Kumpulan Arisan Kataq.. =)



Arisan Kata #1

sejenak…

Sejenak sadarkan aku pada wanginya teh seduhanmu, dalam cangkir yang terukir namaku. Aromanya mampu sembunyikan raut masam mukaku pagi ini.

Sejenak lara itu kau hapus dari papan kepura-puraan diriku. Kau kunci ego dan marahku.

Sejenak aku ingat pulang, rindu bermain di batang rindang pohon teduh itu bersamamu. Melihat ibu menenun kain untuk kita. Menikmati masakannya yang jauh dari petaka tabung gas milik mereka.

Arisan Kata #2

[bukan] Hanya Teriakan Semu?

Kau memang takkan pernah pahami kesenduan ini tercipta bagi diri yang muak akan tirani dan kepengecutan sosok-sosok pembebas negeri.

Kau pernah berkata, mereka menyebutnya mantan pejuang, pahlawan.. argh.. buang saja istilah itu ke sisi makam taman Kalibata. Atau di pojok-pojok gubuk reot rakyat jelata. Brak!

Kau diam.. lagi-lagi.. simfoni ini tak kunjung usai, kugubah dalam balutan nuansa syahdu lirih penuh ironi. Sekali lagi, ini bukan buaian lagu nina bobok pengantar bocah manis menemui mimpi. Di malam senyap ditemani sang nyamuk yang terus mengintai dengan berani. Ini hanya teriakan penuh misteri di belantara hutan perjuangan abadi..

Kau akan tahu.. ini bukanlah teriakan semu. Pegang kata-kataku!

Arisan Kata #3

ARRGGHH !!!

Getir, kisah Senin pagi membuncahkan sabda benci. Membentuk kolam air mata tanpa kata.

Getir, belang skenario ‘mereka’ yang makin kentara. Membredel janin penegakan Din.

Getir, permadani tersaji bagi pengecut-pengecut negeri. Penolak genta kebenaran membahana.

Getir, sandal keakuan masih melekat dengan pekat. Layaknya duri bertengger di ranting hati.

HAH ! Geram ingin kuungkap. Tatkala handphone penuh permohonan maaf. Sementara umat tengah terlelap !

Arisan Kata #4

lorong ini menuju ke mana kawan?

lorong ini obat bagi pencarian yang tak terperikan
lorong ini bisa jadi menghadapkanmu pada tiang gantungan dan kain kafan
lorong ini bagian catatan perjalanan di kertas pertanggungjawaban mahkamah peradilan

lorong ini dapat membuatmu tercelos ke lubang
lorong ini sanggup meremukkan tulang
lorong ini mengajarkanmu setegar karang

namun ingatlah, lorong ini kan menunjukkanmu pada cahaya
seterang FAJAR menggantikan malam gulita

#tetaplah setia pada kebenaran meski tergilas roda zaman
yakinlah, saat malam semakin kelam, pertanda FAJAR segera datang, kawan

Pendar Fajar

Sepotong,

seiris,

secuil,

atau..

setitik;

hatiku,

ruhku,

ragaku,

atau..

tulangku;

pernahkah?

Sekedar

menengok,

menoleh,

melirik,

atau..

mengedip

pada MEREKA

ya.. MEREKA!!

di titik-titik terjal kemanusiaan

di belokan curam pertempuran aqidah

Kashmir menjerit

Irak bergolak

Pattani terhimpit

Xinjiang diterjang

Gaza merana

HARUSKAH jutaan kafan dihadapkan, untukku melawan?

HARUSKAH buih lelah menghempas karang, untukmu menghadang?

HARUSKAH Al-Quds lebur bak abu, untuk ummat ini bersatu?

aku, kamu…. KITA!!

Kemana hendak kucari obat untuk mata air air mata MEREKA?

Di tumpukan kertas usang makhamah internasional yang tak pernah adil kah?

Gelap, pedih, perih : engsel batin ini celos

tergantung di langit-langit harap, tak kunjung beroleh jawab

Namun, kuyakin

Di balik lorong itu…

Cahaya FAJAR berpendar

tis..tis..tis…

kudengar itu, adakah kau jua mendengarnya teman??

kurasa tidak…

kurasa sama sekali tidak…

karena kutahu, jarang sekali dirimu bisa mendengar hal tersebut

‘memangnya itu apa??’ tanyanya kepadaku…

‘apakah suara tetesan air??’…

‘tetesan air??’ tanyaku keheranan…

‘hanyakah seperti tetesan air dirimu mendengarnya??’

