[repost] Taqabbalallah apa taqaballah, huayooo?!?!

Bagi saya pribadi, sebenere sangat seneng dengan fenomena sekarang do’a dalam ucapan Idul Fitri yang beredar di masyarakat, masyarakat umum sekalipun yang tidak tahu arti ucapannya pun sekarang banyak yang sudah mengubah ucapannya dari “minal ‘aidin wal faizin” jadi “taqabbalallahu minna wa minkum”.

Kalo diingat lagi, 3 tahun yang lalu ke belakang, kalimat “taqabbalallahu minna wa minkum” itu sangat asing di masyarakat. Yang “ngetrend” ya, minal ‘aidin wal faizin maaf lahir batin. Mungkin biar rima-nya pas kali ya, jadi lebih familiar di telinga masyarakat dan di sms yang beredar, dibuat pantun lah, puisi lah, muacem-muacem yang unik2.

Namun dari fenomena baru ini, karena ni kalimat tetep banyak yang pada ga tau artinya [gini ni kalo b.Arab udah bener2 jauh dari umat Muslim] banyak yang ngetik pake latin aja salah [saya juga pernah dan ditegur ma temen, 2 tahun lalu]. Beberapa “perubahan“ yang muncul dari ucapan ini ada beberapa macem yang takliat di bahasa sms:

1. “taqabbalallah” itu ditulis di sms jadi “taqabballah” >> lam nya ilang atu

2. “taqabbalallah” ditulisnya “taqabalallah” >> ba’ nya ga di tasydid

3. “taqabbalallah” malah jadi “taqaballah” >> udah lamnya ilang, ba’ nya ga di tasydid.. hoho

4. “minna” ditulis mina, nun nya ga ditasydid

5. Trus lebih parah lagi, ada yang nulis pake font Arab, tapi…. Salah2 hurufnya, panjang pendeknya.. hu wow.. , menurut saya ini yang paling berbahaya, karena orang2 kan liat wah ni tulisan Arab, pasti yang ngirim ngerti bacaannya gimana, tulisannya gimana; apalagi yang ngirim aktivis dakwah [kalo fajar mah, aktebel aja.. haha] makin lah tu manteb dipercayanya. Tapi teman2, ternyata hurufnya salah, nyambungnya salah.. saya cuma berharap semoga itu ga ngubah arti. yang bener ini >> تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ

Gini, ini bukan berarti saya dah jago b.Arab trus sok2an bikin postingan beginian, ngoreksi orang2, saya juga masi bego b.Arab nih. Tapi bener2 gatel ma fenomena beginian. Kalo yang ngucapin tu orang2 yang dianggep tau agama, trus diikutin ma orang2 gimana coba. Lebih horror lagi kalo ternyata ngubah makna dari ucapan itu.. huahh.. serem.. jadi inget tentang qolbun dan kalbun.. heeeeee.. n_nv

Coba kita kupas per kata ya dari ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum”

[kalo ada yang salah tolong bantu dikoraksi ya, pliz.. ]

Taqabbala >> menerima

Allaah >> Allaah

Taqabbalallaahu >> semoga Allaah menerima

Min >> dari

Minnaa >> dari kami

Minkum >> dari kalian

Wa >> dan (dah tau kalee jar..=p)

Jadi kalo digabung2.. “semoga Allaah menerima (ibadah) dari kami dan dari kalian”

Dasar tentang ucapan ini dari hadits rasulullaah saw

Dalam sebuah hadits diriwayatkan :

عَنْ خَالِدٍ بْنِ مَعْدَانٍ قَالَ لَقَيْتُ وَاثِلَةَ بْنَ اْلأَسْقَعِ فِيْ يَوْمِ عِيْدٍ فَقُلْتُ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ فَقَالَ نَعَمْ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ قَالَ وَاثِلَةٌ لَقَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ
سَلَّمَ يَوْمَ عَيْدٍ فَقُلْتُ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ قَالَ نَعَمْ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ (رواه البيهقي في الكبري)

Dari Khalid bin Ma’dan ra, berkata, Aku menemui Watsilah bin Al-Asqo’ pada hari Ied, lalu aku mengatakan, ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka”. Lalu ia menjawab, ‘Iya, Taqabbalallah Minna Wa Minka,’. Kemudian Watsilah berkata, ‘Aku menemui Rasulullah SAW pada hari Ied lalu aku mengucapkan ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka’, kemudian Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya, Taqabbalallah Minna Wa Minka’ (HR. Baihaqi Dalam Sunan Kubra).

