Tahukah Kamu

———————————————————————————————————————————-

Tahukah Kamu

———————————————————————————————————————————-

[buatan Fitrah Rahmat Kautsar dengan sedikit penambahan]

tis..tis..tis…

kudengar itu, adakah kau jua mendengarnya teman??

kurasa tidak…

kurasa sama sekali tidak…

karena kutahu, jarang sekali dirimu bisa mendengar hal tersebut

‘memangnya itu apa??’ tanyanya kepadaku…

‘apakah suara tetesan air??’…

‘tetesan air??’ tanyaku keheranan…

‘hanyakah seperti tetesan air dirimu mendengarnya??’

‘padahal itu deburan ombak pengikis karang..’ dalam hatiku bersuara…

‘ataukah gemerisik kantong kresek punya si mbok??’ tanyanya lagi..

‘apa??…suara kantong kresek menurutmu??’..semakin dibuatnya ku terheran-heran..

‘padahal itu adalah suara eratan kawanan pengurai tulang para manusia berselimut kafan’…ku berbisik lirih…

‘sungguh aku tidak mengerti, memang suara apakah itu??’ seakan menyerah ia mencoba mengerti…

‘cobalah pahami sejenak teman, pastilah dirimu akan dapat menemukan arti suara itu’..semangatku untuknya…

‘hmmm???’…’tidak pernah rasa-rasanya guruku menunjukkan suara seperti ini di sekolah dulu..’..

mencoba ia mengingat kembali pelajaran seni suara yang pernah ia dapatkan di sekolahnya dulu

‘tentu saja tidak..karena kertas-kertas di buku-buku tebalmu tidak pernah bisa bersuara selain suara guratan penamu diatasnya’…

kulihat lipatan kulit di keningnya karna mencoba menelisik lebih jauh lorong ingatannya, mencoba mencari bagian yang mungkin celos..

‘mungkinkah.. suara lirih gesekan biola ayah, yang tergantung di sudut ruang itu, tak pernah lagi ia mainkan‘

‘bukan, karena ini dentuman tabuh beduk Shubuh, menyambut cahaya pagi yang gemilang’

aku semakin terheran dibuatnya..

‘ah, aku menyerah.. pening kepalaku.. beri
kan saja aku obat sakit kepala.’

‘sungguh? benarkah kau tak tau itu apa?’

kesabaranku terusik

‘aku bingung’

‘bukankah itu suara hati nuranimu, teman?’

serasa menghadapkannya di mahkamah kejujuran, memaksanya meyusuri ruang tanya itu

‘sekarang aku paham.. aku tak mendengarnya, karena lama tak menyapanya’

dan aku pun hanya tersenyum atas apa yang ia simpulkan

PS : muuph fit, nek dadi ga nyambung…… pokokmen tak genep2i thok, ben kata2ne mlebu.

44 thoughts on “Tahukah Kamu

  1. jaraway said: hehe…….. ngge arisan kata..ting mrikihttp://topenkkeren.multiply.com/journal/item/129/Arisan_Kata_Lagi_Yuk

    ooo arisan kata itu to mbak, iya kemaren liat tapi ga mudengsekarang liat contone jadi tau

  2. fitrahkautsar said: mab jar bohong..padahal nambahinnya banyak..yg saya buat dikit padahal…hehe..Wohoo.mba jar keren….hehe..@mas topenk: pake namanya mba jar aja mas…hehe…

    wrote on Sep 25, edited on Sep 25maune nulis opo hayo.. koq dadi bohong2 ngene.. aku reti fit nek aku keren, rasah mokumumke wis dho ngerti kabeh..=p

  3. keluargabahgia said: la kapan??? aku kapan aja siaap… :D

    arisan kata beikute yo dant.. ngene..aku nggawe separo, trum moklanjutke..dirimu nggawe separo, tus taklanjutke..makin menantang to..piye2?woke??=)

  4. jaraway said: arisan kata beikute yo dant.. ngene..aku nggawe separo, trum moklanjutke..dirimu nggawe separo, tus taklanjutke..makin menantang to..piye2?woke??=)

    gak entuk!! >:)kudu gawe 1 karya solo. nek karya kedua nembe entuk duet. :))

  5. topenkkeren said: gak entuk!! >:)kudu gawe 1 karya solo. nek karya kedua nembe entuk duet. :))

    waahhh, danti..salah dhewe ngubrul ning kene..hiks..aahhh, budhe nambah2i gawean…huuuuuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s