Tak Cukup Mengapresiasi

Masa kecilku mungkin tak seperti kalian yang suka ke perpustakaan & sudah hoby membaca sejak kecil. Perpus SMP adalah tempat menyenangkan untuk mengerjakan tugas elektronika, masang solder ga keganggu yang lain, hahaha. Bukan untuk membaca.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pun pelajaran yang sangat amat tak kusukai, karna apa.. hampis semua guru di mata pelajaran itu hobi banget ngasi PR. Dan menurutku tulisan-tulisan entah itu prosa, dialog drama atau kisah narasi di buku-buku pelajaran itu bagiku sama sekali tak menarik untuk dibaca.

Yah, aku lebih suka mengutak-atik rumus, angka, nyolder alat-alat listrik, ngetik di mesin ketik, ato mending njait (dulu pelajaran wajib).

Di rumah ada beberapa kardus isi majalah-majalah Kartini, Suara Masjid (majalahnya Moh Natsir), Adzan (kayak intisari Islam), dan beberapa buku klompencapir sepaket adat budaya se-Indonesia, serta banyak buku-buku tebel lain yang warna kertasnya kuning-kuning (kitab-kitab lama). Yang bapak pun ibu ga begitu suka membacanya. Tempat ngendonku berlama-lama ya di situ. Di gudang. Membaca berulang-ulang buku-buku ‘aneh’ untuk anak seusiaku waktu itu. Namun aku suka. Makanya ketika berhadapan dengan tulisan-tulisan di buku paket, entah mengapa AKU TAK SUKA. Apalagi gurunya juga tak begitu menarik cara mengajarnya. Bukan sisi-sisi sastra yang digali. Tapi tata bahasa. Arrgghh. Pantas saja jika sulit mencari tulisan-tulisan unik milik teman-teman bisa hadir di kumpulan tugas. Paling-paling sinopsis seperti sekedar rangkuman.

Dan itu brimbas aku tak suka bahasa. hahaha. Apalagi dengan kejadian NEM SMPku kalah 0,1 dari NEM tertinggi SMP lain, dan sepenjuru sekolah menyayangkan nilai bahasaku. hahaha.. Coba Jar.. bener 1 jawaban lagi, masa nilai bahasamu paling jeblok dari nilai-nilai lain. tujuh koma sembilan sembilan.. angka yang sangat nanggung. aku cuma bisa nyengir di hadapan guru bahasaku. hehehe..
Waktu itu sempet ‘rame’ ejek-ejekan di radio antar SMPku dan SMP peringkat dua kotaku.. hanya karena nilaiku kurang 0,1 dibandingkan nilai tertinggi di ‘SMP sebelah’, meski secara nilai rata-rata SMP kami tetap yang terbaik, bahkan se-Jawa Tengah. kata temen-temenku si.. aku ga punya radio pas itu. mereka pada protes koq nilaiq lebih rendah 0,1. Trus takbilang aja, yee.. keknya aku juga di kelas 3 bukan yang rangking 1 di kelas, mbok kalian ini yang nilainya dibagusin. Aku kan ga minta nilai terbaik.. Koq aku yang diprotes.. wekekeke.. pada ngakak deh pas takbilang gitu.

Lalu apa hubungannya ama judul?!

Ini tentang kampung MP ini.
Agak tertohok pernah ditanya “emang jurusan apa sih koq ga bisa mengapresiasi karya sastra”
Pun juga ada MP-ers yang pernah cerita kalo temennya di forum sastra merasa aneh ma komen temen-temen di MP yang datar-datar saja padahal karyanya bagus-bagus.


Haha.. yang jelas aku belum pernah dapet materi tentang “cara mengapresiasi karya sastra” dengan baik dan benar. Dan aku tak tau bagaimana mengkoreksi tulisan orang lain. Aku tak pandai untuk menyatakan tulisan ini sisi lebih dan kurangnya di bagian mana. Aku tak paham bagaimana caranya.

Yang kutahu, sebuah tulisan itu adalah media seseorang berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu. Jadi, bukankah tujuan utama adalah orang lain apa yang dia tuliskan. Yang kutahu sosok-sosok ahli sastra hebat layaknya Taufiq Ismail, Rendra, dll mereka menyampaikan gagasannya dengan bahasa sederhana, dan tak berpikir bahawa yang akan membaca karyanya adalah orang yang paham sastra.

