laki-laki dengan pohon banyak ranting


Kisah ini, tentang seorang laki-laki yang berkulit kecoklatan. Peluh tampak memenuhi wajahnya. Dia adalah seorang khadimat seseorang.
Suatu saat tuannya ingin berkunjung ke rumahnya, saat dia pulang dari bekerja.
Yah, pulang bekerja sang lelaki berkulit kecoklatan itu diantar dengan mobil sang tuannya. sampai di dekat rumah mereka pun turun. Namun sang lelaki berkulit kecoklatan dengan peluh mengucur itu, tak langsung masuk ke rumah. Dia berhenti di sebuah pohon di depan rumahnya. Pohon itu memiliki banyak ranting. Dan dia melakukan gerakan, seolah-olah dia meletakkan sesuatu di ranting pohon itu.
Kemudian mereka menjuju pintu rumah, ajaib.. ada sebuah energi luar biasa. Sang lelaki berkulit kecoklatan itu membuka pintu bertemu anak dan istrinya dengan wajah sumringah, senyum mengembang dan disambut keluarganya dengan sangat hangat.
Kemudian ia mempersilakan tuannya untuk masuk.
Setelah selesai bertamu, sang lelaki berkulit kecoklatan itu pun mengantar tuannya menuju mobil, sampai di depan pohon penuh ranting itu, sang tuan bertanya. “Tadi sewaktu engkau datang kau seperti melakukan sesuatu di sini. Itu kenapa?”
“Owh, iya”.. jawabnya.
“Pohon ini adalah pohon masalah. Setiap kali pulang ke rumah, dengan membawa banyak permasalahan, saya meletakkan masalah itu di ranting-ranting yang banyak dari pohon ini. Sejenak melepaskan permasalahan dan menemui keluarga saya tanpa beban masalah. Untuk kemudian saya ambil lagi masalah itu keesokan harinya, dengan rasa yang lebih ringan, dengan hati yang lebih kuat untuk menghadapinya”
Begitulah, sebagai manusia, sunnatullah ketika kita senantiasa menghadapi masalah dalam kehidupan ini. Dan seperti lelaki berkulit kecoklatan itu, semoga kita punya pohon yang memiliki banyak ranting itu.
Ranting sholat fardhu kita
Ranting tilawah kita
Ranting qiyamul layl kita
Ranting hafalan quran kita
ranting dzikir kita
Ranting do’a rabithah kita
Ranting shoum sunnah kita
Dan ranting-ranting yang masih banyak lagi
Sehingga kita akan mengambil masalah itu dengan rasa yang lebih ringan..
insyaAllaah
hasbunallaah wa ni’mal wakil.. =)
#oleh2 pelatihan di MMTC
gambar dari sini
Advertisements

berlayar

ibarat berlayar di laut..
cukuplah meyadari
bahwa laut tak sunyi dari ombak dan gelombang
tak sepi dari badai dan topan yang dahsyat
dan selayaknya kapten kapal yang handal
sudah menduga sebelumnya dan sangat mengerti kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selama berlayar
begitupun para penumpang, ketika memilih untuk turut berlayar
sehingga bila saat itu tiba -ombak besar, gelombang tinggi, badai, topan- sudah tidak gugup lagi
tetapi cepat menghadapi dengan sebaik-baiknya.
itu bagi sang nahkoda, awak dan penumpang kapal
Apalagi bagi golongan yang disebut Allaah : khoiro ummatin..
hal itu pun niscaya..

gado-gado Magelang [mbuh iki judule opo]

jika semuanya bercahaya, maka cahaya itu sendiri adalah ketidakberartian. Allah menciptakan kegelapan agar cahaya nampak begitu indah.
barusan nemu kata2 itu punya orang.. *lhoh..
ketika kita merasakan kegelapan yang amat pekat, buram.. (eh, buram ama gelap beda ding ya).. cahaya setitikpun akan sangat indah tampak di pandangan..
namun ketika kita berada di samping lampu sokley dengan daya yang sangat besar, sorotnya ampe keliatan nembus langit malam.. tentu lampu TL yang 40 W terang jingglang ga ada artinya..
salah satu hikmah adanya gelap mungkin agar kita menyadari indahnya cahaya..
saat kemarin Munthilan & Magelang kabupaten mati lampu hampir semingguan misalnya, hehe
itu membuat ingat nikmat saat listrik nyala, yang sering lupa disyukuri
begitupun untuk hal-hal lain..
abu Merapi ini pun.. sungguh menyadarkan..
saat-saat nikmat perjalanan Magelang-Jogja ngeliat kiri-kanan banyak hijaunya..
kini berubah putih..
teringat sebuah nasihat dari pak supir angkot yang kemarin sempet mbantuin ngirim logistik, di obrolan kami..
Allaah memberi nikmat kesuburan dengan adanya abu-abu ini, namun kita kadang lupa bersyukur.. jadi diingetin lagi dengan “musibah” ini. (pastinya pake bahasa Jawa.. qeqeqe)
betapa tidak, lha wong ada kenalannya bapak yang di lereng merapi 6 km lah..jaraknya.. itu sawah cabenya terakhir panen bisa buat beli mobil..
hihihi..
tambahan lagi dari obrolan ma pak supir..
“saat ini kepedulian sosial dah langka, jarak antara si kaya ma si miskin makin jauh, mungkin dengan musibah Merapi ini kita diingatkan Allaah tentang berbagi”
(tetep aslinya pake bahasa Jawa)
ah, nikmat Rabbmu yang manakah yang kau dustakan?!
sungguh indah ya, kehidupan seorang mukmin..
jika diberi nikmat ia bersyukur,
jika diberi ujian ia bersabar..
#meski kata2 ini dah sering takkutip, tapi aku tetep suka : semakin pekat malam, pertanda fajar kan segera terbit.. hurraayyy.. smangaDD.. smangaDD.. smangaDD.. do ur best, Jar!
#ga tau ni nulis paan.. judul juga ngasal.. ni asal nulis gini jadinya..

menara bertingkat..

