none

sejenak…

butuh waktu mu’aqobah diri
smoga masih ada kesempatan jumpa, kawan


Advertisements

Menyalakan Lilin Bersama Raja’ ibn Haiwah

[Salim A. Fillah]

“Assalamu’alaikum, wahai Raja!”
-Sa’d ibn Abi Waqqash, ketika membai’at Mu’awiyah ibn Abi Sufyan-

Al Imam Ibnul Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 3/405 merekam adegan pembai’atan Mu’awiyah oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ini. Awalnya Mu’awiyah marah. “Apa salahnya Anda memanggilku Amirul Mukminin?”, katanya. “Demi Allah”, kata Sa’d, “Aku tidak suka memperoleh apa yang kau dapat dengan cara yang kau gunakan!”

Ya, wajar bagi Sa’d mengatakan demikian. Beberapa hari sebelumnya, sang keponakan, Hasyim ibn ‘Utbah ibn Abi Waqqash menghadapnya disertai perwakilan berbagai kabilah. “Demi Allah wahai Paman”, kata Hasyim, “Ada seratus ribu pedang terhunus yang berpendapat bahwa engkaulah yang paling berhak memegang kepemimpinan kaum muslimin!” Sang keponakan mungkin benar. Dari kesepuluh sahabat Rasulullah yang beliau jamin ke surga, tinggal Sa’d ibn Abi Waqqash yang kini masih hidup.

Ketika itu, Sa’d menunduk dan menitikkan air mata. “Demi Allah Ananda”, jawabnya sambil menatap lekat mereka yang hadir dengan mata berkaca-kaca, “Aku hanya menginginkan satu saja dari seratus ribu pedang itu; yang jika kupukulkan pada seorang mukmin pedang itu takkan berdaya; tapi jika kupukulkan pada musuh Allah maka ia akan membelah dengan ketajamannya.” Kata-kata Sa’d, paman kebanggaan Sang Nabi ini, diabadikan oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah 8/72.

Mungkin sejak itulah, Mu’awiyah menyadari bahwa dia memang seorang raja, dan Daulah ‘Umayyah yang didirikannya adalah sebuah kerajaan. Bukan Khilafah. Apalagi setelah sampai kepadanya riwayat tentang nubuwat Rasulullah yang berbunyi, “Khilafah sepeninggalku tigapuluh tahun lamanya. Setelah itu akan datang masa kerajaan.” Maka satu saat diapun berkata, “Aku adalah raja pertama!” Kalimat ini beserta penjelasannya bisa kita rujuk dalam karya Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/254, dan karya Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah 8/135.

DARI KHILAFAH KE MULK

Maka berakhir sudah masa Khilafah dan datanglah masa kerajaan; Daulah Bani ‘Umayyah. Sistem Mulk atau Monarki, yang telah ribuan tahun mengisi kehidupan manusia –jauh mendahului demokrasi awal yang konon lahir di Athena- dengan berbagai kebaikan dan keburukannya kini menaungi sekaligus mengangkangi kaum muslimin. Sistem ini, yang direpresentasikan dua kekuatan dunia di masa Sang Nabi; Romawi dan Persia, kini memerancah negeri Islam. Segala tata kehidupan yang indah dan meriah di bawah Khilafah berubah drastis sejak berdirinya Daulah ‘Umayyah ini.

Abul A’la Al Maududi dalam Al Khilafah wal Mulk mendata berbagai perubahan itu menjadi pokok-pokok pembahasan yang diuraikan begitu luas dengan berbagai riwayat dan analisis. Beberapa yang bisa kita lihat di sana adalah; perubahan aturan pengangkatan, perubahan cara hidup, perubahan anggaran dan Baitul Maal, hilangnya kebebasan berpendapat, hilangnya kemerdekaan peradilan, berakhirnya pemerintahan berdasar Syuraa, munculnya fanatik kesukuan, dan hilangnya kekuasaan hukum. Penjelasan gamblang oleh beliau bisa kita seksamai dalam Al Khilafah wal Mulk 183-204.

Dari sederet perubahan yang menimbulkan banyak masalah itu, fenomena kebobrokan paling mencolok adalah soal merembakanya kezhaliman. Untuk sekedar mengambil misal, di masa kekuasaan Mu’awiyah terjadilah hal ini: Muhammad ibn Abi Bakr, saudara ‘Aisyah, ipar Sang Nabi, dibunuh dan jasadnya dimasukkan ke dalam bangkai keledai lalu dibakar. Peristiwa menyesakkan ini termaktub dalam karya Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/235; At Thabari, Tarikhul Umam wal Muluk 4/79; Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/180; dan Ibn Khaldun, At Tarikh 2/182.

Demikian hal yang tak kalah kejam terjadi pada sahabat kesayangan Nabi, ‘Ammar ibn Yassir, ‘Amr ibn Hamk, dan lainnya sebagaimana diabadikan para ‘Alim sejarawan semisal: Ahmad, Al Musnad 6538, 6929; Ibn Sa’d, Ath Thabaqat 3/253, 6/25; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/48; dan Ibn Hajar Al ‘Asqalani, Tahdzibut Tahdzib 8/24. Juga tentang dikubur hidup-hidupnya seorang ‘alim lagi shalih bernama Hujur ibn ‘Adi yang membuat ‘Aisyah, Hasan Al Bashri, dan para sahabat mulia memprote keras Mu’awiyah; Ini bisa kita lihat dalam anggitan Ath Thabari, At Tarikh 4/190-207; Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab I/135; Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/234-242; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/50-55; dan Ibn Khaldun, At Tarikh 3/14.

