Tentang Tegar

berbicara tentang tegar, di kbbi online (hehe n_nv) artinya :

1te·gar a 1 keras dan kering: tanah –; 2 keras kaku; tidak dapat dilenturkan: rotan yg kasar itu — , tetapi yg halus melentur; 3 ki tidak dapat diubah (pendiriannya, pendapatnya); tidak mau menurut; 4 tabah: kedua orang tua itu masih mencoba — kendati bencana itu merenggut ketiga putra-putri mereka;
hati keras hati; — pelupuk mata pemberani; — tengkuk keras kepala; tidak mau menurut;
me·ne·gar·kan v menjadikan (menyebabkan) tegar; mengeraskan: ia ~ hatinya;
ke·te·gar·an n kekerasan hati

entah apa maksud orang tua sosok yang ingin kubicarakan ini, mengapa memberinya nama : Tegar.
Seorang bocah, sekitar 7 tahun itu berlari gesit. Mondar-mandir di sekitar masjid. Sesekali melintasi tabir kain antara jama’ah puteri dan putera. Dan tentu saja membuatnya tersibak. Nakal, mungik itu istilah yang sering terdengar untuk menyebut tingkahnya. Tapi aku tak pernah menyebutnya begitu. Hiperaktif mungkin. hehe.

Aku dan Tegar bertemu sekitar 3 tahun lalu. Tak hanya Tegar, tapi juga bocah-bocah ‘unik’ lain yang main di sekitar masjid mardliyyah. Mereka ini sebagian besar adalah anak-anak penjual di kaki lima di sekitar Sardjito. Hehe. Jadi ‘wajar’ ketika mereka di mata banyak orang, sekedar anak-anak bandel dan nakal yang membuat gaduh masjid. Ah, bocah-bocah itu. Anak-anak yang sangat kusayangi. Mereka bertingkah seperti itu kulihat karena memang kurang mendapat perhatian orang tuanya. Dan juga yang mereka lihat sehari-hari adalah pergaulan orang-orang dewasa. Kata-kata umpatan khas PKL dan orang-orang yang biasa bekerja di jalanan menjadi hal yang biasa terdengar dari bibir mungil mereka.

Kembali ke sosok si Tegar, hehe. Sewaktu Placement Test serta Orientasi Kelas Ma’had Ad-Da’wah kemarin, yang mau tak mau aku harus ada di mardliyyah, muncullah bocah satu ini. Apa yang kusuka dari anak satu ini, binar di matanya. Suka sekali. Entah bagaimana menggambarkannya. Tapi aku sukaaa. hehe. Ada hal yang baru kusadari di momen kami waktu itu, ternyata di antara banyak mbak-mbak di mardliyyah, yang duluuuu ngajarin ngaji dia, eh.. dia cuma inget namaku. Hahaha.

Ada rasa seneng sekaligus gimana gitu tentang satu hal itu (diinget namanya). Karena dia itu kalo manggil nama ga mungkin pelan. wekeke.. “mbaaa fajaaaaaaaaaaaarr.. mbaaaa.. mbaaa fajaaaaaaaaaaaaarrr”. haghaghag. Dulu malah pernah, teriak dari masjid sisi tempat sholat putra, “mbaaaaaaaaa faaaaaaaaajaaaaaaaaaaarrr”. Glodak. Yang pada kenal aku pada ngakak. Doeng… hadeehh.. =)). Pernah juga mic buat adzan dia sabotase buat tereak-tereak. qiqiqi.

Nah, kemarin itu aku ampe ditanyain ama pengajar-pengajar tahsin. “ini adeknya Fajar, po?” hahaha. Bukaaan. Adekq ya sekolah lah, ini kan hari Sabtu. hihi. lha gimana ga dianggep adeknya, wong dia dari muter-muter di seputar masjid, trus ngelendot di punggungq. Ga cuma sekali dua kali. Qeqeqe.

Kalo orang-orang melihat bocah-bocah Mardliyyah ini, akan mengira mereka semacam anak jalanan, jangan mikir mereka pake baju rapi aroma wangi. Kagak pernah mau mereka pake sendal tuh. Setiap ketemu pertanyaanq selalu, udah mandi belom, pake bahasa Jawa pastinya.. haha. dan Tegar ini salah satu yang puaaaling susah diatur. Hiperaktif yang kulihat. Ga bisa diem dia tuh. Dan kalo udah ngamuk beuuh serem.. keras anaknya. Bener-bener deh ah.. hihi. Tapi selalu luluh melihat binar matanya *tsaaah.. ahaha
Cuma kemarin itu di tatsqif perdana bersama ustadz Sholihun dia masuk kelas, tau aku ada di dalam. beuuh.. Dan mulai lah bikin kegaduhan. hahaha.. Pake alat mainannya yang kalo dipencet bisa bunyi “sekarang mari kita belajar” wekekeke.. =))
Untung situasi dan kondisi bisa diamankan.. *halah.