Jika memang ada suatu tulisan yang mengganjal bagiku, hampir selalu kusampaikan apa yang mengganjal itu, apa “kritikanq”. Pun ketika aku tak paham, aku berusaha bertanya. Ketika aku berkomen geje (alias ga jelas) bercanda, ga nyambung ama konten isi. Bukan berarti aku tak membaca keseluruhan dari tulisan itu dan tak memahami maksudnya. Justru ketika aku hanya sekilas baca itu kalo cuma komen “tfs”. hahaha.
Toh gejeku bukan geje biasa.. kadang ada makna terpendam yang jika mau dicermati, itu sebuah bentuk apresiasiku terhadap tulisan-tulisan yang ada di sini.

Jika memang bagi kalian itu sebuah bentuk “tak cukup mengapresiasi” sebuah karya sastra, sungguh aku tak bermaksud. Aku bukan orang yang paham sastra. Aku juga bukan orang yang dari jurusan sastra. Jadi aku tak paham. Tapi apakah sebuah karya sastra hanya untuk mereka yang pandai dalam hal sastra, atau yang memang ahli sastra? Sempit sekali ya.. hehehe.. Justru menurutku sebuah karya sastra yang ‘keren’ adalah yang mampu menyampaikan ‘hal-hal sulit untuk dimengerti’ menjadi mudah dipahami oleh orang-orang yang belum paham akan hal itu.
Membahasakan secara sederhana, sesuatu yang bisa jadi rumit pun sulit sehingga orang lain akan mengerti. Itulah mengapa banyak yang memakai cara beranalogi dalam menyampaikan sesuatu. Karena tak semua orang ‘sehebat’ dan sama latar belakangnya denganmu..

#cuma intermezzo
gambar dari sini
Advertisements

96 thoughts on “Tak Cukup Mengapresiasi

  1. jaraway said: Yang kutahu, sebuah tulisan itu adalah media seseorang berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu. Jadi, bukankah tujuan utama adalah orang lain apa yang dia tuliskan. Yang kutahu sosok-sosok ahli sastra hebat layaknya Taufiq Ismail, Rendra, dll mereka menyampaikan gagasannya dengan bahasa sederhana, dan tak berpikir bahawa yang akan membaca karyanya adalah orang yang paham sastra.

    nama ku lom masuk jar.. g sah tuch

  2. jaraway said: Pun juga ada MP-ers yang pernah cerita kalo temennya di forum sastra merasa aneh ma komen temen-temen di MP yang datar-datar saja padahal karyanya bagus-bagus.

    Salah kutip

  3. Yang aku tahu penulis2 besar malah background pndidikanx bukan sastra..Fakultas sastra itu diciptakan terutama untuk mengevaluasi suatu karya sastra..bukan menciptakanx.karena kreativitas bukan hanya milik anak sastra

  4. alvast said: Yang aku tahu penulis2 besar malah background pndidikanx bukan sastra..Fakultas sastra itu diciptakan terutama untuk mengevaluasi suatu karya sastra..bukan menciptakanx.karena kreativitas bukan hanya milik anak sastra

    setuja :D

  5. anotherorion said: eh btw aku tau ngomel2 lho nang jurusan, mosok jurusan teknik elektronika diajari cuma nulis, teori thok, nek ngono pindah fakultas wae dadi jurusan sastra elektronika

    bwahahahaha……. angger ga kon nulis maju ning papan tulis ae.. =))ngendon ning lab lah.. kan okeh ‘dolanan’.nek gur ning kelas cen akeh teori thok..

  6. jaraway said: bwahahahaha…….angger ga kon nulis maju ning papan tulis ae.. =))ngendon ning lab lah.. kan okeh ‘dolanan’.nek gur ning kelas cen akeh teori thok..

    ha kuwi mangkane hasile aku luwih seneng nulis nang MP mbange nggawe TA wkwkwkwkwkwk

  7. alvast said: Yang aku tahu penulis2 besar malah background pndidikanx bukan sastra..Fakultas sastra itu diciptakan terutama untuk mengevaluasi suatu karya sastra..bukan menciptakanx.karena kreativitas bukan hanya milik anak sastra

    nah itu dia.. hehehesepakaaaaaaattttttttt..makane agak kaget dengan pertanyaan.. “emang jurusan apa sih, ga bisa paham karya sastra”ehehehe.. iya emang aku dudulz si.. bego banget lah urusan begituan

  8. titintitan said: salamkenal..sya jg g tw sastra g bsa mengapresiasi jg

    *salaman ma mba titintinggal di jogja ya mba? daerah mana? *ra nyambung ma komen.. hahanah itu dia.. jadi ‘apresiasiq’ juga semampuku.. qeqeqe