Di masa Yazid ibn Mu’awiyah, yang ditunjuk oleh ayahnya menjadi penguasa dan menjadi bukti teguh berakhirnya Khilafah dan mulainya Mulk, kita tahu sejarah kekuasaan semakin tak enak dibaca. Katakanlah kita abai atas perdebatan apakah tindakan cucu tercinta Rasulullah Husain ibn ‘Ali itu sah ataukah tidak; apa yang terjadi kemudian sungguh adalah tragedi. Detail pembantaian keluarga mulia dan bagaimana perlakuan kejam itu tidak saya sampaikan di sini; cukup mohon periksa jika ada luang ke halaman-halaman ini; Ath Thabari, At Tarikh 4/309; Ibnu Atsir, Al Kamil 3/282-299; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/170-204.

Kalaupun kita menerima riwayat bahwa Yazid tak punya niat membunuh Al Husain dan menyesali kejadian itu, kita masih bertanya; mengapa dia tak bertindak sedikitpun terhadap para pelakunya? Dan, kejadian paling memilukan di masa Yazid terjadi di tahun 73 H; penyerbuan Madinah, kota yang dijamin Sang Nabi dengan sabdanya dalam riwayat Al Bukhari, Muslim, Ahmad, dan An Nasa’i, “Tak seorangpun memperlakukan Madinah dengan kejahatan melainkan Allah pasti ak
an lumerkan di dalam neraka seperti lumernya timah hitam.”

Berdasar riwayat Az Zuhri; atas tuduhan pemberontakan yang dipimpin walinya, ‘Abdullah ibn Hanzhalah, kota Madinah ditaklukkan dan para pasukan diizinkan melakukan apapun sesukanya selama tiga hari hingga tiap sudutnya dirampok habis-habisan. Tujuh ribu orang asyraf dari kalangan keluarga Nabi, sahabat dan putra-putranya terbunuh. Ibnu Katsir bahkanmenulis bahwa seribu wanita hamil tanpa pernikahan dari kejadian di hari-hari itu. Rincian kejadian ini bisa kita periksa dalam; Ath Thabari, At Tarikh 4/372-379; Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/310-313; dan Ibn Katsir, Al Bidayah 8/219-221, dan 372.

KONSPIRASI KESHALIHAN DI TENGAH KERUSAKAN

Dengan maksud tak memperpanjang daftar hal-hal yang menggidikkan ini, mari melompat ke saat-saat menjelang tampilnya ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz. Ya, di sana masih ada Al Hajjaj ibn Yusuf Ats Tsaqafi, seorang ‘alim yang punya andil merumuskan sistem harakat untuk mushhaf yang kita baca. Tapi bukankah dia seperti kata ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz sendiri, “Andai ummat-ummat dan bangsa datang dengan segala kejahatan mereka; dan kita Bani ‘Umayyah datang dengan Al Hajjaj seorang, demi Allah takkan ada yang bisa mengalahkan kita.”

Para penulis riwayat menghitung, Al Hajjaj bertanggungjawab atas pembunuhan sekitar 120.000 orang yang kebanyakan adalah ‘ulama dan orang-orang shalih. Belum lagi ketika dia meninggal, masih ada sekitar 80.000 jasad yang ditemukan di penjaranya, mati tanpa peradilan yang hak. Rincian ini bisa kita teliti dalam redaksi Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/353 dan 2/571; Ibn Al Atsir, Al Kamil 4/29 dan 133; Ibn Katsir, Al Bidayah 9/2, 83, 91, 128, 129, dan 131-138; serta Ibn Khaldun, At Tarikh 3/39.

Di antara mereka yang dibunuh Al Hajjaj, terdapat sahabat-sahabat utama Rasulullah seperti ‘Abdullah ibn Az Zubair ibn Al ‘Awwam, putra Asma’ binti Abi Bakr Ash Shiddiq, An Nu’man ibn Basyir, ‘Abdullah ibn Shafwan, dan ‘Imarah ibn Hazm. Kepala mulia ‘Abdullah yang pernah diciumi Rasulullah itu dipenggal dan dikelilingkan ke berbagai kota; Makkah, Madinah, hingga Damaskus. Jasad-jasad mereka disalibkan di kota Makkah, dijadikan tontonan hingga berbulan lamanya. Keterangan ini bisa kita telusur dalam tulisan Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/353-354; Ath Thabari, At Tarikh 5/33-34; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/245 dan 332; Ibn Khaldun, At Tarikh 3/39; serta Ibn Sa’d, Ath Thabaqat 6/53.

Selain itu, patut dicatat nama Sa’id ibn Jubair, tabi’in agung, murid kesayangan ‘Abdullah ibn ‘Abbas yang dikuliti dan disayati dagingnya oleh Al Hajjaj. Juga tindakan dan cercaannya yang mengancami ‘Abdullah ibn ‘Umar, ‘Abdullah ibn Mas’ud, Anas ibn Malik, dan Sahl ibn Sa’d As Sa’idi, Radhiyallaahu ‘Anhum. Di masa ini pula para penguasa melaksanakan khuthbah pertama Jum’at sambil duduk, menjadikan caci-maki terhadap ‘Ali ibn Abi Thalib dan keluarganya sebagai rukun khuthbah, dan melangsungkan khuthbah hari raya sebelum shalatnya. Bid’ah-bid’ah yang dahsyat ini bisa kita telusuri dalam anggitan Ibn Al Atsir, Al Kamil 4/119, 300; Ath Thabari, At Tarikh 6/26; dan Ibn Katsir, Al Bidayah 8/258, 10/30-31.

Adakah kerusakan ummat sebesar ini kita temui hari-hari ini?

Itu baru sebagian dari apa yang dilakukan Al Hajjaj. Padahal ada banyak penguasa lain yang menebar kezhaliman pada masa itu. Satu saat, ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziiz mengeluh dalam doanya, “Al Hajjaj di ‘Iraq, Al Walid ibn ‘Abdul Malik di Syam, Qurrah ibn Syirk di Mesir, ‘Utsman ibn Hayyan di Madinah, Khalid ibn ‘Abdullah Al Qashri di Makkah! Ya Allah, sepenuh bumi ini telah penuh dengan angkara murka.. Maka selamatkanlah ummat ini!” Doa dan kesaksian ini direkam oleh Ibn Al Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 4/132.

