Langkah Pembebasan [Sheikh Syadi Abu Mukmin dari Palestina]



Baiklah.. ni request bumil canteq, si Anty, yang minta nulisin apa yang kudapat dari pesan yang disampaikan syeikh dari Palestin. =D


Bismillaah,
Mencoba menuliskan sedikit rangkuman apa yang disampaikan syeikh Syadi Abu Mukmin dari Palestina yang saat ini sedang berkunjung ke Jogja dalam rangkaian agenda KNRP ketika beliau memberi tausiyah di IC (Islamic Center) Seturan.
Mohon maaf kalo beneran rangkuman (ringkes banget) karena saya belum ngopy videonya. hehehe.. =D Seinget yang masih nyangkut di kepala n_nv biar ga bablas. Dan kalo ada yang keliru, bantu koreksi yak.. *mringis.

Senang sekali beliau dapat bertemu saudara-saudara Muslim di Indonesia yang bercita-cita untuk membebaskan Al-Aqsha. Karena Palestina adalah permasalahan aqidah.

Bagaimanapun jika kita melihat Yahudi menindas Palestina, menguasai Al-Aqsha, berawal dari mereka bertemu. Membuat Kongres Yahudi yang pertama di tahung 1897. Hasilnya adalah mereka ingin membuat negara Yahudi dalam 100 tahun. Dan itu bisa dicapai bahkan kurang dari 100 tahun, separuhnya.

Bukan berarti kita ingin meniru Yahudi, tapi bagaimana kita melihat bagaimana mereka sungguh-sungguh dalam mewujudkan apa yang mereka yakini. Dan mengawali tahap-tahap pewujudannya dengan bertemu.

Jadi umat Muslim jika ingin membebaskan Al-Aqsha juga harus bertemu.. bersatu.. menyatukan pikirannya untuk menjalankan tahap-tahap dalam mencapai tujuan itu.

Langkah-langkah yang harus kita tempuh dalam upaya membebaskan Palestina adalah :


1. Al-iman (keimanan)

kita harus meyakini apa itu al-quds, sejauh mana kedudukan al-quds.
sudahkah kita benar-benar yakin akan apa yang telah disampaikan Allaah dan RasulNya mengenai Al-Quds.. tanah yang diberkahi.

Pertanyakan lagi kepada diri kita dan yakinkan diri kita. pertanyaan-pertanyaan ini,

1) Apakah permasalahan ini penting bagi saya?
2) Sejauh mana yang bisa saya berikan?
3) Sampai di mana (sampai dalam batas mana) yang bisa dilakukan?

Lagi-lagi yakinkan diri kita bahwa ini adalah tentang aqidah.

Akan ada pertanyaan-pertanyaan semacam ini “Ngapain jauh-jauh Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina, toh di sekitarnya masih banyak orang Muslim, di sekitarnya masih banyak negara-negara Islam. Ngapain yang jaraknya begitu jauh di Indonesia harus memikirkan Palestina”
> Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang datang dari syaithon.


2. Al-Fahmu (kepahaman)
Tahap kedua setelah al-iman adalah al-fahmu.. Kepahaman, pengetahuan menyeluruh tentang Palestina. Di dapat dari mana kepahaman itu? Dari nash-nash yang terdapat dalam quran dan hadits rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam. Pahami dengan benar mengenai Masjidil Aqsha dan tanah di sekitarnya yang diberkahi yaitu Palestina.

Perangi Yahudi dengan aqidah!

Bahkan mereka saja memerangi umat Muslim, merebut tanah Palestina itu dengan aqidah.
Mereka menanamkan aqidah tentang gambaran sinagog (kuil) Sulaiman yang ingin mereka bangun di masjidil Aqsha dalam setiap rumah, ditanamkan pada anak-anak mereka. Hiasan dinding bergambar sinagog, hiasan meja berbentuk sinagog itu.. Mereka menanamkan hal itu ke benak anak-anak mereka, keluarga mereka.
Lalu bagaimana kita tidak memerangi mereka dengan aqidah!

3. Ihtimam (perhatian, kepedulian) dan 4. Mutaba’ah (update kabar terbaru)
bagaimana perhatian, kepedulian kita terhadap kondisi Palestina, Masjidil Aqsha. Lalu bagaimana kita mencari terus berita terbaru dari apa yang terjadi di sana sebagai wujud kepedulian itu.

Dua hal inilah yang bisa menyemangati kita untuk terus berlanjut dalam perjuangan ini.
Terus-menerus, berkelanjutan.
Apakah kita tahu bahwa 4 hari yang lalu, baru saja AL-Aqsha diserbu pasukan Zionis dan 7 orang syahid dalam kejadian itu. Seharusnya kita tahu kabar-kabar ini tiap harinya, tiap waktu.

Kita bisa belajar dari kisah 2 tokoh luar biasa dalam pembebasan baitul maqdis.

yang pertama Kisah Shalahuddin Al-Ayyubi

siapakah dia? Tahukah kita siapa dia?
Dialah yang membebaskan Al-Aqsha pada bulan Rajab 583 Hijriah

Tapi bagaimana prosesnya membebaskan Al-Aqsha ini?

Jarak antara Damaskus-Palestina jika berjalan antara sehari semalam. Dan jika sekarang naik pesawat hanya sekitar 1,5 jam.
Tapi apakah dia langsung menyerang tentara salib ke Al-Aqsha?
ternyata tidak.
Lama peperangan dari ketika berangkat hingga pembebasan itu adalah 18 tahun. Bayangkan.

Apa yang ia lakukan?

Sebelumnya ia menyatukan negeri-negeri di sekitarnya untuk bersama-sama membebaskan Al-Quds.
Delapan belas tahun peperangan bukan waktu yang sebentar. jika bukan karena iman, al-fahmu, ihtimam dan mutaba’ah pasti akan berguguran, tidak bisa berkelanjutan.
Seluruh pasukannya harus memiliki pemahaman yang sama akan tujuan dari perjuangan pembebasan Al-Quds itu.

Dan siapakah pemimpin pembebasan ini? Shalahuddin Al-Ayyubi memang panglima perangnya tetapi pemimpinnya adalah Sultan Nuruddin Zanki.

Inilah tokoh kedua, Nuruddin Zanki.
Apa yang sultan Nuruddin Zanki lakukan untuk membebaskan Al-Aqsha?

Dia mentarbiyah generasi di negerinya. Membentuk generasi tahfidzul quran, generasi penghafal quran. *plaaaaak
Dia mengokohkan aqidah dan kecintaan terhadap Baitul Maqdis. Dia mengajak penduduk negerinya untuk bangun malam qiyam, memohon kepada Allaah untuk membebaskan Al-Aqsha. Bahkan dengan memukul-mukul bedug agar bangun malam.

Dan sang sultan ini tidak pernah tertawa. ketika ditanya orang mengapa dia tidak tertawa. Jawabnya bahwa bagaimana ia bisa tertawa padahal Baitul Maqdis masih di genggaman tentara salib. *jleb.
Begitulah ihtimamnya sang Nuruddin Zanki terhadap Palestina.

Dan ketika pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi dikepung oleh pasukan musuh selama 40 hari, ada kabar baik yang Allaah turunkan melalui mimpi yang dialami oleh qadhi di Damaskus. Sang Qadhi ini mimpi bertemu rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam.

Ia diminta rasulullah dalam mimpi itu untuk menyampaikan perintah bahwa ia diminta untuk tertawa karena pasukan pembebas Al-Aqsha akan menang. Tapi sang qadhi menjawab “aku pasti akan dipenggal kepalanya jika menyampaikan pesan itu sekarang”. Ternyata hari berikutnya sang qadhi bermimpi yang sama. Hingga hari ketiga, mimpi yang sama tapi ada tambahannya bahwa sebagai tanda kabar ini benar alamatnya adalah “anjing”.
[waktu itu ustadz Khudori yang menterjemahkan pun sedikit kurang yakin dengan apa yang didengar jadi meminta sang syeikh untuk mengulangi pesan di mimpi ketiga ini.. lha aneh banget kan.. tanda kebenaran pesan ini adalah anjing. hohoho]

Dan akhirnya diberanikanlah sang qodhi Damaskus ini menghadap sultan untuk menyampaikan pesan dari mimpinya bertemu rasulullaah bahwa sang sultan diminta utuk tertawa akan berita gembira kemenangan pasukan pembebas al-Quds. Seketika itu Nuruddin Zanki menghunus pedangnya [jegleeer…hoaaaaaaaa.. ngeriiiii.. hehehe]

Tapi sang qodhi meminta tunggu dulu masih ada pesan lanjutan,tentang bukti kebenaran pesan ini alamatnya adalah anjing. Seketika itu Nuruddin Zanki sujud syukur bersyukur pada Allaah dan tertawa.

