#pelajaran [tulisan Maisyarah Pradhita S]


yakinlah..di antara betapa sakitnya bila kena duri mawar.. pasti ada #pelajaran di dalamnya

di antara perihnya luka ketika diberi jeruk nipis, juga ada #pelajaran di dalamnya

di antara rasa takut ketika pertama kali memanjat tebing, ada #pelajaran di dalamnya

saat kamu merasa sedih gak punya uang di akhir bulan.. banyak #pelajaran juga tuh

karena sesungguhnya rasa sakit, perih, takut dan sedihlah yang menyumbangkan banyak #pelajaran di kehidupan kita :’)

#udah diizinin copas di sini tulisannya Dhita , makasiih ya..
#yup, masyaAllaah membaca ini juga banyak pelajaran Dhit, bertemu & berbincang banyak denganmu juga banyak pelajaran.. jazaakillaahu khoyr.. =). tetep smangaaD ya n_n/

Advertisements

Setiap Malam ada Paginya [copas]

Cobaan-cobaan kehidupan akan datang berganti-ganti. Kadang kita berfikir, sebenarnya apa yang Allah inginkah dengan semua ini? Kehidupan itu menuntut tangisan, mungkin saja. Sampai kita rindu kepada senyuman. Sampai bingkai-bingkai kenangan muncul kembali. Sampai kita tersadar bahwa tidak ada yang bisa dijadikan tempat kembali selain Dia.
Lika-liku takdir kadang memang misterius. Entah apa yang terjadi esok hari. Entah ke mana aliran kehidupan akan bermuara. Atau memang tidak ada muaranya. Karena hidup hanya dijalani dalam jalurnya yang sewaktu-waktu dapat terputus. Barangkali muara itu memang tidak Allah letakkan di dunia. Iya, karena Dia menghendaki kebaikan di akhirat. Sebagai balasan atas penderitaan di dunia.
Dunia itu penjara bagi orang mu’min. Mereka akan merasa sempit di dunia. Barangsiapa dilapangkan dunianya, hendaklah waspada, adakah bagian akhirat yang masih akan tersisa? Dunia ini penjaranya orang mu’min. Setiap kesempitan adalah penjara, maka memang sudah sewajarnya begitu. Kesempitan itu keniscayaan. Barangkali dengan sempit, seseorang lebih ingat kepada Allah. Barangkali dengan lapang, dia akan terbuai, lalu lupa kepada Tuhannya. Allah tidaklah menghendaki atas orang-orang yang beriman kepada-Nya melainkan kebaikan. Maka sempit pun baik, maka lapang pun baik. Hanya saja sebagian orang lebih baik disempitkan daripada dilapangkan. Agar imannya tetap kokoh disirami air mata yang mengadu kepada Tuhannya.
Sujud-sujud penuh pengabdian, kepasrahan hadir saat seorang hamba mendapati tak satupun yang bisa menolongnya. Tidak teman, tidak keluarga, tidak orang lain, tidak pula dirinya sendiri. Dia lemah, tak berdaya. Pada akhirnya dia akan kembali kepada Allah. Benar-benar sebagai penolong tunggal, satu-satunya. Ketika itu, semua ketundukan diserahkan kepadanya. Semuanya. Tidak ada penduaan, tidak ada persekutuan. Hanya berharap kepada dzat tunggal, hanya memohon kepada-Nya, yakin bahwa hanya Allah yang bisa menolong.
Tidak ada seorangpun yang mengaku beriman akan lepas dari ujian. Jika imanannya palsu, akan terbongkar. Jika imannya cacat, akan terkuak. Jika imannya lemah, akan kentara. Ada diantara mereka yang tidak sadar sedang diuji, maka dia lepas sekehendak dorongan hatinya tanpa kendali. Ketika hatinya ingin putus asa, dia putus asa. Ketika hatinya ingin memaki, dia memaki. Ketika hatinya ingin membenci takdir, dia membencinya. Dia kira itu bukan ujian, padahal itu nyata demikian. Dia kira itu benar-benar bisikan hati, padahal dorongan hawa nafsunya, padahal tipu daya syaitan yang memainkan lika-liku perasaannya.
Telah ditetapkan dalam sunnah-sunnah kauniyah, bahwa setiap gunung ada puncaknya. Setiap hutan ada pinggirnya. Setiap padang rumput ada batasnya. Setiap samudera ada pantainya. Setiap hamparan salju ada tempat cairnya. Setiap gurun ada tepiannya. Setiap jalan berliku ada ujungnya. Setiap malam ada paginya. Telah ditetapkan dalam sunnah-sunnah kauliyah, janji-janji Tuhan kepada hamba-Nya, bahwa kesabaran akan berbalas kebaikan.
29 April 2011, 01:55 am
Anindito W

