Fiqih Muwazanah (Pertimbangan)

Ini notulensi Kajian Khusus Muslimah (pesertanya) tapi muatannya buat umum. tentang Fiqh Aulawiyat (Fiqh Prioritas)
KAJUMPA AA (Kajian Jumat Pagi bersama Asma Amanina) di masjid mardliyyah
oleh Ustadz Sholihun.

Ini kajian bulan Desember tahun lalu dapet di group ini

Fiqih Muwazanah (Pertimbangan)

Hubungan antara fiqih aulawiyat dengan fiqih muwazanah:

muwazanah

aulawiyat

Pertimbangkan al maslahah wal madhoroh.

Terutama sebelum menentukan/memutuskan sesuatu yang besar. Diantara 10 permasalahn yang harus dihadapi, manakah yang mendekati kemaslahatan.

Jika kita tidak bisa meninggalkan bahaya, maka paling tidak kita harus meminimalkan bahaya. Mengurangi madhorot juga bentuk dari kemaslahatan

Proses yang harus dilewati:

1 Taqlil: mengurangi bahaya
2 Attarku: melakukan pembiaran (ketika tidak bisa memunculkan maslahat dan mengurangi madharat, maka biarkan saja)

Nasihatilah seseorang dengan tangan, jika tidak bisa dengan lisan, jika tidak bisa denga hati. (menasihati dengan hati/doa disini merupakan bentuk pembiaran).

Kisah Rasulullah ketika di thaif, beliau dilempari batu lalu ditawari oleh malaikat untuk menghancurkan masyarakat thaif. Namun rasulullah mencegah, biarkan saja bisa jadi suatu saat anak cucu mereka akan menjadi pendukung dakwah rasul.

Seseorang boleh melakukan sesuatu yang membahayakan untuk mendapat maslahat yang lebih besar. Melakukan bahaya yang ringan, untuk menghilangkan bahaya yang besar.

Contoh: amputasi.

Analisa ketika membuat pertimbangan tidak boleh berdasarkan dzon, tanpa melakukan analisis yang lebih teliti.

Fikih prioritas tidak akan terjadi sebelum seseorang melakukan proses pertimbangan. Maka seseorang tidak boleh mengambil keputusan hanya berdasarkan dugaan, tapi harus yakin atas apa yang ia lakukan. Jika suatu hari terjadi kesalahan, tidak mengapa, karena itu adalah kemaslahatan yang diambil saat itu.

“Tinggalkan apa yang meragukanmu dan pilihlah apa yang tidak meragukanmu”

Semuanya harus dilakukan berdasarkan ilmu.

Maka analisa yang dibutuhkan seseorang ada dua hal:

1. Bukti untuk mengambil keputusan bisa berdasarkan fakta dan data.

“Bagi yang menuduh, harus membawa bukti.Bagi yang tertuduh, harus bersumpah”

2. Mendahulukan menolak mudhorot daripada mencari maslahat.

Kita diperbolehkan memilih seseorang berdasarkan apa yang nampak, sedangkan yang tersembunyi itu bukan hak kita.

Ada kisah Ali bin abi tholib menghadapi orang munafik, dimana tiap munafik itu mau dibunuh, ia selalu bersyahadat. Namun setelah dibebaskan ia kembali membunuh orang islam. Lalu akhirnya Ali membunuh orang tsb. Lalu rasulullah marah pada Ali, karena membunuh orang yg mengucap syahadat. Pembelaan Ali adalah karena ia munafik, lalu Rasul bersabda:

“Apakah kau telah membelah dadanya?”

Ibroh:

-Jika itu dilakukan, maka Muhammad akan dituduh membunuh sahabatnya sendiri (orang yg mengucap syahadat), disini ikhtiar untuk mengurangi madharat.

Tetap dikatakan salah, ketika yang dhahir itu salah, walaupun hakikatnya benar. Dan tetap benar, ketika secara dhahir itu benar, walaupun hakikatnya salah.
Kita tidak boleh mencacci tuhan orang musyrik, karena mereka akan mecaci Tuhan kita.

QS. Al-An’am: 108:

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

#gambar dari sini

24 thoughts on “Fiqih Muwazanah (Pertimbangan)

  1. jampang said: saya pernah bikin file e-booknya tentang fiqih proritasnya yusuf qaradhawi dulu… plus artikel2 lain… waktu rajin2nya :)

    wa.. mau dunk pak.. hehehe.. mintaaaaa…. =)

  2. hwwibntato said: kayaknya ini singkat sekali, ya …seperti diringkas … he he he …

    huum….. padahal ga ada rekamane.. huaaaa.. ternyata lebih lengkapan fajar kalo nyatet dari ustadz sholihun. tapi sayang jum’at pagi ga bisa datang..

  3. buuukaaan Ga.. hihihi.. tapi sering dulu ‘mangkal’ di sana.. =))hehehe.. sering nginep (dulu) buat ikut kajiannya pernah i’tikaf di sana juga.. heee…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s