Lho koq bisa? nah, Nuruddin Zanki menjelaskan kepada sang Qadhi suatu rahasia. Bahwa setiap malam ia tidak tidur, naik ke bukit dan menjalankan shalat malam di sana. Bahkan menyatakan dirinya itu “anjing” di hadapan Allaah. Merendahkan dirinya di hadapan Allaah dengan menyebut diri sendiri Nuruddin Kalb, Nuruddin Kalb. Bentuk tawadhu’nya bahwa perjuangannya membebaskan Al-Aqsha bukan karena ingin dihargai sebagai pahlawan. Dia hanyalah hamba yang hina di hadapan Rabbnya. Segala kuasa untuk membebaskan Al-Aqsha hanyalah milik Allaah ta’ala. Dan tidak ada seorang pun tahu tentang hal ini, ini adalah rahasia antara Nuruddin Zanki dengan Allaah saja. Maasyaa Allaah..


Dan ada kisah juga bahwa sebelum melepas pasukan yang dipimpin Shalahuddin Al-Ayyubi ini pergi berperang Nuruddin Zanki memerintahkan tukang kayu di sana untuk membuat mimbar, tanpa lem tanpa kayu dan diletakkan di atas gerobak. Perintahnya jelas untuk semua pasukan. Letakkan mimbar ini di Al-Aqsha!

Sepanjang peperangan demi peperangan selama 18 tahun itu, pasukan itu membawa mimbar itu bersama mereka hingga benar-benar pada bulan Rajab 583 H, bisa diletakkan di al-Aqsha..
[*merinding T_T]

Langkah kelima dan keenam dalam pembebasan Al-Aqsha adalah dengan perencanaan yang matang dan melakukan apa yang sudah direncanakan itu dengan sebaik-baiknya..

Seperti apa yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi beserta pasukannya, dan sultan Nuruddin Zanki. merencanakan tahap-tahap pembebasan.. Ya tentu saja dari mentarbiyah generasi di negeri kita, mencetak generasi tahfidzul quran, memperbaiki aqidah dan kepahaman, menyatukan umat, dan seterusnya…

Semoga Allaah subhanahu wata’ala memberikan kita kekuatan untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan semoga Allaah memberkahi antum..
—————————————————————————————–

Lalu tanya jawab.. hehe
yang penanya pertama fajar ga denger apa pertanyaan dan jawabannya. Ga begitu jelas.. maaf.. n_nv

trus kedua
Awalnya fajar menyampaikan salam dari yang nitip salam.. hihihi
lalu Syeikh Syadi mendo’akan jazaakumullaahu khoiron

pertanyaan pertama
bagaimana dengan keadaan umat muslim sekarang yang justru tingkah lakunya seperti Yahudi?

jawaban beliau : Kita memang menyayangkan dengan kondisi Umat Islam saat ini yang begitu jauh dari Islam, akan tetapi jangan khawatir. Pasti akan ada yang memperjuangkan kebenaran, meski sedikit. Dulu di Madinah ketika zaman rasulullaah juga tidak semuanya baik. ada yang munafik, ada yahudi, dsb.. Jadi kita tak perlu risau dan semoga kita berada dalam barisan yang membela Al-Aqsha itu

pertanyaan kedua
bagaimana dengan pernyataan bahwa ya jihad membebaskan palestina itu hanya dengan qital lalu kemudian gerakan seperti GMJ i
tu tidak berarti bagi pembebasan Al-Aqsha?


jawaban beliau
: Tidak ada yang mewajibkan anti (maksudnya nunjuk saya) untuk saat ini berada di Al-Aqsha bahkan haram karena masih diduduki oleh Yahudi. Serahkan tugas itu pada mujahidin Palestina. Tugas yang disini adalah mendo’akan dan membantu dengan apa yang bisa, dana, pikiran, menyampaikan tentang Palestina, dsb.


Dan tentang Global March ti Jerusalem itu, begitu banyak orang berkumpul di Yordania waktu itu menyatakan pada dunia bahwa “Kami tidak akan pernah meninggalkan Al-Quds”. Dan itu sangat penting.


pertanyaan ketiga
bagaimana dampak kemenangan DR. Muhammad Mursy yang terjadi di Palestina, apakah pasukan Zionis semakin gencar menyerang?

jawaban beliau
: Kita harus sama-sama berdo’a agar DR. Muhammad Mursy benar-benar bisa menjadi presiden mesir, karena KPU-nya Mesir menunda pengumuman hasil pemilu yang harusnya hari ini ditunda dua hari. Itu menandakan bahwa ada apa-apanya. Dan menandakan betapa Zionis dengan segenap upaya menutup segala yang bercita-cita membebaskan Al-Aqsha. Segala cara akan dilakukan agar tak terancam.


Ya kita, sama-sama mendo’akan.. kalo sampai DR. Muhammad Mursy tidak membuka perbatasan maka kita sama-sama yang akan menurunkannya.. [yang hadir pun ketawa.. qeqeqe]


______________________________________________________________________________

wallaahu a’lam bish shawwab.. insyaAllaah setelah dapat rekaman videonya akan fajar perbaiki kalo ada yang kurang dan keliru di banyak hal.. =D
karena ini yang masih terekam di otak dan hati (*tsaah) saat itu. Belum ngumpul semua ingatannya =D

Di situ fajar entah berapa kali meneteskan air mata.. hoaaaaaa.. karena sungguh merasa malu.. malu.. dan malu.. benar-benar malu dan tertampar. he.. kalian tahu kan, fajar cengeng kalo urusan satu ini.. =D

Alasan fajar menanyakan pertanyaan kedua.. karena ada yang dulu pernah memiliki anggapan bahwa GMJ itu bukan cara membebaskan Al-Aqsha, itu sia-sia, membebaskan Al-Aqsha ya dengan jihad. Perangi Yahudi Zionis. Lalu alasan fajar bertanya pertanyaan ketiga. Dalam taujih sang syeikh berkali-kali menyebut kata “tahrir” >> maksudnya pembebasan Al-Aqsha.. hehe.. tapi entah kenapa ingatan langsung melayang ke Mesir, lapangan Tahrir yang masih bergolak. hihihi =D
*mrenges..

Oiyaaa……. yang Tarhib Ramadhan di Darush Shalihat [bersama sang Syeikh Syadi Abu Mukmin juga] belum fajar tulis.. bentar yaa.. mengumpulkan ingatan dulu.. hehehe.. =D
insyaAllaah menyusul…

gambar nyomot dari fbnya Van tanpa izin.. n_nv [semoga ga dimarahin sama yang punya] habisnyaa ga ada yang posting jepretan2nya.. hohoho.. ato fajar yang ga nemu ya.. peace ah =D

Advertisements

Brankas Memori

Yanu pernah menulis di sini tentang memori :


”Sebuah kisah masa lalu hadir di benakku.. saat ku lihat surau itu menyibak lembaran masa yang indah.. bersama sahabatku..”

-Edcoustic, Sepotong Episode-


Memori manusia itu unik, khususnya –setidaknya saya- mereka yang bergolongan darah O. Lupa? Agaknya sudah biasa, sampai kadang memarahi diri sendiri karenanya. Memori milik saya khususnya, aneh. Lupa? Itu seperti hobi, sampai-sampai hati sering menangis, kenapa harus lupa terhadap hal-hal sepenting itu. Tapi ada yang berbeda. Memori saya seperti berkunci. Apa-apa yang pernah terekam akan terus tersimpan namun seperti terpendam. Kalau-kalau satu waktu ada pemicunya, seluruh rekaman itu terputar ulang seperti film yang ada di kotak-kotak televisi.

Pemicu itu bisa apa saja, bisa kata, suara, bisa juga foto. Seringnya kata-kata. Walaupun juga sering pemicu itu muncul, tak seluruh film memori itu terputar, hanya sebagian, atau malahan yang terputar bukan film memori yang tepat (loh).

_________________________________________________________________________

Mungkin karena sama-sama punya golongan darah O, atau punya karakter yang cukup mirip (entahlah) tapi saya juga merasakan hal yang sama tentang memori seperti penggalan tulisan yang saya kutip milik Yanu di atas.

Pernah mendengar suatu kalimat berbunyi

“Sejatinya bukan nama, tanggal, tempat, atau kata-kata yang membuat kita begitu lama menyimpan sebuah memori tetapi ‘rasa’. Perasaan bahagia, perasaan sedih sekalipun atau apapun yang membuat sebuah kenangan itu begitu istimewa bagi kita sehingga ada terus dalam ingatan.”


Ya, mungkin kalimat itu ada benarnya. Bahwa sejatinya belum tentu dengan siapa, atau berada di mana atau di tanggal berapa tapi apa yang kita rasakan saat itu menjadikan sebuah memori begitu tersimpan rapi dalam brankas memori. Bisa selalu kita ingat, atau harus ada pemicu untuk kita memutar kembali rekaman-remakan peristiwa yang pernah kita alami.

Bisa jadi pula di area brankas itu, kita punya kemampuan untuk memilih dan memilah mana ingatan yang masih akan kita simpan atau tidak. Meski kadang tak bisa memilih. Sesuatu yang ingin sekali kita lupakan justru tergambar jelas dalam ingatan kita, namun yang ingin kita ingat-ingat meski dengan berbagai cara tetap tidak bisa memunculkan kembali ingatan itu.