Seorang insinyur akan membuat sebuah menara yang ujungnya akan dipasangi kubah. Menara tersusun atas beberapa tingkat. Nah minggu pertama tingkat 1 sudah jadi, kemudian dilanjutkan tingkat 2 pada minggu kedua.
Namun baru setengah jalan unsur-unsur penyusun menara tingkat 1 meluruhkan diri. Sang insinyur bingung kemudian ia coba membangun lagi tingkat 1 karena tak mungkin ia membangun tingkat 2 dan seterusnya tanpa melalui tingkat 1.
Setelah sekian lama, melewati tenggat yang ditentukan, melalui kesulitan-kesulitan akhirnya selesailah menara tingkat 1, kini siap membangun tingkat 2 dan seterusnya dengan segala permasalahannya.
Akhirnya ia berhasil membangun menara dengan sebuah kubah cantik di ujungnya. Ia gembira tetapi ternyata ia tidak tahu bagaimana cara memelihara menara itu supaya tetap kokoh sepanjang masa.
Apa ya, yang semestinya ia lakukan ketika hendak membangun menara tersebut berikut pemeliharaannya?
#tiba2 teringat pengibaratan ini……. yang pernah kubaca/kudengar entah dimana, *lupa…
jika kita yang terposisikan berada di tingkat pertama, bahkan di pondasi.. smoga tidak pernah ada kata “meluruhkan diri”..
gambar dari sini

sunyi…

tak selamanya sunyi itu indah

karna dalam gaduh pun ada bahagia

namun, sunyi itu… memberi banyak arti

untukmu yang memilih dalam sunyi…

atau yang sedang ingin sendiri..

#postingan geje (lagi)

dah siap belum?

“mba jar, cepetan..

wis siap-siap durung?

wis ditunggu lho..
————————————————————————————————————
————————————————————————————————————
karo panitia qurban >:-)”
jiahhh.. ra sopan tenan.. cah iki.. wkwkwkwk
sms geje pagi2 bikin ngakak
#gambar dari sini

capek deh

begini salah

begitu juga salah

diem pasti salah

ngomong apalagi


menghindar gak mungkin

ngelawan gak yakin

mengalah lagi-lagi

bikin kesel hati


kamu komplikasi

akunya frustrasi

‘pala mumet-mumet

hati empet-empet


cape deh cape deh cape deh

cape deh cape deh cape deh

cape deh cape deh cape deh

ya cape deh

minta maaf salah
gak minta makin parah
ngejawab artinya
cari gara-gara

kamu komplikasi
akunya frustrasi
‘pala mumet-mumet
hatinya empet

cape deh cape deh
kita semua cape deh
cape deh cape deh
tapi tetep cinta deh

cape deh cape deh
kita semua cape deh
cape deh cape deh
tapi tetep cinta deh

kita komplikasi
kitanya frustrasi
‘pala mumet-mumet
hatinya empet

#lagi iseng, ternyata lirik lagu nya project pop yang komplikasi (capek deh) lucu.. wkwkwk

*jurnal ga penting..haghaghag..

duit panas… ups.. n_nv

Hati-hati, tak mudah galang kepercayaan publik untuk donasi, tapi LEBIH TAK MUDAH lagi mengelola amanah tersebut secara tepat dan produktif bagi korban
Setiap saya terima amanah donasi untuk korban bencana, demi Allah saya takut, khawatir saya dan team tak bisa amanah dan tak profesional.
Dengan amanah donasi yang kami terima untuk korban bencana demi Allah sering membuat kami all crew manajemen dan relawan harus tak tidur siang malam
Untuk media TV yang mampu galang donasi publik dalam jumlah puluhan milyar dengan mudahnya, moga benarbenar bisa kelola amanah tersebut dengan profesional
Jika bisa, sekali jika bisa! Jika tangan kanan memberi tangan kiri tak seharusnya tau.
<twitnya pak Ahyudin Presiden ACT>
entah kenapa ingin posting tentang ini..
karna manajemen bencana yang tercermin dari kondisi pengungsi Merapi bisa dibilang sangat jauh dari tepat guna tepat sasaran..
ada beberapa posko yang sampai nasi bungkus ratusan basi.. tapi di tempat lain, masih kekurangan bahan makanan..
kebanyakan bantuan langsung meluncur ke Jogja, bahkan ada #prayforyogyakarta
sementara.. kondisi di 3 kabupaten yang lain, magelang, klaten, dan boyolali..
bertebaran posko-posko kecil yang membutuhkan logistik, namun tak tersentuh.
Sangat salut dengan ACT, manajemen poskonya bagus dan ada di area-area yang kurang terjangkau oleh pemerintah.. namun itu dia, publik lebih mempercayakan pada media (TV), untuk donasi.. yang secara realitasnya hanya drop bantuan di are “ramai”.
ah, amanah donasi emang bisa bikin ga tidur, kepikiran..
semoga semua bisa lebih bijak untuk menyampaikan amanah donasi dari segenap masyarakat Indonesia itu..
salut ma pak Presiden ACT itu..
smoga segenap relawan dikuatkan.. =)

