Year of Islamic Education 2011


Fosda (Forum Studi dan Dakwah) Masjid Mardliyyah Kampus UGM peduli ‘ilmi mempersembahkan kepada ummat muslimin dan muslimat yang ingin mendalami Islam secara kaffah, demi meningkatkan keimanan dan kemajuan ummat.

“Year of Islamic Education 2011”



TAHSIN
Tahsin tilawah menurut bahasa adalah memperbaiki bacaan. Tahsin diperlukan sebagai langkah awal dalam berinteraksi yang baik dengan AL-Qur’an, sebutan lain bagi tahsin Al-Qur’an adalah ilmu Tajwid

(14 x pertemuan)
Biaya :Rp.50.000
Hari: Senin, dan Rabu (mulai maret)
Quota: Putra (60) putri (100)
Tingkatan:
a. pemula
b.Pra Tahsin
c.Tahsin
Metode: Utsmani
Orientasi Pra Kelas : 6 Maret 2011
dibersamai oleh pengajar yang telah profesional


MA’HAD AD-DAKWAH
Pembelajaran lebih dalam Mengenal Ilmu Islam
(16 x pertemuan)
Biaya: Rp.50.000
Hari: Jum’at, pukul 13.00-17.30
Quota: putra dan putri (60)
Materi: Ulumul Hadits dan Ulumul Quran
Pengajar: Ust. Solihun dan Ust. Syafi’i


BAHASA ARAB
Biaya: Rp.50.000
Hari: Selasa dan Kamis
Quota: putra (30) putri(30)
Tingkatan:
a.Pemula
b.Lanjutan
Pengajar santri Putra:
Ust.Talqi Nurdianto,Lc
Ust.Denis Amandi, Lc

Pengajar Santri Putri:
Ustzh. Sittati Chasanah
Ustzh. Aida,Lc


HALAQOH TAHFIDZ IKHWAN (HTI)
Halaqoh setoran hafalan Quran khusus ikhwan yang dibimbing oleh ustadz
jadwal pilihan halaqoh : senin, selasa, rabu, kamis dan jum’at. pukul: 16.00-17.30–> gratis!!


pendaftaran : 16-25 februari 2011

tempat: di sekretariat FOSDA atau Takmir Masjid Mardliyyah
Placement Test Gelombang I: 26 Februari 2011 (ba’da KRPH)
Placement Test Gelombang II: 27
Maret 2011
Pengumuman Penempatan Kelas : 5 Maret 2011

STADIUM GENERAL
Kamis, 3 Maret 2011, pukul 06.30-selesai @ Masjid Mardliyyah
“Saatnya Aktivis Dakwah Memulai Pembelajaran Keislaman yang Kuat”
pembicara:
Ust. Prof.Dr.Kamsul Abraha dan Ust.Salim.A.Fillah


cp: Putra (083862846580)
Putri (081804079253)

Advertisements

Tak Cukup Mengapresiasi

Masa kecilku mungkin tak seperti kalian yang suka ke perpustakaan & sudah hoby membaca sejak kecil. Perpus SMP adalah tempat menyenangkan untuk mengerjakan tugas elektronika, masang solder ga keganggu yang lain, hahaha. Bukan untuk membaca.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pun pelajaran yang sangat amat tak kusukai, karna apa.. hampis semua guru di mata pelajaran itu hobi banget ngasi PR. Dan menurutku tulisan-tulisan entah itu prosa, dialog drama atau kisah narasi di buku-buku pelajaran itu bagiku sama sekali tak menarik untuk dibaca.

Yah, aku lebih suka mengutak-atik rumus, angka, nyolder alat-alat listrik, ngetik di mesin ketik, ato mending njait (dulu pelajaran wajib).