Bagaimanapun, semua itu selayaknya kita syukuri sebagai nikmat dari Allah bagi kita. Karena jika kita mau sedikit saja bersyukur atas begitu banyak nikmatNya, maka akan begitu banyak hikmah yang bisa kita temukan dari ingat atau lupanya diri kita terhadap sesuatu atau banyak hal.



#dan aku, sedang berupaya mencari hikmah ingatan ini.

gambar dari sini

Mengukir Prasasti Kehidupan


perlahan ia menari
mengguratkan lengkung, garis dan titik
bagai konduktor mengalun tongkat pimpin orkestra
namun tanpa suara

lincah bulatan di ujungnya menggelinding
mempertemukan dua rupa
menjadi satu harmoni
indah penuh makna

antara hitam pekat dan cairnya tinta
dengan putih lembut dan keringnya carik kertas

mengabadikan kisah
mengukuhkan sejarah

bukan sekedar kata-kata biasa
tapi sabda milik kekasih yang mulia

*keinget kalo bapak nulis tulisan Arab pake pulpen tebel, bagus.. belum pernah bisa niru.. hihihi

Kalo ga salah inget Imam Bukhari tu saat akan menuliskan sebuah hadits dalam bukunya, beliau rahimahullaah mandi lalu sholat dua raka’at dulu. Sebuah penghormatan besar pada rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam atas sabdanya. Padahal dalam kitab shahihnya ribuan hadits shahih yang telah beliau susun. Sebuah karya luar biasa yang terus hidup dan bisa kita nikmati hingga kini hasil perjuangannya.

Dalam hal ini jika boleh mengistilahkan bahwa “menulis itu bagai mengukir prasasti kehidupan” =D

semoga bisa menjadi prasasti yang berisi kebenaran, bukan sebaliknya =)

#oiya, puisi di atas noh.. terinspirasi dari ngeliatin tu pulpen yang takbawa kemana-mana tapi dah lama ga bisa dipake gara-gara ga nemu isi ulangnya.. hahaha..
#iseng amat yak ni puisi hahaha.. yang ngasi pulpen juga iseng.. =))

Mengirap

tetiba atau perlahan
bekas tapak sosok-sosok yang hadir
di pasir pantai lembar buku harian hidupmu
kan mengirap tersapu ombak takdir

sedekat seakrab apapun
satu per satu raib tanpa sisa
bahkan menorehkan permusuhan

kecuali mereka…
yang bersahabat karenaNya

T_T
*tertampar

*puisi 10 menit-an
*mendadak keinget qnnya mba Dhesta Pangastiwi di sini

“Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS Az Zukhruf : 67)
Ibnu Katsir mengatakan : “Seluruh persaudaraan dan persahabatan yang bukan karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.”

gambar dari sini

Pantang Bosen? *eh =D

Hari Ahad yang lalu cowokq a.k.a adikq yang paling ganteng sedunia (dia sendiri yang suka narsis) bawa pulang sepeda dari kos-annya di deket SMA ke rumah. Dinaikin Jogja (Wirobrajan) – Magelang by bike. hahaha.. Tebak berapa lama perjalanan?
hihihi..

2,5 jam saudara2. Ya, 43 KM rute jalan dominan nanjak hanya ditempuh dalam 2,5 jam. Ni anak gila bener deh ah, tenaganya.. Sebelum nyampe rumah dia nelpon adikq yang kecil (yang operatornya sama haghag) buat minta tolong bikinin es jeruk.. =)) adekq cowok ni suka banget ma es jeruk.. Nah.. sampe rumah habis dah tu es jeruk 2 gelas ditenggak habis olehnya. hihihi.

Seperti biasa pas kami berlima (bapak ibu aku dan dua adikq) ngumpul trus ngubrul dibahaslah perjalanan nyepeda adikq pagi tadi. Hahaha.. “Cepeeet bangeet itu” komentar-komentar kami. Dan dia cerita lah gimana serunya perjalanan kali itu. Adikq emang kalo nyepeda jauh gitu ga biasa berhenti kalo capek. Secapek-capeknya paling trus tu sepeda dituntun tapi tetep jalan kaki. Bapak nyeletuk, wah kalo aku dah berenti cari jajan makan minum di jalan. Haghaghag. Trus adikq ngelanjutin lagi ceritanya.. rasane panaaass hauus banget makanya pulang langsung minum 2 gelas es jeruk. hihihi. Apalagi dia ga bawa minum plus ga bawa uang sepeser pun (kebiasaaan banget ni anak kelupaan bawa apa2 hhhaaaahhh parah emang). Tambah dia sempet jatuh jadi oleh-oleh celana bolong kena darah plus lutut luka yang kedua kalinya sebelahan ma luka jatuh dari motornya. ekeke.. kena lagi tu lutut.

Ada yang menarik dari ceritanya selain kemenarikan kecepatan “terbang”nya. haha. Yaitu saat dia bilang bahwa setiap kali dia ngerasa sangat capek ingin menyerah dia melawan rasa ingin menyerah itu. Aku bisa Ya Allaah.. Aku bisa sampe.. bisa Ya Allaah, insyaAllaah. Terus begitu ndremimil di jalan. Ga bosen bosen. Hihihi. Dia seolah berusaha melawan batas dalam dirinya yang meyatakan kamu ga kuat, berhenti saja di sini, kamu udah capek. Dan dia berhasil, mencapai tujuan dan dapet es jeruk.. hahaha.

Oya satu lagi celetukannya di obrolan berlima kami yang bikin aku merenung, “baru nyepeda kayak tadi ada kerasa paaaanaaasnya begitu, haaaauuussnyaaa bangeeet, gimana kalo di padang Mahsyar ya?” *plaaaaaaaaaaak.. berasa tertampar waktu itu..
“Huum ngeri ya Ik ya, ini matahari belum dideketke sampe setinggi 1 mil, keringet-e njuk kaya apa pas itu ya.. ada yang selutut ada yang ampe telinga.. T_T ” *spicles.

Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa jika kita mau mencarinya dan menemukannya, bukan? hehehe.. =D
Bahakan dari celetukan-celetukan obrolan ringan, dari peristiwa-peristiwa kecil yang dialami orang lain, selalu membuat kita belajar, jika kita mau.
Bukankah setiap kita itu adalah murid, meski tak semua kita adalah pembelajar.
Karena kehidupan adalah guru yang begitu berharga jika kita menghargai dengan sebaik-baiknya. *sotoy deh ah..

*jadi inget maut lagi.. =)

Telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Musa Abu Shalih telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamzah dari Abdurrahman bin Jabir telah menceritakan kepadaku Sulaim bin Amir telah menceritakan kepadaku Al Miqdad bin Al Aswad berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: ” Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil -berkata Sulaim bin Amir: Demi Allah, aku tidak tahu apakah beliau memaksudkan jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat.” Al Miqdad berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menunjuk dengan tangan ke mulut beliau.
[Sumber : Shahih Muslim, Kitab : Surga; sifat dan penghuninya, Bab : Sifat hari kiamat, No. Hadist : 5108]

#iya fajar, kamu ga boleh bosen.. pegang kuat prinsip itu sampe tujuan.. meski di jalan jatoh dan berdarah, luka. Meski bertemu persimpangan-persimpangan beracun. Jangan bosan melangkah. Jangan lelah menjadi dirimu sendiri yang terus ingin memperbaiki diri. Yang memintamu berhenti di perjalanan, bisa jadi itu hanya godaan fatamorgana yang ingin menggoyahkan komitmenmu. Terus pegang kuat sampai beroleh “es jeruk” di tempat tujuan. Rasanya pasti begitu manis.

*menasihati diri sendiri ketika rasa bosan itu mulai melanda..
*dasar gampang bosenan =))

gambar dari sini

Rohingya Memanggil! #repost

*karena banyak yang pada belum tau jadi repost lagi.. *yang udah baca maaph.. n_nv

braaaak…. aaaarrrgggh..!
bebaris kalimat itu seolah mengoyak dadaku
perih
bagian tubuh kita yang lain kini tengah meregang nyawa

tak cukup genosida Palestina
tak terkira duka Suriah
saat ini tak jauh dari kita Rohingya dibumihanguskan
ya, Myanmar-Burma. Asia Tenggara. dekat, sangat dekat.

hey!
kau bilang menegakkan kalimat Allah di bumiNya?
hey!
kau bilang semua tempat adalah tanah airmu ketika Laailahaillallaah diagungkan?

lalu ini apa?
kita hanya bisa gagu
saudara macam apa kita?!
aarrghh..

kita masih asyik dengan dunia
ketika dua puluh kampung Muslim di Rohingya dibakar habis oleh mereka
kita masih asyik dengan dunia
ketika tiga masjid luluh lantak dihancurkan mereka
kita masih asyik dengan dunia
lima ratus tujuh ratus jiwa saudara seaqidah kita dibunuh dan dibakar hidup-hidup
kita masih asyik dengan dunia
ketika target besar mereka ‘membersihkan’ suku Muslim Rohingya tanpa sisa

perlu berapa ratus nyawa lagi harus dibantai untuk membuka mata kita?
perlu berapa ribu liter darah lagi harus mengucur untuk menyadarkan kita?
perlu berapa juta jengkal tanah lagi yang harus terampas untuk menampar kita?

ini bukan waktunya bungkam!

apa yang akan kita jawab di hadapanNya kelak ketika ditanya
“pembelaan apa yang telah kau buat untuk saudaramu?”