ah, jingga

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan
semangatmu itu
oh jingga
[Lembayung Bali, Saras Dewi]
wekekeke.. ni lagu jaman masih culun..haghaghag..
kutahu ada rindu menggebu dalam dada, bahkan ada yang memilih tak ada ketika aku juga tak ada.
ya, aku rindu tangis bersama kita.
riuh rendah perjuangan untuk mengembalikan sesuai rel-nya, dengan cara2 gila kita.
dengan sedikit yang kita bisa.
namun, begitu banyak yang menggempur, termasuk dia yang harus memilih prioritas di tempat berbeda, meski dengan perjuangan yang sama.
aku akan mengganti saat-saat aku tak ada itu, saat aku harus terbaring di tempat yang tak bisa menjangkau kalian.
ini janjiku…
kini, aku sedang berusaha menambal rombeng kain asa yang koyak karna bertubi hambatan untuk menemui kalian.
kain ini terlalu rapuh untuk tiba-tiba bertemu gempuran permasalahan…
dan harus memeras otak mencari celah merangkul cahaya.
terima kasih untuk kepercayaan yang tak pernah pudar darimu, engkau yang sangat tau diriku..
terima kasih atas semangat indah dengan unik yang kau utarakan waktu demi waktu..
ah, jingga…
#kangen Jogja, kangen si jeruk.. =)

Politik Wayang ato Wayang Politik, upz.. he2 [babak 1: Hasta Brata]

Huehehe.. apaan deh Jar.. wkwkwkw..

Ni gara2 nonton Mata Najwa tempo hari pas bahas 1 tahun KIB jilid 2.

Judulnya “Drama Politika”.. hihi, pengen aja ngupas lagi..

Di babak 1 ini saya pengen ngupas kembali tentang filosofi Hasta Brata. Cukup terkesima saya melihat (mbah) Sujiwo Tejo menggunakan perumpamaan wayangnya ala Mahabarata untuk mengkritisi pemerintahan saat ini. Pengibaratannya unik-unik. Wihihi…

[secara, wayang ma kethoprak tu tontonan jaman masih mungil, pas masih bocah, jadi melekat di ingatan & nyambung lah]

Hasta Brata, hasta >> delapan; brata >> laku, watak sifat atau karakter

Nah, Hasta Brata di sini yang dimaksud adalah delapan karakter yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin.

1) Seperti matahari

yang memberi energi, semangat.

2) Seperti bulan

yang menerangi saat gelap malam.

3) Seperti bintang

yang mengarahkan, sebagai navigator, penunjuk arah angin bagi nelayan di tengah lautan.

4) Seperti bumi

yang diinjak-injak, dipacul, tetep menumbuhkan tanaman.

5) Seperti api

yang tuntas kerjanya, tanpa ragu-ragu.

6) Seperti gunung

yang teguh pada pendirian.

7) Seperti samudera

yang tidak pernah sesak, meskipun bertubi-tubi hujatan namun tetap mengakomodasi suara rakyat (yang dipimpin).

8) Seperti air

yang tidak pernah lebih rendah dari siapapun, tidak pernah lebih tinggi dari siapapun.

[Berdiri bareng Obama juga ga lebih rendah, berdiri di samping mbah Surip pun ga merasa lebih tinggi]

3 hal yang paling menonjol, menurut (mbah) Sujiwo Tejo belum ada dalam diri pemimpin negeri ini :

Seperti matahari,

Kata Sujiwo tejo, “Aku kalo nonton fajar pagi tu luar biasa memancarkan semangat”, [huehehehe.. jadi pengen narsis.. wkwkwk]

Tapi sayang kita belum melihat pemimpin bangsa ini seperti itu saat ini.

Bagi beliau, ngeliat di tv aja udah biking a semangat, lhoh?! Whehehehe.

Seperti Api,

Kalau api itu kan tuntas kerjanya, saat ini belum seperti itu. Banyak PR-PRnya. Pekerjaan pemerintah yang ga kelar-kelar, tertunda, seperti antrian di bioskop saat film laris lagi tayang. Seperti meng-esbatu-kan masalah yang ada sepanjang perjalanan, bukan menuntaskan.

Seperti bintang,

Belum bisa merasa memiliki pemimpin yang mengarahkan atau memberi petunjuk ke mana kapal sang nelayan ini harus berlayar.

Skali lagi, ini menurut (mbah) Sujiwo Tejo…

Titik tekan yang menarik bagi saya adalah filosofi tentang Hasta Brata itu sendiri. 8 pengibaratan sifat pemimpin. Sebuah pembelajaran bagi kita dalam bekal menjadi pemimpin, selayaknya memiliki karakter seperti Hasta Brata itu. Dan bukankah setiap diri kita adalah pemimpin, minimal bagi diri kita sendiri.

#ni tulisan belum selesai…. lagi males nerusin.. qiqiqi.. peace.. n_nv

kapan2 deh.. insyaAllaah..=)

Hari Pahlawan?

