Langkah Pembebasan [Sheikh Syadi Abu Mukmin dari Palestina]



Baiklah.. ni request bumil canteq, si Anty, yang minta nulisin apa yang kudapat dari pesan yang disampaikan syeikh dari Palestin. =D


Bismillaah,
Mencoba menuliskan sedikit rangkuman apa yang disampaikan syeikh Syadi Abu Mukmin dari Palestina yang saat ini sedang berkunjung ke Jogja dalam rangkaian agenda KNRP ketika beliau memberi tausiyah di IC (Islamic Center) Seturan.
Mohon maaf kalo beneran rangkuman (ringkes banget) karena saya belum ngopy videonya. hehehe.. =D Seinget yang masih nyangkut di kepala n_nv biar ga bablas. Dan kalo ada yang keliru, bantu koreksi yak.. *mringis.

Senang sekali beliau dapat bertemu saudara-saudara Muslim di Indonesia yang bercita-cita untuk membebaskan Al-Aqsha. Karena Palestina adalah permasalahan aqidah.

Bagaimanapun jika kita melihat Yahudi menindas Palestina, menguasai Al-Aqsha, berawal dari mereka bertemu. Membuat Kongres Yahudi yang pertama di tahung 1897. Hasilnya adalah mereka ingin membuat negara Yahudi dalam 100 tahun. Dan itu bisa dicapai bahkan kurang dari 100 tahun, separuhnya.

Bukan berarti kita ingin meniru Yahudi, tapi bagaimana kita melihat bagaimana mereka sungguh-sungguh dalam mewujudkan apa yang mereka yakini. Dan mengawali tahap-tahap pewujudannya dengan bertemu.

Jadi umat Muslim jika ingin membebaskan Al-Aqsha juga harus bertemu.. bersatu.. menyatukan pikirannya untuk menjalankan tahap-tahap dalam mencapai tujuan itu.

Langkah-langkah yang harus kita tempuh dalam upaya membebaskan Palestina adalah :


1. Al-iman (keimanan)

kita harus meyakini apa itu al-quds, sejauh mana kedudukan al-quds.
sudahkah kita benar-benar yakin akan apa yang telah disampaikan Allaah dan RasulNya mengenai Al-Quds.. tanah yang diberkahi.

Pertanyakan lagi kepada diri kita dan yakinkan diri kita. pertanyaan-pertanyaan ini,

1) Apakah permasalahan ini penting bagi saya?
2) Sejauh mana yang bisa saya berikan?
3) Sampai di mana (sampai dalam batas mana) yang bisa dilakukan?

Lagi-lagi yakinkan diri kita bahwa ini adalah tentang aqidah.

Akan ada pertanyaan-pertanyaan semacam ini “Ngapain jauh-jauh Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina, toh di sekitarnya masih banyak orang Muslim, di sekitarnya masih banyak negara-negara Islam. Ngapain yang jaraknya begitu jauh di Indonesia harus memikirkan Palestina”
> Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang datang dari syaithon.


2. Al-Fahmu (kepahaman)
Tahap kedua setelah al-iman adalah al-fahmu.. Kepahaman, pengetahuan menyeluruh tentang Palestina. Di dapat dari mana kepahaman itu? Dari nash-nash yang terdapat dalam quran dan hadits rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam. Pahami dengan benar mengenai Masjidil Aqsha dan tanah di sekitarnya yang diberkahi yaitu Palestina.

Perangi Yahudi dengan aqidah!

Bahkan mereka saja memerangi umat Muslim, merebut tanah Palestina itu dengan aqidah.
Mereka menanamkan aqidah tentang gambaran sinagog (kuil) Sulaiman yang ingin mereka bangun di masjidil Aqsha dalam setiap rumah, ditanamkan pada anak-anak mereka. Hiasan dinding bergambar sinagog, hiasan meja berbentuk sinagog itu.. Mereka menanamkan hal itu ke benak anak-anak mereka, keluarga mereka.
Lalu bagaimana kita tidak memerangi mereka dengan aqidah!