Di rumah ada beberapa kardus isi majalah-majalah Kartini, Suara Masjid (majalahnya Moh Natsir), Adzan (kayak intisari Islam), dan beberapa buku klompencapir sepaket adat budaya se-Indonesia, serta banyak buku-buku tebel lain yang warna kertasnya kuning-kuning (kitab-kitab lama). Yang bapak pun ibu ga begitu suka membacanya. Tempat ngendonku berlama-lama ya di situ. Di gudang. Membaca berulang-ulang buku-buku ‘aneh’ untuk anak seusiaku waktu itu. Namun aku suka. Makanya ketika berhadapan dengan tulisan-tulisan di buku paket, entah mengapa AKU TAK SUKA. Apalagi gurunya juga tak begitu menarik cara mengajarnya. Bukan sisi-sisi sastra yang digali. Tapi tata bahasa. Arrgghh. Pantas saja jika sulit mencari tulisan-tulisan unik milik teman-teman bisa hadir di kumpulan tugas. Paling-paling sinopsis seperti sekedar rangkuman.

Dan itu brimbas aku tak suka bahasa. hahaha. Apalagi dengan kejadian NEM SMPku kalah 0,1 dari NEM tertinggi SMP lain, dan sepenjuru sekolah menyayangkan nilai bahasaku. hahaha.. Coba Jar.. bener 1 jawaban lagi, masa nilai bahasamu paling jeblok dari nilai-nilai lain. tujuh koma sembilan sembilan.. angka yang sangat nanggung. aku cuma bisa nyengir di hadapan guru bahasaku. hehehe..
Waktu itu sempet ‘rame’ ejek-ejekan di radio antar SMPku dan SMP peringkat dua kotaku.. hanya karena nilaiku kurang 0,1 dibandingkan nilai tertinggi di ‘SMP sebelah’, meski secara nilai rata-rata SMP kami tetap yang terbaik, bahkan se-Jawa Tengah. kata temen-temenku si.. aku ga punya radio pas itu. mereka pada protes koq nilaiq lebih rendah 0,1. Trus takbilang aja, yee.. keknya aku juga di kelas 3 bukan yang rangking 1 di kelas, mbok kalian ini yang nilainya dibagusin. Aku kan ga minta nilai terbaik.. Koq aku yang diprotes.. wekekeke.. pada ngakak deh pas takbilang gitu.

Lalu apa hubungannya ama judul?!

Ini tentang kampung MP ini.
Agak tertohok pernah ditanya “emang jurusan apa sih koq ga bisa mengapresiasi karya sastra”
Pun juga ada MP-ers yang pernah cerita kalo temennya di forum sastra merasa aneh ma komen temen-temen di MP yang datar-datar saja padahal karyanya bagus-bagus.


Haha.. yang jelas aku belum pernah dapet materi tentang “cara mengapresiasi karya sastra” dengan baik dan benar. Dan aku tak tau bagaimana mengkoreksi tulisan orang lain. Aku tak pandai untuk menyatakan tulisan ini sisi lebih dan kurangnya di bagian mana. Aku tak paham bagaimana caranya.

Yang kutahu, sebuah tulisan itu adalah media seseorang berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu. Jadi, bukankah tujuan utama adalah orang lain apa yang dia tuliskan. Yang kutahu sosok-sosok ahli sastra hebat layaknya Taufiq Ismail, Rendra, dll mereka menyampaikan gagasannya dengan bahasa sederhana, dan tak berpikir bahawa yang akan membaca karyanya adalah orang yang paham sastra.

Jika memang ada suatu tulisan yang mengganjal bagiku, hampir selalu kusampaikan apa yang mengganjal itu, apa “kritikanq”. Pun ketika aku tak paham, aku berusaha bertanya. Ketika aku berkomen geje (alias ga jelas) bercanda, ga nyambung ama konten isi. Bukan berarti aku tak membaca keseluruhan dari tulisan itu dan tak memahami maksudnya. Justru ketika aku hanya sekilas baca itu kalo cuma komen “tfs”. hahaha.
Toh gejeku bukan geje biasa.. kadang ada makna terpendam yang jika mau dicermati, itu sebuah bentuk apresiasiku terhadap tulisan-tulisan yang ada di sini.

