Ustadz Arif Rif’an: Tradisi Belajar dalam Islam

Sejarah kegemilangan Islam diukir dengan tinta emas ulama dan darah para syuhada’. Bangkitnya peradaban diawali dengan bangkitnya tradisi keilmuan.

KRPH (Kajian Rutin Pagi Hari) Masjid Mardliyyah UGM, 28 Jan 2012,
bersama Ustadz Arif Rif’an, S.HI., M. Si. (pengasuh Ponpes LPI)
Advertisements

Itu Di Sana, Ini Di Sini?


Anggota Majlis Parlimen Mesir sekarang terhimpun di dalamnya:

Lebih dari 140 orang hafal al-Quran.
Lebih dari 100 orang hafal dan menguasai 10.000 hadis
Lebih dari 180 orang hafal separuh al-Quran
Lebih dari 170 orang bergelar doktor pakar dari pelbagai bidang dan disiplin ilmu
Lebih dari 50 orang tidak memiliki kereta peribadi
Lebih dari 350 orang adalah bekas tahanan politik berkisar 6-10 tahun penjara
Dan 4 orang wanita yang bertudung kemas *

___________________________________________
Diterjemah dari Halaman Rasmi Syaikh Ahmad Farid

By: Abu Ilkiya

dapet dari share-nya Tovan
*maluuuuuuuu

Mungkin Ini yang Dinamakan Cinta =)

Maka, cinta pada kebenaran itu menuntutmu untuk bersaudara,
sedangkan mengingkari kemungkaran adalah nasihat dalam persaudaraan …

Semoga bisa tetap teguh dalam cinta

Para ulama berkata,
“Janganlah kau seperti yang diucapkan dalam syair Dhuraid,
yakni :

دريد أبن الصمة:

وَهَل أنا إلاَّ مِن غَزِيَّةَ إن غَوَتْ — غَوَيْت وإِن تَرْشُد غَزِيَّةُ أَرْشد

Aku hanyalah bagian dari pasukan.
Jika pasukan itu tersesat maka aku pun ikut tersesat.
Jika pasukan itu mendapat petunjuk maka aku pun mendapat petunjuk

#terima kasih nasihatnya =)

2 Gugur Syahid Akibat Gempuran Israel di Utara Gaza

Gaza – PIP: Dua warga, Muhammad Syakir Odeh (23 tahun) dan Ahmad Kholid Anin (17 tahun) akhirnya meninggal akibat serangan udara Zionis serta tank darat mereka ke utara Gaza.

Pesawat-pesawat tempur Zionis kembali melancarkan seranganya secara mendadak ke wilayah Tel Abu Shafiya, timur distrik Jabalia di utara Gaza, Rabu (18/1).

Sementara itu, menurut sumber informasi Palestina menyebutkan, tiga rudal minimal dilessakan Zionis ke arah permukiman penduduk Palestina. Sementara mariam daratnya tak kurang dari 10 roket dilessakan ke arah Palestina terjadi kembali.

Hingga saat ini, sejumlah halikopter masih berputar-putar di sekaitar Gaza. Mereka mengincar kelompok perlawanan Hamas di wilayah tersebut. (asy)

sumber dari sini

Menjemput Kematian dengan Husnul Khotimah #1

Hidup adalah rihlah ruhani menuju Allaah.Tidak ada rihlah ruhaniyah yang melebihi sujud di atas sajadah cinta kepadaNya. Jika pada saat puncak rihlah itu kita mati maka kita akan bisa merasakan nikmatnya husnul khotimah.

Yang dimaksud sajadah cinta di sini adalah sajadah kehidupan kita yaitu ketundukan & penghambaan yang kita lakukan pada Allaah ta’ala (bukan sajadah tempat kita sholat > itu hanya sarana)

Ya Allaah panjangkan sajadah hidup kami sampai ke tepian kubur kami. Sehingga ketika kita masuk ke kubur kita dalam keadaan “sujud” kepada Allaah ta’ala.