3. Ihtimam (perhatian, kepedulian) dan 4. Mutaba’ah (update kabar terbaru)
bagaimana perhatian, kepedulian kita terhadap kondisi Palestina, Masjidil Aqsha. Lalu bagaimana kita mencari terus berita terbaru dari apa yang terjadi di sana sebagai wujud kepedulian itu.

Dua hal inilah yang bisa menyemangati kita untuk terus berlanjut dalam perjuangan ini.
Terus-menerus, berkelanjutan.
Apakah kita tahu bahwa 4 hari yang lalu, baru saja AL-Aqsha diserbu pasukan Zionis dan 7 orang syahid dalam kejadian itu. Seharusnya kita tahu kabar-kabar ini tiap harinya, tiap waktu.

Kita bisa belajar dari kisah 2 tokoh luar biasa dalam pembebasan baitul maqdis.

yang pertama Kisah Shalahuddin Al-Ayyubi

siapakah dia? Tahukah kita siapa dia?
Dialah yang membebaskan Al-Aqsha pada bulan Rajab 583 Hijriah

Tapi bagaimana prosesnya membebaskan Al-Aqsha ini?

Jarak antara Damaskus-Palestina jika berjalan antara sehari semalam. Dan jika sekarang naik pesawat hanya sekitar 1,5 jam.
Tapi apakah dia langsung menyerang tentara salib ke Al-Aqsha?
ternyata tidak.
Lama peperangan dari ketika berangkat hingga pembebasan itu adalah 18 tahun. Bayangkan.

Apa yang ia lakukan?

Sebelumnya ia menyatukan negeri-negeri di sekitarnya untuk bersama-sama membebaskan Al-Quds.
Delapan belas tahun peperangan bukan waktu yang sebentar. jika bukan karena iman, al-fahmu, ihtimam dan mutaba’ah pasti akan berguguran, tidak bisa berkelanjutan.
Seluruh pasukannya harus memiliki pemahaman yang sama akan tujuan dari perjuangan pembebasan Al-Quds itu.

Dan siapakah pemimpin pembebasan ini? Shalahuddin Al-Ayyubi memang panglima perangnya tetapi pemimpinnya adalah Sultan Nuruddin Zanki.

Inilah tokoh kedua, Nuruddin Zanki.
Apa yang sultan Nuruddin Zanki lakukan untuk membebaskan Al-Aqsha?

Dia mentarbiyah generasi di negerinya. Membentuk generasi tahfidzul quran, generasi penghafal quran. *plaaaaak
Dia mengokohkan aqidah dan kecintaan terhadap Baitul Maqdis. Dia mengajak penduduk negerinya untuk bangun malam qiyam, memohon kepada Allaah untuk membebaskan Al-Aqsha. Bahkan dengan memukul-mukul bedug agar bangun malam.

Dan sang sultan ini tidak pernah tertawa. ketika ditanya orang mengapa dia tidak tertawa. Jawabnya bahwa bagaimana ia bisa tertawa padahal Baitul Maqdis masih di genggaman tentara salib. *jleb.
Begitulah ihtimamnya sang Nuruddin Zanki terhadap Palestina.

Dan ketika pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi dikepung oleh pasukan musuh selama 40 hari, ada kabar baik yang Allaah turunkan melalui mimpi yang dialami oleh qadhi di Damaskus. Sang Qadhi ini mimpi bertemu rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam.