_di tengah duka mendalam atas tragedi di Rohingya_


*membaca lagi dan lagi kultwit ustadz Herry Nurdi di sini benar-benar menyesakkan dada ini. T_T

*bentar qcpoy-in di jurnal ini tapi sik.. lemot..

*tadinya mau ngejurnal yang lain tapi bener-bener ga konsen keingetan berita ini terus

gambar Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters) dari sini


1/ Selamat pagi, mohon maaf jika pagi ini memberi kabar sedih. Dini hari tadi baru di beri kabar pilu oleh saudara2 di Rohingya

2/ Jadi, selain Suriah ada pembantaian lain yg lebih dekat dengan kita, yakni di Myanmar-Burma. Demokrasi yg dimenangkan Suu Kyi ternyata…

3/ Tidak menyentuh keadilan dan menghentikan kezaliman yang menimpa saudara-saudara Muslim kita di Rohingya.

4/ Semalam kelompok Rakhine menyerang lebih 20 kampung Muslim di Rohingya seluruh kampung dibakar habis oleh mereka.

5/ Tiga masjid lulun lantak termasuk yang menjadi target dimusnahkan. Komunitas ASEAN harus melakukan sesuatu, terutama Muslim

6/ US dan Inggris, jika tentang Suu Kyi dan kebebasan demokrasi semangat menekan Burma, kalau tentang Rohingya kok diam saja?

7/ Mesti kabarnya belum pasti, ada 500-700 org d bunuh dn ada d bakar hidup dalam beberapa hari terakhir. Ayo lakukan sesuatu!

8/ Sepertinya target besarnya adalah cleansing muslim ethnic Rohingya di Myanmar-Burma kian menjadi-jadi.

9/ Muslim Rohingya beberapa tahu lalu, sampai melarikan diri berkapal-kapal penuh, terdampar di Aceh dan disambut sepenuh hati, wajahnya sama!

10/ Sdh benerapa dekade ini mereka mengalami penindasan sedemikian rupa. Bahkan sampai tak diberi hak memegang paspor! Soal hidup, jangan tanya

11/ Rohingya, dulu adalah kesultanan Islam yg berdaulat, kini wilayahnya masuk daam teritori Burma. Ditindas-bantai oleh rezim Junta Militernya!

12/ Awal tahun ini saya berjumpa dengan para pejuanh Burma, mereka meminta Indonesia sebagai saudara tua di ASEAN memikirkan nasibnya

13/ Lebih dari ASEAN, kita adalah saudara Muslimnya, tanggungjawab kita akan ditanya, telah membiarkan saudara dianiaya

14/ Apakah mungkin lepas-ba’da shalat Jumat ini kita buat perhimpunan untuk membela Rohingya dan mengirim pesan pd Burma bahwa kita siaga?

15/ Ttg rohingya ada ditulis di republika hari ini, tapi saya pasti, beritanya copy paste dari media barat tdk mencari berita sendiri

16/ bismillah, saya akan sedikit twit kabar dari rohingya, baru masuk agak terstruktur, meski tidak lengkap benar. semoga membantu dan bisa aksi

17/ tersiar kabar bahwa seorang perempuan dari suku Rakhine yang masyoritas beragama Budha telah mengalami pelecehan ****ual oleh warga Rohingya

18/ tidak jelas benar kabar ini, siapa korbannya, atau siapa pelakunya, tidak ada yang bisa diklarifikasi, semua sumir, tp kabar sudah menyebar

19/ pada 3 Juni 2012, penyerbuan pertama terjadi di perkampungan Muslim di wilayah Taunggote, 10 orang warga Muslim Rohingya tewas

20/ warga Rakhine atas kabar perkosaan tadi melakukan pembalasan dan penyerangan secara massal kepada kampung dan komunitas Muslim di Rohingya

21/ termasuk penyerangan sebuah Bus di wilayah Tongu yang mengangkut romonbongan jamaah tabligh menuju Rangoon, di serang oleh etnis Rakhine

22/ Dua kampung Sara Prang dan Tarang Shong di daerah Rathidong dibakar habis, rata dengan tanah, penduduknya tidak tersisa. kabar memilukan!

23/ lalu penyerangan lebih masih dan sporadis kian meluas, termasuk menyerang ibukota Arakan di wilayah Akyap, dan korban makin banyak bjatuhan

24/ di seluruh wilayah Arakan, komunitas Muslim Rohingya menjadi target sasaran etnis Rakhine yang digerakkan oleh sentimen rasis dan kemarahan

25/ maka bertambahlah korban, selain krn kelompok Rakhine, polisi dan militer juga menembak komunitas Muslim Rohingya, beberapa tewas

26/ banyak yang tewas, ramai yang terluka, sementara yang selamat menyelamatkan diri ke berbagai penjuru wilayah Arakan

27/ ada polisi dan militer yang turun mengamankan, tapi sayangnya tidak fair dan menjadiman Muslim Rohingya sebagai sasaran juga.

28/ di wilayah Maungdaw, memang belum bisa diklarifikasi, tapi kabar yang smp ke saya jumlahnya ratusan korban jiwa, muslim minoritas Rohingya

29/ berdasarkan Kaladan Press Network ada 100 orang Muslim tewas dan 500 orang lainnya terluka, berat, ringan, tua, muda, perempuan & anak-anak

30/ jenazah mereka diangkut dan dibawah oleh militer dan kepolisian, tidak di serahkan kepada keluarga, dan tidak ada yang berani untuk membela

31/ karena itu pula tidak ada yang bisa memastikan berapa banyak korban yang telah meninggal dan berapa yang masih hilang.

32/ sementara yang terluka, tidak diizinkan untuk mendapatkan perawatan di Arakan Hospital, maka mereka merawat diri dengan keadaan darurat

33/ saat ini keadaan darurat diberlakukan di seluruh wilayah Arakan, tapi anehnya, polisi&militer diam saat kelompok Rakhine melakukan serangan

34/ Pihak penguasa telah memberlakukan AKta 144 yang melarang mobilisasi dan pengerahan massa, serta membatas pergerakan penduduk…

35/ tapi sayangnya, Akta 144 seperti tidak berlaku untuk masyarakat Rakhine yang melakukan serangan kepada Muslim Minoritas Rohingya di Arakan

36/ kelompok etnis Rakhine terus melakukan pembakaran rumah, perusakan dan penodaan masjid, merampok harta benda dalam Akta Darurat

37/ saat berita ini saya terima, sebuah masjid dan banyak rumah di perkampungan Samamia Para di kawasan Myothu Gi, hancur, luluh lantak dibakar!

38/ 9 Juni 2012 perkampungan di Hazmia Para rata dengan tanah, dibakar tanpa belas kasih dan tak menyisakan kehidupan di sana

39/ dan yang terbaru, 10 Juni 2012, dua perkampungan terbesar yang dihuni Muslim, di serang secara brutal oleh kelompok rasis. Allahumanshur…

40/ Kampung Warlispara dan Saki Para dua kampung paling ramai umat Islam Rohingya, madrasah, sekolah, masjid, tak tersisah, habis sudah!

41/ hp dan signal hanya ada di perbatasan bangladesh saja, di Maungdaw sedikit, sisanya menjadi blank spot. Arakan dibantai! Allahuma salimna

42/ semua media dilarang masuk ke Arakan, semua rekaman digeledah dan di sita, video dari hp dan komunikasi lainnya diputus utk mencegah infonya

43/ kita harus melakukan sesuatu, sebagai saudara Muslim di Indonesia. begitu juga komunitas agama lain, karena ini sudah

44/ harus ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan kekerasan dan pembantaian ini. MUI, Dewan Dakwah, FUI, FSLDK, BEM, Sebarkan!

45/ berita yang sampai di media ttg Rohingya, contohnya yang ditulis republika hari ini, tidak cukup detil dan akurat, hanya permukaannya saja

46/ para asatidz, guru, motivator dan tokoh muslim yang follwernya banyak tolong bantu sebarkan juga berita tentang Muslim Rohingya

47/ tidak harus percaya saya twit saya, tapi jangan juga diam, dan cari informasi yang lebih detil lagi jika memungkinkan, lakukan sesuatu!

48/ ada yang bisa bantu chripstory twit Rohingya barusan? supaya bisa menyebarkannya dengan mudah. semoga Allah memberikan balasan terbaik

kalo mo komen di sini aja >> Rohingya Memanggil!