katanya sih, besok hari Pahlawan.. hehe
inget pertempuran surabaya.. seruan jihadnya bung Tomo saat itu.. luar biasa..
jadi pengen repost tulisanku 2 tahun yang lalu.. meski mungkin tahun ini akan beda suasananya coz negri kita sedang banyak musibah.. =)
{Ditulis 10 november 2008 sekitar pukul 23:00}
Ingin sejenek rehat, “meluruskan” punggung… beberapa hari ini terasa bagai “terlipat-lipat”. Rebah di depan televisi, berharap ada tontonan yang “bermutu”, kan hari ini kata orang Hari Pahlawan… momen yang luar biasa tentunya, mungkin ada tayangan menarik, sapa tau ada ulasan tentang perjuangan-perjuangan pahlawan zaman kemerdekaan doeloe.
Tapi sayang… yang bisa ditemui justru sinetron-sinetron ga jelas gitu dan lebih parahnya lagi di salah satu stasiun tv ditayangkan hal yang paradoks dengan apa yang terjadi bertahun-tahun silam di negeri ini…
_Dulu di tanggal yang sama, 63 tahun lalu, Bung Tomo membakar semangat para pemuda pejuang di Surabaya untuk mempertahankan negeri ini dari serangan sekutu…sehingga tanggal ini pun diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Ya…dinamakan Hari Pahlawan justru jauh sebelum gelar pahlawan nasional disematkan ke diri Bung Tomo. Gelar itu baru hari ini, 10 November 2008, “dianugerahkan” kepada beliau. Bung Tomo baru 25 tahun waktu itu. Yup..pemuda luar biasa itu baru berusia 25 tahun. Beliau lahir tahun 1520 dan wafat di tanah suci sekitar 20 tahunan silam saat ibadah haji.
Setiap kali melihat tayangan arsip nasional film tentang pertempuran 10 November itu, perasaan mengharu biru selalau menyeruak di dada. Bergetar, saat menyaksikannya. Padahal itu hanya “sekedar” melihat dari film dokumenter, bukan melihat peristiwa atau terjun langsung. Salah satu sebabnya karena waktu itu… satu kalimat yang menggoncangkan dipakai untuk menyeru pasukan untuk maju bertempur, yaitu takbir… ALLOHU AKBAR. Sampai-sampai pernah kubaca di satu buku sejarah sebuah pernyataan, bahwa Bung Tomo tidak bisa membayangkan kalau tidak ada kalimat luar biasa itu <takbir:red> bagaimana beliau akan membangkitkan keberanian pasukan pemuda Surabaya untuk maju bertempur di arena yang sangat tidak seimbang itu.
Kekuatan sekutu waktu itu merupakan kekuatan terbesar yang dikerahkan setelah selesai Perang Dunia II. Dan pasukan sekutu untuk mengalahkan pejuang Surabaya, memerlukan pertempuran yang berlangsung sampai tanggal 30 November. Bukan secara gerilya namun perang terbuka. Sungguh, kekuatan keimanan. Tidak ada kekuatan melebihi Yang Maha Besar. Untuk mengabadikan momen patriotik itu pun dibangun tugu pahlawan di tempat terjadinya pertempuran, di kota Surabaya. Sebuah monumen untuk mengenang mereka-mereka yang berjuang dengan raga dan jiwanya untuk ibu pertiwi._
Tapi apa yang terjadi sekarang, 63 tahun setelah kemerdekaan itu mereka <para pejuang kemerdekaan:red> perjuangkan, ternyata di salah satu stasiun tv malam ini, ditayangkan “perayaan” Hari Pahlawan tepat di tugu pahlawan. Yang isinya pagelaran band yang dihadiri ribuan orang, pemuda-pemudi bangsa ini, generasi saat ini.
Yang pasti lagu-lagunya bukan lagu-lagu kebangsaan yang mengobarkan semangat patriotisme, apalagi takbir yang berkumandang untuk membakar keberanian perjuangan, tapi justru lagu-lagu roman picisan <ini bener ga ya istilahnya?> yang liriknya mungkin justru terjebak ke penghambaan pada makhluq… Itukah yang dimaksud peringatan Hari Pahlawan?!? Na’udzubillah.
Karena kecewa ga dapet “tontonan” yang kuharapkan, takmatiin deh. Trus nengok di rak buku..eh..ada satu buku mungil yang sepertinya cocok dengan momen ini dan mungkin akan menjawab pertanyaan tentang memperingati Hari Pahlawan; bagaimana selayaknya. Dan setelah takbuka..bener… senengnya…
Buku ini, kumpulan orasi-orasi budaya WS Rendra yang berjudul ‘Megatruh’. Meskipun cukup sering kubaca, tapi selalu ada sensasi baru saat membaca lagi… Dan ternyata lagi, memang salah satu orasi budayanya diutarakan saat memperingati Hari Pahlawan tahun 1997 di Taman Ismail Marzuki. Komentar spontanku, nha..ini baru wujud memperingati Hari Pahlawan; sebuah orasi kebudayaan.
Isinya..sebuah “kritikan halus” atau introspeksi budaya ke pemerintah waktu itu melalui paparan kondisi sejarah. Membandingkan kondisi Jawa di masa lampau <bahkan mungkin sampai sekarang> yang masih menganut sistem “Daulat Raja” atau sering kita dengar istilah raja selalu benar; dengan kondisi “di luar sana” yang sudah ada penghargaan terhadap “Daulat Manusia”. Sebuah pemaparan yang menyatakan bahwa tidak ada contohnya dalam sejarah dunia bahwa pemerintahan yang otoriter bisa memajukan bangsa dalam tataran budaya.
Bisa dibayangkan…orasi itu disampaikan di bulan November 1997 untuk mengkritisi MPR agar mau menghasilkan ketetapan-ketetapan yang mementingkan Daulat Rakyat. Padahal kita tahu, waktu itu orang “berbicara” masih sulit, resikonya penjara bahkan maut. Kondisi bangsa pun dalam krisis moneter dan situasi sospol sedang sangat genting. Tapi Rendra waktu itu, dengan berani menyuarakan Orasi budayanya di taman Ismail Marzuki, 10 November 1997 tepat saat Hari Pahlawan.
Sebuah “peringatan” Hari pahlawan yang sesungguhnya menurutku. Di situlah kita diminta untuk memaknai Hari Pahlawan dengan keberanian untuk memeperjuankan “kemerdekaan” bangsa di hadapan penguasa tiran. Bukan seperti saat ini yang katanya sudah merdeka, reformasi tapi justru para pemudanya memperingati Hari Pahlawan dengan berkerumun, berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan “idola” mereka yang jauh dari kata pantas untuk disebut sebagai idola apalagi pahlawan. Hemm…
Kesadaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
(WS Rendra)
saya ingat sebuah tulisan di bupes KMT yang dulu
<yang ngerasa penulisnya…takkutip gpp ya.. he..>
“Sekarang ini, perjuangan itu kompleks. Bahkan terlalu besar untuk hanya dijalani oleh seorang pejuang. Memang akan selalu muncul seorang pahlawan, namun dibelakangi ada ribuan pejuang. Merekalah pahlawan–pahlawan yang tanpa mereka tidak akan ada pahlawan besar. Jangan pernah berfikir bahwa orang – orang seperti Salahuddin Al-Ayyubi menjebol benteng Byzantium seorang diri. Beliau adalah pahlawan besar kaum muslimin, tapi dia tidak sendirian. Bukan hanya dirinya yang menjadikannya seorang pahlawan.”
masih ada lanjutannya si..tapi lupa..
mari jadi pahlawan-pahlawan itu… berjama’ah… bukan infirodhi..
=)