Ada 2 jenis manusia dalam menghadapi kubur:
1. orang-orang yang melihat ujung kehidupan sebagai kengerian dan kegetiran
2. orang-orang yang meyakini bahwa hidup ini ada ujungnya dan telah disediakan seindah-indah tempat kembali yaitu syurga

Semoga kita termasuk dalam golongan yang kedua. Golongan yang kedua itu mereka tidak terpesona pada keindahan fana di dunia karena ada keindahan yang lebih tinggi di akhirat.
Sebagai analogi orang yang sudah memiliki gaji 5 juta tidak akan tergoda pada tawaran bekerja di tempat lain dengan gaji hanya 1 juta rupiah. Kecintaannya pada akhirat tidak akan tergadaikan pada kecintaan pada dunia.

Dua jenis manusia ini merupakan pilihan. Dan kapankah kita memilih? Pilihan ujung hidup manusia ini ada pada masa SEKARANG; saat kita hidup.Dan yang memilih tidak bisa orang lain, kitalah sendiri yang akan memilih antara mati su’ul khotimah atau husnul khotimah.

Semua orang jika ditanya memilih yang mana pasti jawabannya INGIN mati HUSNUL KHOTIMAH. Setiap manusia pasti inginnya yang baik-baik. Tapi siapakah pembantah pertama atas jawaban itu? DIRI KITA SENDIRI. Coba mari dengan jujur kita tanya pada hati nurani, jangan-jangan kita termasuk pembantah keinginan husnul khotimah itu.

Kenapa bisa pembantah pertama adalah diri kita? Karena jika memang sungguh-sungguh ingin husnul khotimah jawab pertanyaan berikut ini setelah pertanyaan pertama tadi kita jawab (Maukah husnul khotimah? Mau)

Yaitu maukah kita mati sekarang? kontradiktif kan, padahal husnul khotimah itu syaratnya mati. Orang masih hidup ya ga bisa husnul khotimah. Bisa kita ibaratkan dengan ini, kamu mau saya beri uang 500 juta, mau. Mau saya beri sekarang, emm.. jangan sekarang. Lah, bagaimana. Katanya mau tapi kok ga mau sekarang. Kontradiktif.

Nah, kalau kita mau bukan berarti meminta orang untuk menyegerakan kematian itu. Semua serahkan kepada Allaah. Jawaban mau itu tadi harus dilihat latar belakangnya. Bukan mau mati karena patah hati atau dililit hutang. Tapi memang kita siap dijemput maut kapanpun.

Setelah jawaban kita betul-betul mau mati sekarang perlu uji lagi dengan pertanyaan selanjutnya : apa yang sudah kita siapkan untuk menyambut datangnya maut? Karena husnul khotimah syaratnya persiapan kematian kita harus cukup bekal.

Untuk mengujinya apakah bekal kita sudah cukup atau belum harus diajukan pertanyaan selanjutnya dan yang bertanya kali ini bukan manusia, Allaah ta’ala langsung yang mengajukan pertanyaan ini dalam surah At-Taqwir Faayyina tadzhabuun? “kemanakah kau akan pergi”.

Jika yang bertanya manusia, dengan pertanyaan itu mungkin kita bisa menjawab “mau ke pasar”, “mau ke kampus”, dsb. Tapi ini Allaah yang bertanya. Tidak ada jawaban yang tepat selain ilaahi anta maqsudi wa ridhoka matlubi. Allaah Engkaulah tujuan hidupku dan ridloMulah yang kucari.

Jika kita sudah menetapkan tujuan hidup kita adalah Allaah maka tawajjuhnya adalah kepada Allaah subhanahu wata’ala. Pertanyaannya sekarang bagaimana agar tawajjuh kita hanya kepada Allaah? Banyak orang yang lisannya berkata itu tapi tindakannya tidak begitu.

Jika tawajjuhnya hanya kepada Allaah dia tidak peduli pada peristiwa & kejadian yang terjadi pada manusia. Kewajiban kita untuk berbuat yang terbaik untuk menghadapi peristiwa & kejadian tersebut dengan ikhtiar terbaik. Namun hasilnya manis atau pahit, itu kita serahkan pada Allaah sepenuhnya.