Rohingya Memanggil!

braaaak…. aaaarrrgggh..!
bebaris kalimat itu seolah mengoyak dadaku
perih
bagian tubuh kita yang lain kini tengah meregang nyawa

tak cukup genosida Palestina
tak terkira duka Suriah
saat ini tak jauh dari kita Rohingya dibumihanguskan
ya, Myanmar-Burma. Asia Tenggara. dekat, sangat dekat.

hey!
kau bilang menegakkan kalimat Allah di bumiNya?
hey!
kau bilang semua tempat adalah tanah airmu ketika Laailahaillallaah diagungkan?

lalu ini apa?
kita hanya bisa gagu
saudara macam apa kita?!
aarrghh..

kita masih asyik dengan dunia
ketika dua puluh kampung Muslim di Rohingya dibakar habis oleh mereka
kita masih asyik dengan dunia
ketika tiga masjid luluh lantak dihancurkan mereka
kita masih asyik dengan dunia
lima ratus tujuh ratus jiwa saudara seaqidah kita dibunuh dan dibakar hidup-hidup
kita masih asyik dengan dunia
ketika target besar mereka ‘membersihkan’ suku Muslim Rohingya tanpa sisa

perlu berapa ratus nyawa lagi harus dibantai untuk membuka mata kita?
perlu berapa ribu liter darah lagi harus mengucur untuk menyadarkan kita?
perlu berapa juta jengkal tanah lagi yang harus terampas untuk menampar kita?

ini bukan waktunya bungkam!

apa yang akan kita jawab di hadapanNya kelak ketika ditanya
“pembelaan apa yang telah kau buat untuk saudaramu?”

_di tengah duka mendalam atas tragedi di Rohingya_


*membaca lagi dan lagi kultwit ustadz Herry Nurdi di sini benar-benar menyesakkan dada ini. T_T

*bentar qcpoy-in di jurnal ini tapi sik.. lemot..

*tadinya mau ngejurnal yang lain tapi bener-bener ga konsen keingetan berita ini terus

gambar Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters) dari sini


1/ Selamat pagi, mohon maaf jika pagi ini memberi kabar sedih. Dini hari tadi baru di beri kabar pilu oleh saudara2 di Rohingya

2/ Jadi, selain Suriah ada pembantaian lain yg lebih dekat dengan kita, yakni di Myanmar-Burma. Demokrasi yg dimenangkan Suu Kyi ternyata…

3/ Tidak menyentuh keadilan dan menghentikan kezaliman yang menimpa saudara-saudara Muslim kita di Rohingya.

4/ Semalam kelompok Rakhine menyerang lebih 20 kampung Muslim di Rohingya seluruh kampung dibakar habis oleh mereka.

5/ Tiga masjid lulun lantak termasuk yang menjadi target dimusnahkan. Komunitas ASEAN harus melakukan sesuatu, terutama Muslim

6/ US dan Inggris, jika tentang Suu Kyi dan kebebasan demokrasi semangat menekan Burma, kalau tentang Rohingya kok diam saja?

7/ Mesti kabarnya belum pasti, ada 500-700 org d bunuh dn ada d bakar hidup dalam beberapa hari terakhir. Ayo lakukan sesuatu!

8/ S
epertinya target besarnya adalah cleansing muslim ethnic Rohingya di Myanmar-Burma kian menjadi-jadi.


9/ Muslim Rohingya beberapa tahu lalu, sampai melarikan diri berkapal-kapal penuh, terdampar di Aceh dan disambut sepenuh hati, wajahnya sama!

10/ Sdh benerapa dekade ini mereka mengalami penindasan sedemikian rupa. Bahkan sampai tak diberi hak memegang paspor! Soal hidup, jangan tanya

11/ Rohingya, dulu adalah kesultanan Islam yg berdaulat, kini wilayahnya masuk daam teritori Burma. Ditindas-bantai oleh rezim Junta Militernya!

12/ Awal tahun ini saya berjumpa dengan para pejuanh Burma, mereka meminta Indonesia sebagai saudara tua di ASEAN memikirkan nasibnya

13/ Lebih dari ASEAN, kita adalah saudara Muslimnya, tanggungjawab kita akan ditanya, telah membiarkan saudara dianiaya

14/ Apakah mungkin lepas-ba’da shalat Jumat ini kita buat perhimpunan untuk membela Rohingya dan mengirim pesan pd Burma bahwa kita siaga?

15/ Ttg rohingya ada ditulis di republika hari ini, tapi saya pasti, beritanya copy paste dari media barat tdk mencari berita sendiri

16/ bismillah, saya akan sedikit twit kabar dari rohingya, baru masuk agak terstruktur, meski tidak lengkap benar. semoga membantu dan bisa aksi

17/ tersiar kabar bahwa seorang perempuan dari suku Rakhine yang masyoritas beragama Budha telah mengalami pelecehan seksual oleh warga Rohingya

18/ tidak jelas benar kabar ini, siapa korbannya, atau siapa pelakunya, tidak ada yang bisa diklarifikasi, semua sumir, tp kabar sudah menyebar

19/ pada 3 Juni 2012, penyerbuan pertama terjadi di perkampungan Muslim di wilayah Taunggote, 10 orang warga Muslim Rohingya tewas

20/ warga Rakhine atas kabar perkosaan tadi melakukan pembalasan dan penyerangan secara massal kepada kampung dan komunitas Muslim di Rohingya

21/ termasuk penyerangan sebuah Bus di wilayah Tongu yang mengangkut romonbongan jamaah tabligh menuju Rangoon, di serang oleh etnis Rakhine

22/ Dua kampung Sara Prang dan Tarang Shong di daerah Rathidong dibakar habis, rata dengan tanah, penduduknya tidak tersisa. kabar memilukan!

23/ lalu penyerangan lebih masih dan sporadis kian meluas, termasuk menyerang ibukota Arakan di wilayah Akyap, dan korban makin banyak bjatuhan

24/ di seluruh wilayah Arakan, komunitas Muslim Rohingya menjadi target sasaran etnis Rakhine yang digerakkan oleh sentimen rasis dan kemarahan

25/ maka bertambahlah korban, selain krn kelompok Rakhine, polisi dan militer juga menembak komunitas Muslim Rohingya, beberapa tewas

26/ banyak yang tewas, ramai yang terluka, sementara yang selamat menyelamatkan diri ke berbagai penjuru wilayah Arakan

27/ ada polisi dan militer yang turun mengamankan, tapi sayangnya tidak fair dan menjadiman Muslim Rohingya sebagai sasaran juga.

28/ di wilayah Maungdaw, memang belum bisa diklarifikasi, tapi kabar yang smp ke saya jumlahnya ratusan korban jiwa, muslim minoritas Rohingya

29/ berdasarkan Kaladan Press Network ada 100 orang Muslim tewas dan 500 orang lainnya terluka, berat, ringan, tua, muda, perempuan & anak-anak

30/ jenazah mer
eka diangkut dan dibawah oleh militer dan kepolisian, tidak di serahkan kepada keluarga, dan tidak ada yang berani untuk membela


31/ karena itu pula tidak ada yang bisa memastikan berapa banyak korban yang telah meninggal dan berapa yang masih hilang.

32/ sementara yang terluka, tidak diizinkan untuk mendapatkan perawatan di Arakan Hospital, maka mereka merawat diri dengan keadaan darurat

33/ saat ini keadaan darurat diberlakukan di seluruh wilayah Arakan, tapi anehnya, polisi&militer diam saat kelompok Rakhine melakukan serangan

34/ Pihak penguasa telah memberlakukan AKta 144 yang melarang mobilisasi dan pengerahan massa, serta membatas pergerakan penduduk…

35/ tapi sayangnya, Akta 144 seperti tidak berlaku untuk masyarakat Rakhine yang melakukan serangan kepada Muslim Minoritas Rohingya di Arakan

36/ kelompok etnis Rakhine terus melakukan pembakaran rumah, perusakan dan penodaan masjid, merampok harta benda dalam Akta Darurat

37/ saat berita ini saya terima, sebuah masjid dan banyak rumah di perkampungan Samamia Para di kawasan Myothu Gi, hancur, luluh lantak dibakar!

38/ 9 Juni 2012 perkampungan di Hazmia Para rata dengan tanah, dibakar tanpa belas kasih dan tak menyisakan kehidupan di sana

39/ dan yang terbaru, 10 Juni 2012, dua perkampungan terbesar yang dihuni Muslim, di serang secara brutal oleh kelompok rasis. Allahumanshur…

40/ Kampung Warlispara dan Saki Para dua kampung paling ramai umat Islam Rohingya, madrasah, sekolah, masjid, tak tersisah, habis sudah!

41/ hp dan signal hanya ada di perbatasan bangladesh saja, di Maungdaw sedikit, sisanya menjadi blank spot. Arakan dibantai! Allahuma salimna

42/ semua media dilarang masuk ke Arakan, semua rekaman digeledah dan di sita, video dari hp dan komunikasi lainnya diputus utk mencegah infonya

43/ kita harus melakukan sesuatu, sebagai saudara Muslim di Indonesia. begitu juga komunitas agama lain, karena ini sudah

44/ harus ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan kekerasan dan pembantaian ini. MUI, Dewan Dakwah, FUI, FSLDK, BEM, Sebarkan!

