Kereta Terakhir [repost]

Renungkanlah
diri,

da’wah,
adalah sebuah dunia yang berujung cinta

da’wah,
adalah media yang membawa takut jika ditinggalnya

da’wah,
adalah tempat bersemai harapan kita.

Telah
kudapat ketiganya, meski dalam batas kecil,

cinta
dan harapan serta takut akan ketertinggalan.

ku
ingin akulah Abu Dzar itu

yang
tanpa istirahat memburu cinta-Mu

walau
sesaat pernah tertinggal jauh dari laskar, ku berlari

menerjang,
dengan tapak luka berdarah

Ya
Robb dengan apa kami bayar luka Abu Dzar

dengan
apa kami mengejar laskar

dengan
apa kami buru cinta

ada
sebuah bisikan… ”dengan da’wah”

oh
ya? Mungkin.

Lalu
apa mau dilepas pegangan kita pada kereta dakwah

cuma
karena jari-jari kita lelah menggenggam pegangan kereta

yang
sudah penuh dijejali orang-orang yang jauh lebih baik dari kita,

dan
cuma karena ada pemandangan yang lebih indah di luar,

daripada
pemandangan dalam kereta.

Tapi…

Kuakui,
meski jari tangan kananku masih menggenggam kuat

dan
jari-jari tangan kiriku digenggam penumpang lain,

pemandangan
luar begitu menggodaku.

Hmm…
tidak bisakah kita sedikit bersabar

menanti
stasiun pemberhentian yang terakhir?

Ketika
kita turun dari kereta ini,

maka
kereta ini akan tetap jalan dan kita ditinggalkannya.

Apa
jadinya kalau ternyata pemandangan di luar kereta itu hanya
fatamorgana?

Padahal
kereta itu sudah jauh meninggalkan kita

Mampukah
kita mengejar kereta kita tadi?

Padahal
bisa jadi…
ITU
KERETA TERAKHIR.

(untuk sahabatq, Qoni’atun Ni’mah yang telah menggoreskan pulpennya menulis tulisan ini di buku pesen FMT.. jazaakillaah khoyr, kuangennnn…. hehe)

>> tadi karna komen di t4 Lia, & kemarin bangHend posting tentang tunduk = takut + harap + cinta.. plus ada kecelakaan kereta…{ga nyambung} jadi pengen repost tulisan ini lagi… =)

Advertisements

21 thoughts on “Kereta Terakhir [repost]

  1. Semoga kita senantiasa ada dalam kereta ini n tak pernah bpaling k lain hati, bisa menikmati n mensyukuri susah senang pjalanan, suka duka dan pernak pernik selama pjalanan, meski sedikit pun bnyk kontribusi yg kita diberi, kita blajar terus blajar bsma di krt ini. Sampai pd tujuan akhir yg abadi. Sampaikan kami ya Robb. Aamiin.

  2. oncomko said: Semoga kita senantiasa ada dalam kereta ini n tak pernah bpaling k lain hati, bisa menikmati n mensyukuri susah senang pjalanan, suka duka dan pernak pernik selama pjalanan, meski sedikit pun bnyk kontribusi yg kita diberi, kita blajar terus blajar bsma di krt ini. Sampai pd tujuan akhir yg abadi. Sampaikan kami ya Robb. Aamiin.

    amiiiin..amiiiin..

  3. kereta dakwah itu amat indah, mungkin mata saja yang telah buta melihat keindahan dalam kereta ini… kereta dakwah itu amat nyaman, mungkin kepekaan saja yang telah mati merasakaan kenyamanan ini… penumpangnyapun adalah mereka yang kita cintai dan mencintai kita sepenuh hati…

  4. oncomko said: Semoga kita senantiasa ada dalam kereta ini n tak pernah bpaling k lain hati, bisa menikmati n mensyukuri susah senang pjalanan, suka duka dan pernak pernik selama pjalanan, meski sedikit pun bnyk kontribusi yg kita diberi, kita blajar terus blajar bsma di krt ini. Sampai pd tujuan akhir yg abadi. Sampaikan kami ya Robb. Aamiin.

    aamiin..

  5. hadiyanfa said: kereta dakwah itu amat indah, mungkin mata saja yang telah buta melihat keindahan dalam kereta ini… kereta dakwah itu amat nyaman, mungkin kepekaan saja yang telah mati merasakaan kenyamanan ini… penumpangnyapun adalah mereka yang kita cintai dan mencintai kita sepenuh hati…

    he’eh.. betul betul betul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s