Bagaimana agar tawajjuh selalu kepada Allaah :
1. Merenungi kematian yang tidak disangka-sangka, tidak diduga-duga, tiba-tiba.
Apalah jadinya jika ketika kematian terjadi kita masih berselimut lupa dan lalai. tentu tidak bisa menyambut kematian dengan senyum. Jika kita ingat kisah ibunda Yoyoh Yusro, bagaimana sms beliau beberapa hari sebelum meninggalnya. Beliau sedang merenungi bagaimana posisinya di akhirat. Apakah bisa berdampingan dengan para shahabiyah ra. Jadi bukan kematian yang tidak diduga-duga, tanpa persiapan.
Ya Allaah.. lindungi kami dari kematian yang tiada kami sangka

2. Merenungi peristiwa sakaratul maut.
Seperti kambing yang dikuliti dalam keadaan masih hidup itulah pengibaratan rasulullah akan proses kita menghadapi maut. Meskipun ada orang yang sakaratul mautnya sebentar namun ada juga yang bisa sampai 3 hari.
Ya Allaah ringankan kami dalam menghadapi pedihnya sakaratul maut.

3. Mengingat gelapnya alam kubur.
Bayangkan seandainya kita datang ke alam kubur dalam keadaan belum bertaubat

Bersambung..

# Baru separo

# Ringkasan Materi Kajian Rutin Pagi Hari (KRPH) FOSDA Masjid Mardliyyah Kamis, tanggal 05 Januari 2012. Bersama: Ust. Syatori Abdurrouf (pimpinan Ponpes Mahasiswi Darush Sholihat)
live via streaming http://www.radiokrph.blogspot.com/

[‘Iqob #2] Mengenal Tajwid dan Tahsin Al-Quran

Definisi Tahsin dan Tajwid

Tajwid menurut bahasa merupakan isim mashdar dari جَوَّدَ- يُجَوِّدُ- تَجْوِيْدًا yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus.

Pengertian tajwid secara bahasa ini sama seperti pengertian Tahsin (تحسين) yang berasal dari kata حَسَّنَ- يُحَسِّنُ- تَحْسِيْنًا yang berarti membaguskan atau memperbaiki.

Sedangkan tajwid menurut istilah (terminologi) ialah:
إ ِخْرَاجُ كُلّ ِحَرْفٍ مِنْ مَخْرَجِهِ مَعَ إِعْطَائِهِ حَقَّهُ وَ مُسْتَحَقَّهُ
“Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya masing-masing sesuai dengan hak dan mustahaqnya.”

Haq huruf yaitu sifat asli yang senantiasa ada pada setiap huruf atau seperti sifat Al-jahr, Isti’la, dan lain sebagainya. Hak huruf meliputi sifat-sifat huruf dan tempat-tempat keluar huruf.
Mustahaq huruf yaitu sifat yang sewaktu-waktu timbul oleh sebab-sebab tertentu ,seperti; izh-har, ikhfa, iqlab, idgham, qalqalah, ghunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf, dan lain-lain.


HUKUM MEMPELAJARI TAJWID (TAHSIN)

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardu kifayah. Adapun hukum membaca AlQuran dengan memakai aturan-aturan tajwid adalah fardu ‘ain . Firman Allah SWT:
وَرَتِّلِ الْقُرْ ا نَ تَرْتِيْلًا..
“Dan bacalah AlQuran dengan tartil.” (Q.S. Al-Muzzammil 73: 4).

Rasulullah SAW juga bersabda :

إ ِقْرَؤُوْا الْقُرْآَنَ بِلُحُوْنِ الْعَرَبِ وَ أَصْوَاتِهَا (رواه الطبران)

“Bacalah AlQuran dengan cara dan suara orang Arab yang fasih”. (HR. Thabrani)
Syekh Ibnul Jazari (Ulama pakar ilmu tajwid dan qiro’at) dalam syairnya mengatakan:

وَ الْأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لَازِمٌ # مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ القُرْآَنَ اَثِمٌ
لِأَنَّهُ بِهِ الْإِلَهُ اَنْزَلَ # وَ هَكَذَا مِنْهُ اِلَيْنَا وَ صَلَا

“Membaca AlQuran dengan tajwid hukumnya wajib, Siapa saja yang membaca AlQuran tanpa memakai tajwid hukumnya dosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkan AlQuran berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai pada kita dari-Nya.”

