Syair Buya Hamka untuk M. Natsir… [copas]

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum – mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama -sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!


*menangis membacanya.. dari seorang sahabat yang membaginya di milist

Advertisements

37 thoughts on “Syair Buya Hamka untuk M. Natsir… [copas]

  1. mataharimerahsaga said: saya pernah bikin puisi utk temen2 saya :Dtp cm di publish di private blog

    aku beberapa kali..tapi cuma dsms..hehe.. lebih terinspirasi kalo pegang hape

  2. destipurnamasari said: baru pertama kali baca mbak,, jd deg-deg’an*iya, bagus juga ya, bikin puisi penyemangat untuk saudar2 seperjuangan

    hu’uh des.. sama.. ga brenti2 ni netes.. heheyooo bikin…..

  3. Yang membuat keren bukan hanya syairnya, tapi juga perbedaan pemikiran di antara mereka.Membayangkan seandainya perbedaan pemikiran bukan dijadikan alasan sebagai pemutus ukhuwah. Betapa kuatnya islam ini.

  4. laptopmini said: Yang membuat keren bukan hanya syairnya, tapi juga perbedaan pemikiran di antara mereka.Membayangkan seandainya perbedaan pemikiran bukan dijadikan alasan sebagai pemutus ukhuwah. Betapa kuatnya islam ini.

    itulah………..akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaada yang memahami maksudq….. *terharu

  5. Sebenarnya ada satu episode diantara mereka yang lebih fenomenal namun seperti terlupakan sejarah. Ketika Buya Hamka mengisi khutbah nikah dalam walimah anak Natsir. Lebih merinding membaca episode ini.Betapa indahnya ukhuwah islamiyah.

  6. laptopmini said: Sebenarnya ada satu episode diantara mereka yang lebih fenomenal namun seperti terlupakan sejarah. Ketika Buya Hamka mengisi khutbah nikah dalam walimah anak Natsir. Lebih merinding membaca episode ini.Betapa indahnya ukhuwah islamiyah.

    *speechless….T_T

  7. menjadimatahari said: berkaca-kaca sy membacanya, dimana sy bisa dapat teman sperti buya hamka.. hiks2 tfs :)

    Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai. Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-iman kita yang sedang sakit (Dalam Dekapan Ukhuwah_Salim A. Fillah) Karena Iman berbanding lurus dengan Persaudaraanjadi.. mari introspeksi buat mempertanyakan sejauh mana keimanan kita.. ur welkom =)

  8. jaraway said: Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai. Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-iman kita yang sedang sakit (Dalam Dekapan Ukhuwah_Salim A. Fillah) Karena Iman berbanding lurus dengan Persaudaraanjadi.. mari introspeksi buat mempertanyakan sejauh mana keimanan kita.. ur welkom =)

    T_T tambah sedih :(( hiks hiks.. yuk introspeksi diri.. lagi dan lagi..agar iman kita ‘benar’ agar takwa kita ‘sahih’ dan akhirnya aqidah kita ‘selamat’jazakillah khoir ukhti fajar :)

  9. menjadimatahari said: T_T tambah sedih :(( hiks hiks.. yuk introspeksi diri.. lagi dan lagi..agar iman kita ‘benar’ agar takwa kita ‘sahih’ dan akhirnya aqidah kita ‘selamat’jazakillah khoir ukhti fajar :)

    heeeeeee…..muuph.. n_nvjadi bikin sedih.. muuph2..ayuuuuuuuukkkkkkkkkk!!!waiyyaaki =)

  10. Maap, koreksi nih..Itu yang diisi khutbah nikahnya bukan anak pak Natsir, tapi anak Pramoedya Ananta Toer.Setelah kuinget-inget malah lebih ngga kebayang lagi,bahwa mantan penasihat PP Muhammadiah tahun 1953 yang juga mantan ketua umum MUI tahun 1975 ini bener-bener orang besar dengan hati yang kelewat lapang.Dipenjara Soekarno saat presiden pertama ini ngeluarin perintah ganyang Malaysia, Hamka protes dan ujung-ujungnya beliau dipenjara tahun 1964-1966. Selain itu ada juga intrik-intrik tertentu dari beberapa lawan ideologinya yang bikin beliau harus dipenjara. Salah satunya Pramoedya Ananta Toer.Tapi emang dasar orang kreatif! Dari dalam penjara, Hamka malah bikin Tafsir al-Azhar, buku tentang kajian tema-tema politik dalam Islam. Hal yang sulit dicari dari orang-orang sekarang, saat waktu luang banyak, boro-boro nulis buku, baca buku juga nggak.Saat anak perempuan Pramoedya mau nikah, calon mantunya itu disuruh belajar Islam ke Hamka. Nggak bisa kebayang, orang yang berseberangan dan pernah ikut andil dalam memenjarakan, tapi saat menerima Daniel, calon mantunya Pramoedya itu buat belajar agama, diterimanya dengan tangan terbuka dan senyum yang ikhlas.Bukan cuma itu, saat mereka menikah, Hamka juga yang ngasih ceramah walimah, sampe-sampe anak dan menantunya Pramoedya ini menangis karena haru melihat jiwa besar seorang Hamka, orang besar dengan hati yang kelewat lapang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s