45/ berita yang sampai di media ttg Rohingya, contohnya yang ditulis republika hari ini, tidak cukup detil dan akurat, hanya permukaannya saja

46/ para asatidz, guru, motivator dan tokoh muslim yang follwernya banyak tolong bantu sebarkan juga berita tentang Muslim Rohingya

47/ tidak harus percaya saya twit saya, tapi jangan juga diam, dan cari informasi yang lebih detil lagi jika memungkinkan, lakukan sesuatu!

48/ ada yang bisa bantu chripstory twit Rohingya barusan? supaya bisa menyebarkannya dengan mudah. semoga Allah memberikan balasan terbaik

Dalam Tangismu… Adakah Aku?

Kemarin nemu kultwinya @kmmpugm (Keluarga Mahasiswa Muslim Pertanian UGM) tentang #menangis kek gini nih =D

Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis ?
Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering “#menangis”
Namun mereka menyembunyikan #tangisnya di dalam kekuatan akalnya,
Pria #menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Tuhannya,
Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.
Pria “#menangis” dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.
Tak bisa kau lihat #tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria “#menangis” dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.
Tak nampak #tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele,
Pria “#menangis” dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat
Pria “#menangis” dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari,
Pria “#menangis” dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rezeki,
Pria “#menangis” dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri,
Pria “#menangis” dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya,
Pandanglah Ayah ….. Pandanglah Suami ….. Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha’an mereka ..

Kultwit ini bisa jadi tak sepenuhnya benar. Namun.. membacanya menjadi teringat saat melihat bapak menangis..Ketika kecelakaan cukup parah itu terjadi. Hanya bulir-bulir bening saja yang menampakkan bahwa itu merupakan tangis karena ia tetap nyengir seperti biasa. haha. Waktu itu, arteri bapak ada yang putus di tumit. Dagingnya kerowak (apa yang bahasa Indonesianya) bolong.. eh.. eung.. itu lho.. kek apel kegigit.. hihi.. dagingnya robek “tertinggal” di motor.. hehe.. tulang tumitnya retak.. atau agak remuk lah.. Jadi pasti super sakit. Wajar jika ia tak mampu menahan titisnya menetes.

Sulit memang menemukan bapak bener-bener nangis. hihihi.
Dia lebih sering menyembunyikan gundahnya.. kadang dalam banyolan, kadang dalam candaan, kadang dalan kekehan, kadang dalam kecerewetan. Namun, anehnya bapak tak pernah marah sama fajar setelah fajar beranjak dewasa. Tak seperti waktu dulu masih kecil, bapak begitu galak. haha. Sekarang juga galak si, tapi ga pernah marahin fajar *fajarnya lebih galak.. wekekeke.. =))

Dan tahukah kau, kadang akupun begitu.. menyembunyikan “tangis”q dalam “geje”.. hehehe.. dalam canda, dalam ngakak, dalam smangaaD.. padahal mungkin di sini sebenere ni air mata mbrebes mili (ngalir terus :red) hahaha..

Terakhir tentang tangis ini.. ada seorang lelaki mulia, yang menangis untuk kita semua.. memohon keselamatan kita.. [so sweet ya.. =’)]

Telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abdul A’la ash-Shadafi telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Amru bin al-Harits bahwa Bakr bin Sawadah telah menceritakan kepadanya dari Abdurrahman bin Jubair dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membaca firman Allah mengenai Ibrahim: ‘(Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku) ‘ (Qs. Ibrahim: 36) hingga akhir ayat.
Dan mengenai Isa Alaihissalam: ‘(Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) ‘ (Qs. Al Maidah: 118),
kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seraya berdo’a: “Ya Allah, selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku, “ dengan bercucuran air mata. Kemudian Allah ‘azza wajalla berkata kepada malaikat Jibril: “Temuilah Muhammad -dan Rabbmulah yang lebih tahu- dan tanyakan kepadanya, ‘Apa yang membuatmu menangis? ‘
Maka malaikat Jibril pun bertanya kepada beliau, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawabnya dengan apa yang dikatakan Allah-dan Allah lebih mengetahui hal itu-. Kemudian Allah berkata: ‘Wahai Jibril, temuilah Muhammad dan katakan bahwa Kami akan membuatmu senang dengan umatmu dan tidak akan membuatmu sedih karenanya (Kami akan menyelamatkan semua umatmu-pent) ‘.”
[HR Muslim no 301 Kitab : Iman Bab : Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bagi umatnya dan tangisannya karena kasih]

Ya, kekasih kita shallallahu ‘alayhi wassalam pernah menangis memohon kepada Allaah keselamatan kita..
Lalu, dengan apa kita membalas cintanya kini?
dengan “malu” akan sunnahnya kah?
dengan diam atas penghinaan terhadapnya kah?
dengan membiarkan bid’ah-bid’ah bertebarankah?
dengan melupakan perjuangannya dan tak melanjutkannya kah?
dengan abai akan dakwah dan jihad yang diajarkannya kah?

arrgh.. maafkan
kami ya khalilullaah shalallaahu ‘alayhi wassalam..

gambar bocah Palestina menangis itu dari sini

Akhiri dengan Indah

Bilakah kita mau berhenti sejurus saja, dari ketergesaan langkah yang telah tertoreh di lembar-lembar catatan al-kiraam al-kaatibiin.. Menengok kembali apakah masih lurus arah kita menuju, atau justru menceng sepersekian derajat dari semula saat Rabb kita mengeluarkan keturunan dari sulbi ayah kita dan mengambil kesaksian terhadap jiwa-jiwa ini. Sepersekian derajat yang membuat tempat tujuan begitu berbeda. Ah, sekadar menoleh pun kita tak sempat. Padahal tiada suatu ucapanpun yang telah kita tuturkan melainkan ada di dekat kita roqiibun ‘atid (malaikat pengawas yang selalu hadir).

Pernahkah kita sejenak saja mengingat akan kepastian hadirnya satu diantara dua kabar. Entah mana yang akan kita peroleh dari sang Maut. Ya, kita yang selalu lari dari sakaratul maut meski itu sudah jelas akan kita jumpai.

Akankah keimanan ini masih terus melekat di diri-diri kita sampai waktu itu tiba, hingga kita layak beroleh kabar gembira berupa keridhaan dan kemuliaan dari Allah melalui sang Maut. Begitu bahagia akan harapan perjumpaan denganNya. Bukan justru kebencian atas hadirnya kabar yang lain, hingga tak ada kebencian melebihi apa yang akan dihadapi. Kebencian akan perjumpaan denganNya, dan Ia pun benci bertemu dengan kita. Semoga, bukan.


Kerena jarak sehasta pun, bisa mengubah ke mana tempat yang akhirnya kita tuju. Kabar apa yang akan kita terima dan gembira atau benci ketika bersua denganNya. Sehasta saja. Sungguh, hanya sehasta.

Maka sobat, mari akhiri dengan indah…




Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيْمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ فِيْمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِخَوَاتِيْمِهَا


Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal dengan amalan ahli Surga menurut apa yang tampak di hadapan manusia, (namun) sebenarnya dia adalah penghuni Neraka, ada seorang hamba beramal dengan amalan ahli Neraka menurut apa yang tampak di hadapan manusia, (namun) sebenarnya dia adalah penghuni Surga. Sesungguhnya amal-amal itu tergantung daripada akhirnya. [HR al Bukhari no. 6493, 6607; Muslim no. 112 dan Ahmad (V/332).]

Wallaahu a’lam bish shawwab


#entahlah, akhir-akhir ini kepikiran tentang maut.. semoga kita bisa husnul khotimah..
aamiin =)

gambar dari sini

*jadi inget puisiq ini dulu:

di arena marathon ini,

kita harus terus berlari..

berlari..

dan berlari..



bukan berjalan, duduk-duduk di tepi atau bahkan keluar lintasan.

Kita harus terus berlari, mengejar ketertinggalan,

ketertinggalan dari para anbiya & syuhada..



meski lelah kaki ini,

meski terengah nafas ini,

kita harus terus berlari di lintasan marathon ini.

hingga kedua kaki ini sampai ke garis finis.

syurgaNya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai..

Ya Rabb.. kuatkan kami.

Salah Sapa?! *wloh

A : “Aku minta maaf atas semuanya. Semua itu kesalahanku”
B : *tersenyum
A : “Apapun yang terjadi, jangan pernah sekalipun menyalahkan dirimu sendiri”
B : “Lelaki sejati tidak akan menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan”

*tsaaah
*sempet liat cuplikan percakapan ini di tipi.. haha
dan itu pertemuan terakhir mereka karena setelah itu si wanita meninggal.



Karakter manusia begitu beragam dan unik. Termasuk untuk hal bagaimana menyikapi suatu permasalahan yang membawa pada titik siapa yang disalahkan atas kondisi yang ada. Beberapa ada yang memang punya sifat bawaan menyalahkan orang lain atau kondisi atau apapun selain dirinya sendiri. Sangat tidak mau jika sampai poin kesalahan itu menunjuk pada dirinya. Beberapa yang lain ada yang memilih menyalahkan diri sendiri atas permasalahan yang menimpa dirinya atau orang-orang di sekelilingnya yang berhubungan dengannya. Tapi juga ada yang memposisikan kesalahan itu berdasarkan permasalahan yang ada secara objektif. Jika suatu saat diri sendiri yang berbuat salah maka ia mengakui, bisa pula jika memang dia benar dan kesalahan ada di pihak lain maka dia akan mempertahankan bahwa dia benar.