Nah, kalo jadi taqabalallaah ato taqabballah kata dasarnya ga jadi taqabbala dunkz.. bukan “diterima”.. ada yang tau arti masing2 apa? Ato ga ada artinya? Saya masih belum tau tentang itu.

Oya, jadi.. rasulullaah saw waktu itu balesnya “na’am, taqabbalallahu minna wa minka” (untuk tunggal laki2). Trus ada yang tau gay a, asal mula balesan “Taqabbal yaa Kariim” ntu darimana? [ada yang bisa bantu ga? Saya ga tau]

Trus saya juga belum nemu dasar tentang tambahan ucapan “shiyamanaa wa shiyamakum”.

Kalau tentang minal ‘aidin wal faizin.. kita kupas yuk.. artinya..

Sebenere lengkapnya tu do’a gini:

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

“Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang kembali (kepada fitrah) dan sebagai hamba-hamba-Nya yang menang (melawan hawa nafsu). Dan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita semua.”

Ja’ala >> menjadikan

Ja’alana >> menjadikan kita

Ja’alanallaah >> semoga Allah menjadikan kami

Wa >> dan

Iyyakum >> kepada kalian juga

Tentang ‘Aidin dan Faizin sumbernya dari sini

http://www.2lisan.com/tulisan/kisah2/asal-usul-ucapan-selamat-di-hari/

Kalau kita tadi menyoal tentang asal kata Ied (masdar atau kata dasar dari ‘aada=kembali) , sekarang kita mencoba untuk membongkar asal kata ‘Aidin dan Faizin. Darimana sih mereka? ‘Aidin itu isim fa’il (pelaku) dari ‘aada. Kalau anda memukul (kata kerja), pasti ada proses “pemukulan” (masdar), juga ada “yang memukul” (anda pelakunya). Kalau kamu “pulang” (kata kerja), berarti kamu “yang pulang” (pelaku). Pelaku dari kata kerja inilah yang dalam bahasa Arab disebut d engan isim fa’il.

Kalau si Aidin, darimana? ‘Aidin atau ‘Aidun itu bentuk jamak (plural) dari ‘aid, yang artinya “yang kembali” (isim fa’il. Baca lagi teori di atas). Mungkin maksudnya adalah “kembali kepada fitrah” (“kembali berbuka”, pen) setelah berjuang dan mujahadah selama sebulan penuh menjalankan puasa.

‘aada = ia telah kembali (fi’il madhi).

Ya’uudu = ia tengah kembali (fi’il mudhori)

‘audat = kembali (kata dasar)

‘ud = kembali kau! (fi’il amr/kata perintah)

‘aid = ia yang kembali (isim fa’il).

Kalau si Faizin? Si Faizin juga sama. Dia isim fa’il dari faaza (past tense) yang artinya

“sang pemenang”. Urutannya seperti ini:

Faaza = ia [telah] menang (past tense)

Yafuuzu = ia [sedang] menang (present tense)

Fauzan = menang (kata dasar).

Fuz = menanglah (fi’il amr/kata perintah)

Fa’iz = yang menang.

‘Aid (yang kembali) dan Fa’iz (yang menang) bisa dijamakkan menjadi ‘Aidun dan Fa’izun. Karena didah ului “Min” huruf jar, maka Aidun dan Faizun menyelaraskan diri menjadi “Aidin” dan “Faizin”. Sehingga lengkapnya “Min Al ‘Aidin wa Al Faizin”. Biar lebih mudah membacanya, kita biasa menulis dengan “Minal Aidin wal Faizin”.

Lalu mengapa harus diawali dengan “min”? “Min” artinya “dari”. Sebagaimana kita ketahui, kata “min” (dari) biasa digunakan untuk menunjukkan kata keterangan waktu dan tempat. Misalnya ‘dari’ zuhur hingga ashar. Atau ‘dari’ Cengkareng sampe Cimone.

Selain berarti “dari”, Min juga mengandung arti lain. Syekh Ibnu Malik dari

Spanyol, dalam syairnya menjelaskan: Ba’id wa bayyin wabtadi fil amkinah
Bi MIN wa qad ta’ti li bad’il azminah Maknailah dengan “sebagian”, kata penjelas dan permulaan tempat–Dengan MIN. Kadang ia untuk menunjukkan permulaan waktu.
Dari keterangan Ibnu Malik ini, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa MIN pada MIN-al aidin wal faizin tadi menunjukkan kata “sebagian” (lit-tab’idh ) . Jadi secara harfiyah, minal ‘aidin wal-faizin artinya: BAGIAN DARI ORANG-ORANG YANG KEMBALI DAN ORANG-ORANG YANG MENANG.

