Memiliki Kehilangan

Hemm,dilihat dari judulnya, bukan mau ngomongin lagunya Letto nih.. hoho. Tapi memang terinspirasi dari judul lagunya, meski udah ga inget lagi tu lagu kaya gimana.. (yang bener jar?!.. wkwkwk, asli.. ga boong koq, dah insap.. =p)

Entahlah, pertama kali tau ada lagu judulnya itu, UNIQ.. itu yang terbersit untuk komentarin ni judul. Dua kata yang hampir bertolak belakang, milik vs hilang. Memiliki kehilangan. Mau2nya sih memilih memiliki sesuatu dan sesuatu itu adalah “kehilangan”. Namun kemudian mikir lagi, mmm.. bagaimana sesorang bisa merasa kehilangan? Ya, syaratnya adalah pernah merasa memiliki. jika ada rasa kehilangan pasti pernah ada rasa memiliki sebelumnya.

Setelah mencoba menatap dari salah satu sisi dunia lain.. (halah…), mencoba mengerti arti dari ungkapan “memiliki kehilangan” (ini versiku lho ya, ga boleh ada yang potes =p) yaitu memiliki perasaan kehilangan sesuatu yang sangat penting, bahkan bisa jadi itu fundamental. Sebuah kondisi di mana seseorang atau sesuatu sedang dilanda rasa pemilikan yang kuat terhadap kehilangan itu. Jadi, bener-bener ngerasa kehilangan gitu deh. Salah satunya mungkin kehilangan jati diri.

Mungkin pernah diantara kita yang merasa “ini bukan aku banget”, atau “aku kehilangan diriku yang dulu yang bersemangat yang optimis yang pantang menyerah, dsb”. Biasanya sih guyonanku ma temen2 kalo ada yang bilang gitu, kita komentarin “dia bukan yang dulu atau yang dulu bukan dia” (nah lo, bingung kan, qeqeqe).

Melihat begitu banyak fenomena mereka yang “kehilangan jati diri” ketika berhadapan dengan tantangan yang lebih terjal, dada ini berasa sesak. Apalagi jika itu menjangkit sahabat2 terdekat. Dipaksa melihat perubahan luar biasa dari sosok2 yang dulu bisa jadi masuk daftar “yang menjadi inspirasi” bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Ketika harapan2 yang diri ini sampaikan kepada mereka bersambut apologi2 yang begitu menghujam, hanya bisa terkatup mulut, bingung mau bagaimana. Mereka jelas lebih tau dari diri ini yang sangat sedikit kepahamannya. Memang lebih sulit ya, mengingatkan mereka yang sudah tau ilmunya, mending yang sekalian kagak ngarti apa2 deh. Huhu.

Huahhh, dan kini yang terjadi diri ini pun memiliki kehilangan. Kehilangan akan mereka, yang pernah menginspirasi, yang pernah memberi warna, yang dulu mau saling menasehati. Terus berharap mereka kembali. Dan menjadi lebih baik dari yang dulu pernah menghiasi episode kehidupanku. Bukan yang seperti saat ini, memilih “berdamai dengan realita” dan kehilangan prinsip yang menjadi tonggak kehidupan.


*lagi seneng corat-coret..

liat tulisan fajar yang keren yang lainnya juga yah, *kumat narsis

http://jaraway.multiply.com/journal/item/100/Mengumpulkan_Yang_Terserak

http://jaraway.multiply.com/journal/item/98/buntu

http://jaraway.multiply.com/journal/item/101/Jebakan_Apresiasi

http://jaraway.multiply.com/journal/item/103/Ego

14 thoughts on “Memiliki Kehilangan

  1. bicaradenganhati said: mulai skrg, sy akan langganan baca postingan mb fajar…*bosen dirumah gak ada bacaan kyk di jogja

    huaduh..padahal ni lagi ga ada ide lagi buat nulis.ada ding, tapi ga keluar tulisannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s