‘padahal itu deburan ombak pengikis karang..’ dalam hatiku bersuara…

‘ataukah gemerisik kantong kresek punya si mbok??’ tanyanya lagi..

‘apa??…suara kantong kresek menurutmu??’..semakin dibuatnya ku terheran-heran..

‘padahal itu adalah suara eratan kawanan pengurai tulang para manusia berselimut kafan‘…ku berbisik lirih…

‘sungguh aku tidak mengerti, memang suara apakah itu??’ seakan menyerah ia mencoba mengerti…

‘cobalah pahami sejenak teman, pastilah dirimu akan dapat menemukan arti suara itu’..semangatku untuknya…

‘hmmm???’…’tidak pernah rasa-rasanya guruku menunjukkan suara seperti ini di sekolah dulu..’..

mencoba ia mengingat kembali pelajaran seni suara yang pernah ia dapatkan di sekolahnya dulu

‘tentu saja tidak..karena kertas-kertas di buku-buku tebalmu tidak pernah bisa bersuara selain suara guratan penamu diatasnya’…

kulihat gurat di keningnya karna mencoba menelisik lebih jauh lorong ingatannya, mencoba mencari bagian yang mungkin celos..

‘mungkinkah.. suara lirih gesekan biola ayah, yang tergantung di sudut ruang itu, tak pernah lagi ia mainkan‘

‘bukan, karena ini dentuman tabuh beduk Shubuh, menyambut cahaya pagi yang gemilang’

aku semakin terheran dibuatnya..

‘ah, aku menyerah.. pening kepalaku.. berikan saja aku obat sakit kepala.’

‘sungguh? benarkah kau tak tau itu apa?’

kesabaranku terusik

‘aku bingung’

‘bukankah itu suara hati nuranimu, teman?’

serasa menghadapkannya di mahkamah kejujuran, memaksanya meyusuri ruang tanya itu

‘sekarang aku paham.. aku tak mendengarnya, karena lama tak menyapanya’

dan aku pun hanya tersenyum atas apa yang ia simpulkan

Arisan Kata #5

untukmu, cinta.. =)

kelebat siluet mentari di hamparan cakrawala tanpa batas

menembus rungkut embun, memecah dingin menusuk tulang..

hangat menyusup.. menorehkan sejuta riang, ceria, bahagia

bergulir hari baru.. menatapmu penuh cinta… ah, indahnya..

gelap pun perlahan beringsut menjauh : rikuh

malaikat bersiap menghadap, melayangkan rekap tiap tingkah polah insan berulah

semangatmu masih sama… berkobar.. bagai petromak yang baru dipompa penuh tenaga

tak cukup poster-poster narsis tuk gambarkan sosokmu, terlalu istimewa

genap empat puluh sembilan tahun lalu engkau terlahir di dunia

perjuanganmu menghadapi hidup… selalu membuatku terpana

pohon kelapa itu jadi
saksi; saat engkau lapar namun hidangan masih berupa gabah

tak sabar kau panjat ia, sejenak lepaskan dahaga dengan kelapa muda

sepeda lapuk itu jadi saksi; saat jalan menuju sekolahmu masih tergelar batu terjal

entah berapa kali kakimu terpatok ular, sampai kini bekasnya masih bisa kulihat jelas

ranjang usang di kamar paling utara itu pun jadi saksi; perjuanganmu lahirkanku

bukan rumah sakit atau klinik mewah milik mereka

sarimi, garam, kecap ini pun jadi saksi; makanan sedap lauk nasi pulen hangat : nikmat

setia menemani kita mengganjal perut, berjingkrak ceria ku saat itu bersamamu

engkau tak pernah bergeming, menghadapi kerasnya hidup..

dan kini cita-citamu terwujud.. menjadi SANG PENDIDIK

do’aku untukmu, wahai wanita tercantik di dunia..

baarakallaahu fii umriki..
=)
uhibbuki fillaah…
ibu..

sudahkah kita belajar;
di gelaran cakrawala sunyi kutub utara, aurora hanyalah fatamorgana
sudahkah kita belajar;
dalam gerak pun gemingnya, siluet takkan hadir tanpa cahaya
sudahkah kita belajar;
tiap ulir cantik kayu ukir, satu waktu pasti lapuk jua
sudahkah kita belajar;
sang malaikat maut, tak pernah lambat jemput nyawa

Lalu; mengapa begitu sulit kita jumpa, rikuh tingkah mengumbar kata
masihkah ada; payung penahan guyur narsis amal, penghancur asa
atau; tinggal redup petromak ikhlas, letih menerangi poster ruh tanpa warna

KITA harus kembali belajar, bahwa semua itu FANA

sudahkah?