Sampai di sini, ternyata ucapan Minal Aidin Wal Faidzin tidak pernah

ada dasar dan tuntunannya.

Silakan simak penjelasan berikut ini

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 2/446 mengatakan: “Kami meriwayatkan dari guru-guru kami dalam “Al-Mahamiliyy at” dengan sanad hasan dari Jubair bin Nufair, beliau berkata :

“Para sahabat Rasulullah apabila mereka saling jumpa pada hari raya, sebagian mereka mengucapkan pada lainnya: “Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu”.

Ibnu Qudamah juga menyebutkan dalam Al-Mughni 2/259 bahwasanya Muhammad bin Ziyad mengatakan :

“Saya pernah bersama Abu Umamah Al-Bahili dan para sahabat Nabi lainnya,

maka apabila mereka kembali dari ied, sebagian mereka berucap pada lainnya : “Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu” (Imam) Ahmad berkata : “Sanad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)”. Imam Suyuthi juga berkata dalam Al-Hawi (1/81): “Sanadnya hasan”.

Adapun ucapan: “Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin”, “halal bi halal” atau “kosong-kosong” serta ungkapan-ungkapan lainnya, maka sebaiknya dihilangkan dan kita ganti serta membiasakan diri dengan lafadz syar’i yaitu (Taqabballahu Minna Wa Minka) sehingga kita tidak terjatuh dalam ayat :

“Apa kamu mau mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ?”

(QS Al Baqoroh: 61)

#bukan mau sok2an gimana2 sie.. saya sebenere masih dudulz banget tentang b.Arab, tapi gini2 orang2 sekitar & temen2 kampus yang masih awam banget akan sangat percaya dengan yang kita ucapkan a
to tuliskan.. jadi bisa jadi akan diikuti, kalo sms ya diforward..

Kita ambil sisi positifnya, kalo dulu ucapan yang banyak beredar minal aidin wal faizin pun sekarang dah berubah trennya jadi taqabbalallahu minna wa minkum, saya yakin bisa juga ngelurusin ucapan tadi menjadi lafadz yang benar dah jadi “tren” yang akan diikuti masyarakat.. hehe woke2?

Yukk.. mari.. teliti…. =)

*menasehati diri sendiri yang suka ga teliti*


pesen : kalo ada yang salah, tolong dikoreksi yah.. syukran.. =)

#ngerepost dari sini buat ngingetin diri sendiri.. *suka lupa.. hehehe n_nv

81 thoughts on “[repost] Taqabbalallah apa taqaballah, huayooo?!?!

  1. ikut belajar, mb jar.. lengkap nih. Memang susah kalo udah tren, kiblatnya ke tipi semua. Padahal apa maknanya.. doa bukan, kalimat juga engga jadi.Makasih sharenyah ;)

  2. puritama said: ikut belajar, mb jar.. lengkap nih. Memang susah kalo udah tren, kiblatnya ke tipi semua. Padahal apa maknanya.. doa bukan, kalimat juga engga jadi.Makasih sharenyah ;)

    monggo sareng2 belajar mba Ver.. hehehehe.. ho’oh yo.. nek udah tren perot eh.. repot.. hihihibahaya kalo banyak yang ngikutin salahnya.. heeeee…sami2..=)

  3. titintitan said: jfs..taqabbalallahu minna wa minkum yo..hadeuh.. bnr ora nulise kui? :d

    wa anti fajazaakillaahu khoyr.. =)weeeee.. pending mba.. le ngucapke pas hari Ied wae.. iki jik Ramadhan =pbener nulise.. seeph.. =)

  4. hwwibntato said: ha ha ha … asyik banget gaya bahasa tulisan ini …terima kasih atas informasinya, ya …

    jiaaaaahh.. wekekekebang hend kan di postingan yang dulu dah bacaaaa.. =pwah.. kita temenan dah setahun bang.. hihihisami2.. =)

  5. jaraway said: jiaaaaahh.. wekekekebang hend kan di postingan yang dulu dah bacaaaa.. =pwah.. kita temenan dah setahun bang.. hihihisami2.. =)

    oh, pernah baca juga, ya … he he he …*yang riwayat Baihaqi di atas itu haditsnya lemah … wallahu a’lamu …

  6. hwwibntato said: oh, pernah baca juga, ya … he he he …*yang riwayat Baihaqi di atas itu haditsnya lemah … wallahu a’lamu …

    pernaaahh.. yeeeeee.. qiqiqiooo.. iya to Bang.. oke2.. hadits shahih tentang ini piye Bang? tulisin dunk.. tak pindahe ke jurnal.. =)jazaakallaahu khoyr

