hati kita tertuju ning Al-Aqsha ya le..=)

  2. oncomko said: mantaps ^^b jar, ketika logika n logistik bersatu, di atas satu hasilnya yo jar :D

    halah teh.. itu mah cuma mlesetin.. kalo bikin belum bisa..hehe =)tadi malem logika & logistik ga jadi bersatu.. kumat malesnya..hehehe..n_nv

  3. tokotukuku said: Jadi inget jaman SMA nih, baca puisi kerawang bekasi di depan kelas…habis itu sering dipanggil bu pu :D

    wah.. boleh tu.. maju ke depan mba.. bacain.. hehe =)jadi pengen manggil bu pu juga ni.. n_nv

  4. jaraway said: mlesetin cuplikan puisi karawang-bekasi

    sebenernya .. saya .. nggak rela kalau .. Chairil Anwar–puisi Chairil Anwar dibeginikan. alasan pribadi sih (sebagai pengagum Chairil Anwar) ;)gimana kalau Fajar bikin puisi baru. yakin pasti akan sehebat, sedalam, dan sekuat puisi-puisi Chairil Anwar

  5. malambulanbiru said: sebenernya .. saya .. nggak rela kalau .. Chairil Anwar–puisi Chairil Anwar dibeginikan. alasan pribadi sih (sebagai pengagum Chairil Anwar) ;)gimana kalau Fajar bikin puisi baru. yakin pasti akan sehebat, sedalam, dan sekuat puisi-puisi Chairil Anwar

    mmm…. iya ya mba.. makasi masukannya..=)maafkan daku..yup, fajar bakal belajar.. ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s