Arisan Kata #6

Aku Pun Punya Rindu

letih angkasa menanti; rindu layang-layang bocah kampung lilit lembayung cakrawala

kini sepi; terdekap asap beringas pohon-pohon beton bergelantungan pada kaki awan tanpa jeda

sipit gawang Gelora menggeriap; rindu gol dari gocek, tendangan, sundulan anak bangsa

kini sunyi; terlelap pulas, jauh riuh gegap gempita sorak sorai membahana

pasrah hutan menangkis; rindu musnah pembalak berderai-derai memangkas rindang panorama

kini senyap; terhempas gelombang banjir bandang menerjang, rata, porak-poranda

isak tangis bayi menyayat; rindu senyum sahaja sang bunda dengan buaian penuh cinta

kini hening; terlintas sosok muram berdahi penuh kerut yang di benaknya harga susu kian menggila

bila rindu mereka mulai lesap,

perlahan lenyap tanpa harap,

bak data komputer berangsur terhapus virus pemangsa;

akupun punya rindu

pada diriku, kamu, kita tuk jadi PENGGENGGAM BARA

terasing dari dunia

kumohon, bantu aku lepas rindu

Arisan Kata #7

SELINTAS sketsa pekat tergurat dalam manuskrip lara, gambarkan angkuh menggulung rasa

SELINTAS apologi berbaris dalam antrian pikir, berjubel bak sampah got arungi sungai ragu

SELINTAS kenakan jubah hipokrit, sadis berjingkat menikam pendar cahaya diorama

SELINTAS gemuruh topan angan terjang remah-remah pelita kesadaran, mendikte pilu

ah, percayalah.. itu hanya selintas, kawan

cermin masih kukuh, kata masih teguh, diri masih utuh, semangat masih penuh

dan kau, masih ceria bukan?

Arisan Kata #8

Ah, Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

‘waspada’-lah tanda
ia mengerami magma
tak perlu duapuluhsatu hari
tuk tiba ‘awas’ menetaskan erupsi
ah, merapi tak pernah ingkar janji
mungkin, ia jemu akan cinta buta mereka
darah biru lalai jadikan ia sekutu atas Empunya
kali ini
kiamat kecil pun jemput sang juru kunci
ah, merapi tak pernah ingkar janji
jangan amuk abu menumpuk
jangan kecam darah tertumpah
bukan, ini bukan saat bagi kita lempar handuk
namun, ini momentum kembali sebenarbenar tunduk
sebenarbenar sujud.. padaNYA..

Arisan Kata #9

11 Maret 2011;

kobar amarah ombak membuncah
mengikis angkuh cerabih manusia pongah
jingga senja ini tertunduk berusaha tabah


bencana tak dapat ditolak
maut tak mampu dielak

meski lanyau tersebar di penjuru kota
coba tuk rangkai satu per satu rantai asa

menggayung remah-remah hikmah
mendengar hatif tentang mahabah
yang mungkin sempat tersadap gelebah

Jepang… do’a kami untukmu..

Arisan Kata #10

Sama Dengan Kurung Tutup

mendusin engkau dari tidur panjangmu

menjejak kejur tolak ocehan mereka akan obsolet ayat-ayatNya
ucap sumpah satir menjaga sunah rasulmu

kau tak butuh decak kagum dan angkat topi mereka
pun nyanyian takjub dari rangkaian partitur semu
apalagi hanya lawatan manusia yang dianggap penting oleh dunia

“tak akan terban impianku”
ucapmu di selasar gubukku waktu itu
sambil menatap tongkat kokoh di situ

“aku kan menjaga tegaknya agama ini, meski dengan nyawaku!”
begitu janjimu

=)

Arisan Kata #11

elok nian hiperbol mereka atas citra sosok-sosok gubahan sutradara konspirasi dunia
lahirkan eulogi penuh tipu daya
adakah serau kan bergerak jadi erat?
bilakah ikatan kembali bernas serupa waktu sang pembawa risalah itu tiba?
candamu menamparku

kaki langit Gaza masih menggariskan horizon yang sama : MERAH SAGA
lautan darah masih menggenang di sana

janjiku,
tak akan berpaling,
bahkan tuk menoleh sekian derajat pun
AKU MASIH SETIA
titik
#Al-Aqshoku, Palestinaku, engkau masih di dadaku, tak akan berpaling