Idealnya memang kita berlaku menjadi seperti yang jenis ketiga. Namun, untuk bisa objektif bersikap tentu tak mudah. Ditambah sifat dasar manusia aslinya tak mau disalahkan.. hihihi.. Atau justru lebih cenderung menyalahkan diri sendiri. Memang kadang bagi sebagian orang memaafkan yang paling sulit adalah memaafkan diri sendiri.

Namun yang utama dalam setiap permasalahan, kita selayaknya hati-hati dan jangan sampai menyalahkan Allaah. Tidak terima akan takdir itu berbahaya bahkan untuk berandai-andai pun kita tidak boleh. Yakinilah bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan. Bersama.. bukan setelahnya. Sepaket. Dua kemudahan tak mungkin dikalahkan satu kesulitan, bukan?
Tetap smangaD.. Apapun yang kita hadapi. Karena itu insyaAllaah yang terbaik untuk kita. Cukup berusaha yang terbaik sebagai seorang hamba.. =) Tentang hasil, serahkan semua padaNya. Dan meminta agar senantiasa dikaruniai nikmat iman dan Islam hingga maut menjemput.
Itu baru Muslim sejati.. eeeeeeaaa.. masa cuma lelaki sejati aja *kagak terima haghaghag =))

*lagi2 nulis sekilas loncat2.. keinget cuplikan percakapan di atas tadi njuk ngejurnal.. jadinya gini deh.. haha..

gambar dari sini

boleh, ya?


mungkin angkuh ini terlalu gaduh
merangkak di sela-sela benak
menebar racun hingga hati terpegun
menyublim gelak senyum berubah isak

aku yang sesaat pun tak pernah benar berbuat
hanya menyulut gusar di sanubarimu berkobar
berang pun tersirat dalam diam menumpat
sungguh menyesak menggores jarak

entah, bagaimana harus meminta maaf

masih bolehkah berharap senyum kembali terbit di dirimu?


gambar dari sini


30 Mei 2012
:sebelum dzuhur

I…. De….. E eF Ge *opotoyo

Woho.. mau ngomong apa to jar.. *opo yo..
Seperti biasa mau loncat-loncat di jurnal *haisyah.. qiqiqi
Saia kangen ama kegejean jadi ni tulisan mau nggeje aja, jadi jangan nyesel kalo baca ya.. haghaghag
Baiklah.. Mari mulai.. mengheningkan cipta zzzzzzzz
*wloh..
n_nv
Iya.. iya.. ini beneran mau mulai.. jadi di sini fajar mau ngomongin tentang si IDE. Siapa sih tu si ide..
Itu tuh.. yang suka bikin galau kalo ga nemu bahan buat nulis.. kek aku tadi tuh.. haghag.. *ngubek2 nyari ide di laci padahal ga punya laci.. ahahahaha..
*dudul.


Kalo di kbbi ide tu artinya

ide /idé/ n rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita: ia mempunyai — yg bagus, tetapi sukar dilaksanakan



Nah,, kapan tu fajar nyimak di twitter pesantren nulis kalo ga salah. Tips menulis dari adminnya, salah satunya adalah bahwa menulis bukanlah soal memainkan diksi sehingga orang terkesima dengan diksi yang susah dipahami.. hihihi
tetapi adalah bagaimana membawa gagasan di pikiran kita menjadi sebuah tulisan yang dipahami dan sampai pesannya pada pembaca.
*seingetku si gitu.. ehehe.

jadi utamanya memang bukan di manis atau indahnya bahasa tapi yang utama gagasan dalam tulisan itu, meskipun tak bisa dipungkiri tulisan indah itu bikin jiwa kita meleleh *halah..
qiqiqi

Di perbincanganku sama inar (jiah ngomongin cintaku lagi) eeeaa.. haha. Setelah kami beradu diskusi cukup lama.. ada bagian yang cukup menarik tentang ide ini sendiri..
Apa ituu? jeng.. jeng..
Bahwa tak semua orang dapat mengambil hikmah dari suatu peristiwa. Meskipun peristiwa yang mereka alami itu sama persis. Berada pada dimensi ruang dan waktu yang sama.
Akan tetapi mungkin tak semua orang menganggap kejadian itu membawa hikmah.

Awalnya inar bercerita tentang kisahnya posting tulisan di suatu tempat, menceritakan kisah anak-anak muridnya dengan berbagai ragam kesederhanaan kelas itu. Yah, anak-anak memang selalu memberi warna indah ya.. selalu ada yang berkesan saat bersama mereka.
Dan ternyata, ada seseorang yang berkomentar atas tulisan itu. Menganggap tulisan itu terlalu didramatisasi, lebay, dll. Hahaha.. Bahkan tentang foto anak-anak di situ yang makan bekal sekotak makan siang buat rame-rame ada yang komen pedes, ah itu foto beneran apa rekayasa.
Gubrak.. qeqeqe..

Oiya, jadi inget juga dulu pernah dapet cerita dari yang sering nembus tulisannya di kolom opini koran-koran jogja, salah satu tips dari dia adalah jadilah lebih peka pada apapun yang dilihat.
Begitulah menulis. Mungkin hampir sama dengan fotografi. Melihat sisi-sisi yang mungkin kurang dicermati oleh orang-orang lain.
Dan bagiku & inar diperbincangan malam itu kami sepakati dengan itu.. adalah.. hikmah yang terserak yang belum tentu semua orang mau memungutnya.. hehehe..
Itulah ide nulis..
Hahaha..
Yap, mari kita berburu hikmah itu di mana pun.. hikmaah.. hikmaah.. dicariin noh.. *aha.. jadi inget santri yang namanya si Hikmah =D
Dan berbagi hikmah itu semampu kita..
SmangaaaaaaaaD.. yosh
#NtMS (Note to My Self)

Taraaaa..
Tulisan random ini barusan dibikin.. *males mbaca lagi langsung posting aja deh..
kalo ada yang salah ketik kasi tau yaa.. *males amat si.. haghag..

matur nuwun bang hend atas usul idenya tentang nulis ide di komen qn *halah *muter2 ngomongnya ekekeke

gambar dari sini

Izinkan Aku Mencintaimu

Di sebuah percakapan hangat malam itu, kita berdua saja. Menikmati malam-malam seperti biasanya di teras itu. Berbicara apa saja. Sambil menatap langit yang sering begitu teduh dengan tebaran bintang-bintang.

Ah, kala itu batinku terhenyak saat kau utarakan sesuatu.
“Aku koq ga percaya ya jar ada yang bilang mencintai rasulullaah?”

Aku tak menjawab waktu itu hanya ingin tahu mengapa engkau sampai menyampaikan hal itu dan kaupun menjelaskannya.

“Kan namanya cinta tu jar, jelas.. sukaa.. pengen ketemu. Ada jelas gambarannya. Kangen. …”
bla.. bla.. bla..

Kau jelaskan tentang makna cinta yang ada di pikiranmu, dan kau akhiri pernyataan tegas.
“Aku mikir yang bilang cinta sama rasulullaah itu cuma sok2an aja. Biar dianggep alim”

Aku tak menyanggah di kesempatan itu karena saat itu aku merasa tertampar. Jangan-jangan selama ini cintaku palsu..

Iya, aku bahkan tak banyak mengenal dia shalallaahu ‘alayhi wassalam. Tak banyak mencari tahu segala sesuatu tentang dia. Tak terlalu tertarik membicarakannya. Tak terlalu asyik menikmati kata-katanya. Lebih suka mungkin dengan kata-kata mutiara milik manusia biasa. Atau ucapan-ucapan keren milik orang yang dikenal. Lebih mudah mengingat pesan-pesan orang-orang terdekat atau yang ingin dekat-dekat. *eh
Daripada mengingat pesan dalam risalahnya.

Hah, itu bacaan berat. Buku tebal. Malas. Bacaan serius. Ga asik ah. Itu mungkin yang sering kuungkapkan atas kitab-kitab yang membawaku dekat padanya shalallaahu ‘alayhi wassalam.

Kangen? Ah.. mana bisa kangen.. kenal saja tidak. Bagaimana bisa rasa rindu itu menggebu? Non sense!
Itu yang berputar-putar dalam pikiranku saat itu. Suatu malam entah berapa tahun yang lalu.

Mau diletakkan di mana cinta palsu ini jika mengingat cinta Abu Bakar radliyallaahu anhu padanya yang mempercayainya dengan iman sempurna saat semua orang meraguannya. Ah, kisah isra’ mi’raj itu membuktikan cinta sang shahabat terbaik ini selain bukti-bukti cinta lain yang jauh lebih banyak.