  9. dhaimasrani said: Hm, tulisan ini sastra banget…Sepertinya saya harus baca lagi dari awal…*zerius.com … Sambil ngemut coklat :D

    hedeeeeeehh.. maksudnya bikin bingung orang gtu ya? ampe musti dibaca dari awal.. hahahawuaaaaa…. maaaaauuuuuu….. coklaaaaaattt.. -halah-

  10. dari kecil aku paling suka matematika dan paling benci pelajaran bahasa. haha… *lho, cocog meneh :pdalam komen gejeku, tersirat makna… laik dis! mi tu… aku sering sekali memakai bahasa-bahasa kiasan, kalo peka, maka dia tau apa yg kumaksud :pwah Jar… kok akeh sing cocog yo…yuuukkkkk…. hahaha….

  11. sittach said: sing cah sastra merasa tertohok.. belum bisa nyastro..mesti banyak belajar lagi!

    kan emang dirimu dudu sitta sastro.. hahahahayo kabeh yo kudu sinau mbakayu.. qiqiqi..wsi, TAne garap.. =p

  12. jaraway said: Agak tertohok pernah ditanya “emang jurusan apa sih koq ga bisa mengapresiasi karya sastra”

    aah mbak Jar, koyo ngono wae dipikirin. ra penting tu orang. justru dengan pernyataan dia yg seperti itu menunjukkan betapa ceteknya pemahaman dia soal sastra :D*aku anak sastra lho ^^

  13. anotherorion said: ha kuwi mangkane hasile aku luwih seneng nulis nang MP mbange nggawe TA wkwkwkwkwkwk

    wooooooo.. lha iku.. kakean disetrap dosen kon nulis rumus ping sewu ning papan tulis yo ngono iku.. wekekeke

  14. aishachan said: jadi kalo tfs malah ga baca? :Paku juga ga ngerti sastra kak,,hehedan sebenernya bentuk apresiasi itu gimana si?jadi bingung sendiri euy

    wkwkwk.. you gok the point chan.. hahahaiyaaaa..klao cuma tfs biasanya cuma baca cepat.. qiqiqinah aku aja ga ngerti..yang ditanya tidak lebih tau dari yang bertanya..hihihi

  15. riefighter said: dari kecil aku paling suka matematika dan paling benci pelajaran bahasa. haha… *lho, cocog meneh :pdalam komen gejeku, tersirat makna… laik dis! mi tu… aku sering sekali memakai bahasa-bahasa kiasan, kalo peka, maka dia tau apa yg kumaksud :pwah Jar… kok akeh sing cocog yo…yuuukkkkk…. hahaha….

    nek fisika piye? *sengojo ben sensitip.. =phahaha.. wis lah.. ketoke cen kudu ndang digowo ning KUA… *lhoh.. wis cocog tenan.. yup.. aku yo ngono iku..=))ayuukk.. *nggandheng tari njaluk traktir es teh

  16. jaraway said: wkwkwk.. you gok the point chan.. hahahaiyaaaa..klao cuma tfs biasanya cuma baca cepat.. qiqiqinah aku aja ga ngerti..yang ditanya tidak lebih tau dari yang bertanya..hihihi

    hohohohotergantung selera kali ya kaaaaaaaaaaaak

  17. srikandilangit said: aah mbak Jar, koyo ngono wae dipikirin. ra penting tu orang. justru dengan pernyataan dia yg seperti itu menunjukkan betapa ceteknya pemahaman dia soal sastra :D*aku anak sastra lho ^^

    haha… ga dipikirin ming intermezzo.. dan berpikir kembali, introspeksi sie.. berarti aku kurang pandai memahami orang lainmungkin cara apresiasiku ga empan papan..ga pas.. ehehe..harusnya kan aku ga minta dipahami orang lain tapi aku berusaha memahami orang lain.. cieee.. cah sastra ning kene wis ngumpul 3 orang.. asyeekk..

  18. mylathief said: NEM SD, nilai bahasaku lebih tinggi dari mata pelajaran yg lain. SMP matematika, SMA matematika juga

    hooh..podho.. nek SD mah bahasa ki guampang banget soale.. qeqeqe..ming males weruh soale lembarane paling kandel..