Jika memang bagi kalian itu sebuah bentuk “tak cukup mengapresiasi” sebuah karya sastra, sungguh aku tak bermaksud. Aku bukan orang yang paham sastra. Aku juga bukan orang yang dari jurusan sastra. Jadi aku tak paham. Tapi apakah sebuah karya sastra hanya untuk mereka yang pandai dalam hal sastra, atau yang memang ahli sastra? Sempit sekali ya.. hehehe.. Justru menurutku sebuah karya sastra yang ‘keren’ adalah yang mampu menyampaikan ‘hal-hal sulit untuk dimengerti’ menjadi mudah dipahami oleh orang-orang yang belum paham akan hal itu.
Membahasakan secara sederhana, sesuatu yang bisa jadi rumit pun sulit sehingga orang lain akan mengerti. Itulah mengapa banyak yang memakai cara beranalogi dalam menyampaikan sesuatu. Karena tak semua orang ‘sehebat’ dan sama latar belakangnya denganmu..

#cuma intermezzo
gambar dari sini

Bebas

“Pilihlah jalan Rabb-mu dengan sepenuh kebebasanmu…”

Sebuah kalimat singkat namun syarat makna bagiku. Yah, ketika kita memutuskan untuk memilih jalan yang benar itu bukan karena orang lain, bukan karena ikut-ikutan, namun sepenuh kebebasan, pilihanmu sendiri dalam menempuh jalan kebenaran.

Tau ga, penggalan kalimat itu kudapat dari mana? Dari film PBS.. dengan sedikit perubahan..hihihi..
Yah, dibalik ketidaksukaanku dari kandungan film itu, tapi aku sangat suka penggalan kalimat itu. Bukan tentang kebebasan yang gebablasan, tapi bebas karena memilih sebuah jalan yang akan mengantarkan pada keselamatan.

Lalu bagaimana bisa kita memilih itu dengan merasa bebas, bukan sekedar karena ini aturan, karena harusnya begini, dsb.
Pastinya dengan ilmu. Dengan ilmu kita akan paham bahwa setiap yang diperintahkan Allaah itu sesuai fitrah manusia, setiap yang diperintahkan Allaah itu adalah hal-hal yang ‘mudah’ dan membahagiakan. Setiap yang dilarang itu merupakan hal-hal buruk bagi kehidupan dan ‘masa depan’ kita.

Bukan karena lingkungan kita ‘baik’ lalu kita memilih jalan yang benar, jika itu yang terjadi maka saat lingkungan ‘baik’ itu atas suatu kondisi tidak kita temui, lalu kita melenceng, berbelok bahkan berbalik. Jangan sampai itu terjadi.


Bebas.. Bebas dalam arti sesungguhnya, bahwa kita bebas memilih kehidupan kita. Dan sebaik-baik kebebasan adalah bebas yang mengantarkan kita pada surga-Nya. Iya kan?

Bebas dari belenggu ilah-ilah lain selainNya dalam hal sekecil apapun. Baik itu dalam hal pokok, pemikiran pun dalam hal-hal kecil.

Pilihlah jalan itu.. bukan dengan paksaan, bukan dengan rasa tak enak, atau hanya sekedar gengsi. Tapi.. dengan penuh kesadaran yang berlandaskan ilmu.

wallaahu a’lam

gambar dari sini

Mesir Bergolak dan Nostalgia ’98

Mesir bergolak.. semua mata dari seluruh penjuru dunia tertuju ke sana. Mau tak mau, memori tentang Mei ’98 di Indonesia kembali terlintas di ingatan ini. Meski waktu itu masih SD mau masuk SMP, tapi hobi nonton berita memang sudah sangat melekat. Yah, meski masih terlihat banyak yang ditutup-tutupi.. Justru media asing yang lebih gamblang merekam ‘sejarah’ waktu itu.