Alhamdulillah. Segala puji bagiNya. Allah menjawab doa ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz itu dengan dirinya. Menakdirkan untuknya 2 tahun masa kekuasaan yang akan menjadi buah bibir sepanjang sejarah. Dua tahun yang menyelamatkan muka Bani ‘Umayyah di hadapan ummat Rasulullah. Dua tahun yang lahir dari ikhtiyar seorang ‘alim yang tak berputus asa terhadap rahmat Allah di tengah sistem monarki yang bobrok. Dari fakta yang kita baca di atas, hampir-hampir saya berkesimpulan; keadaan ummat saat itu di bawah sistem Mulk, jauh lebih menyedihkan dibanding kita di Indonesia kini di bawah demokrasi.

‘Alim agung yang ingin saya sebut itu adalah Raja’ ibn Haiwah. Betapa gigih upayanya memasukkan nama ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz sebagai pengganti Sulaiman ibn ‘Abdul Malik, konspirasinya agar Bani ‘Umayyah mau menerima, dan siasatnya agar ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz bersedia bisa kita simak dalam karya Imam ‘Abdullah ibn ‘Abdil Hakam, Al Khalifatul ‘Adil ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, Khamisu Khulafaair Raasyidiin, 43-47; Ibn Al Jauzi, Sirah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz; Khalid Muhammad Khalid, Khulafaaur Rasuul, 673-681.

Maafkan, tentang keadilan yang kemudian tergelar, tentang kemakmuran hingga tak seorangpun bersedia menerima zakat, tentang kesejukan yang kemudian dirasakan setiap jiwa, tentang ketenteraman hingga serigalapun enggan memangsa domba, tentang kezhaliman dan bid’ah-bid’ah yang terhapus.. Maafkan, saya tak ingin mengisahkannya lagi. Kita telah tahu dengan setumpuk rindu. Dan semua itu, Allah kehendaki terjadi atas ikhtiyar seorang Raja’ ibn Haiwah; ‘alim yang tahu bagaimana harus bertindak dalam sistem yang rusak dan keadaan yang bobrok.

KESIMPULAN

Kita kemudian sepakat, baik Mulk maupun demokrasi jauh dari ideal yang kita cit
akan. Keduanya jauh dari Khilafah yang kita rindukan. Tetapi dari ‘alim agung yang bernama Raja’ ibn Haiwah, kita belajar agar tak pernah kehilangan harapan untuk menghadirkan kebenaran, keadilan, dan kemashlahatan dalam sistem dan keadaan yang bagaimanapun rusaknya. Demi Allah, seburuk-buruk pencuri adalah pencuri harapan. Oleh karena itulah Rasulullah menyebutkan dalam redaksi Al Bukhari dan Muslim, “Siapa yang mengatakan manusia telah hancur, maka dialah orang yang paling hancur.”

Kita belajar dari Raja’ untuk mengamalkan kaidah ushul; “Maa laa tudraku kulluhu, fa laa tutraku kulluh. Apa-apa yang tidak bisa kita raih sepenuhnya, jangan kita tinggalkan sepenuhnya.” Dan Raja’ tidak mengutuk sistem Mulk itu sebagai kekufuran warisan Romawi dan Persia betapapun itu fakta dan betapapun seperti apa kerusakan ummat yang ada di sana. Dia tidak meninggalkannya. Dia terus berikhtiyar di dalamnya. Dia mendekati sang raja, Sulaiman ibn ‘Abdul Malik dan mencari peluang menghadirkan kebajikan dalam tiap kebijakan yang akan ditetapkan.

Dan akhirnya, dengan sebuah konspirasi unik, dia hadirkan ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz untuk ummat di tengah sebuah sistem yang rusak dan keadaan yang bobrok. Raja’ dan bahkan ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz sendiri memang tak kuasa mengubah sistem itu. Ya, mereka tak mampu. Setelah ‘Umar wafat, kembalilah kekuasaan diwariskan turun-temurun, Baitul Maa kembali melayani penguasa, foya-foya istana berjaya, dan kezhaliman merebak di mana-mana. Raja’ dan ‘Umar tidak mampu mengubah sistem itu, tapi mereka telah berbuat apa yang mereka mampu. Dan hingga kini ummat mengenang mereka penuh cinta.

Untuk rekan-rekan yang sepakat, mari nyalakan lilin bersama Raja’ ibn Haiwah. Mari lakukan sesuatu. Bukan hanya mengutuk gelap dan sistem yang tak sreg di hati ini. Mari nyalakan lilin bersama Raja’. Siapa tahu Allah karuniakan kepada kita kesempatan untuk menghadirkan ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz di tengah demokrasi dan kondisi bangsa yang sama-sama tak kita suka ini, sebagaimana dulu Allah karuniakan peluang pada Raja’ dan kawan-kawannya di tengah Mulk yang rusak.

.

SELINTAS sketsa pekat tergurat dalam manuskrip lara, gambarkan angkuh menggulung rasa

SELINTAS apologi berbaris dalam antrian pikir, berjubel bak sampah got arungi sungai ragu

SELINTAS kenakan jubah hipokrit, sadis berjingkat menikam pendar cahaya diorama

SELINTAS gemuruh topan angan terjang remah-remah pelita kesadaran, mendikte pilu

ah, percayalah.. itu hanya selintas, kawan

cermin masih kukuh, kata masih teguh, diri masih utuh, semangat masih penuh

dan kau, masih ceria bukan?

