Setiap Malam ada Paginya [copas]

Cobaan-cobaan kehidupan akan datang berganti-ganti. Kadang kita berfikir, sebenarnya apa yang Allah inginkah dengan semua ini? Kehidupan itu menuntut tangisan, mungkin saja. Sampai kita rindu kepada senyuman. Sampai bingkai-bingkai kenangan muncul kembali. Sampai kita tersadar bahwa tidak ada yang bisa dijadikan tempat kembali selain Dia.
Lika-liku takdir kadang memang misterius. Entah apa yang terjadi esok hari. Entah ke mana aliran kehidupan akan bermuara. Atau memang tidak ada muaranya. Karena hidup hanya dijalani dalam jalurnya yang sewaktu-waktu dapat terputus. Barangkali muara itu memang tidak Allah letakkan di dunia. Iya, karena Dia menghendaki kebaikan di akhirat. Sebagai balasan atas penderitaan di dunia.
Dunia itu penjara bagi orang mu’min. Mereka akan merasa sempit di dunia. Barangsiapa dilapangkan dunianya, hendaklah waspada, adakah bagian akhirat yang masih akan tersisa? Dunia ini penjaranya orang mu’min. Setiap kesempitan adalah penjara, maka memang sudah sewajarnya begitu. Kesempitan itu keniscayaan. Barangkali dengan sempit, seseorang lebih ingat kepada Allah. Barangkali dengan lapang, dia akan terbuai, lalu lupa kepada Tuhannya. Allah tidaklah menghendaki atas orang-orang yang beriman kepada-Nya melainkan kebaikan. Maka sempit pun baik, maka lapang pun baik. Hanya saja sebagian orang lebih baik disempitkan daripada dilapangkan. Agar imannya tetap kokoh disirami air mata yang mengadu kepada Tuhannya.
Sujud-sujud penuh pengabdian, kepasrahan hadir saat seorang hamba mendapati tak satupun yang bisa menolongnya. Tidak teman, tidak keluarga, tidak orang lain, tidak pula dirinya sendiri. Dia lemah, tak berdaya. Pada akhirnya dia akan kembali kepada Allah. Benar-benar sebagai penolong tunggal, satu-satunya. Ketika itu, semua ketundukan diserahkan kepadanya. Semuanya. Tidak ada penduaan, tidak ada persekutuan. Hanya berharap kepada dzat tunggal, hanya memohon kepada-Nya, yakin bahwa hanya Allah yang bisa menolong.
Tidak ada seorangpun yang mengaku beriman akan lepas dari ujian. Jika imanannya palsu, akan terbongkar. Jika imannya cacat, akan terkuak. Jika imannya lemah, akan kentara. Ada diantara mereka yang tidak sadar sedang diuji, maka dia lepas sekehendak dorongan hatinya tanpa kendali. Ketika hatinya ingin putus asa, dia putus asa. Ketika hatinya ingin memaki, dia memaki. Ketika hatinya ingin membenci takdir, dia membencinya. Dia kira itu bukan ujian, padahal itu nyata demikian. Dia kira itu benar-benar bisikan hati, padahal dorongan hawa nafsunya, padahal tipu daya syaitan yang memainkan lika-liku perasaannya.
Telah ditetapkan dalam sunnah-sunnah kauniyah, bahwa setiap gunung ada puncaknya. Setiap hutan ada pinggirnya. Setiap padang rumput ada batasnya. Setiap samudera ada pantainya. Setiap hamparan salju ada tempat cairnya. Setiap gurun ada tepiannya. Setiap jalan berliku ada ujungnya. Setiap malam ada paginya. Telah ditetapkan dalam sunnah-sunnah kauliyah, janji-janji Tuhan kepada hamba-Nya, bahwa kesabaran akan berbalas kebaikan.
29 April 2011, 01:55 am
Anindito W

28 thoughts on “Setiap Malam ada Paginya [copas]

  1. kok, jadi ingat ini yaaa….”Tiap-tiap amal ada masa semangatnya dan tiap-tiap semangat ada masa futurnya (lemah semangatnya). Siapa saja yang futurnya tetap mengikuti sunnahku, ia telah memperoleh petunjuk. Siapa saja yang futurnya-nya mengikuti selain itu, ia benar-benar binasa”(H.R.Ahmad).

  2. jampang said: jadi inget nasyid…. yang cerita kalau malam itu nggak selamanya*lupa karena nasyid lama

    Mambantu mas Rifki mengingat judul nasyidnya.Kegelapan MalamNadamurniKegelapan malam takkan selamanyaFajar Subuh datang bersama sinaran mentariBegitulah kegelapan pada dunia Islam kiniSinarannya pasti kembali.Kegelapan itu takkan berpanjanganSinaran Iman dan Islam terangi kehidupan,Ia pastikan datang bawakan tamadunMenggembirakan kita nantikan.Dizaman itu, yang hak pasti terbelaYang palsu akan musnahKebenaran pasti terjadiYakinlah kita pembela akan tibaTak siapa dapat mengahalangnya.

  3. aaaaaaaaaaaaaah sayang ni copas… coba kalau tulisane mbak Fajar dhewe… mesti to takacungin jempol plus2…tetapi karena mbaknya udah sharing tulisan yang luar biasa ni dan ngepas kenaaaaaaaaaa banget pulajadi jempolnya masih teteup deh buat mbaknya…mbak fajar cen kueren puollll

  4. thetrueideas said: kok, jadi ingat ini yaaa….”Tiap-tiap amal ada masa semangatnya dan tiap-tiap semangat ada masa futurnya (lemah semangatnya). Siapa saja yang futurnya tetap mengikuti sunnahku, ia telah memperoleh petunjuk. Siapa saja yang futurnya-nya mengikuti selain itu, ia benar-benar binasa”(H.R.Ahmad).

    wah.. jazaakallaah khoyr pak..hadits ini keingetan terus kalo lagi “futur” hehe

  5. nanazh said: aaaaaaaaaaaaaah sayang ni copas… coba kalau tulisane mbak Fajar dhewe… mesti to takacungin jempol plus2…tetapi karena mbaknya udah sharing tulisan yang luar biasa ni dan ngepas kenaaaaaaaaaa banget pulajadi jempolnya masih teteup deh buat mbaknya…mbak fajar cen kueren puollll

    hahaha.. lagi ra iso nulis je Naz.. rung ngongoti petelot =))lagi tumpul pensilq.. eheheheh..koq dho ngepas siii.. heran..aku ga nampa jempol.. nampa molen nanaz ae.. hahahakuuu.. panceeeeeeennn B-) =p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s