Tabir Cinta [copas]

~Muhammad Abdullah~

28 Dzulqaidah 1431 H

(Kupersembahkan Untuk Saudara/i-ku di Merapi & Mentawai)


Diiringi sejuta tanya

Kulalui detik yang letih

Ini murka atau cinta..??

Atau mungkin, murka atas nama cinta..??

Lalu kala air mata menetes mengalir membanjiri alam hati

Prasangka ikut meraja

Bertanya tentang alam yang sesungguhnya

Kenapa..?…Mengapa…?…dan Ada apa..?

Kemudian dari balik debu yang kelam

Juga dari sela abu yang hitam

Terdengar bisikan gemuruh

Alam hanya mematuhi titah Sang Raja

Hanya itu…

Jiwa meronta dalam ribuan prasangka

Ujiankah..?…Peringatankah..?…atau, Azabkah…?

Dan peri-peri kecil hanya bisa menangis

Melihat hutannya tumbang lenyap tak ada

Riak ombak kecil seakan musnah tertelan oleh kuasa-Nya

Desir pasir pun tak kuasa menahan gelombang dahsyat-Nya

Berharap debu itu hilang,

Gelombang itu tak kembali datang

Dalam tabir cinta-Mu

Kami masih menunggu jawab itu

Dalam tabir cinta-MU

Kami memohon ampunan-Mu

Dalam tabir cinta-Mu

Kami mengharap ridho dari-Mu

Dalam tabir cinta-Mu

Kami meminta suntikan ketabahan dari-Mu

Dalam tabir cinta-Mu

Kami memohon infus kesabaran dari-Mu

Dalam tabir cinta-Mu

Kami meminta ada kebahagiaan di balik tangis dan derita ini…

copas dari sini http://www.facebook.com/notes/muhammad-abdullah/tabir-cinta-kupersembahkan-untuk-saudarai-ku-di-merapi-mentawai/450988315924

pantas sebagai pemimpin?


Manusia diciptakan sebagai pemimpin.

Bangunlah sebelum burung-burung berkicau.
Beraktifitaslah sebelum matahari terbit.
Agar kita pantas sebagai pemimpin.

<twitnya pak Ahyudin Presiden ACT>

ih, suka deh ma twit blio yang ini.. hehehe.. secara.. ada matahari terbit.. *tetep narsis..wkwkwk

KENAPA KALIAN BEGITU…?

entahlah, rasanya bercampur-aduk..
antara muak, perih, sedih.. dan sebagainya..
kenapa semua ingin berkomentar dengan kondisi bencana ini.
tau apa mereka tentang apa yang di rasakan..
kenapa begitu banyak orang jadi tiba-tiba seolah sok tau atas apa yang dirasakan mereka yang ada di lokasi.
daripada energi itu untuk saling berdebat tentang keikhlasan..
lebih baik upayakan yang terbaik untuk bisa membantu dengan apapun itu
minimal do’a, agar keimanan saudara2 di sini bisa tetap terjaga
agar harapan mereka tak pernah pupus
biarkan kami fokus dengan kerja kami..
usah kau kecam apapun..
kumohon, kawan, jaga perkataan2 kita..
dalam kondisi2 seperti ini..
karna begitu banyak hati2 yang mudah terluka di kondisi seperti ini..
bantu untuk saling menguatkan..
pun ketika memang ini bencana akibat adzab Allaah karena sering ada upacara untuk memberi persembahan pada setan penunggu Merapi..
kumohon, jangan ucapkan tentang itu saat ini..
yang utama untuk saat ini adalah menjaga keselamatan saudara2 kita, menjaga keimanannya agar tetap bertahan dalam kondisi sulit..
bukan menghakimi.. bahwa ini karena perbuatan buruk kami..
bukankah dakwah itu at-targhib qobla tarhib (memberi harapan sebelum ancaman)
memang, itu kemusyrikan.. tapi berilah solusi tahapan penyelesaiannya..
bukan saat seperti ini menghakimi bahwa semua ini akibat kemusyrikan yang dilakukan penduduk lereng Merapi
betapa banyak korban yang rumahnya hancur adalah mereka yang berusaha menegakkan aqidah & sunnah di tengah masyarakat..
mengenalkan itu dengan amal nyata..
dengan bahasa kaumnya..
kenapa baru kalian sampaikan sekarang..
sampaikanlah dari dulu dengan bahasa yang bisa diterima masyarakat
bukan dengan bahasa langit yang mereka tak paham dan akan semerta-merta menolak ajakan kebaikan
bahasa berat yang terkesan menghakimi..
pun itu tak dimengerti.. apa esensi yang akan kalian sampaikan
jangan hanya bisa menyalahkan, menghakimi..
tapi berilah solusi dan mari kita bersama-sama terjun ke lapangan..
sungguh, sekarang jadi sedikit paham, kenapa justru missionaris para salibis itu berhasil dalam misi2nya..
karena kita yang seharusnya mengikat hati saudara2 kita, justru membuat hati terluka..
*maaf, fajar sedang sangat muak dengan semua “nasihat2” yang ga pas waktu dan sikon..
hanya ingin menjadikan ini katarsis.. daripada sesak di dada..
bukan ingin menyalahkan siapa2, hanya mengajak kita berpikir & merasa..
aku, yang sedang lelah menerima sms, isi milist & obrolan2 di berbagai media isinya ttg kecaman keikhlash-an, kebobrokan aqidah yang dijalankan di Merapi.. plis deh.. saat ini sedang banyak pengungsi, yang harus dikuatkan keimanannya.. bukan dihancurkan harapannya dengan vonis2 itu..
hanya ingin tersenyum.. =)
maaf jika ada yang tak berkenan..