  19. daicymahia said: Bagus sekali,saya mau buat balasannya boleh? Hehe..Bukan balasan juga si, mirip dikit2. Hehe.

    hahaha.. tulisan se-geje ini koq malah dibagus2in..ntar aku tambah ganteng lho mba.. diunekke bagus.. =))booleeeeeeehhhh,,,,sipsipsip.. *nungguin jurnalnya mba Mahia

  20. jaraway said: nek fisika piye? *sengojo ben sensitip.. =phahaha.. wis lah.. ketoke cen kudu ndang digowo ning KUA… *lhoh.. wis cocog tenan.. yup.. aku yo ngono iku..=))ayuukk.. *nggandheng tari njaluk traktir es teh

    ra piye-piye *wes kebal :phe eh… cuocog tenan ki… ayok neng KUA *nggolek opo?hahaha.. payah.. mosok gur njaluk traktir es teh.. gpp.. ngko aku ditraktir duren montong ya? :peh tp aku heran… mosok nilai b endisesaku biyen pas ebtanas tertinggi @.@

  21. daicymahia said: Waduh, kok tambah ganteng? Hehe.Jangan ditunggu, mbak. Ntar bosen loh.. Hehe.

    qiqiqi.. ya.. kan macho gini mba.. =pyo wis ga taktunggu tapi tak jemput.. di mana? *wloh

  22. riefighter said: ra piye-piye *wes kebal :phe eh… cuocog tenan ki… ayok neng KUA *nggolek opo?hahaha.. payah.. mosok gur njaluk traktir es teh.. gpp.. ngko aku ditraktir duren montong ya? :peh tp aku heran… mosok nilai b endisesaku biyen pas ebtanas tertinggi @.@

    heh.. ga entuk kebal nggo urusan kuwi..ndang rampungke.. =pnggolek iwak *nggawa pancing #opotojarlha aku lagi pengen es teh.. moh ah.. ga doyan duren..ciee.. sing bijine apik.. qiqiqi

  23. mmuah!!kita sama ko jar..aku juga ga suka dengan karya sastra yang banyak kiasan, bahasa njelimet..soalnya jadi kurang membumi, untuk orang-orang perlu penyederhanaan seperti aku, malah ga sampe maknanya..aku lebih sepakat dengan salah satu buku-ku di rumah “menulis itu ibarat ngomong”..makanya tulisanku ya kaya aku lagi ngomong aja, kalo bahasanya ribet-ribet, yang diajak ngomong ga ngerti nanti, atau akunya juga susah ngomongnya..salam,simplicity loverhehe

  24. kalo aku TFS berarti aku gatau mau komen apa lagi, hihihi..atau aku memang pernah berkomitmen komen di tempat itu sedikit mungkin, hohobtw, ko masih inget sih NEM jaman sekolah? kita seangkatan kan? jadi lulus di tahun yang sama..aku udah ga inget, lha wong IPK sarjana sama IPK ners aja aku lupa-lupa inget, mesti buka transkrip dulu untuk meyakinkan, haha

  25. pemikirulung said: mmuah!!kita sama ko jar..aku juga ga suka dengan karya sastra yang banyak kiasan, bahasa njelimet..soalnya jadi kurang membumi, untuk orang-orang perlu penyederhanaan seperti aku, malah ga sampe maknanya..aku lebih sepakat dengan salah satu buku-ku di rumah “menulis itu ibarat ngomong”..makanya tulisanku ya kaya aku lagi ngomong aja, kalo bahasanya ribet-ribet, yang diajak ngomong ga ngerti nanti, atau akunya juga susah ngomongnya..salam,simplicity loverhehe

    emoh ah.. hahaha..aku inget jurnalmu tentang ngejelasin istilah2 kesehatan buat yang memang awam istilah2 itu.. kan musti nyari kalimat yang bisa dimengerti orang pada umumnya, dan menurutku di situlah seninya kita berbahasa pada orang lain..bahkan dalam karya sastra sekalipun.. hihihi”sederhana saja lah”.. *calon tema majalahq.. qiqiqiyup.. suka yang simpel2 aja.. haha

  26. pemikirulung said: kalo aku TFS berarti aku gatau mau komen apa lagi, hihihi..atau aku memang pernah berkomitmen komen di tempat itu sedikit mungkin, hohobtw, ko masih inget sih NEM jaman sekolah? kita seangkatan kan? jadi lulus di tahun yang sama..aku udah ga inget, lha wong IPK sarjana sama IPK ners aja aku lupa-lupa inget, mesti buka transkrip dulu untuk meyakinkan, haha

    itu juga sih Di.. sama kalo udah bingung mau komen apa.. hahahatapi lebih sering kalo baca cepat aja jadi gtu doang.. buat nilai yang itu, karena banyak yang ngomentarin dan mrotes waktu itu.. angka “keramat” pula yang nanggung banget nyaris 8.. hahaha.. jadi inget deh..emang jaman SMP ada transkrip.. *berasa anak kuliahan aja..haha