Beberapa hari yang lalu beroleh cerita kisah nyata “mba”q, pelaku langsung aktivis ’98 di Jogja waktu itu.

Saat ada yang bilang anarkis banget ya aksi di Mesir, langsung aku respon “lah kan 97-98nya Indonesia lebih anarkis dari itu”. Hanya saja kita pas itu masih SD ato SMP jadi ga kerasa lah.

Dan sang mba pun bercerita..

“ga hanya di Jakarta, di Jogja pun begitu mencekam. Militer bertindak anarkis, ga cuma ke laki-laki.. ke perempuan juga.. sebelum sultan ikut turun ke jalan, Jogja juga super rusuh sama kayak di Solo, dan lain-lain

Dulu, jarang banget kan ada akhwat ikut demo.. tapi karena mba itu anak sastra, masa ga ikutan demo.. hihihi… yah, demo udah jadi makanan sehari-hari jaman itu. Bareng temen-temen sosialis. Di sastra kan waktu itu banyak kelompok studi, nah di kelompok studi pas bedah film padahal filmnya itu film si Leonardo di Caprio loh, kami dibubarin. lucu sih waktu itu.

Trus pernah juga hari jum’at, dulu maskam belum ada, yang laki-laki pada sholat jum’at di Gelanggang, nah kami sedang rapat berlima perempuan semua di sekre JS yang dulu.. tiba-tiba militer datang, komputer dan lain-lain diangkutin. Kami dipukul-pukul pake senapan. Yang lucu waktu itu kan saya punya motor, itu masa mau diangkut ke truk juga. Tereak-tereak lah ke mereka, pak..terserah mau ngangkut yang lain, tapi jangan motor saya, itu motor bapak ibu saya!!!.. hahaha

waktu itu juga PEMILU Mahasiswa pertama, nah saya kan ketua tim pemenangan di soshum, pas mau penghitungan suara.. eh..militer datang.. ya udah semua komando masukin kotak suara ke ruang dekan fakultas masing-masing. Suasana sangat mencekam. Nah, pas sore itu saya bolos kuliah sore karena ngurus penjagaan surat suara itu, ternyata militer masuk ke ruang kuliah saya, nah ada dosen sepuh yang diminta buat jongkok tangan di atas kepala, ga mau, disodok pake senapan juga. banyak pager UGM yang dirusk militer waktu itu, pak rektornya aja dah ditangkep.

Satu lagi cerita, dulu kan saya dan temen-temen ngontrak di Qurrota, Karang Gayam itu. Nah pernah suatu malem, listrik dimatiin ama militer, terus dari arah gang Gading Mas itu, militer beberapa truk lari ke arah kos-kos an temen-temen ‘kiri’ dan HMI di atas. Mereka pada lari.. Rame lah kejadian waktu itu.

Presma UGM pertama juga sempet ‘diciduk’ militer trus dinaikin truk diputer-puter entah kemana.

Dan di Sastra juga ada korban tewas, tapi ga diekspos beritanya. Kalo yang cukup ‘dikenal’ itu anak Sadhar si Moses, makanya ada bangunan Moses-gatotkaca, dia jadi korbannya sore hari. Waktu itu sepanjang jalan Gejayan dah berkobar api.. bener-bener rusuh lah.”

Indonesia memang pernah mengalami apa yang terjadi di Mesir saat ini, bahkan lebih mengerikan. Bagaimana perkosaan waktu itu begitu mudah terjadi di jalan-jalan, penjarahan, bakar-bakaran. Pembunuhan yang tak diketahui sampai detik ini di mana mayatnya. ya hampir setipe kondisinya, pak Harto dan Husni Mubarak dudah kepala 3 dalam menduduki tampuk kepemimpinan. Kebebasan berpendapat pun sangat amat dibatasi. Kekuatan militer begitu kuat menjaga keberlangsungan rezim.

Yah, hari ini tenggat waktu yang ditentukan oposisi di Mesir untuk jadi hari terakhir Husni Mubarak. Akankah ia mundur?! Jika tidak, ada kemungkinan rakyat Mesir akan menduduki istana presiden.