TUJUAN TAHSIN TILAWAH

Tujuan utama mempelajari ilmu tajwid dalam rangka tahsin tilawah adalah menjaga lidah dari kesalahan ketika membaca AlQuran. Dan kesalahan dalam membaca AlQuran ada dua macam :

a. ا َلَّلحْنُ اْلجَلِيْ /Al-Lahnul Jaliy

Kesalahan yang terlihat dengan jelas baik dikalangan awam maupun para ahli tajwid.
• perubahan bunyi huruf dengan huruf lain
• perubahan harakat dengan harakat lain
• memanjangkan huruf yang pendek atau sebaliknya.
• Mentasydidkan huruf yang tidak seharusnya atau sebaliknya.

b. اَلّلحْنُ اْلخَفِيْ /Al-Lahnul Khofiy

Kesalahan ringan yang tidak diketahui secara umum, kecuali oleh orang yang memiliki pengetahuan mengenai kesempurnaan membaca AlQuran.
Diantaranya:
• hukum-hukum pembacaan seperti membaca mad wajib muttashil atau lazim dengan dua atau tiga harakat
• tidak menerapkan kaidah ghunnah pada huruf-huruf yang seharusnya dibaca dengan ghunnah.
Contoh :
أَنْزَلَ – يُنْفِقُوْنَ – وَمَا أَنْزَلَ مِنْ قَبْلِكَ – إِذَا جَآءَ


FAIDAH TAHSIN TILAWAH

• Refleksi keimanan seorang muslim terhadap AlQuran
• Mencapai kualitas yang terbaik dalam membaca AlQuran
• Mengikuti jejak Rasulullah SAW yang telah mengajarkan AlQuran
• Terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membaca AlQuran
• Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan AlQuran


KEUTAMAAN ALQURAN

a. Mendapat syafa’at di hari Qiyamat.
Dari Abi Umamah RA, ia berkata : “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Bacalah oleh kamu sekalian AlQuran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari qiamat sebagai penolong bagi para pembacanya.” (HR. Muslim).

b. Mendapat derajat yang tinggi.
Dari Aisyah RA, ia berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : “Orang yang membaca AlQuran dengan mahir, akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat, dan orang yang membaca AlQuran dengan terbata-bata dan merasa berat, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari).

c. Merupakan ciri keimanan seseorang.
Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, ia berkata : Telah berkata Rasulullah SAW : “Perumpamaan orang mukmin yang membaca AlQuran, bagaikan buah Utrujjah, harum baunya dan lezat rasanya. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca AlQuran, bagaikan buah kurma, tidak harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca AlQuran, bagaikan bunga (rihanah), harum baunya dan pahit rasanya. Dan orang munafik yang tidak membaca AlQuran bagaikan buah Handzalah, tidak harum dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

d. Mendapat kebaikan.
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

TINGKATAN MEMBACA ALQURAN

Tingkatan membaca AlQuran dilihat dari segi kecepatannya, ada empat macam yaitu:
a. اَلتَّحْقِيْقُ (At-Tahqiq), yaitu bacaan yang sangat lambat, yang lazim digunakan untuk mengajarkan AlQuran dengan sempurna.

b. التَّرْتِيْلُ (At-Tartil), yaitu bacaan lambat, dengan menggunakan kaidah-kaidah Ilmu Tajwid dan mentadaburinya.

c. اَلتَّدْوِيْرُ (At-Tadwir), yaitu bacaan yang tidak terlalu capat dan tidak terlalu lambat, bacaan dengan irama yang sedang.

d. اَلْحَدَرُ (Al-Hadr), yaitu bacaan yang dilakukan dengan cepat dan tetap mempraktikkan tajwidnya

#copas dari sini. Mirip materi dauroh tahsin di FOSDA. tapi belum semua si.
#buat yang ngasi ‘iqob. maaf.. baru bisa copas.. hee.. belum sempet bongkar2 &dengerin kajian tentang quran. jadi lum bisa bikin jurnal sendiri.. ‘afwan.. n_nv. agak berat juga bikin jurnal tentang quran.. heee.. plus malem ini sepertinya mau bikin jurnal tentang “tema” lain.