Fajar [Taufiq Ismail]

Fajar, hanya padamu sendiri istirah Ajalku pengap Hanya padamu jasmaniku yang resah Menemu lelap Seperti sungai berprahara Semula menubuh siksa Tiap gelap menyelubung Sia-sia aku bertarung Di wajahmu, yang mendekat Diam-diam Seperti mempertakuti Mengintip, menyelinap Hantu tersamar Fajar beku bercadar Kengerian mengaduh, iblis lari Maut, pengawal Hitamku yang gigih Jauh pontang-panting Berkaki pencuri

Lalu aku bangkit dan merenggut Diriku dari gelombang bayang Pelan-pelan aku terlena Pulas bagai karang

Duh fajar, duh fajar damai Laut cahaya tak bernama Kau pangku setiap sungai.

Siasat Baru, no. 638, thn XIII, 2 September 1959



#puisinya pak Taufiq Ismail yang paling qsuka nih..
wuihihi, lagi pingin narsis.. =))

Tausiyah Berantai Kelompok 3 New [pekan 5]


AHAD, 31 Oktober 2010

*TB3*
Tauhid adalah sistem konstruksi terpadu yang meletakkan segalanya tepat pada tempat, peran, dan kepatutannya.
Intelektual adalah sistem pengapian yang tak pernah padam.
Kader-kader yang selalu ikhlas berkorban adalah roda yang siap menjelajah medan-medan berat.
Ke’ulamaan adalah sistem kendalimu yang tau kapan harus berbelok, menanjak, menurun, dan menerobos hutan belantara, padang tandus serta bebatuan.
Yang tak bergaransi ialah kondisi jalan, bahkan sekalipun dengan rute yang jelas dan lurus, kendaraan yang teruji, kru yang jujur, pakar, dan sabar.
Dari semua setting ini, tentukan dimana potensimu; penonton yang mencari hiburan, penunggu yang tak punya empati, atau pengharap kegagalan karena ada yang tak sejalan dengan persepsi mereka. Atau penuntun dan pengikut dengan pengenalan sistem navigasi yang akurat dan keyakinan yang mantab, bahwa laut tetap bergelombang dan di sebrang ada pantai HARAPAN.
(Ust. Rahmat Abdullah, Cermin Diri)
*fajar/jaraway.multiply.com

TB #3
Cobaan dunia tidak dapat ditangkal kecuali dengan tauhid. Oleh karena itu, doa untuk menyelamatkan diri dari kesusahan harus dengan tauhid. Demikian pula doa dzu al nun. Ia berdoa kepada Allah agar dibebaskan dari kesukaran yang menghampirinya. Dengan tauhid yang bersemayam di dalam hati maka doa-doa yang dipanjatkan akan diabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan kekuatan doa itu pula Nabi Yunus diselamatkan. Sementara syirik adalah sumber bencana terbesar dan tauhid adalah penangkal yang dapat menyelamatkan dari segala macam bencana. Tauhid adalah tameng, pelindung, dan benteng yang menyelamatkan manusia dari segala malapetaka. (Ibnu Qayim)
Kata sabar dari kita memang tidak sebanding dengan apa yang mereka rasakan, tapi hanya doa bantuan tercepat yang bisa kuberikan.
untuk negeri yang terzholimi, Indonesia.
*dian/deeu47.multiply.com
http://deeu47.multiply.com/notes/item/921

SENIN, 1 November 2010

-TB 3-

A friend who is far away is sometimes much nearer than one who is at hand..
Is not the mountain far more awe-inspiring and more clearly visible to one passing through the valley than to those who inhabit the mountain..?
-kahlil gibran-

thank u to be my friend in sad and happiness.. when u are near n far..
coz i know..
even i can’t see u.. I am saw u..
and..
even i can’t hear u.. I am heard u..