Ia diminta rasulullah dalam mimpi itu untuk menyampaikan perintah bahwa ia diminta untuk tertawa karena pasukan pembebas Al-Aqsha akan menang. Tapi sang qadhi menjawab “aku pasti akan dipenggal kepalanya jika menyampaikan pesan itu sekarang”. Ternyata hari berikutnya sang qadhi bermimpi yang sama. Hingga hari ketiga, mimpi yang sama tapi ada tambahannya bahwa sebagai tanda kabar ini benar alamatnya adalah “anjing”.
[waktu itu ustadz Khudori yang menterjemahkan pun sedikit kurang yakin dengan apa yang didengar jadi meminta sang syeikh untuk mengulangi pesan di mimpi ketiga ini.. lha aneh banget kan.. tanda kebenaran pesan ini adalah anjing. hohoho]

Dan akhirnya diberanikanlah sang qodhi Damaskus ini menghadap sultan untuk menyampaikan pesan dari mimpinya bertemu rasulullaah bahwa sang sultan diminta utuk tertawa akan berita gembira kemenangan pasukan pembebas al-Quds. Seketika itu Nuruddin Zanki menghunus pedangnya [jegleeer…hoaaaaaaaa.. ngeriiiii.. hehehe]

Tapi sang qodhi meminta tunggu dulu masih ada pesan lanjutan,tentang bukti kebenaran pesan ini alamatnya adalah anjing. Seketika itu Nuruddin Zanki sujud syukur bersyukur pada Allaah dan tertawa.

Lho koq bisa? nah, Nuruddin Zanki menjelaskan kepada sang Qadhi suatu rahasia. Bahwa setiap malam ia tidak tidur, naik ke bukit dan menjalankan shalat malam di sana. Bahkan menyatakan dirinya itu “anjing” di hadapan Allaah. Merendahkan dirinya di hadapan Allaah dengan menyebut diri sendiri Nuruddin Kalb, Nuruddin Kalb. Bentuk tawadhu’nya bahwa perjuangannya membebaskan Al-Aqsha bukan karena ingin dihargai sebagai pahlawan. Dia hanyalah hamba yang hina di hadapan Rabbnya. Segala kuasa untuk membebaskan Al-Aqsha hanyalah milik Allaah ta’ala. Dan tidak ada seorang pun tahu tentang hal ini, ini adalah rahasia antara Nuruddin Zanki dengan Allaah saja. Maasyaa Allaah..


Dan ada kisah juga bahwa sebelum melepas pasukan yang dipimpin Shalahuddin Al-Ayyubi ini pergi berperang Nuruddin Zanki memerintahkan tukang kayu di sana untuk membuat mimbar, tanpa lem tanpa kayu dan diletakkan di atas gerobak. Perintahnya jelas untuk semua pasukan. Letakkan mimbar ini di Al-Aqsha!

Sepanjang peperangan demi peperangan selama 18 tahun itu, pasukan itu membawa mimbar itu bersama mereka hingga benar-benar pada bulan Rajab 583 H, bisa diletakkan di al-Aqsha..
[*merinding T_T]

Langkah kelima dan keenam dalam pembebasan Al-Aqsha adalah dengan perencanaan yang matang dan melakukan apa yang sudah direncanakan itu dengan sebaik-baiknya..

Seperti apa yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi beserta pasukannya, dan sultan Nuruddin Zanki. merencanakan tahap-tahap pembebasan.. Ya tentu saja dari mentarbiyah generasi di negeri kita, mencetak generasi tahfidzul quran, memperbaiki aqidah dan kepahaman, menyatukan umat, dan seterusnya…

Semoga Allaah subhanahu wata’ala memberikan kita kekuatan untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan semoga Allaah memberkahi antum..
—————————————————————————————–

Lalu tanya jawab.. hehe
yang penanya pertama fajar ga denger apa pertanyaan dan jawabannya. Ga begitu jelas.. maaf.. n_nv

trus kedua
Awalnya fajar menyampaikan salam dari yang nitip salam.. hihihi
lalu Syeikh Syadi mendo’akan jazaakumullaahu khoiron

pertanyaan pertama
bagaimana dengan keadaan umat muslim sekarang yang justru tingkah lakunya seperti Yahudi?