[arisan kata 16] Alang

dalam lorong waktu
tanpa nama
berbuai nyaman fana
terhanyut visiun semu

dan
detik itu hadir juga
menghentak
sesak

hilang rasa mongkok dari hatimu
seolah semua petuah didaktis itu tak pernah kau telan
mana dirimu yang campin
gesit menoreh tapak
bahkan saat cencawan lututmu hampir lesa

ayolah, aku dan kamu masih harus berlari
nyalakan obor ini, kawan
di kaldron ujung sana

jangan paksa aku mengelon
menepuk pundakmu dengan kisah dramatis
mengemis kembalimu

kita berjanji melukis keluwung bersama, bukan?
#arisan kata 16 yang super ngasal *mumet ama kata-katanya di sini
#untuk seseorang yang sedang kukhawatirkan

Ade’s Quotes [Uniknya Analogi dari Mobil Hingga Nol]

Ini kumpulan smsnya Ade ex T. Geodesi’06 yang dikirim ke semua kontak anak Teknik (biasanya) yang akhir-akhir ini sering tak-forward ke temen-temen. Fajar suka analogi-analogi yang dipakai Ade, dan cara dia menyampaikan hikmah yang ditemui di kesehariannya.
Sejak duluuu jaman masih sering ketemu di Teknik, ampe sekarang dia entah dimana. haha
*kakak angkatan yang ga perhatian =))
Kata Miftah, kenapa ga dipost di MP aja jar sms-sms nya ini? hmm.. iya deh.. baiklah.. hehehe
siapa tau ada manfaatnya buat temen-temen di MP..
oke, monggo dinikmati.. =)

#1
Awalnya, mobil itu aku yang nyerempetin. Ada yang pecah. Beberapa hari kemudian, sore, mobil yang sama diserempet bagian kanan belakang. Jadi nambah yang pecah + penyok. Malamnya, mobil tersebut kepater, masuk selokan berlumpur. Bemper depan kena. Dua hari kemudian, lampu kiri belakang nyium tebok. Pecah juga.. Entah berapa total biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan.
Andai itu motor, biaya perawatan ga akan lebih mahal daripada mobil. Kalo sepeda ontel, pati lebih murah lagi. Pejalan kaki, cuma modal sandal jepit karet aja dah cukup.
Seandainya boleh, kejadian ini kuanalogikan dengan kadar keimanan seseorang. Semakin mudah ujiannya, berarti imannya masih tipis. Gitu juga sebaliknya..
Berbahagialah mereka dengan kesabaran & syukur bagi yang sekarang diuji dengan ujian yang begitu berat. Karena keimanan mereka akan naik pada tingkatan yang lebih tinggi.. Dan Allah pasti memberi jalan atas semua ujian.
^_^v

#2
Tadi malem abis diingetin sama seseorang, sebaik-baik manusia tu, yang penting di akhirnya ia tetap jadi baik.
Sayang aja kalo dulu dia baik, tapi sekarang berubah & ga lebih baik daripada dia yang dulu. Karena akhir yang baik tu khusnul khatimah..
hayoo.. ngacung..
siapa yang pengen hari ini lebih baek dari kemaren?
mau mau mau?
^_^v

#3
pengalaman pertama naik pesawat. Sekarang baru ngerti kenapa pramugari harus tinggi dan langsing. Tapi tetep masih belum ngerti kenapa pramugari harus cantik dan berpakaian minim.
Transit di Jakarta, hal yang berbeda kutemui di bandara. Dan kulihat hampir semua mbak-mbak yang ngepel di bandara berlengan panjang dan berjilbab.
Hmm.. bingung.. lucu…aneh..
^_^v