#Arisan kata 7 di sini, foto jepretan adek

Tausiyah Berantai Kelompok 3 New [pekan 3]

alhamdulillaah Tausiyah Berantai New edition Kelompok 3, pekan 1 & 2 sudah didokumentasikan di sini
sekarang mulai pekan ke tiga deh, hehehe
Ahad, 17 Oktober 2010
[TB 3]
”Awalnya adalah revolusi dengan semangat meletup-letup,
setelah itu adalah kerja membangun dengan kesabaran berlipat-lipat.
Tadinya hanya satu kalimat singkat,
seterusnya adalah konsistensi hingga akhir hayat.
Sebelumnya hanya lintasan ide dalam pikiran,
selanjutnya adalah penelitian pembuktian yang menuntut ketekunan panjang.
Jika semangat itu seperti sungai,
maka kesabaran harus seperti samudera.”
Semoga kita bisa menjadi mukmin yang mengerjakan kebajikan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran… =)
[TB#3]
#Romantis adalah ketika kutukar harta dan jiwaku dengan perniagaan yang dijanjikan-Nya
#Romantis adalah ketika ibu mengantar ayah bekerja lalu menatap punggungnya seraya mendo’a “smoga ada keberkahan di setiap rizki yang kau jemput,.”
#Romantis adalah ketika setiap harinya aku dinasehati oleh saudai-saudariku yang bahkan belum kutemui
#Romantis adalah ketika aku memikirkan Ia, dan Ia mengingatku
… dan tahukah kau bahwa Rabbmu adalah Dzat yang sangat romantis?
Senin, 18 Oktober 2010
Aku tidak peduli bagaimana aku menjalani waktu pagiku..
Apakah dalam kondisi yang aku inginkan ataukah tidak…
Karena aku tidak tahu apakah KEBAIKAN ada dalam apa yang aku inginkan atau pada apa yang aku benci..
-Umar bin Khaththab-
met istirahat saudariQ..
Semoga esok menemui pagi hari dengan bersemangat untuk mendapat KEBAIKAN..
..TB3-
RuyRuhHiyah..
^_^
Selasa, 19 Oktober 2010
(TB 3) Allah made the stars to help us to find the right direction. Just like a good friends who help us to find the right way, a way to His Love and become His Beloved. Thx to be stars in my life friends..
[TB3] “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan menjadi syafa’at di hari Qiyamat bagi yang membacanya (ahlinya).” (HR. Muslim).
Rabu, 20 Oktober 2010
“…ya ALLAH, janganlah Engkau serahkan diri kami kepada diri kami sendiri, sekedip mata pun…”
(HR. Abu Dawud,Nasai & Ibnu Hibban)
Ukhtifillah, masihkah dalam ikhtian kita tersisip hati yang tak rela akan keputusan Allah?
Namun dengannya, bukan untuk menyerah tanpa daya seumpama manusia tak punya akal & jiwa yang hidup.
Sebelum “gong berbunyi” tak perlu ada kecewa yang membutakan mata hingga seperti semua ikhtiar kan sia~sia belaka.
Sebab,dengan segenap keyakinan & usaha, Allah ingin mengamini kegigihan kita untuk meraih sesuatu di detik2 terakhir.
[mataharimerahsaga]
“Ya Robb,,
Hamba hidup di dunia, hanya semata-mata mencari keRIDHOanMu..
Hamba mencari ilu, hanya karena ingin menjadi hamba yang bermanfaat bagi setiap makhluk..
Hamba bekerja karena ingin menjadi hamba yang tak meminta menadahkan tangannya kepada
orang lain dan mampu menolong sesama..
hamba berkeluarga, hanya karena ingin menjadi lebih baik dalam ibadah, mebangun peradaban
dunia dengan orang-orang sholih di dalamnya..
Sisanya, hanya menunggu kematian dan berharap tak malu ketika berjumpa dengan-MU.. :-)
[Raito DiRa]
Kamis, 21 Oktober 2010
Tips agar mudah bangun untuk shalat tahajjud :
“Tidur dalam keadaan suci {berwudhu)”
Rasulullaah bersabda :
“Sucikanlah jasad ini, niscaya Allah akan menyucikanmu. Tidaklah seorang hamba tidur dalam
keadaan suci kecuali malaikat akan tidur pada selimutnya, yang mana dia tidak akan
meninggalkannya sepanjang malam kecuali berkata, ‘Ya Allah, ampunilah hambaMu, karena dia
tidur dalam keadaan suci (berwudhu)’. ” (HR. Thabrani)
Jum’at, 22 Oktober 2010
[TB3: Today Inspiration]
Kemuliaan seseorang bukan terletak pada harta dan rupa.
Tapi pada kedekatan hatinya dengan Allah.
Jangan pernah merasa hina dan lemah selama iman hadir dalam hati kita.
Resah dan gundahlah manakala kita terjauhkan dari ketaatan kepada Allah.
Ketahuilah saudaraku, Bencana yang paling dasyat adalah rapuhnya iman dalam hati kita.
Sabtu, 23 Oktober 2010
[TB3] Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (ATTAUBAH:128)
[TB3 shift malam] Masalah apapun yang kita hadapi harus kita selesaikan dengan cara yang baik. Jangan menyelesaikan masalah untuk melahirkan masalah baru. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah baru yang lebih berat. *qo kyk pegadaian yak*
[lyakeyen]

#insya Allaah akan terus diupdate tiap harinya
gambar jepretan adekq..hihi

ODE PARA SEMUT

Di kehidupan para semut

tak satu pun yang tak ikhtiar

tak satu pun yang tak menyapa

tak satu pun yang tak bergiat

semut bergerak cepat

ini jalan berliku

bernama jalan gotong royong

kami susuri bersama

kami kerahkan segenap daya

sambil sesekali menyengat

musuh pemutus jalan kami

ini kami, para semut

makhluk kecil sering tak kau lihat

kadang kami terinjak

di negeri para raksasa

namun kami terus melangkah

mengangkat beban bersama

tak ada yang melemahkan kami

kami terus berjalan

mencari rezeki ke mana saja

tak pernah bermusuhan

bergandengan selamanya

sampai kami mati

kami semut-semut ramah

hidup dengan tubuh teramat kecil

belajarlah dari kebersamaan

dan kebesaran jiwa kami

[karya : Abdurrahman Faiz putra Helvy Tiana Rosa, saat ia berumur 8 tahun]
#sukaaaaaa banget puisi ini.. anak sekecil itu pun bisa belajar dari semut.. =)
foto njepret ndiri..

