Nafas Sepenggal


sudah samarkah ingatanmu?
tentang kita
yang pernah mengikat erat janji
dalam simpul hijau rasa coklat
aku, kamu, dia dan mereka
manis

kutemui engkau
berbeda

“engkau bukan yang dulu lagi, atau yang dulu bukan dirimu?”

atau,
kebat itu celus?
kini
atau…

ah, tak mau lagi berbelit dengan terlalu rumit atau
tak peduli seberapa banyak atau
kucukupi memikirkan atau
sudahi menjadi masa lampau

meski
jika suatu saat nanti
tak lagi ada yang mau menunggui tungku itu
ketika pun semua meluputkan ingatan akan ikatan
sebab bara di dalamnya yang seolah hampir padam
aku tetap di situ
bergeming

dengan nafas sepenggal
mencoba terus meniupnya
agar bara jadi nyala
memanaskan belanga berjelaga
yang mereka memicingkan mata
namun, sejatinya besar kiprahnya

#ketika rumah hijau rasa coklat itu terasa “kering”, tetap optimis.. ya kan? =)
#nafas sepenggal.. bertahanlah.. n_n/
l-e-p-a-s b-e-b-a-n

gambar dari sini

30 thoughts on “Nafas Sepenggal

  1. afifahthahirah said: semoga kita selalu berubah jadi lebih baik.GROWTH dalam kebaikan :))

    brubaaaaaahh.. cling.. cling.. haiyah =))ehehehe..berkah = bertambahnya kebaikan.. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s