  27. Aku juga gak begitu gandrungi sastra. Bikin puisi juga pas bikin mp. Ngalir aja. Kadang ada yang sederhana, tapi gak bisa kunikmati. Pun sebaliknya. Ada yang rumit, tapi bisa kunikmati. Kek karya tolkien di tlotr. Pun sebaliknya.Gandrung membaca. Itu yang penting, buatku.

  28. tranparamole said: Aku juga gak begitu gandrungi sastra. Bikin puisi juga pas bikin mp. Ngalir aja. Kadang ada yang sederhana, tapi gak bisa kunikmati. Pun sebaliknya. Ada yang rumit, tapi bisa kunikmati. Kek karya tolkien di tlotr. Pun sebaliknya.Gandrung membaca. Itu yang penting, buatku.

    yap.. tulisan2nya ustadz Rahmat itu rumit.. tapi aku sangat menikmati membacanya.. meski musti ngulang2 baca beberapa kali baru nemu poinnya..he’eh.. sepakat deh rom.. tolken di tlotr ki lha sopo to yo? *ra kenalaku ga gandrung2 amat.. tapi suka aja.. hahaha.. membaca itu nikmat…

  29. titintitan said: jar: iyah diygya, uda 20hr niy dipanti rapih. heu.. asal mah kbumen :d

    hee? di panti rapih kenapa e mba? ruang opo?sakit apa? syafaakillaah.. owh.. asli kebumen brarti iso boso jowo.. hhehe

  30. riefighter said: tulisane anis matta ki ya nyastra tp aku seneng, sangat menikmatinya :D

    tapi menurutq tulisane beliau ga se”njlimet” tulisane ust Rahmat..tapi aku sangaaaaaaat suka tulisane ustadz Rahmat nyastra belum tentu rumit lho.. hehehe

  31. riefighter said: haha…emang.. masing2 punya cita rasa sendiri…tulisane ust Rahmat itu enak, dan MJJ… njlimet tp tak terllau susah dipahami :D

    hooh.. betul..betul..betul..sepakat..

  32. yah, jangan salahkan sekolah, lalu salahkan siapa?jangan pula salahkan saya yang sering teriak bullshit. karena sekolah itu penting. untuk mengetahui betapa tidak pentingnya hal itu.sastra, huh!

  33. nanazh said: bahasa dan tulisan adalah alat komunikasi…. satu kesimpulan yang kutangkap

    lha yo cetho.. eh, tapi koq dadi kuwi kesimpulane.. heheberarti nek ga komunikatif? piye naz?

  34. laptopmini said: yah, jangan salahkan sekolah, lalu salahkan siapa?jangan pula salahkan saya yang sering teriak bullshit. karena sekolah itu penting. untuk mengetahui betapa tidak pentingnya hal itu.sastra, huh!

    sing nyalahke awakmu yo sopo.. geer ah..hahaha*mulai curiga ki.. koq dirimu le mampir pas nggon kongene.. ket wingihuh ngopo?

  35. myyhere said: Hehehe. Saya ga bisa nyastra,, tapi kenapa ya, menurut saya tulisan semua orang itu nyastra, entah itu rumit, atau sederhana. Saya suka, hehe

    emang dirimu dudu orang my? hahahah.. munine tulisan semua orang itu nyastra tapi koq muni saya ga bisa nyastra.. qiqiqi..

  36. farikhsaba said: Yang dibahas itu soal tema. Dengan tema “rawan” begitu, kok yang komen biasa aja… adem ayem… ga ada yang protes gitu :D

    owalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh=)))))maksude itu toh.. hahahaha…..lah.. yo ngopo diprotes.. bebas berekspresi angger ga geer ae.. haha

  37. loh, komenku tadi belum masuk.mbak fajar dominan otak kiri kah?saya juga, bermasalah dengan verbal. NEM bahasa Indonesia jauh lebih rendah dari matematika dan bahasa inggris, sama. tapi sebenarnya jauh di lubuk hati, pengen banget bisa terampil berbahasa….

