Mengirap

tetiba atau perlahan
bekas tapak sosok-sosok yang hadir
di pasir pantai lembar buku harian hidupmu
kan mengirap tersapu ombak takdir

sedekat seakrab apapun
satu per satu raib tanpa sisa
bahkan menorehkan permusuhan

kecuali mereka…
yang bersahabat karenaNya

T_T
*tertampar

*puisi 10 menit-an
*mendadak keinget qnnya mba Dhesta Pangastiwi di sini

“Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS Az Zukhruf : 67)
Ibnu Katsir mengatakan : “Seluruh persaudaraan dan persahabatan yang bukan karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.”

gambar dari sini

18 thoughts on “Mengirap

  1. tranparamole said: i see*ever thought deep bout this*speechless

    pernah mikirin banget hal ini ya.. sama.. sering kepikir gimana ya sahabat2q sudah dapet haknnya bersahabat karenaNya dariku belum.. hoho.. =)

  2. cawah said: iyo aku yo kelingan qn e……:) *merenung juga

    huum.. ketoke dirimu ga komen.. dengaren? iki dadi akeh sing merenung.. ga graatiisss. =))*nagih mete.. qiqiqi

  3. jaraway said: huum.. ketoke dirimu ga komen.. dengaren? iki dadi akeh sing merenung.. ga graatiisss. =))*nagih mete.. qiqiqi

    gak ono meteee yo..onone tahu petis ki….hohohoho

  4. jampang said: gambarnya kayanya cocok buat cover bukue “jejak-jejak yang terserak” jilid IIxixixixixi*promo

    ahahahaa.. bukan punya fajaaaaaar.. cuma nyomot.. haghaghag..teteeep deh ah.. wekeke.. =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s