[‘iqob #1] Haruskah Ratusan Ribu Nyawa Menyadarkan Kita?

kita memang jarang bisa merasa jera
tiap tahun kembali berulang
selalu sama

hanya jika menyembul kejadian luar biasa
semua terdiam merenung
memanjat do’a memohon ampun
tapi bila ‘tak begitu luar biasa’
yah, abaikan saja
tetap hura-hura

bakar uang-uang itu melalui ton-ton kembang api
penuhi ruang-ruang hijau itu dengan tumpukan sampah
yang ikut meradang pada sang empunya
mungkin taman-taman itu sudah geram betul pada kita

haruskah terjadi tsunami Aceh untuk kita meredam euforia?
haruskah kembali invasi dahsyat ke Gaza untuk menampar kita?
haruskah ratusan ribu nyawa melayang baru akan meyadarkan kita?

haruskah?

sementara sebagian orang di sini begitu lelap dalam nuansa gembira yang fana di tengah riuh rendah pesta pora
di Mesuji para pengungsi menanti janji
di depan gerbang DPR warga pulau Padang mendendang getir di tengah reses para wakil rakyat
di Bima, ah.. masih belum lupa betapa moncong-moncong senapan berpeluru tajam itu diarahkan pada mereka yang tak bersenjata

sementara mungkin banyak yang berpakaian apik, glamor di meriah pergantian tahun
sebagian yang lain kedinginan karena baju yang ia pakai tak cukup tebal menghadang hujan yang terus menerpa
dan, lupakah kita kisah Aal si pencuri sandal jepit butut yang terancam lima tahun menginap di bui?

memang, alangkah lucunya negeri ini

gelegar di langit malam itu, mungkin telah menjadi santapan hangat bayi-bayi Palestina tiap malamnya
bedanya,
di sini berton-ton petasan, kembang api
di sana berton-ton roket, meriam, bom fosfor

di sini teriak hingar-bingar mengeja angka sepuluh hingga nol, gempita konser penuh jejal manusia berjingkrak
di sana teriakan takbir mengguncang langit
meluluhlantakkan nyali setiap yang menghadang

Argh, Palestina, masjid Al-Aqsha.. bagaimana aku bisa melupakanmu?

#menolaklupa
#ini ‘iqob pertama dari ngelanggar 1 menit *nyengir


Dapet inspirasi dari twitnya Seto yang masih buje, di malem tahun baru kemaren. tapi baru jadi sekarang =D
Ini twitnya :

1. Mungkin suara ledakan di langit seperti inilah yang menjadi keseharian warga Gaza.
2. Bedanya di sini hanya ledakan petasan, sementara di sana suara mortir, roket dan bom fosfor berpadu menjadi simponi kematian.
3. Kami tidak pernah lupa dengan serangan Israel dari laut darat dan udara, yang telah membunuh 1300 warga Palestina.
4. Pada 27 Desember 2008 – 18 Januari 2009.

gambar dari sini

Advertisements

28 thoughts on “[‘iqob #1] Haruskah Ratusan Ribu Nyawa Menyadarkan Kita?

  1. sampai jantung ini deg degan, berasa ngeri,gak tau dengar suara dar der dor tuh kok suka merinding , jujur aku kagum akan kemewahannya, seluruh bandung terlihat dari atas tak ada yang kosong dari kembang api.

  2. topenkkeren said: Aku gawe cerita pas invasi iku. Dadi eling utangku. Padahal mei wis kelewat adoh. *nyengir*Eh, 1 menit? Udu ning aku. Njuk sapa? Hayoo~Ihhiiiirrr, Ahaha.. =p

    ketoke aku wis maca deh.. sing cerpen kae ta? ning pantai rafah dudu? *nggawa golok.. *nagih utang =pkuwiiiiiii ning qn-e romi.. ga ngeh jam wis 09.01 pm.. njuk di’iqob rame2.. ro romi & heru.. hew..

  3. znrock said: sampai jantung ini deg degan, berasa ngeri,gak tau dengar suara dar der dor tuh kok suka merinding , jujur aku kagum akan kemewahannya, seluruh bandung terlihat dari atas tak ada yang kosong dari kembang api.

    he.. kalo aku ga suka keramaian apalagi kemewahan zak…pas dar der dor nya aku dah “tewas”kecapekan dari gunung =))

  4. mutsaqqif said: Ok, baru 1!Inget! B.a.r.u. 1!! :Peh ya, dah bnyak yg bilang kok, Indonesia itu bangsa yg mudah lupa :(

    ra usah nggo tanda pentung ngopo ru? ckckckc.. =paku emoh bilang ah.. ndak tersugesti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s