Revolusi atau reformasi.. hmm.. mengingatkanku pada kata-kata mutiara ini :

Awalnya adalah revolusi dengan semangat meletup-letup,
setelah itu adalah kerja membangun dengan kesabaran berlipat-lipat.
Tadinya hanya satu kalimat singkat,
seterusnya adalah konsistensi hingga akhir hayat.
Sebelumnya hanya lintasan ide dalam pikiran,
selanjutnya adalah penelitian pembuktian yang menuntut ketekunan panjang.
Jika semangat itu seperti sungai maka kesabaran harus seperti samudera.

setelah ‘revolusi’ itu, harus ada kerja membangun dengan kesabaran berlipat-lipat. Bukan ‘revolusi’ lalu selesai. Lebih berat proses membangunnya, karena ‘revolusi’ itu hanyalah pintu gerbang dari proses-proses selanjutnya. Jadi, yang harus selalu dipikirkan dan dipertimbangkan masak-masak, setiap ‘revolusi’ harus juga menyiapkan formula membangun setelahnya.. jika tidak.. maka hanya akan banyak seperti di Indonesia, yang berceletuk “mending jaman pak Harto, apa-apa ga mahal, hidup ga susah”. Sebuah resiko dari sebuah ‘perubahan besar’. Mempertahankan idealisme awal yang diusung saat ‘revolusi’ dengan tantangan-tantangan selanjutnya.

Semoga krisis di Mesir segera berakhir, dan Mesir dapat dipimpin oleh pemimpin yang menegakkan hukum Allaah.. begitu juga Indonesia.. semoga ‘proses membangun’nya tak kenal lelah dan terus berbenah.

Nah, teringat pesan dari seorang ustadz.. ” Indonesia itu ‘surga’nya pergerakan.. begitu mudah untuk bergerak dan mengembangkan dakwah di sini, jadi ketika kemenangan belum juga diraih oleh kepemimpinan Islam, bukan karena musuh kita yang begitu kuat, tapi dalam diri kita sendiri yang sangat lemah.”
Sebuah nasihat yang dalem. Introspeksi.. introspeksi dan introspeksi lagi..

#do’a terbaik bagi Mesir dan negara-n
egara Arab lain..
hanya celotehq yang masih sangat miskin ‘ilmu
gambar dari sini dan sini

Download Kajian Manhaj >> Ushul ‘Isyrin (Dua Puluh Prinsip)

Kajian Manhaj Ahad Sore di Masjid Mardliyyah Kampus UGM
BAB Ushul ‘Isyrin (Dua Puluh Prinsip)

oleh : ustadz Sholihun

(ustadz favoritq di jogja.. hehehe.. ampe taksebut ustadz kitab berjalan.. qiqiqi)










kalo mo donlot klik aja yang font merah.. =)

smoga bermanfaat.. terutama untuk kepahaman aqidah kita.. hehe

gambar dari sini

[arisan kata 12] Meski Tak Mampu

hey, lupakah engkau?
batang bambu kokoh itu pun bermula dari rebung ringkih

layakkah kau minta hadiah indah dariNya,
jika sebagai hamba pun kau masih seenaknya?!

saatnya berontak, bongkar benteng angkuh dalam diri
gigit erat dengan gerahammu : kredo sejati
tantang langit dengan tekad pasti
laiknya akar pohon menembus bumi

meski tak mampu mencipta samudra bebas,
jadilah oase kecil bagi gurun yang terhampar luas



#arisan kata 12 di sini ama sini, gambar dari sini

#masih ngasal, barusan bikin padahal mata tinggal setengah watt.. merem melek,ga puitis blas.. *ngantuk

yuukk.. pada ikutan arisan yuukk..


Note:
Kredo: kre·do /krédo/ Lt n 1 pernyataan kepercayaan (keyakinan); 2 dasar tuntunan hidup