jawaban beliau : Kita memang menyayangkan dengan kondisi Umat Islam saat ini yang begitu jauh dari Islam, akan tetapi jangan khawatir. Pasti akan ada yang memperjuangkan kebenaran, meski sedikit. Dulu di Madinah ketika zaman rasulullaah juga tidak semuanya baik. ada yang munafik, ada yahudi, dsb.. Jadi kita tak perlu risau dan semoga kita berada dalam barisan yang membela Al-Aqsha itu

pertanyaan kedua
bagaimana dengan pernyataan bahwa ya jihad membebaskan palestina itu hanya dengan qital lalu kemudian gerakan seperti GMJ i
tu tidak berarti bagi pembebasan Al-Aqsha?


jawaban beliau
: Tidak ada yang mewajibkan anti (maksudnya nunjuk saya) untuk saat ini berada di Al-Aqsha bahkan haram karena masih diduduki oleh Yahudi. Serahkan tugas itu pada mujahidin Palestina. Tugas yang disini adalah mendo’akan dan membantu dengan apa yang bisa, dana, pikiran, menyampaikan tentang Palestina, dsb.


Dan tentang Global March ti Jerusalem itu, begitu banyak orang berkumpul di Yordania waktu itu menyatakan pada dunia bahwa “Kami tidak akan pernah meninggalkan Al-Quds”. Dan itu sangat penting.


pertanyaan ketiga
bagaimana dampak kemenangan DR. Muhammad Mursy yang terjadi di Palestina, apakah pasukan Zionis semakin gencar menyerang?

jawaban beliau
: Kita harus sama-sama berdo’a agar DR. Muhammad Mursy benar-benar bisa menjadi presiden mesir, karena KPU-nya Mesir menunda pengumuman hasil pemilu yang harusnya hari ini ditunda dua hari. Itu menandakan bahwa ada apa-apanya. Dan menandakan betapa Zionis dengan segenap upaya menutup segala yang bercita-cita membebaskan Al-Aqsha. Segala cara akan dilakukan agar tak terancam.


Ya kita, sama-sama mendo’akan.. kalo sampai DR. Muhammad Mursy tidak membuka perbatasan maka kita sama-sama yang akan menurunkannya.. [yang hadir pun ketawa.. qeqeqe]


______________________________________________________________________________

wallaahu a’lam bish shawwab.. insyaAllaah setelah dapat rekaman videonya akan fajar perbaiki kalo ada yang kurang dan keliru di banyak hal.. =D
karena ini yang masih terekam di otak dan hati (*tsaah) saat itu. Belum ngumpul semua ingatannya =D

Di situ fajar entah berapa kali meneteskan air mata.. hoaaaaaa.. karena sungguh merasa malu.. malu.. dan malu.. benar-benar malu dan tertampar. he.. kalian tahu kan, fajar cengeng kalo urusan satu ini.. =D

Alasan fajar menanyakan pertanyaan kedua.. karena ada yang dulu pernah memiliki anggapan bahwa GMJ itu bukan cara membebaskan Al-Aqsha, itu sia-sia, membebaskan Al-Aqsha ya dengan jihad. Perangi Yahudi Zionis. Lalu alasan fajar bertanya pertanyaan ketiga. Dalam taujih sang syeikh berkali-kali menyebut kata “tahrir” >> maksudnya pembebasan Al-Aqsha.. hehe.. tapi entah kenapa ingatan langsung melayang ke Mesir, lapangan Tahrir yang masih bergolak. hihihi =D
*mrenges..

Oiyaaa……. yang Tarhib Ramadhan di Darush Shalihat [bersama sang Syeikh Syadi Abu Mukmin juga] belum fajar tulis.. bentar yaa.. mengumpulkan ingatan dulu.. hehehe.. =D
insyaAllaah menyusul…

gambar nyomot dari fbnya Van tanpa izin.. n_nv [semoga ga dimarahin sama yang punya] habisnyaa ga ada yang posting jepretan2nya.. hohoho.. ato fajar yang ga nemu ya.. peace ah =D

Advertisements

71 thoughts on “Langkah Pembebasan [Sheikh Syadi Abu Mukmin dari Palestina]