#GongSmash : fajar


#Pagi: Kumaknai fajar sebagai kelahiran kembali.

#Pagi: Fajar berkesan ktika terapung2 antara Manokrawi-Jayapura naik kapal kayu.Bola raksasa itu mengambang.Andai tak panas, kugenggam!

#Fajar: Jika kau memulai hari dengan berbohong, maka semesta akan lari menjauh!

#GongSmash 231: Fajar itu tempat munculnya segala harapan!

#GongSmash 232: Jangan nodai fajar dengan kebohongan!

#GongSmash 234: Pergilah ke batas kota, temukan ufuk, maka fajar ada di sana!

#GongSmash 235: Pernahkah ku bersahabat dengan fajar? Jika belum, celakalah kamu!

#GongSmash 236: Pergilah ke puncak gunung, terapung-apunglah di laut, karena di sanalah tempat terhormat sang fajar!

#GongSmash 238: Tahukah kau arti fajar? Jika belum beradeadi puncak gunung, maka itu hnayalah susunan huruf!

#GongSmash 240: Jika kau menemukan fajar yg sempurna,kau akan tahu bahwa tak ada yagn berdiri sendiri dalam hidup ini. Termasuk kesuksesan!

#GongSmash 241: Mencari arti hidup tidak mudah, tapi untuk menermukannya justru lebih mudah. Caranya dengan selalu menyambut fajar!

#GongSmash 242: Fajar ada di dalam lukisan dan foto, tapi sesungguhnya fajar yang abadi itu ada dalam semangat hidup menyambut kehadirannya!

#GongSmash 243: Kita sering membohongi diri kita dengan menghindar dari sang fajar!

#GongSmash 244: Ada 3 jenis orang yang membenci fajar; pemalas, maling, pekerja nite club!

#GongSmash 245: Yang paling dibenci Sangkuriang adalah fajar! Kau termasuk ke dalamnya?

#GongSmash 246: Tukang ronda sangat mengidolakan fajar!

#GongSmash 247: Pernahkah kau menyakiti perempuan? Jika pernah, itu berarti sudah menolak kehadiran sang fajar!

#GongSmash 248: Jangan pernah sekalipun menutup gorden ketika sang fajar muncul!

#GongSmash 259: Fajar itu api. Jika kau bisa mengatur besar kecil kobarannya, kau akan berada pada wilayah dimana semesta mendukungmu!

#GongSmash 250: Fajar bisa jadi namamu, tapi bisa juga semangat hidupmu!

#GongSmash 251: Pernah mendengar lagu “Jump” yang dinyanyikan David Lee Rooth dari grup Van Haleen? Nyanyikan bersma kemunculan sang fajar!