Gerbang Langit itu Bernama “Cinta”

Bermilyar anak tangga harus didaki
Demi menggapai makna ‘meraih cinta sejati’
Mungkin karena kita merasa…
tengah mendakinya “seorang diri”
atau mungkin, terlalu sibuk…
menghitung anak tangga yang terlewati..
Namun..,
jalan panjang itu juga membahagiakan…
Ketika dalam relung batin kita
Terpatri selalu…
“Di balik gerbang langit itu…
Negeri Keabadian Menanti…”
(disadur dari…. lupa..)
keep spirit ukh.. !
____________________________________________________
Cinta sejati…
memang bukan milik dua sejoli
Ia adalah anugerah Allaah pada semesta
Dari sana… mengalir air mata ‘mata air’
kebajikan tiada henti
Dari sana pula.., mengalir…
mata air cinta kepada sesama..
Maka ketika kita “belajar” memperbanyak amal sholeh..
Juga “belajar” memberi dan mencintai sesama tanpa pamrih..
Maka yakinlah..
Kita sedang menapaki tangga itu
satu.. demi.. satu..
semoga kita sampai pada anak tangga tertinggi
~ ” al-Mahubb ” ~
=hamba yang layak di cintai =
Sebab,
“Di balik gerbang langit itu..
Negeri Keabadian Menanti… “
(sama, disadur dari.. lupa.. )
______________________________________________________
jalan ini masih panjang
moga tulisan diatas, dapat menjadi cermin sekaligus barometer semangat kita!
#tertoreh dari pena sang Suryaku….. di buku pesen akhwat waktu itu..
ah, suryaku.. smoga dirimu dikuatkanNYA..
gambar dari sini

dewasa?

Dewasa adalah sebuah fase dimana seseorang itu telah bisa bersikap bijaksana.
Tau diri kepada siapa saja ia harus berikap tegar, mampu menyembunyikan persoalan.
Dan tau kepada siapa saja ia boleh mengeluh dan bermanja. Serta tau kapan ia bisa berbuat itu semua.
Dewasa adalah saat dimana seseorang bisa berfikir matang…sebelum membuat sebuah keputusan.
Tau diri akan hak dan wewenangnya, sehingga tidak melampauinya dalam bertindak. dan tidak grusa-grusu (??? bahasa mana tu…) dalam bertindak, tapi penuh perencanaan dan pertimbangan.
Intinya…dewasa adalah tau siapa dirinya serta pandai menempatkan diri sesuai dengan dengan siapa dia sedang berada.
#celotehq sekitar 5 tahun yang lalu ketika seseorang bertanya tentang apa itu dewasa..
bagaimana denganmu?
kalo versiq sekarang.. apa yah?! *mikir

Kesabaran

nemu file bagus di kumpulan message fs jaman doeloe.. tapi ga tau ni yang punya sapa

“Bukanlah kesabaran jika ada batasnya dan bukanlah keikhlasan jika masih terbelenggu sakit hati. Kesabaran bukanlah hanya berdiam diri, orang yang berkata sabar tanpa melakukan apapun berarti sedang menunggu kehancuran diri.


Sabar tak bisa dipisahkan dari tawakkal, karena tanpa tawakkal bukalah sabar yang sebenarnya. Sabar merupakan benteng yang kuat untuk membangun kembali kekuatan untuk meraih apa yang tertunda. Tanpa kesabaran saat ini, berarti kita tidak punya harapan untuk meraih keberhasilan yang ada di depan.


Kesabaran seseorang dapat terlihat dari apa yang seseorang katakan dan lakukan saat kesempitan menghimpitnya.


Bersabarlah saat menghadapi orang lain, karena tanpa kita sadari, kitapun telah banyak menuntut kesabaran dari orang lain.”


## foto jepretan adekq

sebuah kontemplasi setelah membacanya :

pastinya diri ini sering membuat kesabaran orang lain terkikis pelan-pelan bahkan seketika.

izinkan dengan penuh kesungguhan, untuk meminta maaf, atas terlalu banyak tuntutan kesabaran yang mungkin telah tercipta dalam riak-riak persaudaraan kita

smoga kita menjadi insan yang bisa berlaku dengan sebaik-baik kesabaran.. fashbir shobron jamiila.. =)

smoga pun bisa menjadi pribadi-pribadi yang bisa ikhlas melepas belenggu sakit hati..

karna kita manusia… yang terus ingin memperbaiki diri.. iya bukan?

bukaaaaaaannnnnn..

*bletakkk.. qeqeqe

n_nv

sejenak…

Sejenak sadarkan aku pada wanginya teh seduhanmu, dalam cangkir yang terukir namaku. Aromanya mampu sembunyikan raut masam mukaku pagi ini.

Sejenak lara itu kau hapus dari papan kepura-puraan diriku. Kau kunci ego dan marahku.

Sejenak aku ingat pulang, rindu bermain di batang rindang pohon teduh itu bersamamu. Melihat ibu menenun kain untuk kita. Menikmati masakannya yang jauh dari petaka tabung gas milik mereka.


