Bebas

“Pilihlah jalan Rabb-mu dengan sepenuh kebebasanmu…”

Sebuah kalimat singkat namun syarat makna bagiku. Yah, ketika kita memutuskan untuk memilih jalan yang benar itu bukan karena orang lain, bukan karena ikut-ikutan, namun sepenuh kebebasan, pilihanmu sendiri dalam menempuh jalan kebenaran.

Tau ga, penggalan kalimat itu kudapat dari mana? Dari film PBS.. dengan sedikit perubahan..hihihi..
Yah, dibalik ketidaksukaanku dari kandungan film itu, tapi aku sangat suka penggalan kalimat itu. Bukan tentang kebebasan yang gebablasan, tapi bebas karena memilih sebuah jalan yang akan mengantarkan pada keselamatan.

Lalu bagaimana bisa kita memilih itu dengan merasa bebas, bukan sekedar karena ini aturan, karena harusnya begini, dsb.
Pastinya dengan ilmu. Dengan ilmu kita akan paham bahwa setiap yang diperintahkan Allaah itu sesuai fitrah manusia, setiap yang diperintahkan Allaah itu adalah hal-hal yang ‘mudah’ dan membahagiakan. Setiap yang dilarang itu merupakan hal-hal buruk bagi kehidupan dan ‘masa depan’ kita.

Bukan karena lingkungan kita ‘baik’ lalu kita memilih jalan yang benar, jika itu yang terjadi maka saat lingkungan ‘baik’ itu atas suatu kondisi tidak kita temui, lalu kita melenceng, berbelok bahkan berbalik. Jangan sampai itu terjadi.


Bebas.. Bebas dalam arti sesungguhnya, bahwa kita bebas memilih kehidupan kita. Dan sebaik-baik kebebasan adalah bebas yang mengantarkan kita pada surga-Nya. Iya kan?

Bebas dari belenggu ilah-ilah lain selainNya dalam hal sekecil apapun. Baik itu dalam hal pokok, pemikiran pun dalam hal-hal kecil.

Pilihlah jalan itu.. bukan dengan paksaan, bukan dengan rasa tak enak, atau hanya sekedar gengsi. Tapi.. dengan penuh kesadaran yang berlandaskan ilmu.

wallaahu a’lam

gambar dari sini

47 thoughts on “Bebas

  1. topenkkeren said: aku ingin terbang.. bebas.. lepas..

    luaaaassssss.. tak seperti penghambaanq yang masih trbatas..seribu luka dosa yang masih menganga.. dst.. blablabla…*malah dadi nyetel haris shafix

  2. topenkkeren said: koe rung tumbas nomer ya? *suwe banget

    durung…. hahaha……… lagi ra nde dit.. ki pulsa we ditumbaske..hihi.. rep ning jogja juga ra sido limited edition.. wikikiki

  3. “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. (Q.S Ali-Imran :83):-)peer untuk mbak fajar, hakikatnya keberserahdirian secara sukarela dan terpaksa itu gimana, mbak?*serius nanya

  4. utewae said: “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. (Q.S Ali-Imran :83):-)peer untuk mbak fajar, hakikatnya keberserahdirian secara sukarela dan terpaksa itu gimana, mbak?*serius nanya

    hemm.. peer yang beraaaaattttt.. hehehe*coba jawab.. terpaksa itu ketika mungkin dirasa apa yang diperintahkan tidak kita sukai..jika sukarela adalah saat suka dan tidak suka itu dilandaskan pada hukum Allaah.. yang memang sesuai syari’at adalah hal-hal yang kita sukai, yang tidak itu yang tidak kita sukai.. jika sudah selaras.. sukarela kan menjalankannya.. hehehewallaahu a’lam..

  5. iya, gak bisa dipaksa. kalo ikhlas bisa dipaksa kan. keihlasan itu melampaui batas suka dan tidak suka.mungkin analog dengan “berat” dan “ringan”, mbak…. taubah: 41

  6. utewae said: iya, gak bisa dipaksa. kalo ikhlas bisa dipaksa kan. keihlasan itu melampaui batas suka dan tidak suka.mungkin analog dengan “berat” dan “ringan”, mbak…. taubah: 41

    ikhlas berawal dari paksaan juga *kata ustadz.. hehehe…alangkah indah jika bisa menyelaraskan rasa suka dan tidak suka dengan kebenaran.. =)yup.. bisa jadi

  7. jaraway said: Bebas.. Bebas dalam arti sesungguhnya, bahwa kita bebas memilih kehidupan kita. Dan sebaik-baik kebebasan adalah bebas yang mengantarkan kita pada surga-Nya. Iya kan?

    bebas bertanggung jawab..^_^

  8. aishachan said: yang penting benar,,benar menurut Dia hehe

    yup.. pilih yang benar dengan penuh kebebasan.. bukan dengan paksaan..benar muthlaq.. benar menurut Allaah.. benar dalam hukum Allaah.. =)

  9. sastrapertala said: makasih, mbak fajar, tulisanmu ini sangat menginspirasi *serius* *beneran* :))

    haduh.,, kesandung aku mba.. hihihi.. tanggung jawab.. *lhoh.. qeqeqemasa cuma serius to? mbok delapan rius.. #apasih =))

  10. daicymahia said: hiks, ingin nangis, mbak fajar..saya memang ndak bisa seenaknya sendiri, seperti ketika memilih FKUI.. hiks..

    wee….. jangan lupa dipel ya mba selese nangis.. ihihihi.. n_nvboleeehh semaumu.. tapi.. yang menghisab sangatlah teliti.. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s