Mau diletakkan di mana cinta palsu ini jika mengingat cinta Umar bin Khaththab radliyallaahu anhu yang seperti orang gila awalnya tak mau mempercayai wafatnya rasulullaah hingga mengacungkan pedang ingin memancung leher siapapun yang menyatakan beliau telah wafat. Itulah cinta.. kehilangan yang teramat sangat atas orang yang dicintai begitu menghujam di hati. Menorehkan perih pedih, hingga seolah-olah surah Ali Imran ayat 144 itu baru saja turun dan ia dengar pertama kali saat disadarkan oleh Abu Bakar.

Mau diletakkan di mana cinta palsu ini jika mengingat cinta Bilal bin rabah radliyallaahu anhu yang tak bisa lagi melanjutkan adzannya sepeninggal rasulullaah.. Tangis luar biasa jika melihat makamnya..

Tapi aku tak mau menyerah!
Dia.. dia.. dia..
Aku harus mengincarnya!
Mendapatkannya!
Hingga aku jatuh cinta padanya!
Sungguh-sungguh cinta!

Percakapan malam itu membawa bekas tekad ini padaku. Tergores seperti pahatan di batu dalam hati ini. Aku harus mengejarnya. Bagai terserang cinta pada pandangan pertama. Aku tak mau berhenti begitu saja.
Aku mau rindu menggebu padanya. Aku mau membelanya mati-matian. Aku mau menjaga sunnahnya sepenuh jiwa. Aku mau meniti jalan cinta..

Seperti jalan cinta mereka para shahabat. para tabi’in.. tabi’ittabi’in.. para syuhada.. para ‘ulama..

Izinkan aku mencintaimu wahai kekasih shalallahu ‘alayhi wassalam..

Sebenar-benar cinta..



Hingga aku bertemu engkau yang telah menanti di tepi sungai kautsar dan layak meminum dari salah satu gayung yang jumlahnya sebanyak bintang di langit itu..

Bukan menjadi mereka yang dihalau oleh malaikat untuk mendekatinya karena cinta-cinta palsu itu..

Beliau bertanya, “Tahukah kalian, apa al-Kautsar itu?” Kami katakan, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda. “Itu adalah sungai di surga yang dijanjikan Tuhanku kepadaku. Di sana ada banyak kebaikan, yaitu mata air yang akan didatangi umatku pada hari kiamat kelak. Gayungnya sebanyak bintang di langit. Ada seorang hamba dari mereka dihalau dari sana. Aku lalu berkata, “Wahai Tuhan, ia itu termasuk umatku.” Maka Dia (Allah) berfirman, “Engkau tidak tahu apa yang ia lakukan sepeninggalmu.” [Hadits Riwayat Imam Muslim, Dawud, dan Nasa’i] > dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Kautsar


Sendiri pada mulanya ia menyeru.

Lalu lebih seratus sahabat yang ia tinggalkan saat ia wafat.

Sendiri pada mulanya ia melawan.

Lantas ada enam puluh delapan pertempuran yang ia komandoi.

Tak punya apa-apa saat lahir.

Lalu ada kekuasaan meliputi seluruh jazirah Arab yang ia wariskan saat wafat.

Dialah Muhammad Shalallahu ‘laihi wassalam…

Dia buk
an hanya hebat.

Bukan hanya pahlawan.

Dia juga melahirkan banyak pahlawan.

Dia tidak hanya menjadi sesuatu.

Dia menjadikan orang lain di sekitarnya sesuatu.

(Mencari Pahlawan Indonesia-Anis Matta)



#aku yang masih tertatih meniti jalan cinta ini berharap dikokohkan dan diistiqomahkan untuk mewujudkan cinta itu menjadi tak palsu lagi

hehe.. jadi wajar kan jika aku begitu marah ketika hadits-hadits palsu itu bersliweran di sekitarku? Sesuatu yang bukan perkataan kekasihku tapi dinisbatkan padanya, pastinya aku tak terima.
Bagaimana jika orang yang kau sayangi dan begitu kau cintai kata-katanya dibelokkan orang lain lalu ia bilang padamu itu perkataan orang yang kau cintai itu. Padahal ia tak pernah mengucapkannya. Sedih. Marah. Geram. Wajar kan?
=D

#random amat ni tulisan. seperti biasa loncat-loncat. Barusan bikinnya. hehe.. mendadak keingetan percakapan malam itu.

gambar jepretan adekq dunk.. =D

Jabat Tanganku.. Eaa (gegara mba Diet ni) haghag

Ni tulisan muncul terinspirasi dari ketemu ama mba Didiet nih.. Yang super asik kalo ngubrul.. hahay. Walah.. jadinya request komennya mba diet di qnq yang jadi postingan nih. mwahaha.

Intro dulu ternyataaaaa emang kenalan tu muter2 di situ2 aja yah.. usut punya usut, kos-an mba diet pas kuliah dulu tu kosan yang termasuk sering kusatroni. Hahaha.. Jadi mungkin sebenere itu bukan kali pertama kami ketemu. Karena dulu fajar sering main bahkan nginep beberapa kali di kosnya Upik (temen sejurusanku) yang notabene adik kos-annya mba Diet. Mba Amel (temen maen ke Jogja mba Diet kemarin) juga bilang mukaku ga asing. Nah, ternyata emang mba Amel ama mba Diet ini mba2 kosane Upik. qiqiqi..
Dunia emang “sempit”. =D

Obrolan kami buanyaaak lah secara sama2 ribut keknya.. haghag.. Tapi yang paling “ngena” buatku dan “very inspiring” adalah pas mba Diet cerita tentang “mengedukasi” para bule di tempat kerjanya bahwa dia punya prinsip ga salaman ama lawan jenis. Hohoho.

Kalo di tempat kerjanya yang dulu mba Diet udah sukses tu menjalankan misi mengedukasinya. Nah, gegara resign trus pindah di tempat kerja baru ini.. musti mulai dari awal lagi kenalan ama bule2. Hihihi.. alhamdulillaah bos di tempat baru ini juga bos di tempat kerja yang lama yang udah ngerti kalo mba diet punya prinsip ga salaman ntu tadi. Jadi lucu pas cerita awal2 kenalan ama orang2 di sana. Dikenalin kan ama si bos ini didiet. Nah si bule yang dikenalin dah ngulurin tangan mau njabat.. eeeaaa.. mba diet ngatupin tangan (istilahnya apaan ya) kek gambar ini nih..

trus si bos lah yang njabat tangan si bule.. salamannya sama saya aja katanya.. haghaghag.. =))
Kek gitu terus.. hihihi. Dan akhirnya mereka ngerti “prinsip” itu tanpa harus dijelaskan panjang lebar. Slain juga karena mba dietnya orangnya “gokil” jadi orang2 asik2 aja meski “beda prinsip” hahaha.

Pernah awal2 di sana juga,lagi pada mau maen badminton, ditanyain lah “baru ya” iya.. nah mba diet diajak patneran tanding ganda bulutangkis di sono sama salah satu bule yang ngerti bahasa Prancis. Hihi.. di akhir tanding si bule mau ngajak salaman mba diet ngatupin tangan juga.. ahahaha. Trus si bule garuk2 pala.. bengong.. hahaha..
Celetukq langsung.. “ga ada si bosnya si mba, jadi ga ada yang gantiin salaman & bilang salamannya sama saya aja. hahaha” Iya, si bos lagi nge-gym jadi ga di situ. wekekeke..

Salut ajah.. ama keteguhan pegang prinsip meski di lingkungan yang mayoritasnya ga mengenal sama sekali “aturan” model begitu.. qiqiqi.. Proses mengedukasi yang luuuccuu. Mwahaha.. *tetep aja fajar ni ah.

Lha, biasanya yang kutemui akhwat2 yang lebih mudah berapologi atas lingkungan yang sulit terkondisikan untuk ga salaman.
Inget juga dulu ada seseorang yang udah tau bahwa pas wisudaan UGM, mahasiswi muslimah kalo yang dah pake sarung tangan otomatis ga disalami ama pak rektor.. hehehe. Tapi dianya ga mempersiapkan sarung tangan itu.. alhasil salaman lah.. ehehe..

Jadi ketika ngedenger keukeuhnya mba diet pegang “her own rule” namun tetep bisa asik ama yang beda prinsip di lingkungan yang belum terkondisikan akan hal begituan itu seruuuu. Salut.. haha.. “Gue suka gaya lu” mba.. Eeeaa.. hahay.
Jangan kesandung ya mba mbaca ini.. Tapi aseli aku belajar banyak hal dari obrolan2 kita..
Jazaakillaahu khoyr.. Smoga Allaah memberkahimu ya mba.. =D
Dan makasii buat coklatnyaaaa.. sueneng akhirnya ngidam coklatq kesampean =))

Sebuah pelajaran berharga tentang menyampaikan apa yang jadi “prinsip” kita dengan bahasa yang sesuai dengan siapa yang kita hadapi. Bukan tergantung lingkungan, tapi kitalah yang menentukan sikap atas lingkungan kita.. Eaa.. asoy dah.. qiqi.

Ngomong2 soal salaman jadi inget si Joni.. #uhuk.. apa kabar ya diaa.. Eaaa.. suit2.. =))
*fajar kumat jiahaha..

gambar dari sini