#GongSmash 253: Fajar berarti dirimu, jika kau tidak ingin disebut pengecut!

nyomot dari twitnya Gol A Gong di sini

keren yaa.. fajar gtu.. -halah-

*narsis kumat =p

buat yang ga sengaja nemuin ni tuit.. matur nuwun sanget =)

sapa kecil



ketika ketersandungan itu membelengguku


bilamana langkah lemahku tercarik sembilu

saat kepenatan mengurung senyum ceriaku


kau siapkan telingamu di tumpah ruah marahku

sapa kecilmu mengukuhkan semangatku

“hanya butuh evaluasi, yang kurang dikoreksi”, teguranmu



terima kasih. untuk selalu ada. di tengah segala sibukmu yang mendera.

meski jika sesuatu terjadi padamu aku sering tak tahu harus bagaimana.

#untuk sahabat-sahabatku.. =)

gambar dari sini

edisi Ulangan Tengah Semester #Mewabahnya Virus T1N6

Kuliahq kosong.. yes.. bisa ngerjain tugas.. yay.. *hoaemz.. ngantuk..

sambil itu tuh.. barusan liat note Yufi.. hehehe

tu anak cuma bisa nulis malem minggu.. malem yang lain kan buat belajar.. anak rajin.. =)

ni.. cekidot…

*tetep ngekek liat tingkah adekq

_________________________________________________________________________________

Akhirnya malem minggu juga. Malem yang paling dinanti-nanti karena malem minggu itu jadwalnya nulis note. hehe

Sebenernya ini cerita lama, tapi enggak pernah tampak sedikit pun usang di pikiranku. wadow.

Sekitar awal oktober, kita ada jadwal Ulangan Tengah Semester dari hari Sabtu sampe Sabtu lagi. As usual, kalo lagi UTS kelasnya di share sama kelas lain, kemaren sih sama kelas XI IPA 6. Berhubung namaku diawali dengan hurup “Y”, jadi aku sama yunis terdampar di kelas yang isinya cowok semua.

Hari pertama, jadwalnya bahasa Indonesia sama Pkn. Alhamdulillah, bahasa Indonesia kagak pake soal essai. (jangan lupa, bude style). Pkn mah, tinggal ngarang cerita dari A sampe Z, dari Sabang sampe Merauke, selesai.

Setelah bel berdentang tiga puluh tiga kali, waktu untuk mengerjakan soal uts pun berakhir. Well, capcus ke perpus. Hari ini ada jadwal BB (Belajar Bersama) sama TKCFC (TKC Fans Club).

Berhubung ini cerita udah lama, aku dah lupa percakapan-percakapan yang mengalir saat BB hari pertama. Pokoknya, intinya tu di perpus kita enggak belajar. Paling kita cuma ngadem sambil bawa properti kertas UTS taun lalu, sama pensil, sama buku satu.

Yang paling tak inget, BB hari pertama tu digelar tanpa perencanaan yang mantap. So that after that, aku enggak bawa makanan atau something like that. Jadi, para TKCFC mampir dulu ke kantin buat beli jajanan. Aku yang udah GR merasa bakal ditraktir jajanan sama TKCFC harus merasakan kekecewaan. Jadi mereka cuma beli makan buat mereka sendiri dan aku enggak dibagi.

Menu mereka mie sedap yang langsung dimakan instan tanpa melalui pengolahan pabrik, standarisasi produk, pemeriksaan badan POM, apalagi lulus lembaga sensor. Baunya tu sebenernya menggoda selera. Mana mereka tu lho, ulahnya bikin ngakak.

Jadi sebenernya di perpus enggak boleh bawa makanan. Tapi, aku mesti tetep bawa, minimal minum lah. Belajar, baca, kan butuh energi. Tapi aku stay cool tiap bawa makanan. Enggak kayak mereka—>

Tempat BB kita yang di lesehan, ada CCTV nya. Mereka tu makan mie nya sambil ngumpet-ngumpet di bawah meja. Terus mereka malah dada-dada ke CCTV sambil bilang gini: kami enggak makan kok mbak. -____-

Selain kejadian mie instan yang konon katanya aziz bisa bikin pinter, aku cuma inget sepenggal-penggal dialog yang sering dilontarkan saat BB. Tapi, kebanyakan dari aziz sih.