Arisan Kata #12

Meski Tak Mampu

hey, lupakah engkau?
batang bambu kokoh itu pun bermula dari rebung ringkih

layakkah kau minta hadiah indah dariNya,
jika sebagai hamba pun kau masih seenaknya?!

saatnya berontak, bongkar benteng angkuh dalam diri
gigit erat dengan gerahammu : kredo sejati
tantang langit dengan tekad pasti
laiknya akar pohon menembus bumi

meski tak mampu mencipta samudra bebas,
jadilah oase kecil bagi gurun yang terhampar luas

Arisan Kata #13

terantuk batu pada langkahmu
terguyur hujan pada gontaimu

dingin…..
letih….
muak….

namun,
kau tak menyerah
tak mau kalah

acuhmu tak senyap
cintamu tak lenyap

demi menganyam harap di tapak para syuhada
demi merajut simpul cita ikatan hati saudara

menyedu sejumput teh pelega dahaga umat
melintasi Januari hingga Desember penuh semangat

BANGKIT!

Arisan Kata #14

Duka Khan Yunis

teruntuk MESIU : lirih berucap diri ini padamu dalam hening pertempuran pagi itu lecutkan peluru ini ke pongah jiwa mereka yang memporak-poranda kota tua penuh senandung sejarah para syuhada nyalakan nyali letupkan laju pelor itu

teruntuk BONGKAH BATU : kukuh mengacu kepal ini menembus sangkar sumbang teriak ketakutan mereka akan teguh hantamanmu melesat dari ketapel tanpa nama bahkan angin takjub tertembus tubuhmu lawan tank angkuh itu

Khan Yunis menjadi saksi; laku biadab ruh hewan dalam sosok manusia-manusia bengis tanpa rasa tanpa hati tanpa nurani menulis sepotong bagian novel berjudul : GENOSIDA

pun menjadi aku; dalam nafas berat udara pekat tetap ingin sanggup menerka.. bahwa keyakinan ini takkan terkikis : negriku pasti MERDEKA

satu saat akan tiba hujan takbir membahana tanpa secuilpun bisa kau halangi gegap gempitanya.. ALLAHU AKBAR!




#dan aku, ingin menjadi bagian mereka yang memerdekakanmu, negeriku
>> Al-Aqsho memanggil…

____________________________________________________________________

#cihuy.. pas 17 puisi di 17 tahun adekq.. =)
#gambar dari sini
#kalo mau liat sumber jurnal masing-masing arisan klik judulnya aja.. hehe *promosi

88 thoughts on “Kumpulan Arisan Kataq.. =)

  1. dua di antara puisi-puisi di atas saya baca juga di buku Sketsa Angin di Atas Pasir …judulnya: “Aku pun Punya Rindu” dan “Aku Masih Setia”puisi-puisi yang keren … he he he …

  2. hwwibntato said: dua di antara puisi-puisi di atas saya baca juga di buku Sketsa Angin di Atas Pasir …judulnya: “Aku pun Punya Rindu” dan “Aku Masih Setia”puisi-puisi yang keren … he he he …

    uhuuuukk.. qiqiqiqi..*jadi malu lum jadi beli bukunya..*dudul..=))*celingak-celinguk siap2 disambit mba el.=))emang keren dari mana2 si fajar tu Bang.. *klonthaaaaaanng..hmwehehhe

  3. nurfirman40 said: fuh panjang banget masukan kali ini…..meyimak di lain masa ya guru inshallah……………

    huehehhe..ini hanya kumpulan jurnal2 lama koq firman..iya kapan2 lagi aja gapapa..

  4. masya Allah…. ni tulisan2 mbak fajar? jiyaaan aku terpaku pada kegejeanmu seringnya deh mbak… keknya sempat pada beberapa postingan udah kebaca, tapi gak tahu kalau tiap arisan kata pasti ikutan…kata2nya keren2 lagi, ada beberapa kosakata baru….

  5. nanazh said: masya Allah…. ni tulisan2 mbak fajar? jiyaaan aku terpaku pada kegejeanmu seringnya deh mbak… keknya sempat pada beberapa postingan udah kebaca, tapi gak tahu kalau tiap arisan kata pasti ikutan…kata2nya keren2 lagi, ada beberapa kosakata baru….

    lha trus tulisane sopo wong ning jurnalq..ah.. anaz ki cen ora gaul.. =)))ngerti aku nek dirimu terlalu terkesima kekerenanku.. *pleeettaaakk.. =)))podddhhoo nek kosakata baru ki.. aku yo buka2 kamus nek saben arisan.. *kemut2..