-RuyRuhiyah-

^_^
*ruy/tarkhiena.multiply.com


SELASA, 2 November 2010

[TB 3] Seorang penyair berkata dalam bait syairnya: Jika suatu hari kamu sedang sendirian maka janganlah kamu berkata: Aku sendirian, akan tetapi katakanlah: ada (Allah) yang Maha Mengawasiku Dan janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa Dia akan lalai sesaatpun Dan (jangan mengira) sesuatu yang tersembunyi akan luput dari (pengawasan)-Nya
*mae/smaemunah.multiply.com
http://multiply.com/mail/message/smaemunah:notes:324


RABU, 3 November 2010

TB 3
Jika persaudaraan itu semisal pelangi, mungkin diriku merah, dirimu biru, dia kuning & mereka hijau.
Masing2 memiliki keindahan tersendiri, akan semakin sempurna jika warna2 itu menyatu membentuk pelangipersaudaraan..
Smoga Allah senantiasa menguatkan kebersamaan kita dalampersaudaraan ini..
Amien :-)
*citra/mataharimerahsaga.multiply.com

Berbahagialah jika engkau rela berbeda dengan yang lain, di saat yang lain acuh dengan umat, engkau curahkan pikiran, waktu dan tenagauntuk umat..
Jika ada yang bertanya padamu sampai kapankah engkau seperti ini?
Kau pun akan menjawab:
“Sampai ku temui Rabbku di Syurga nanti”
Itulah indahnya dakwah, sukses dunia dan akhirat..
Slamat berjuang saudariku..
Dengan keimanan yang kokoh dengan amal ihsan karenaNya..
Karena takkan tersisa sedetik bahkan sebesar dzarah pun apa yang kau lakukan..
Allohlah yang menjadi saksi aktivitas kita..
:-)
*dira/raitodira.multiply.com

KAMIS, 4 November 2010
[TB3] Penghuni syurga itu ada 3 golongan: Seorang pemimpin yang adil jujur & beriman, seorang yang penyayang dan lemah lembut hatinya kepada kerabat dan sesama muslim, seseorang yang menjaga kesuciannya meskipun fakir ia tetap bersedekah (HR. Imam Ahmad). Ukhti..kemuliaan akhlaq seorang hamba akan mengangkatnya di sisi Allah SWT…
*amirah/jejak2mimpi.multiply.com
[Tb3] “the best of you is the most contributing for other people”..
Tempa diri menjadi orang yang peling bermanfaat dan selalu bisa menjadi inspirasi kebaikan untuk orang lain..
*nisa/nisachem05.multiply.com

#insya Allaah akan terus diupdate
foto jepretan adek, seperti biasa..hihi

sebelumnya dah diposting dian di sini
http://deeu47.multiply.com/journal/item/267/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_Pekan_5

yang sebelumnya
pekan 1
http://jaraway.multiply.com/journal/item/127/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_1

pekan 2
http://jaraway.multiply.com/journal/item/136/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_2

pekan 3
http://jaraway.multiply.com/journal/item/160/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_3

pekan 4
http://jaraway.multiply.com/journal/item/165/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_4

ah, merapi tak pernah ingkar janji

‘waspada’-lah tanda
ia mengerami magma
tak perlu duapuluhsatu hari
tuk tiba ‘awas’ menetaskan erupsi
ah, merapi tak pernah ingkar janji
mungkin, ia jemu akan cinta buta mereka
darah biru lalai jadikan ia sekutu atas Empunya
kali ini
kiamat kecil pun jemput sang juru kunci
ah, merapi tak pernah ingkar janji
jangan amuk abu menumpuk
jangan kecam darah tertumpah
bukan, ini bukan saat bagi kita lempar handuk
namun, ini momentum kembali sebenarbenar tunduk
sebenarbenar sujud.. padaNYA..
#arisan kata 8 di sini
foto jepretan adekq, pas merapi erupsi hari Senin siang kemaren
barusan meletus lagi berkali-kali
oya, ni sepintas aja bikinnya gara2 inget kata2nya pak Surono, Merapi telah menepati janjinya,, emang dari dulu, Merapi kalo udah naik jadi ‘waspada’ pasti meletus, sekecil apapun letusannya.. yang susah emang evakuasi orang2nya.. padha ngeyel.. hehehe..

Tausiyah Berantai Kelompok 3 New [pekan 4]


AHAD, 24 Oktober 2010

[TB #3] Media. Siapa yang bisa menguasai media, ia menguasai dunia. Remember that? Sebelumnya Alloh telah mengingatkan kita dalam QS. 49: 6.. tentang orang fasiq juga, Alloh telah meninggalkan mereka dalam kesesatannya (QS. 9: 67). Jika terhadap orang2 fasiq saja kita diperintahkan untuk teliti dan berhati-hati, bagaimana dengan orang2 kafir? Mereka tidak henti2nya menimbulkan kemudharatan bagimu (QS. 3: 118). Perhatikanlah setiap apa yang disampaikan, khususnya dari untrusted media. Dalam suatu forum bahkan ada satu ikon khusus terhadap berita2 yang bersumber dari media2 kafir, tulisannya “Unconfirmed News, Kuffar Source”. Wa makaru wa makaralloh, wallohu khoirul makirin (QS. 3: 54)
*dian/deeu47.multiply.com
http://deeu47.multiply.com/notes/item/917

#TB3#
“Seorang hamba tidak akan bisa menjadi orang bertaqwa sampai ia lebih keras dalam mengintrospeksi dirinya dibandingkan seorang rekan terhadap rekannya.”
Karena itu bisa dikatakan ” jiwa itu bagaikan rekan yang gemar berkhianat, jika engkau tidak menghisabnya, maka ia akan menggondol hatimu” (Maimun Bin Mahran)
Mari menghisab diri sebelum yaumul hisab itu tiba =)
*fajar/jaraway.multiply.com

SENIN, 25 Oktober 2010

“Siapa yang menahan lidahnya, pasti Allah menutupi auratnya. Siapa yang menahan amarahnya, pasti Allah melindunginya dari siksa-Nya. Dan siapa yang memohon ampunan kepada Allah, pasti Allah menerima permohonan ampunannya.” [HR. Ibnu Abi Dunya dari Ibnu Umar]

Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaan, selalu ada hikmah dalam kesukaran dan selalu ada do’a dalam ukhuwah.. Seagung kalimat Tayyibah, seagung Dinul Islam yang kaffah, seagung silaturahmi yang mengundang kedamaian dan mahabbah.. Mari bersama meminta pada-Nya semoga hari-hari kita lalui penuh dengan keberkahan..
*fatin/nuclearphysicfighter.multiply.com

Hendaknya setiap mukmin memperoleh 3 macam perlakuan darimu.
Jika kamu tidak dapat memberinya suatu manfaat, maka janganlah membahayakannya.
Jika kamu tidak dapat membahagiakannya, maka janganlah membuatnya sedih.
Dan jika kamu tidak memujinya, maka janganlah mencelanya.
-Yahya Bin Muadz-
^_^
*ruy/tarkhiena.multiply.com

SELASA, 26 Oktober 2010

[TB3]
Muhammad bin Abi ‘Imran berkata, “Aku mendengar Hatim al-‘Asham ditanya oleh seseorang, ‘Atas dasar apa Anda bertawakkal dalam masalah ini?’ Beliau menjawab, ‘Atas empat hal: Aku tahu bahwa rizkiku tidak akan dimakan oleh seseorang, karena itu hatiku tenang. Aku tahu bahwa amalku tidak akan pernah dilakukan oleh seseorang, karena itu aku sibuk dengannya. Aku tahu bahwa kematian akan datang dengan tiba-tiba, karena itu aku mempersiapkannya. Dan aku tahu bahwa aku selalu ada di dalam pengawasan Allah, karena itu aku malu kepada-Nya.’” Orang yang pergi ke timur dan barat menyangka bahwa orang asing, walaupun mereka mulia sebenarnya mereka adalah hina. Lalu aku menjawab mereka, sesungguhnya orang asing jika bertakwa, bagaikan penunggang yang pergi dengan mulia. [Syadzaraatudz Dzahab (VI/349)]
*mae/smaemunah.multiply.com
http://multiply.com/mail/message/smaemunah:notes:315

RABU, 27 Oktober 2010

Jika perjuangan adalah jalan panjang, jangan pernah berhenti sebelum temukan penghujungnya, tapi siapkan kendaraan untuk percepat sampai pada tujuannya. Bila perjuangan bebannya berat, jangan minta yang ringan, tapi mintalah [unggung yang kuat untuk menopangnya. Jika perjuangan itu pendukungnya sedikit, maka jadilah yang sedikit, karena ia butuh orang-orang pilihan dalam setiap warnanya.
*inar/dhiyausyam.multiply.com

CARIlah, dan jangn pernah BOSAN menCARI.
Karena UJIAN orang yang menCARI adalah rasa BOSAN.
Kamu lihat GUNUNG yang MENJULANG di atas BATU-BATU.
Meski demikian, ia MASIH BISA didaki..
– Dr. ‘Aidh Al Qarny –
:-)
*dira/raitodira.multiply.com

KAMIS, 28 Oktober 2010

… ^________________^…
senyuummmm… ayo senyumm sebelum tidur…
senyum itu sedekah..
sebarkan aura senyummu!
bip.. bip.. bip…
dengan kekuatan ‘senyum’ akan merubahmu!!!
Mak cling!!
*nisa/nisachem05.multiply.com

JUMAT, 29 Oktober 2010

[TB3]
Jika hati tidak lagi merasa sedih dan gelisah karena dosa, yakinlah ia telah rusak sebagaimana rumah yang runtuh karena tidak di huni lagi
(Malik bin Dinar)
*amirah/jejak2mimpi.multiply.com
http://multiply.com/mail/message/jejak2mimpi:notes:614

[Tausiyah Berantai Kelompok III]
“Mustahil semua orang akan menyukai kita, walaupun kita berbuat baik semaksimal mungkinh. Tak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang terbaik karena itulah yang kembali pada kita “
*kiky/armeliarizkyhidayati.multiply.com
http://multiply.com/mail/message/armeliarizkyhidayati:notes:324

SABTU, 30 Oktober 2010

Apa kabar bumi hari ini? Sudahkah kau tapaki dengan meninggalkan segala rasa angkuh? Berhasilkah kau tahan keluh dari lisan saat mentari terlampau terik atau saat hujan membanjiri? Bagaimana dengan hati? Telah ikhlaskah semua yang bermuara darinya: semua ucap, laku, dan kata hati? Sebelum lelap melingkupi, mari muhasabah diri!
Met isatirahat, ukhti.. :)
*rifa’/megalotus.multiply.com

http://multiply.com/mail/message/megalotus:notes:162

[TB 3 shift malam tapi telat]
Aku tak peduli ketika dibunuh sebagai muslim, jasadku jatuh dimana. Bila Tuhan menghendaki dengan izin-Nya, Ia akan berkahi kepingan tubuh yang koyak. (Abdullah bin Rawahah ra)
*lya/lyakeyen.multiply.com

tadinya di posting ma Dian di sini, selama fajar pergi..hihi
http://deeu47.multiply.com/journal/item/264/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_Pekan_4

oya, kalo mau liat TB yang sebelumnya..

pekan 1
http://jaraway.multiply.com/journal/item/127/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_1

pekan 2
http://jaraway.multiply.com/journal/item/136/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_2

pekan 3
http://jaraway.multiply.com/journal/item/160/Tausiyah_Berantai_Kelompok_3_New_pekan_3