Aziz: Ini kok bisa dapet 3logx dari Hongkong apa Thailand?

Aziz: Ini kok bisa penurunan titik beku? Apa hubungannya sama ciduk?

Aziz: Astaga naga bonar..

Nah, yang terakhir ini, untung dia bilangnya astaga naga bonar ya. Coba kalo: Astaga naga panjangnya, bukan kepalang. Menjalar-jalar selalu riang kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang.

Apalagi kalo gini: Astaga, apa yang sedang terjadi o,o, astaga. Entah kemana semua ini. Bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli. Mudah putus asa, lalalalalala. dst, dst.

Setelah BB hari pertama, BB masih berlanjut kalo hari berikutnya tu UTS mapel eksak. Pernah suatu saat, Arif ki ribut banget, manja.

Arif: Aduh, kok AC nya enggak nyala to. Aku enggak mau belajar kalo AC nya enggak nyala.

Sumpah deh ya. Perasaan banyak anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi, tapi semangat belajarnya enggak pernah pudar. Ee, dia nya kepanasan setengah derajat celcius aja enggak mau bukak buku.

Gara-gara males, dia akhirnya bukak laptop. Dan, mulailah wabah virus T1N6 menyebar.

“Kemanaa, kemanaa, kemanaa”

Yap. virus T1N6 tu.. pasti taulah siapaa.. baru saja menjakiti TKCFC. Padahal dia udah jadi trending topic nya anak-anak cewek sejak berminggu-minggi yang lalu. TKCFC kudet.

Arif: Padahal, rupane ki rupo pop lho. Tapi kok malah ndangdut yo.

Aji: Jenenge kuwi asli po?

Arif: Ora, jenenge ki Ayu Rosmelinda (CMIIW)

Maul: Kuwi umure 17 tenan po?

Arif: Ora, iki ki 17 pas nggawe video klip e.

Aziz: Aduh, matiin dulu to youtube nya. Godaan ki. Pengen goyang.

Tuh kan bener. Akhirnya juga enggak belajar. Malah mantengin youtube. -___-

Keesokan harinya.

Aku lagi ngerjain soal UTS dengan serius. Eeh, kok ya yang njaga ruang tu bu triwik. Lah, alamat mung ngguyu cekikian nek iki tetepan.

Tiba-tiba.

ctok, ctok, ctok.

Bu triwik: walah Bar, sepatumu kuwi lho. Ayo mengko bali sekolah neng Bata. Bu Triwik urun piro? Tak urun sewu yo.

Jadi, ada anak kelas Xi Ipa 6 yang pake sepatu kulit dengan sol yang sekarat. Setengah jebol. Mengaasilkan bunyi ctok ctok dengan periode lima getaran per detik. Batinku, iki bocah kok yo le nggawe sensasi ki aneh-aneh wae ngono lho. Anak muda jaman sekarang. Heran deh ya.

Enggak cuma itu aja, pas Bu Triwik liat Arif, ini yang te
rjadi.

Bu Triwik: Oalah, ono Fauzan to? Sampun sarapan durung Zan? Nek sarapan nggo ayam goreng e. Bu Triwik wae lawuh krupuk dikecapi. Fauza, fauzan.

Enggak cuma itu aja. Selain cekikikan gara-gara Bu Triwik, ternyata virus T1N6 belum pergi-pergi juga dari hidup ku. Lagi asik-asiknya mengutak-atik soal untuk menemukan masalah dan mencari problem solving nya. Ceileeeh.

Tiba-tiba, dari kejauhan, sayup-sayup terdengar intronya “Alamat Palsu”.

Iki gek sopo, le pasang ringtone “Alamat Palsu”. Nek aku tau, aku mau minta biar bisa ikut-ikutan terus tak pamerin ke TKCFC. hahahaha, mereka pasti iri sama aku.

