Tamparannya.. Plaaaakkkkk

di percakapan pagi ini dengannya..

ia ‘manamparku’..
aku hanya bisa terdiam dan sesekali menghela napas panjang.
ia mengingatkanku akan bagaimana seharusnya cara pandang seorang mukmin menyikapi masalah..
“apa kau bilang? kau ingin menyelesaikan masalah?”
“Mustahil!”
“hidup itu adalah kumpulan masalah demi masalah.. manusia tak akan dibiarkan lepas dari masalah”
“memang kau pikir jika kau selesai dari permasalahan ini kau akan dibiarkan tanpa masalah?”
“yakin deh, akan ada masalah lebih besar yang akan kau hadapi setelah ini selesai”
Jadi, bukan alasan kemudian masalah menghambatmu melakukan kewajibanmu lebih banyak..
Bukan alasan ketika kau menghadapi masalah kemudian kau lari dari tanggung jawabmu.
Ubah paradigma berpikirmu!
Masa depanmu itu AKHIRAT!
Dunia ini hanya senda gurau.
sudahkah kau benar-benar berpasrah diri HANYA padaNYA jar?
#hanya ingin mengabadikan “tamparannya” di coretan.. ga sampe lima menit ni ngetik di compose jurnal.. jadi masih awut2an
Advertisements

74 thoughts on “Tamparannya.. Plaaaakkkkk

  1. jaraway said: “memang kau pikir jika kau selesai dari permasalahan ini kau akan dibiarkan tanpa masalah?”

    “Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, maka kerja keraslah kamu (urusan yang lain). Dan kepada Tuhanmu (hendaklah) kamu berharap”. (QS Al-Insyiraah:7-9).Bersyukurlah, karena ternyata masalah itu mendewasakan dan menguatkan.

  2. jaraway said: Dunia ini hanya senda gurau.

    tapi ya jangan diisi candaan mulu…seperti kiasan orang jawa: “urip iku mek mampir ngumbe”…eh hidupe dipakai minum2an..he he:)

  3. yayaya jadi mbak kini mengalihkan tamparan tersebut pada kami? hehehe dari judulnya aja udah kerasa tertampar he…betul, rasa-rasanya memang keluh kesah itu hanya cukup diutarakan pada Alloh saja dan hanya membuang energi untuk mencari alasan pembenar kejelekan diri…jadi inget penggalan kata ini”jangan katakan engkau dalam masalah yang besar, tapi cukup katakan aku punya Tuhan yang besar untuk menyelesaikan masalah itu”

  4. faidza faraghta fanshab..!atau seperti kata Imam Ahmad, “Minal mihbarah ilal maqbarah.” atau seperti perkataan beliau pada kesempatan yg lain, “Kita akan merasakan istirahat saat sebelah kaki ini menapak di Jannah-Nya.” ah…semoga selalu bisa terus bergerak….semangat…! :)

  5. adiraf22 said: jadi ingat surah Al insyiroh…kabare piye cah ayu?^__^smoga kebaikan dan kemudahan menemani hari2 mu

    ‘Usrun terjepit di antara dua Yusran, nggih mba.. hehheealhamdulillaah..=)mba tadi pagi mpun ketemu fajarnya Dubai kah? heheheaamiin.. smangaaaD mba..

  6. tranparamole said: masa depanmu itu akhirat.*sukakalimatini*tertampar

    hu’um.. kadang terlupakan hal ini sedikit ato banyak, jadi kita terlalu berpikir berat tentang masa depan di duniasama..