  7. lailatulqadr said: ikutan belajar…*menyimakbtw, ada nama anak saya.. Fauzan… hehehe

    sama2 belajar mba ino.. monggo.. heheheadek saya juga arif fauzan.. hihihi *toooss.. qiqi

  8. Tahun lalu pernah ada stasiun tv swasta yg jelasin kesalahan ucapan minal aidin wal faizin ini. Alhamdulillah.. Bahasan yg langka tuh. Moga tahun ini ada lagi *ga nonton tv jd ga tau jg. Hehe… Jfs mba jar..

  9. akuai said: Tahun lalu pernah ada stasiun tv swasta yg jelasin kesalahan ucapan minal aidin wal faizin ini. Alhamdulillah.. Bahasan yg langka tuh. Moga tahun ini ada lagi *ga nonton tv jd ga tau jg. Hehe… Jfs mba jar..

    oh ya? wah.. alhamdulillaah tv qt bikin kajiannya makin cerdas..kapan ntu nonton di tipiwan penjelasan hadits shahih dan dhaif… bahasan yang ga populer tapi pentiing.. wa anti fajazaakillaahu khoyr Ai.. =)

  10. Eh bentar. . .bentar. . .Sandaran ucapan ini khn pada hadits riwayat Baihaqi tsb, yg kata bang Hend kedudukan’y lemah..Tp ada keterangan lanjutan dr ibnu hajar di fathul bari (syarah shahih), berarti ada hadits yg shahihnya?Atau gimana?Kasih ilmu tambahan yo mbak jar

  11. mutsaqqif said: Eh bentar. . .bentar. . .Sandaran ucapan ini khn pada hadits riwayat Baihaqi tsb, yg kata bang Hend kedudukan’y lemah..Tp ada keterangan lanjutan dr ibnu hajar di fathul bari (syarah shahih), berarti ada hadits yg shahihnya?Atau gimana?Kasih ilmu tambahan yo mbak jar

    sik.. aku juga lagi mbuka2 buku maneh.. hehehe.. insyaAllaah nek ketemu..

  12. yang shahih terdapat dalam atsar …tapi sama kok ucapannya: taqabbalallaahu minnaa wa minkum, hanya saja tidak menyebutkan cara ucapan balasannya …tapi kayaknya, bisa saja menggunakan ucapan balasan seperti itu … wallahu a’lamu …

  13. mutsaqqif said: Atsar apa ya bang Hend?*garukgarukkepala

    قال الحافظ ابن حجر في ” فتح الباري ” (2/446) : [ وروينا في المحامليات بإسناد حسن عن جبير بن نفير قال : كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض : تقبل الله منا ومنك ] . أهـ kata al-hafizh, riwayat dengan sanad hasan dari Jabir bin Nufair, “Adalah para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam jika bertemu pada hari ‘ied saling mengucapkan: taqabbalallahu minnaa wa minkum …

  14. وقال الشيخ الألباني في ” تمام المنة ” ( ص 355 ) : [ ورواه المحاملي في ” كتاب صلاة العيدين” (2/129/2) بإسناد رجاله كلهم ثقاتkata Syaikh al-Albani dalam tamamulminnah diriwayatkan oleh al-Mahamali dalam kitab shalat ‘Ied dengan sanad yang semua rijal-nya tsiqat (terpercaya) semua …

  15. thetrueideas said: ahay…dulu pernah nulis serupa, tapi lebih lengkap postingan mbak Fajarhttp://thetrueideas.multiply.com/journal/item/1412/Bukan_TAQABBALLAHU_Tapi_TAQABBALALLAHU

    meluncur, ah … he he he …

  16. “Ngaturaken sedoyo kalepatan kulo, kulo nyuwun sa’gunging pangapuro. mugi mugi sageto di lebur ing dinten riyadi meniki”jawab: “yo ngger, podo2, wong tuo yo akeh lupute mugo2 dilebur dino iki”artinya: “menyampaikan segala kesalahan, saya mohon maaf sebesar2nya. Semoga (dosa) dihapus di hari raya ini”jawab:”ya, nak. Sama2. Orang tua juga banyak khilafnya, semoga (dosa) di hapus hari ini.”gimana yg spt ini mbajar? Bener2 gak ada dalil, hadits maupun atsarnya ini… He2.