Ya, anak-anak itu kalo sama Fajar masih bisa agak nurut lah. Tegar ini kalo udah aku yang bilangin sholat meski di awal “emooh, emooooh lah mbaaa” tapi akhirnya nurut juga. Ngambil ai wudhu dan sholat di tempat putra. Cara ngatasi “bocah2” unik itu kuncinya satu. Tunjukkan tegas & perhatian kita ke mereka, tapi bukan memanjakan. Bukan juga nurutin apa mau mereka. Bisa runyam semua. Yang kuamati mereka hanya kurang perhatian. Jadi, ketika kita memberikan perhatian saat mereka berkelakuan baik, maka mereka jika bersama kita mau baik. hehehe. Bukan fajar ga pernah marah, seriing malah. Tapi marahku diam. Sepertinya diamq lebih nyeremin daripada aku ngamuk2.. hahaha. Dengan diam mereka paham kalo hal yang mereka lakukan tidak benar. Dan setelah itu mereka minta maaf, mukaku kembali senyum dan kucoba jelasin sisi kesalahannya apa.

Jangan dibayangkan ‘kenakalan’ bocah ini biasa-biasa aja, mereka ngaku pernah mencuri. Kalo berantem satu sama lain tu bisa pukul-pukulan kepala dan umpat-umpatan yang tak pantas lah. Kadang tiba-tiba ngerusuh di sekre FOSDA. masuuk semua, qeqeqe..

Untuk Tegar, semoga seperti namamu, kau bisa menghadapi hidupmu yang keras dengan tegar.. semoga Allaah membimbingmu menjadi anak shalih. Kapan2 belajar baca lagi yuuk.. Ni bocah belum bisa baca. hehehe..

Selalu seneng kalo dari kejauhan dirimu memanggilku dengan teriakanmu “mbaaa fajaaaaaaaarr.. mbaaaa” ahahaha..

*fajar masih lum punya fotonya. hihi..

Advertisements

38 thoughts on “Tentang Tegar

  1. cawah said: dirimu gak boleh beli premium :D

    ngomong-ngomong sepertinya ini sudah jam malam untuk Fajar, ya?kalau sudah jam malam begini, suasana mp jadi sepi … he he he …

  2. hwwibntato said: ngomong-ngomong sepertinya ini sudah jam malam untuk Fajar, ya?kalau sudah jam malam begini, suasana mp jadi sepi … he he he …

    mb fajaarrrr g punya jam malam lah bang..namanya aja fajar…dia nongolnya kl pagi aja..hihihihi…

  3. dyasbaik said: kaaaaaaakkkk faaaaaaaaajaaaaaaaarrrrr!!!!ajarin aku juga, dong!

    dyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssss…. ajarin apaaaaaaa? =p nyabotase mic buat adzan? =))

  4. cawah said: asli ngakak kl tau dia mangggil2 “mbak fajarrrr :))….*nahhh ibu yg baik emg harus begitu *ehhh :P

    haghaghag… =)) keren pokokmen.. mesthi wong2 sing kenal aku dho mbatin.. =))aamiin.. *eh juga =p

  5. hwwibntato said: setegar fajar … he he he …*pertamax habis …

    hah? hahaha.. berrima.. ahahaha.. keknya bagus tu dibikin tulisan.. =))pertamax naiiikk.. hihih

  6. hwwibntato said: ngomong-ngomong sepertinya ini sudah jam malam untuk Fajar, ya?kalau sudah jam malam begini, suasana mp jadi sepi … he he he …

    ahahaha.. iyaaa.. selese nulisnya dah malem =Dhaiyaah.. bukane emang sepi.. kan ga ada suaranya.. haghagkecuali kalo ketemu tegar, bang.. qiqi

  7. yosimutiarni said: anaknya yang mana mbak? |yg juga| hobi nyatronin mushtek juga kan? masih inget sandalku diumpetin….

    sing kae lah yo.. kapan2 nek iso takjepret wis.. hehehe.. insyallaah..hooh.. cah2 iku sing mbiyen jajal rep di-tpa ni novi kae..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s