  38. utewae said: loh, komenku tadi belum masuk.mbak fajar dominan otak kiri kah?saya juga, bermasalah dengan verbal. NEM bahasa Indonesia jauh lebih rendah dari matematika dan bahasa inggris, sama. tapi sebenarnya jauh di lubuk hati, pengen banget bisa terampil berbahasa….

    lho.. lha dudu aku sing ngumpetke.. hehehega juga ki Te.. sisi nyelenehq luwih akeh.. hehehenek menurutku iku kesalahan bukan dari kita lemah di verbal.. tapi memang soal2 yang ada untuk ujian itu lebih ke tata bahasa bukan bagaimana bisa berkomunikasi & menyampaikan gagasan.. aku yo pengen trampil “berbahasa”, menyampaikan sesuai dengan siapa lawan bicara

  39. azaliazzam said: lha,,kok syerem..hhhe,,siapin hadiah buat aku y Mba..^^

    hahaha..serem aja kalo “dinilai” orang lain.. qiqiqioukeh.. hadiah cubit pipinya.. hahaha=p

  40. wouw telat balas comment ni… kalo gak komunikatifjadi salah paham…ah, gitu deh pengambilan kesimpulan yang cethek ala diriku…(heran belakangan ni susah menyimpulkan ya, yang pernah kuQN itu mbak… gak mudah konsen)

  41. jaraway said: emang dirimu dudu orang my? hahahah.. munine tulisan semua orang itu nyastra tapi koq muni saya ga bisa nyastra.. qiqiqi..

    ahahaaa,, bukan iku maksudkuusemua orang yang tulisannya sederhana sampe rumit itu nyastra buat sayatapiii,, aku dhewe ga iso koyo ngono,,hehe

  42. jaraway said: “cara mengapresiasi karya sastra”

    setiap tulisan yang telah diterbitkan adalah milik publik. jadi cara mengapresiasi karya sastra tidak harus sama. kenikmatannya berbeda pada masing-masing pembaca.eh, aku yo mulai seneng maca dan nulis tahun 2007. ;d

  43. nanazh said: wouw telat balas comment ni… kalo gak komunikatifjadi salah paham…ah, gitu deh pengambilan kesimpulan yang cethek ala diriku…(heran belakangan ni susah menyimpulkan ya, yang pernah kuQN itu mbak… gak mudah konsen)

    oo.. saiki aku paham maksudmu.. heheesip2.. ga cethek koq.. ming sebenere ning tulisan iki titik tekan tulisanq di beberapa hal yaitu1.piye sih cara mengapresiasi sastra.. apakah hanya orang2 yang paham tau caranya2.sistem di sekolah2 kita yang ternyata kurang menanamkan budaya ‘baca’ dan memanfaatkan bahasa sesuai fungsinya.. jadi berdampak.. kita tak mudah berkomunikasi melalui tulisan2.. 3. introspeksi.. mungkin aku tak cukup mengapresiasi pada tulisan2 orang lain dengan ‘kegejean’q.. tapi oke juga kesimpulanmu.. yup.. itu juga salah satu poin di sini

  44. topenkkeren said: setiap tulisan yang telah diterbitkan adalah milik publik. jadi cara mengapresiasi karya sastra tidak harus sama. kenikmatannya berbeda pada masing-masing pembaca.eh, aku yo mulai seneng maca dan nulis tahun 2007. ;d

    tapi apakah caraku ‘mengapresiasi’ tulisan orang lain itu ‘buruk’ selama ini?ato aku saja yang kurang paham siapa lawan berbicaraq saat menilai suatu tulisan?hahaha.. aku nek seneng maca ket cilik, ko wong aneh ning omah.. tapi nek nulis.. akeh gejene.. ga ko dirimu sing flp-ers.. hihihi

  45. jaraway said: tapi apakah caraku ‘mengapresiasi’ tulisan orang lain itu ‘buruk’ selama ini?ato aku saja yang kurang paham siapa lawan berbicaraq saat menilai suatu tulisan?

    ah, ora deh. kan koe Masku. ahaha..

  46. hwwibntato said: waktu SMP saya juga suka nyolder-nyolder elektro … he he he …bikin bel dan suara nyamuk …

    iya bang…. bikin lampu tepuk juga..yang kalo ditepok.. mati.. tepok.. idup.. hihihi

  47. hwwibntato said: oh iya benar …nama rangkaian elektroniknya ‘sound control switch’ kalau gak salah … he he he …

    masa iya namanya itu.. mm.. sensor suara si.. emang..hehehe..ih, jadi kangen nyolder.. ngelarutin PCB.. dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s