  6. tranparamole said: maksudnya kelewatan apa?Itu buat yg arisan kata ke-14. Mang ada yang kelewat? He2.Jempol ala fb.Mp apa ya?Telunjuk.

    ngereplymua tadi kelewat.. hihihi.. hampir ga takreply.. ekekekeiyaa tauuu kalo tu jempol buat arisan yang 14..pantes cuma ngintip duank dlu ntu..mp jari kelingking.. -halah-*ngasal banget..=))

  7. nurfirman40 said: Firman kembali membaca……seperti menarik ya setiap tajuknya….ada yg bagus banget….terimaksih guru udah berbagi di MP ini..

    alhamdulillaah..hehehe..yang mana yang bagus banget Firman? hohohosama2 Firman..

  8. jampang said: weh… rajinnya digabung jadi satu…. syaa ikutan di tengah jalan seh. malas mau runut ke belakang

    huehehehe.. gegara mau bikin jurnal lum kesampean2 idenya mentok di otak.. heheheiya pak.. lanjut aja.. ga harus ngerunut ke belakang koq.. hehecuma itu di tiap masing2 puisi ada kenangannya.. hihi

  9. jaraway said: alhamdulillaah..hehehe..yang mana yang bagus banget Firman? hohohosama2 Firman..

    adalah empat dari nya yg firman suka…..udah di save kok di lap topku…..tanpa izin lagi..hee heee heeee……

  10. nurfirman40 said: adalah empat dari nya yg firman suka…..udah di save kok di lap topku…..tanpa izin lagi..hee heee heeee……

    yang mana aja 4 itu?wooo.. bayar.. ahahaha *bercanda.. qiqiqi

  11. nurfirman40 said: hee heee hee gak bisa…..gak ada kad credit…..gak bisa..hutang dulu yaks

    wekekekeke.. =))pake tunai aja,, ahahahaeh, yang 4 yang mana? belum dijawab

  12. nurfirman40 said: Arisan kata #3Arisan kata #4Arisan kata #12 danArisan kata #13………………………….guru…menarik perhatian ku……….

    wah.. itu pedahal banyak yang bikinnya ngasal.. qiqiqismoga bermanfaat firman..=)

  13. nurfirman40 said: gak sungguh sungguh bagaimana guru? yg menulisnya gak sungguh sungguh gitu? atau yg membacanya yang gak sungguh sungguh? maaf banyak tanya firman ini ya………

    aku membuatnya asal-asalan…asal buat.. ga sungguh-sungguh buatnya.. spontan gitu aja.. hehe

  14. oh… tapi kok berbisa ya…..pada setiap kata kata di tiap arisan nya ada makna yg bisa di ertikan pada keadaan sesuatu itu.Dan salah satu nya adalah perkara firman melawan sakit(untuk baik)….harapan-Anyaman Harap…..Arisan Kata #13……….

  15. nurfirman40 said: oh… tapi kok berbisa ya…..pada setiap kata kata di tiap arisan nya ada makna yg bisa di ertikan pada keadaan sesuatu itu.Dan salah satu nya adalah perkara firman melawan sakit(untuk baik)….harapan-Anyaman Harap…..Arisan Kata #13……….

    wah.. iya juga yaa..Ayo Firman semangat menganyam harapan.. n_n/

  16. nurfirman40 said: iya semanagat ku mengayam semangat sangat kental seperti saatnya mengayam daun ketupat(daun kelapa) di malam hari raya…………

    yup.. sip2..hehehe

  17. cawah said: baru yg ke 14 tuh yg tentang pindah negara….alon2 :P

    ahahaha.. alon-alon ora kelakon =))ora seribu cerita.. iki lagi 17 puisi koq.. rung taktambahi sing ke 15.. wis nggawe tapi rung taktambahke ning kene.. wis ono ning jurnal si..

  18. cawah said: alon2 ra kelakon rapopo dr pada cepet2 terus tabrakan :))aku wis ngelirik wingi kalo g salah yg ke15…..

    ndi alon2 blas ra kelakon nek iki=)))*koq ketinggalan ga tak reply ya iki.. ekekek

  19. sweetdhee said: cari yang katakata nya mudah dulu aja, yas..satusatu.. jangan langsung bikin semua episode.. mabok beneran nanti lhoooo =)

    iyaaaa.. sepakaaatttt.. hehehe *nyiapain kantong kresek =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s