#yang pernah terlintas dulu buat arisan kata 1… hihi..

foto jepretan adik.. nyambung ga nyambung deh ya..hihi

Membangun Sambil Merusak [Moh. Natsir]

Kalau seorang membuat satu pekerjaan yang baik dengan cara dan jalan buruk, maka dia membangun sambil merusak atau meruntuh. Dia membangun jembatan-jembatan, jalan-jalan, sekolah-sekolah, masjid-masjid dan lain-lain. Tapi, dia telah merusak manusia yang akan mempergunakan atau memanfaatkan usaha-usaha yang dibangun. Apakah gunanya satu bangunan atau pembangunan, jikalau bersamaan dengan itu atau sesudahnya, rusak pula manusia yang akan menghayati pembangunan itu?

Sekolah apakah lagi yang akan diperbaiki kalau moral anak-anak yang akan dididik itu sudah rusak lebih dahulu? Hal ini akan membawa akibat-akibat yang berantai, sebab anak-anak yang rusak itu akan merusak pula kepada jiran dan lingkungannya. Perkembangan akan berlaku dengan amat cepat. Dengan demikian, maka perbuatan yang demikian tak obahnya seperti orang yang membuka kran air. Kran air itu tak bisa dikuncinya lagi dengan tangannya sendii, air keluar memancur terus menerus sehingga akhirnya menimbulkan semacam banjir yang merusak.

Akhirnya, akan sampailah kepada suatu situasi seperti yang dikemukakan oleh sarjana-sarjana amerika dalam konferensi di Paris setahun yang lalu : Kami sedang menghadapi kehancuran! Bukan kehancuran lantaran bom atom Rusia, tapi dihancurkan oleh bom yang meledak dari dalam, yang dinamakan KEHILANGAN NILAI-NILAI YANG MUTHLAQ.

Tulisan M. Natsir di majalah Suara Masjid 104 Mei 1983

Sub judul dari judul “Pesan dari Mimbar : Ilmu dan Teknologi Saja Ternyata Tidak Cukup”

Asyik Belajar Matematika SD [Bermain Pasar-Pasaran]

Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Menghadapi Soal Cerita tentang Perkalian dan Pembagian.

Perkalian dan pembagian merupakan materi yang saling berpasangan .Materi tersebut termasuk materi esensial yang cukup lama proses penanamannya. Bahkan, kalau sudah disajikan dalam soal cerita, seringkali para siswa mengalami kesulitan.

Bagaimana guru dapat membelajarkan siswanya dengan tampilan yang berbeda dan menarik. Bu Kresniwiyati, Guru SD Negeri Gombong 5 Kabupaten Kebumen memberikan tips sebagai berikut:

1. Siapkan sudut pasar di dalam kelas (dus susu, korek api, sabun, dll) dengan jumlah tiap benda minimal 12 bungkus. Beri label harga untuk tiap benda.

2. Minta anak mengambil 2 benda yang berbeda dengan jumlah lebih dari 1.

Misal:

sabun mandi 5 bungkus @ Rp 1.800, pasta gigi 2 bungkus @ Rp 4.200

Secara berkelompok siswa menghitung harga barang yang terambil.

5 x Rp 1.800 = Rp 9.000

2 x Rp 4.200 = Rp 8.400

Untuk pembagiannya, kegiatan anak selanjutnya menumpuk sabun 5 bungkus tadi dan memberi harga Rp 9.000 kemudian menghitung harga satuannya.

Lanjutkan dengan kegiatan yang sama untuk benda yang berbeda.

Satu hal yang menarik dalam kegiatan yang dilakukan oleh Bu Kresni ini adalah bahwa beliau tidak hanya meminta anak menjadi reseptor (penerima pasif) dari soal cerita. Beliau justru menghendaki siswanya menjadi kreator (pencipta aktif) soal cerita. Beliau meminta siswa membuat soal cerita yang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. Mereka diminta untuk membuat soal sesulit mungkin dan berharap agar teman yang diberi soalnya tidak bisa menjawabnya dengan mudah. Namun demikian, setiap siswa harus membuat kunci jawab dari soal yang dijawabnya.

Bu Kresni selanjutnya meminta para siswa mendiskusikan jawabannya dengan kunci yang dibuat temannya. Jika ada perselisihan tentang jawaban dan prosesnya, mereka bisa mempertanyakannya kepada bu Kresni.

Ini menarik, karena pada dasarnya Bu Kresni telah menerapkan strategi pembelajaran yang dalam teori pembelajaran termasuk strategi pembelajaran mutakhir, yakni Problem Posing, dan Send A Problem.


Di atas adalah contoh sudut pasar di dalam kelas Bu Kresni yang d
igunakannya untuk
pembelajaran matematika

#salah satu isi materi di Asyik Belajar Dengan PAKEM : MATEMATIKA

salah satu yang ingin ditanamkan di sini bahwa matematika bukan sekedar deretan angka-angka dengan rumus rumit bikin keriting, tapi matematika itu ilmu yang sangat dekat dengan keseharian & menyenangkan untuk dipelajari.

i luv mathematic.. hehehe..

mengeja sepi

bukan coretan tanpa arti, disini..
namun sejenak menyapa sepi..
kadang ia ingin ditemani..
menikmati heningnya hati..
menghela nafas dalam jenak diri ini..
sesaat merenungi..
apa yang diucap sang nurani..
yang dengan lirih setia menemani..
#terinspirasi dari tulisan seseorang
foto jepretan adekq

ARRGGHH !!!

Getir, kisah Senin pagi membuncahkan sabda benci. Membentuk kolam air mata tanpa kata.


Getir, belang skenario ‘mereka’ yang makin kentara. Membredel janin penegakan Din.


Getir, permadani tersaji bagi pengecut-pengecut negeri. Penolak genta kebenaran membahana.


Getir, sandal keakuan masih melekat dengan pekat. Layaknya duri bertengger di ranting hati.


HAH ! Geram ingin kuungkap. Tatkala handphone penuh permohonan maaf. Sementara umat tengah terlelap !