  17. byurr wrote today at 9:19 PMgimana yg spt ini mbajar? Bener2 gak ada dalil, hadits maupun atsarnya ini… He2.—>insya Allah doanya diterima, ditambah taqabbalallahu jadi lebih afdhol, bener gak mbajar? hehehe

  18. hwwibntato said: yang shahih terdapat dalam atsar …tapi sama kok ucapannya: taqabbalallaahu minnaa wa minkum, hanya saja tidak menyebutkan cara ucapan balasannya …tapi kayaknya, bisa saja menggunakan ucapan balasan seperti itu … wallahu a’lamu …

    begitu ya bang hend.. kalo perkataan rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wassalaam tentang itu ga nemu ya..okelah.. mungkin waktu itu para shahabat saling medo’akan dengan kalimat itu ya.. hee..

  19. hwwibntato said: قال الحافظ ابن حجر في ” فتح الباري ” (2/446) : [ وروينا في المحامليات بإسناد حسن عن جبير بن نفير قال : كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض : تقبل الله منا ومنك ] . أهـ kata al-hafizh, riwayat dengan sanad hasan dari Jabir bin Nufair, “Adalah para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam jika bertemu pada hari ‘ied saling mengucapkan: taqabbalallahu minnaa wa minkum …

    oukeeeehh.. taktambahin ke jurnalq..

  20. hwwibntato said: وقال الشيخ الألباني في ” تمام المنة ” ( ص 355 ) : [ ورواه المحاملي في ” كتاب صلاة العيدين” (2/129/2) بإسناد رجاله كلهم ثقاتkata Syaikh al-Albani dalam tamamulminnah diriwayatkan oleh al-Mahamali dalam kitab shalat ‘Ied dengan sanad yang semua rijal-nya tsiqat (terpercaya) semua …

    *manggut2

  21. carrotsoup said: Kalo gw kadang doanya taqabbalallahu minnaa wa minnaa*bikin bidah baru* >:))

    bwahahaha.. *lempar panci sop ke omali.. =))egoisnyaaaa… cuma do’ain diri ndiri.. ekekeke

  22. byurr said: “Ngaturaken sedoyo kalepatan kulo, kulo nyuwun sa’gunging pangapuro. mugi mugi sageto di lebur ing dinten riyadi meniki”jawab: “yo ngger, podo2, wong tuo yo akeh lupute mugo2 dilebur dino iki”artinya: “menyampaikan segala kesalahan, saya mohon maaf sebesar2nya. Semoga (dosa) dihapus di hari raya ini”jawab:”ya, nak. Sama2. Orang tua juga banyak khilafnya, semoga (dosa) di hapus hari ini.”gimana yg spt ini mbajar? Bener2 gak ada dalil, hadits maupun atsarnya ini… He2.

    lah.. mboten kedah diterjemahke bayu.. kulo nggih mpun mudheng niku artine napa.. hehehe..ntu dah dijawab omali..=)saya sepakat ama jawabannya pak kerot.. heheheoya.. takceritain satu hal.. nek pengalaman pribadi fajar..awalnya keluarga ama keluarga besar asing banget ama do’a ntu..trus fajar diskusi ama bapak.. *sambil guyon pastinya.. heheakhirnya fajar nekati pake tu do’a ke semua orang & nerjemahin artinya ke bahasa jawa.. =)ya.. asyik2 aja..malahan sekarang bapak, ibu ma adik2 ikutan pake do’a ntu.. hehe..meski tetep..sugeng riyadi mugi sedaya lepat saged lebur ing dinten riyaya punika.. hehehe

  23. carrotsoup said: byurr wrote today at 9:19 PMgimana yg spt ini mbajar? Bener2 gak ada dalil, hadits maupun atsarnya ini… He2.—>insya Allah doanya diterima, ditambah taqabbalallahu jadi lebih afdhol, bener gak mbajar? hehehe

    ih.. omali ikut2an manggil mbajar.. hadeeeeehh.. qiqiqiyuuppp..idem.. hehehe

  24. destipurnamasari said: minal aidin wal faizin maafkan lahir dan batin selamat para pemimpin rakyatnya makmur terjamin.. (*yg ngarang lagu ini siapa c?)

    bukan aku yang jelas dest =))desti malah nyanyi di mari.. eheheheh

  25. Aku jarang mengucapkan selamat lebaran dalam b.Arab. Biasane nek mbek kanca dhewe: Des, ngapurane yo! | Yo aaa, pada-pada.Karena inti daripada doa adalah daripadanya terletak pada kedalaman dan ketulusan dan disembunyikeun daripada di dalam hati.Iyo, ora sih? Ngarang aku kui mau :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s