  7. fightforfreedom said: “Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, maka kerja keraslah kamu (urusan yang lain). Dan kepada Tuhanmu (hendaklah) kamu berharap”. (QS Al-Insyiraah:7-9).Bersyukurlah, karena ternyata masalah itu mendewasakan dan menguatkan.

    iyup.. syukran tadzkirohnya.. hu’um.. menyiapkan kita untuk menghadapi hal2 lebih besar insyaAllaah

  8. mylathief said: tapi ya jangan diisi candaan mulu…seperti kiasan orang jawa: “urip iku mek mampir ngumbe”…eh hidupe dipakai minum2an..he he:)

    yup.. aku juga wingi mendiskusikan iku dengan otakq.. -halah-> tapi bukan berarti diisi bercanda mulukarena bekal tak akan cukup hanya dengan bersenda gurau.. tapi intinya apapun yang terjadi di dunia ini bukanlah titik akhir perjalanan.. jadi enjoy, posisikan akhirat sebagai masa depan sejati=)

  9. nanazh said: yayaya jadi mbak kini mengalihkan tamparan tersebut pada kami? hehehe dari judulnya aja udah kerasa tertampar he…betul, rasa-rasanya memang keluh kesah itu hanya cukup diutarakan pada Alloh saja dan hanya membuang energi untuk mencari alasan pembenar kejelekan diri…jadi inget penggalan kata ini”jangan katakan engkau dalam masalah yang besar, tapi cukup katakan aku punya Tuhan yang besar untuk menyelesaikan masalah itu”

    yayaya.. nek menurutmu ngunu yo kena lah Naz..hahahaa.. ben manteb plaaaaaaakkk.. qeqeqeAku punya Allaah yang Maha Besar..hehe..wah.. dadi kelingan aku rep komen ning jurnalmu sing pembenaran diri iku.. qeqeqesik ya..

  10. yasirbuhani said: faidza faraghta fanshab..!atau seperti kata Imam Ahmad, “Minal mihbarah ilal maqbarah.” atau seperti perkataan beliau pada kesempatan yg lain, “Kita akan merasakan istirahat saat sebelah kaki ini menapak di Jannah-Nya.” ah…semoga selalu bisa terus bergerak….semangat…! :)

    dia juga nasehatin itu pak..kalimat imam Ahmad itu.. hiks*makin tertampar..aamiin.. semoga..yup..smangaD..=)

  11. jaraway said: jiahh ngakak die..=))))ada yang lebih tebel ga mpit?lumayan dikiloin.. haghaghag..=))))

    wih.. malah keluar jiwa bisnis nya.. aih semua di bisnis in :))ada, buku dasar dasar ilmu tanah ku =)))

  12. penasulung said: wih.. malah keluar jiwa bisnis nya.. aih semua di bisnis in :))ada, buku dasar dasar ilmu tanah ku =)))

    wkwkwk..iya dunkz.. mulai kena syndrom matre.. ahahahhaha =)))wah, boleh.. jangan keras2 namparnya yak.. qeqeqeqe

  13. jaraway said: wuaaaaa.. jan Ria ki ngiming2i bakso uleg terus lho.. =pmarai tambah ngelih..hahahaha

    Hahahaha….Lha aku yo tambah ngiler, apalagi ditambah karo Kupat Tahu Magelang*mantaaab*

  14. sahabatry said: Hahahaha….Lha aku yo tambah ngiler, apalagi ditambah karo Kupat Tahu Magelang*mantaaab*

    wikikikiki..dadi nguelih tenan ig.. hahaha.. yo, ma’em yo.. takenteni ning pertelon..hahahaha

  15. jaraway said: wikikikiki..dadi nguelih tenan ig.. hahaha.. yo, ma’em yo.. takenteni ning pertelon..hahahaha

    Pertelon skitar Kantor Polisi ya Jar…heheheheh*ro nggowo getuk*

  16. sahabatry said: Pertelon skitar Kantor Polisi ya Jar…heheheheh*ro nggowo getuk*

    okelah Ry.. sisan ngajaki pak polisine..hahahawelah.. wis tutup sing dodol gethuk.. haghag

  17. sweetdhee said: ho’oh ik, medeni yo.. Wis lah, ga jadi gelar lapak rempeyek nyamuk.. *beresin tiker*

    sakke lah ngko petugas fogging ra nde gawean wis mok peyek kabeh *lhoh..hahaha

  18. jaraway said: Jadi, bukan alasan kemudian masalah menghambatmu melakukan kewajibanmu lebih banyak..Bukan alasan ketika kau menghadapi masalah kemudian kau lari dari tanggung jawabmu.

    PLAK!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s