10-Aug-10

4_7412


#ini dulu buat arisan kata 3, cuma belum takposting.. baru diposting ma meillyssach, eh dianya dah cancel akun.

geram waktu Ust. Abu ditangkap sebelum Ramadhan kemarin

totalitas..

untuk menutup “ndleming” saya malem ini, eh.. dah pagi ding ya.. hihi..
buat menyemangati diri.. mau ngutip kata2 dua orang yang sangat menginspirasi bagi fajar.. =)
“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang siap untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya.
Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allaah subhanahu wa ta’ala akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini.”
[Hasan Al-Banna]
Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang menanggungnya, semua atau sebagiannya”
[Rahmat Abdullah]
sekian kedlemingan saya malam ini…pareng..

hadapi..

ah..bersama ilalang diantara belukar tajam..
menahan langkah pun terdiam..
ungkap kata2nya menghujam..
membuat batin ini sejenak terpejam..

hadapi.. walau itu hantaman
pedih memang, sang ujian
jejak harus terus tertoreh ke depan
bukan menghalau tanpa tujuan


#terinspirasi dari tulisan seseorang
foto jepretanq

DICARI !!!

================================================================
================================================================
================================================================
>> Sholahuddin abad ini <<

Bebaskan Al-Aqsha milik dien ini;
saat ini, detik ini.
Kita masih bisa bebas bernafas disini.
Sementara masjid suci digerogoti.
Kita masih terlalu asyik berbasa-basi.
Disana mereka menghadapi tembak mati.
Ah kita terlalu terlena dengan semua kenikmatan ini..
Sampai sempat terlupa al-Aqsha dari hati..
Malulah pada sang nurani.
Tak becus dengan sedikit yang dipunya untuk berbakti.
Rabbi..
Ampuni diri ini..
Selamatkan al-Aqsha !!
Bebaskan ! Bebaskan !
[ming celotehku]

4_7412

simpel koq

mungkin benar……..
jawaban untuk setiap permasalahan di dunia ini simpel..
tapi, kita saja yang kadang tidak percaya ketika jawaban itu tidak kompleks..
[barusan selintas denger pak Mario Teguh yang dulu pernah disetel]
yup, simpel solusinya.. kembalikan semua pada Quran dan Sunnah
tapi uniknya manusia, kadang lebih percaya koran daripada Quran
padahal media manapun itu pasti ada misi kepentingan tertentu, mengarahkan pada opini tertentu yang acap kali tidak tepat
sementara kebenaran yang sifatnya final(Quran & Sunnah).. justru sering dijungkirbalikkan
ah, sungguh.. sungguh rindu..
bantu aku melepas rindu di sini..
mau ya?
untuk bersama2 terasing.. ghuroba.. ghuroba..
#celoteh ga jelas buat intro mau nulis tentang “kekuatan pengaruh media bahkan sekaliber koran lokal pun” tapi ga nemu mood

Akukah Petani yang Baik?

Akukah petani yang baik?

Tapi kayaknya bukan… Soalnya aku lebih memilih lahan yang gembur dan subur dan kutinggalkan lahan yang tandus dan kering. Aku lebih mudah mengeluh dan berputus asa ketika kulayangkan cangkul dan terantuk batu. Aku tidak berfikir gimana caranya menyingkirkan batu itu, tapi aku akan mengayunkan cangkul ke bagian ladang yang lain. Ku biarkan batu itu di sana dan tidak kusingkirkan, maka selamanya batu itu tetap di sana, selamanya ladangku itu teteap kering dan tandus…

Mungkinkah aku petani yang baik?

Sedangkan aku lebih suka bertanam di ladang yang aman dari hama penyakit dan bebas dari mangsa, kutinggalkan lading yang banyak mengsanya dan berhama, hingga selamanya lading itu tetap berpemangsa dan berhama.

Mungkinkah aku petani yang baik?

Sedangkan aku lebih senang untuk segera menikmati hasilnya tanpa harus bosan menunggu. Lalu pantaskah aku menyebut diriku sebagi petani yang baik?

Astaghfirullaah, angkuh sekali diriku… padahal aku adalah petani yang malas, yang gampang berputus asa, yang mudah mengeluh, yang egois dan serakah. Seandainya aku mau bertahan dan bekerja keras menggarap ladangku yang tandus dan kering, menyingkirkan bebatuan yang menghalangi setiap anak cangkul, pastilah dengan izin Allah, lading itu akan berubah menjadi lahan yang subur dan gembur, hingga aku bisa menikmati hasilnya, andai tidak sempat pun, pastilah saudara-saudaraku, anak cucuku, buyut-buyutku bisa melanjutkannya dan memetik hasilnya.

Wahai jiwa-jiwa bangkitlah, jadilah petani-petani yang baik yang akan menggarap lading yang tandus dan gersang ini menjadi lahan yang subur dan gembur. Jangan pernah menyerah & berputus asa karena setiap ujian dan musibah adalah wujud kasih sayang Allah pada kita, agar kita sadar dan selalu mengingatnya.

FOR ALL OF MY SISTER : “Bertahan di lingkungan yang baik & menyenangkan adalah baik, tapi created the new one is better”

#Coretan pulpen ijo mba Anna di buku pesen akhwat @musholla teknik Elektro..

Gara2 posting gambar sawah di sini, jadi pengen share tulisan ini..

# foto jepretanq kali ini.. dah lamaa banget, njepret sambil mbonceng motor

ga nemu kata; luka kata

mengapa tak bisa kususun kata-kata
bagai tersumpal sampah penyebab banjir dalam dada
mungkin terlalu banyak luka kata
yang tlah tertoreh bagi mereka
dan kini kata pun enggan tertata
menjadi barisan penuh makna
coba.. coba.. dan terus mencoba
menggali kata yang entah ke mana
memapah langkah kata agar hadir di ulasan pena
yang telah lelah menggurat rasa
*huehehehe….. di tengah bingungnya ngerangkai kata buat arisan kata..
phyuhhhh.. jadi geje gini deh ah..haha
#foto jepretan sapa lagi, kalo bukan adekq..

