Menjemput Kematian dengan Husnul Khotimah #1

Hidup adalah rihlah ruhani menuju Allaah.Tidak ada rihlah ruhaniyah yang melebihi sujud di atas sajadah cinta kepadaNya. Jika pada saat puncak rihlah itu kita mati maka kita akan bisa merasakan nikmatnya husnul khotimah.

Yang dimaksud sajadah cinta di sini adalah sajadah kehidupan kita yaitu ketundukan & penghambaan yang kita lakukan pada Allaah ta’ala (bukan sajadah tempat kita sholat > itu hanya sarana)

Ya Allaah panjangkan sajadah hidup kami sampai ke tepian kubur kami. Sehingga ketika kita masuk ke kubur kita dalam keadaan “sujud” kepada Allaah ta’ala.

Ada 2 jenis manusia dalam menghadapi kubur:
1. orang-orang yang melihat ujung kehidupan sebagai kengerian dan kegetiran
2. orang-orang yang meyakini bahwa hidup ini ada ujungnya dan telah disediakan seindah-indah tempat kembali yaitu syurga

Semoga kita termasuk dalam golongan yang kedua. Golongan yang kedua itu mereka tidak terpesona pada keindahan fana di dunia karena ada keindahan yang lebih tinggi di akhirat.
Sebagai analogi orang yang sudah memiliki gaji 5 juta tidak akan tergoda pada tawaran bekerja di tempat lain dengan gaji hanya 1 juta rupiah. Kecintaannya pada akhirat tidak akan tergadaikan pada kecintaan pada dunia.

Dua jenis manusia ini merupakan pilihan. Dan kapankah kita memilih? Pilihan ujung hidup manusia ini ada pada masa SEKARANG; saat kita hidup.Dan yang memilih tidak bisa orang lain, kitalah sendiri yang akan memilih antara mati su’ul khotimah atau husnul khotimah.

Semua orang jika ditanya memilih yang mana pasti jawabannya INGIN mati HUSNUL KHOTIMAH. Setiap manusia pasti inginnya yang baik-baik. Tapi siapakah pembantah pertama atas jawaban itu? DIRI KITA SENDIRI. Coba mari dengan jujur kita tanya pada hati nurani, jangan-jangan kita termasuk pembantah keinginan husnul khotimah itu.

Kenapa bisa pembantah pertama adalah diri kita? Karena jika memang sungguh-sungguh ingin husnul khotimah jawab pertanyaan berikut ini setelah pertanyaan pertama tadi kita jawab (Maukah husnul khotimah? Mau)

Yaitu maukah kita mati sekarang? kontradiktif kan, padahal husnul khotimah itu syaratnya mati. Orang masih hidup ya ga bisa husnul khotimah. Bisa kita ibaratkan dengan ini, kamu mau saya beri uang 500 juta, mau. Mau saya beri sekarang, emm.. jangan sekarang. Lah, bagaimana. Katanya mau tapi kok ga mau sekarang. Kontradiktif.

Nah, kalau kita mau bukan berarti meminta orang untuk menyegerakan kematian itu. Semua serahkan kepada Allaah. Jawaban mau itu tadi harus dilihat latar belakangnya. Bukan mau mati karena patah hati atau dililit hutang. Tapi memang kita siap dijemput maut kapanpun.

Setelah jawaban kita betul-betul mau mati sekarang perlu uji lagi dengan pertanyaan selanjutnya : apa yang sudah kita siapkan untuk menyambut datangnya maut? Karena husnul khotimah syaratnya persiapan kematian kita harus cukup bekal.

Untuk mengujinya apakah bekal kita sudah cukup atau belum harus diajukan pertanyaan selanjutnya dan yang bertanya kali ini bukan manusia, Allaah ta’ala langsung yang mengajukan pertanyaan ini dalam surah At-Taqwir Faayyina tadzhabuun? “kemanakah kau akan pergi”.

Jika yang bertanya manusia, dengan pertanyaan itu mungkin kita bisa menjawab “mau ke pasar”, “mau ke kampus”, dsb. Tapi ini Allaah yang bertanya. Tidak ada jawaban yang tepat selain ilaahi anta maqsudi wa ridhoka matlubi. Allaah Engkaulah tujuan hidupku dan ridloMulah yang kucari.

Jika kita sudah menetapkan tujuan hidup kita adalah Allaah maka tawajjuhnya adalah kepada Allaah subhanahu wata’ala. Pertanyaannya sekarang bagaimana agar tawajjuh kita hanya kepada Allaah? Banyak orang yang lisannya berkata itu tapi tindakannya tidak begitu.

Jika tawajjuhnya hanya kepada Allaah dia tidak peduli pada peristiwa & kejadian yang terjadi pada manusia. Kewajiban kita untuk berbuat yang terbaik untuk menghadapi peristiwa & kejadian tersebut dengan ikhtiar terbaik. Namun hasilnya manis atau pahit, itu kita serahkan pada Allaah sepenuhnya.

Bagaimana agar tawajjuh selalu kepada Allaah :
1. Merenungi kematian yang tidak disangka-sangka, tidak diduga-duga, tiba-tiba.
Apalah jadinya jika ketika kematian terjadi kita masih berselimut lupa dan lalai. tentu tidak bisa menyambut kematian dengan senyum. Jika kita ingat kisah ibunda Yoyoh Yusro, bagaimana sms beliau beberapa hari sebelum meninggalnya. Beliau sedang merenungi bagaimana posisinya di akhirat. Apakah bisa berdampingan dengan para shahabiyah ra. Jadi bukan kematian yang tidak diduga-duga, tanpa persiapan.
Ya Allaah.. lindungi kami dari kematian yang tiada kami sangka

2. Merenungi peristiwa sakaratul maut.
Seperti kambing yang dikuliti dalam keadaan masih hidup itulah pengibaratan rasulullah akan proses kita menghadapi maut. Meskipun ada orang yang sakaratul mautnya sebentar namun ada juga yang bisa sampai 3 hari.
Ya Allaah ringankan kami dalam menghadapi pedihnya sakaratul maut.

3. Mengingat gelapnya alam kubur.
Bayangkan seandainya kita datang ke alam kubur dalam keadaan belum bertaubat

Bersambung..

# Baru separo

# Ringkasan Materi Kajian Rutin Pagi Hari (KRPH) FOSDA Masjid Mardliyyah Kamis, tanggal 05 Januari 2012. Bersama: Ust. Syatori Abdurrouf (pimpinan Ponpes Mahasiswi Darush Sholihat)
live via streaming http://www.radiokrph.blogspot.com/

Advertisements

11 thoughts on “Menjemput Kematian dengan Husnul Khotimah #1

  1. rivenskyatwinda said: Merinding.. ingat mati.. Maukah khusnul khatimah? MAUUUUUU Mbak..

    iya.. sama. pas dengerin kajian ini.. meleleh.. uji ke pertanyaan selanjutnya kalo mau.. =)

  2. hwwibntato said: betapa ingin mencapai husnul khatimah …betapa ingin, betapa ingin, betapa ingin …

    *nepok jidad.. syukron Bang koreksinya.. *langsung ganti teksnya jadi “husnul”iyaa.. sangaaat ingin.. persiapkan bekal sebaik2nya.. agar siap kapanpun..

  3. myyhere said: Kokkk, kok pas bangets yaa temanya, sama jurnal terakhirkuuu,,Makasih Mbak Jar

    eh? mosok? waaa.. berjodoh.. halah.. hehehesami2 my.. *meluncur ning jurnalmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s