  1. jfs mbak fajar….baca ini jd merenung, malu, tertampar,jd semangat, campur aduk pokoknya…ternyata tak hanya sekedar do’a unt Al Aqsa tercinta…

  2. cawah said: jfs mbak fajar….baca ini jd merenung, malu, tertampar,jd semangat, campur aduk pokoknya…ternyata tak hanya sekedar do’a unt Al Aqsa tercinta…

    wa anta jazaakallaahu khoyr, tur =) huum.. bangeeett tertampar & dadi smangaD.. yap.. al-iman al-fahmu itu hal penting tahap2 utama untuk membebaskan….

  3. cinderellazty said: Jfs fajaaar :*Boook aku juga tertampar2!!!Tapi semakin menyalakan semangat untuk tarbiyatul aulaad! Mempersiapkan generasi! Allaahu akbar!

    wa anti jazaakillaahu khoyr nty.. ahaha.. sini taktambahin.. plaaaaak.. =pyap.. smangaaaD yak calon ibuu.. Allaahu Akbar!.. do ur best yow.. n_nb

  4. cinderellazty said: Eh itu kisah nuruddzin zanki perasaan pernah baca di JCPP nya salim deh, itu bukan sih? Cm yang nuruddin kalb itu aku baru tau, subhanallaah

    huum.. iya.. bener2 itu..naaaaaaaah… aku juga baru tau tentang kisah kalb (anjing) nya itu..aku merinding ketika blio menyebut kalimat Nuruddin Kalb..berkali2.. huff.. seberapa ketundukan kita di hadapan Allaah.. *plaaak

  5. mukminsehat said: Syaikh ini (harus nya masih Ustadz,, Syaikh itu berarti kakek-kakek) dari harokah mana?? HAMAAS, JIHAD ISLAM ataukah PLO??

    hehe iya.. syeikhnya dalam tanda kutip.. =Deung.. memang kenapa bertanya harokahnya? =)

  6. ummuyusuf24 said: jfz jurnalnya ^ ^pak ustadz ini yang kemarin di darus shalihat kan ya?masih ada agenda kayaknya di jogja ini, sama opic juga

    wa anti jazaakillaahu khoyr mba indri.. =)iyaap.. baca keterangan paling bawah.. hehehe.. mau nulis jurnal isi yang di DS juga, tapi belum selese.. hehe.. masih ngumpulin ingetan.. iya bener mba.. ini.. agendanya besok ahad.. puncak tablighakbarnya =Dikuut yuuk mba.. =)

  7. nanazh said: Allahu akbar! kisah sejarah yang lalu dan pesan-pesan Syaikh seharusnya menjadi suatu pembelajaran….

    Yap.. Allaahu Akbar! yoi naz.. marakke merenung.. hehe..bagaimana iman kitakepahaman kitaihtimam kitadll.. =)

  8. ummuyusuf24 said: tak speak2 dulu sama suami :D

    seeph.. monggo mba.. =)hehehe.. sayang ning tabligh akbare dilewatkan.. fajar mpe ajak adikq yang kecil ikutan juga =D

  9. Nuruddin Mahmud Zanki, sultan yang mengutus Shalahuddin ke Mesir …Sultan yang mencintai ulama dan sunnah. Shalahuddin pun memberantas bid’ah di Mesir, yakni bid’ah-bid’ah kaum syi’ah dinasti ‘ubaidillah …