Tausiyah Berantai Kelompok 3 New [pekan 2]

Setelah pekan pertama dah lengkap.. hehehe dan di dokumentasikan di sini..
Sekarang mulai pekan ke dua.. =) Smoga bisa terus berlanjut.
Ahad, 10 Oktober 2010
[TB3]
Sesungguhnya yang dikehendaki oleh Islam adalah sebagian besar waktumu, hampir seluruh hartamu dan segarnya masa mudamu.
Islam menghendaki dirimu, seluruhnya. islam menghendaki saat kamu bertenaga, bukan saat telah loyo.
Islam menghendaki masa mudamu, masa kuatmu, masa sehatmu & masa perkasamu, bukan masa rentamu.
Islam menghendaki semua yang terbaik, termulia dan teragung darimu.
<DR. Abdullah Azzam_Penawar Lelah Pengemban Dakwah>
SmangaD pagi.. !
Persembahkan yang terbaik untuk Dien ini..
=)
[TB#3}
Dahulu di mata pelajaran sejarah, kita sering mendengar istilah Pemerintahan Boneka, Presiden Boneka, atau Tentara Boneka.Maka jangan heran jika saat ini kita mendengar istilah Ulama Boneka atau yang lebih dikenal dengan nama Ulama Su’u, siapa mereka? Mereka adalah Aliim yang telah menukar akhirat dengan dunia. Hingga Umar ibn Khaththab RA pun takut terhadap adanya mereka, yang disebutnya sebagai Al-Munafiqul Aliim (orang munafiq yang alim).
Lantas kepada siapa kita meminta fatwa? seorang tabi’in pernah berkata : Tanyakanlah masalahmu pada Ahlu Tsugur, karena furqan antara haq dan bathil tidak akan didapat kecuali oleh orang yang bertaqwa, sebagaiman firman Allah dalam surat Al Anfal : 29..
Senin, 11 Oktober 2010
Sejauh apapun perjalanan kita akan sampai pada garis takdirnya..
Disitulah dibutuhkan hati seluas samudra serta kelapangan jiwa..
karena..
TAKDIR kerap jadi misteri..
berupa kebahagiaankah ia atau sebaliknya..
Jadilah mukminah sejati..
Yang mampu tenang dalamkesyukuran..
tegar dalam kesabaran..
yang mampu tersenyum di saathati yang sedang menangis..
melukis tawa saat jiwa sedang berduka..
karena kita punya Allah tempat berbagi segla apapun yang dirasa oleh hati..
Allah-lah tambatan hati yang paling mengerti akan resah diri..
Stay Strong..!
^_^
Selasa, 12 Oktober 2010
(TB 3)saat macet, pengendara harus tetap bergerak walau sedikit, karena bergeraknya kita memberikan harapan dan kesempatan yang lain bergerak pula, jangan menunggu lancar, tetaplah bergerak walaupun hanya selangkah.
Berapa banyak kemaksiatan yang mewariskan rasa hina dan rendah di hadapan Alloh & Itu lebih baik dari ketaatan yang mewariskan sikap merasa mulia&sombong
(Ibnu Athaillah)
[smaemunah]


Rabu, 13 Oktober 2010
Terkadang Allah SWT menginginkan kita untuk jatuh, sakit, kalah dan menangis agar kita mengerti arti Sabar dan Syukur sebenarnya..
Atau hanya untuk sadarkan kita bahwa kebahagiaan, kemenangan dan keberhasilan butuh sebuah kolam keringat dan air mata..
TB 3
:-)
Raito DiRa
(TB3)
Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah..
Ketika tangan ini letih menggapai cita2, maka bertakbirlah..
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah..
Ikhlashkan semua & mendekatlah padaNya..
Agar tunduk di saat yang lain angkuh
Agar teguh di saat yang lain runtuh
Agar tegar di saat yang lain terlempar..
[mataharimerahsaga]
Kamis, 14 Oktober 2010
[TB3] Bumikanlah Quran, niscaya hidupmu Allah langitkan (HR. Muslim). Saudaraku, siapa yang melaksanakan Quran dalam kehidupan sehari-hari, Allah akan meuliakannya di dunia dan akhirat.
“Sesungguhnya Aku ada bersama prasangka hambaKu padaKu”. hadits qudsi riwayat Ibnu majah.
Maka berprasangka baiklah terhadap apa-apa yang Allah tetapkan kepada kita.
[nisachem05]
Jum’at, 15 Oktober 2010
[Tausiyah Berantai Kelompok 3 Keren] “Rosulullah bersabda “engkau tak kan mungkin mencukupi semua orang dengan hartamu, karenanya cukupilah mereka denganwajahmu yang gembira dan watakmu yang baik” -HR. Abu Ya’la-
Sabtu, 16 Oktober 2010
[Tb3]
Sungguh,
aku memiliki jiwa perindu,
jiwa merindukan kepemimpinan,
maka aku mendapatkannya,
jiwa merindukan khalifah,
maka aku meraihnya,
dan sekarang jiwa ini merindukan syurga.
{umar bin Abdul Aziz}
Ukhti, mari kita bermimpi, lalu raihlah! Semangat!
[TB shift malam]
saudaraku,periksalah harta kita. Cermatilah dari mana aliran uang yang kita terima. Waspadailah, bila sejumput makanan yang tidak jelas masuk ke dalam perut kita, atau perut istri kita, anak2 kita, keluarga kita. Apakah kita selama ini terlalu longgar bersikap, tidak banyak waspada, kuang berhati-hati ?
Ingatlah, “Apa yang ada di sisi kalian itu akan lenyap. dan apa yang ada di sisi Allah itu kekal. ” (QS. An-Nahl : 96)
#bakalan terus diupdate insyaAllaah, gambar jepretan adekq