Tek, tek, tek —> kalo ini, langkahnya Gesha. Dia juga anak XI Ipa 6. Jadi, ceritanya dia udah selesai ngerjain soal terus mau keluar.

Bu Triwik: Ges, lembar jawabe gowo mrene wae, mengko ndak dirubung laler.

HAHAHAHAH. Langsung ngakak. Lha lembar jawab kok yo dirubung laler lho buk..

Siangnya, aku ke kantin sama yunis. Di kantin, aku ketemu epul sam septi. Aku enggak kuat kalo harus menahan diri buat engak cerita tentang apa yang terjadi hari ini sama Epul.

Aku: Pu, edan pokokmen dino iki. Sing njogo kelasku Bu Triwik pul.

Epul: Lha emange ngopo wae?

Aku: Pertama, bar ketemu arif, ibu e njuk bilang —> waduh, sing sarapan ayam goreng.

Epul: Hahahaha

Aku: Terus, terus to pul. Kan si Gesha wis rampung le nggarap. De e arep metu. Ee, bu triwik bilang gini —> lembar jawab e dikumpul Sha, mengko ndak dirubung laler.

Epul: Hahahaha.

Yunis: Ho o, ho o.

Septi: Hahaha, Jadi, maksutnya, yang mau nyontek tu dianggep laler to?

Aku, Epul, Yunis: HA?

lalu,

Aku, Epul, Yunis: hahahaha.

Epul: Bukan gitu sep, maksutnya tu. kan arif suka makan ayam goreng, lha nanti dirubung laler ngono lho. ho o to?

Aku, Yunis: HA?

Yunis: Iki ketoke ora ono sing nyambung deh. Hahahah

Tiba-tiba.

Arif: Yuuuuuuuuuuf, ayo ke perpus.

Waduh, markas persembunyianku terbongkar.

Akhirnya, TKCFC kumpul lagi di perpus buat BB. Hari itu, ada Septi juga yang mau belajar fisika. Nah, berhubung aku udah ngerjain soal UTS fisika taun lalu, septi minjem bukuku, mau difotokopi.

Arif: Eh, mbaksep tadi fotokopi apa yuf?

Aku: Jawaban fisika.

Arif: Waa, aku juga mau.

Aku: Tadi enggak sekalian nitip.

Arif: Eh, nomernya mbaksep berapa yuf? aku minta.

Aku ngambil HP dari kantong. Buka kunci. Buka gembok. Buka borgol. Buka puasa. Hehe

Pencet menu, pilih menu kontak.

Aku: Ini rif, 082

Arif: Ya

Aku: 134

Arif: Ya

Aku: 99

Arif: Ya

Aku: ****

(no voice)

beberapa saat kemudian.

Arif: LOH, INI KAN NOMERKU???????

Aku liat HP. Di kontak yang tak buka, tertera nama: Arif

HAAAAAAA. Waaaaaaaa, dudul banget. yang tak buka malah kontaknya arif.

Setelah insiden itu, mbaksep kembali membawa bukuku dan berpamitan mau pulang. Mau belajar di rumah. (Betul itu. Di sini nanti malah ditulari virus T1N6)

Liat Septi habis fotokopi jawaban, aziz cs juga pengen.

Aziz: Yuf, pinjem, tak fotokopi.

Mereka akhirnya pergi ke fotokopian.

Selesai fotokopi.

Aji: Woh, iki mas e salah le fotokopi. Piye to, jan payah tenan.

Aziz: Ho o po?

Aji: Iyo, iki opo malah sing difotokopi ono take a bow take a bow barang?

Aziz: Ora salah, nggonku yo ono. Hahaha

Aku baru inget. Aku nulis lirik nya take a bow tepat di sebelah jawaban UTS fisika.

Aziz: Hahahah. Suk nek ono esai, jawabane lirik e take a bow.

Wadoooooooh.

Akhirnya, mereka malah request lagu take a bow.

Hem.

#Eh, ayo BB lagi . . . . .