#4
Banyak orang menyebut angka “nol” dengan sebutan “kosong”. Nol bisa sama dengan kosong, kalo ditulis di sebelah kiri, misal 01. Tapi kalo ditulis sebelah kanan, nol jadi punya nilai. Bahkan bisa bikin nilai yang berlipat-lipat. Misal 10, jauh lebih besar daripada 1.
Nol bisa juga menyempurnakan jenis bilangan. Bayangin aja, kalo ga ada nol, mungkin gak ada yang namanya ganjil genap.
1 ganjil, 9 ganjil, kalo ga ada nol, ga ada 10, langsung 11. Nah, 11 tu bilangan apa?
hmm…
Kadang amalan-amalan yang dianggap kecil & ga bermakna, bisa jadi menjadi besar.
Bukankah hal-hal kecil yang dilakukan dengan istiqomah lebih disukai daripada yang besar tapi cuma sesekali?
^_^v


#5
Seorang kakak merebut mainan adiknya. Si adik menangis, ia tak mampu untuk merebut mainannya kembali. Karena kesal, ibu mencubit si kakak. Akhirnya, menangislah keduanya.
^_^v
Cuma berbagi cerita. Kadang kita sering menyelesikan masalah dengan masalah yang lain. Jadinya bukan malah selesai. Tapi malah jadi ribet.

[‘iqob #1] Haruskah Ratusan Ribu Nyawa Menyadarkan Kita?

kita memang jarang bisa merasa jera
tiap tahun kembali berulang
selalu sama

hanya jika menyembul kejadian luar biasa
semua terdiam merenung
memanjat do’a memohon ampun
tapi bila ‘tak begitu luar biasa’
yah, abaikan saja
tetap hura-hura

bakar uang-uang itu melalui ton-ton kembang api
penuhi ruang-ruang hijau itu dengan tumpukan sampah
yang ikut meradang pada sang empunya
mungkin taman-taman itu sudah geram betul pada kita

haruskah terjadi tsunami Aceh untuk kita meredam euforia?
haruskah kembali invasi dahsyat ke Gaza untuk menampar kita?
haruskah ratusan ribu nyawa melayang baru akan meyadarkan kita?

haruskah?

sementara sebagian orang di sini begitu lelap dalam nuansa gembira yang fana di tengah riuh rendah pesta pora
di Mesuji para pengungsi menanti janji
di depan gerbang DPR warga pulau Padang mendendang getir di tengah reses para wakil rakyat
di Bima, ah.. masih belum lupa betapa moncong-moncong senapan berpeluru tajam itu diarahkan pada mereka yang tak bersenjata

sementara mungkin banyak yang berpakaian apik, glamor di meriah pergantian tahun
sebagian yang lain kedinginan karena baju yang ia pakai tak cukup tebal menghadang hujan yang terus menerpa
dan, lupakah kita kisah Aal si pencuri sandal jepit butut yang terancam lima tahun menginap di bui?

memang, alangkah lucunya negeri ini

gelegar di langit malam itu, mungkin telah menjadi santapan hangat bayi-bayi Palestina tiap malamnya
bedanya,
di sini berton-ton petasan, kembang api
di sana berton-ton roket, meriam, bom fosfor

di sini teriak hingar-bingar mengeja angka sepuluh hingga nol, gempita konser penuh jejal manusia berjingkrak
di sana teriakan takbir mengguncang langit
meluluhlantakkan nyali setiap yang menghadang

Argh, Palestina, masjid Al-Aqsha.. bagaimana aku bisa melupakanmu?

#menolaklupa
#ini ‘iqob pertama dari ngelanggar 1 menit *nyengir


Dapet inspirasi dari twitnya Seto yang masih buje, di malem tahun baru kemaren. tapi baru jadi sekarang =D
Ini twitnya :

1. Mungkin suara ledakan di langit seperti inilah yang menjadi keseharian warga Gaza.
2. Bedanya di sini hanya ledakan petasan, sementara di sana suara mortir, roket dan bom fosfor berpadu menjadi simponi kematian.
3. Kami tidak pernah lupa dengan serangan Israel dari laut darat dan udara, yang telah membunuh 1300 warga Palestina.
4. Pada 27 Desember 2008 – 18 Januari 2009.

gambar dari sini