Jiwa-jiwa Itukah Kita?

Jiwa-jiwa yang bersih adalah jiwa-jiwa yang peduli akan kebersamaan.

Yang menjadikan kebersamaan sebagai unsur perekat, yang menyatukan tulang-tulang berserakan.
Yang menyayangi kala yang lain membenci, yang menjaga di saat yang lain memangsa.
Semoga jiwa-jiwa itu adalah jiwa-jiwa kita.
Met istirahat :)

#barusan dapet sms dari mba Amir
bikin meleleh.. =’)

61 thoughts on “Jiwa-jiwa Itukah Kita?

  1. shopi said: Thx for share, kebetulan minggu ini kehidupan saya juga sedang membahas soal menumbuhkan kebersamaan.. :)

    sami2 mba..=) salam kenal..wah.. seru tuh keknya..hehe

  2. berry89 said: fotonya adeknya lagi ya? baguuusss.. dikasih watermark aja mba, biar ga diklaim orang, hwhw

    yuhuuu Hay, bener bangetttt.. hehehebeberapa wis diwatermark si.. tapi iki wis ning postingan mbiyen.. rung sempet & bocahe lagi males watermark-i..qiqiqi

  3. Yup…bekerja jika tidak dengan hati maka akan mudah lelah, berjuang tanpa strategi juga akan menjadi konyol. Tp hidup tanpa kebersamaan hanya menjadi ranting kering sendiri tanpa arti. Semoga saya bisa jadi bagian dari jiwa bersih itu….hopefully :)

  4. shopi said: Yup…bekerja jika tidak dengan hati maka akan mudah lelah, berjuang tanpa strategi juga akan menjadi konyol. Tp hidup tanpa kebersamaan hanya menjadi ranting kering sendiri tanpa arti. Semoga saya bisa jadi bagian dari jiwa bersih itu….hopefully :)

    wah.. suka sekali ma kata2 mba ini.. =) makaasii aamiin.. *berharap yang sama =)

  5. shopi said: Allah memang Maha Perencana, tak satupun kebetulan. Senang bisa kembali online multiply malam ini dan membaca tulisanmu…inspiring well…nice to meet you .

    yup.. bener2 betul.. wehehe, dah lamo ga onlen MP to mba..=)bukan tulisan saya mba, tapi sms dari mba Amirah, itu ada linknya di klik aja..seneng juga bisa ketemu mba..=)

  6. “Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang mengazzamkan dirinya dijalan iniMenjadikan dakwah sebagai laku utamaDialah visi, dialah misi, dialah obsesiDialah yang menggelayuti disetiap desah nafasDialah yang akan mengantarkan jiwa-jiwa iniKepada Ridho dan maghfiroh Tuhannya kelak”–pembangun tidur yang sayangnya sering terabaikan— # pencet stop

  7. tranparamole said: jiwaku belum termasuk jiwa seperti itu. Thanx udah ngingetin tentang tazkiyatun nafs.*rindu ramadhan.=end of paracetamol.mode.on and going home=

    sama Rom, masih jauuhh dari itu.. sami2.. makasih buat mba Amiriya.. tapi jika kita mau, setiap bulan bisa jadi selayaknya Ramadhanmilih madu aja ah, daripada paracetamol.. qiqi

  8. jejak2mimpi said: **wooow…ada yg lagi ngomongin aku yah di sini B-)haiyaaaaaaaaaaahh…si romi lebaaaaaaaayy daah :))huehehhehehe…meleleh kayak es krim magnum yg baruu :p

    ahahahahahahah… gtu deh..ridho ga nih? =pmaklum dah jamal seneng banget dia ngacak2..wkwkeh, jad inget qnnya wicak maren.. magnum itu dari walls, walls itu punya yahudi.. so…hehehe

  9. mylathief said: salah satunya….tapi yg bagian intro nya saja… Awal2 handal, lama2 jadi biasa… duhduh

    iyo, introne cen manteb.. iyo yo. lama2 jadi biasa saja.. ah, hati yang sudah bebal kah?! *istighfar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s