  10. jaraway said: alamatnya adalah “anjing”

    mungkin maksudnya sebagaimana tertera dalam kisah-kisah ini, ya …:وحكى أبو شامة قائلاً: “وبلغني أن إماماً لنور الدين رأى ليلة رحيل الفرنج عن دمياط في منامه النبي صلى الله عليه وسلم وقال له: أَعْلِمْ نور الدين أن الفرنج قد رحلوا عن دمياط في هذه الليلة، فقال: يا رسول الله، ربما لا يصدقني، فأذكر لي علامة يعرفها، فقال : قل له بعلامة ما سجد يوم تل حارم وقال في سجوده: يا رب انصر دينك ولا تنصر محموداً، من هو محمود الكلب حتى ينصر؟”.قال فبهت ونزلت إلى المسجد، وكان من عادة نور الدين أنه كان ينزل إليه بغلس، ولا يزال يتركع فيه حتى يصلي الصبح، قال فتعرضت له فسألني عن أمري، فأخبرته بالمنام وذكرت له العلامة، إلا أنني لم أذكر لفظة الكلب، فقال نور الدين: أذكر العلامة كلها و ألح علي في ذلك، فقلتها، فبكى ـ رحمه الله ـ وصدق الرؤيا، فأرخت تلك الليلة، فجاء الخبر برحيل الفرنج بعد ذلك في تلك الليلة” Telah dikisahkan kepada Abu Syamah -rahimahullah: Telah menyampaikan kepadaku bahwasanya salah seorang imam kepercayaan Nuruddin (Mahmud) Zanki bermimpi tentang orang-orang Ifranji (Eropa/salibis) yang hengkang dari Dimyath. Di dalam mimpinya itu ada juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yang berkata kepadanya, “Kasih tahu Nuruddin bahwa orang-orang Ifranji pada minggat dari Dimyath pada malam ini” Si imam itu bertanya, “Wahai Rasulullah, bisa jadi Nuruddin takkan mempercayaiku, oleh karena itu berikan petunjuk kepadaku tentang tanda-tanda yang akan diketahuinya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun berkata, “Katakan kepadanya tanda-tanda berupa bekas sujud di Tal Harim, yakni saat dia berdoa dalam sujudnya: Wahai Rabb-ku, tolonglah agamamu dan jangan Kau tolong si Mahmud ini. Siapalah si Mahmud al-Kalb (anjing) ini sampai-sampai harus Kau tolong.” Si Imam berkata lagi, “Setelah itu, aku terbangun lalu pergi ke masjid. Seperti biasa, Nuruddin telah berada di masjid selepas tengah malam dan mendirikan shalat malam hingga tiba waktu subuh. Nuruddin pun bertanya tentang maksud kedatanganku hingga kuceritakanlah kepadanya tentang mimpiku beserta tanda-tanda yang dijelaskan oleh Rasulullah. Akan tetapi aku tak menyebutkan kata “al-Kalb (anjing).”“Sebutkan seluruh tanda-tanda itu!” kata Nuruddin sambil terus mendesakku untuk bercerita secara jelas. Mendengar penuturanku, Nuruddin pun menangis –semoga Allah merahmatinya- dan membenarkan mimpi itu. Aku pun merasa lega karenanya. Akhirnya –setelah beberapa waktu kemudian dari malam itu- datanglah berita tentang kepergian orang-orang Ifranji dari Dimyath.”*menurut kisah yang lain, katanya si orang yang bermimpi itu bernama Yahya … wallahu a’lamu …

  11. meskipun Sultan Nuruddin tak setenar Shalahuddin, namun para ulama memuji kebaikannya …قال الذهبي: وكان نور الدين مليح الخط كثير المطالعة يصلي في جماعة ويصوم ويتلو ويسبح، ويتحرى في القوت ويتجنب الكِبر، ويتشبه بالعلماء الأخيار… سير الأعلام Imam adz-Dzahabi berkata, “Nuruddin menulis dengan baik, dia pembelajar yang banyak menelaah, mendirikan shalat secara berjamaah, berpuasa, tilawah al-Qur’an, bertasbih, menjaga makanan, menjauhi dosa-dosa besar, dan meneladan ulama-ulama yang baik.” (siyar a’lam)

  12. وقال له يوماً قطب الدين النيسابوري: بالله يا مولانا السلطان لا تخاطر بنفسك؛ فإنك لو قتلت قتل جميع من معك وأخذت البلاد، وفسد المسلمون؛ فقال له: اسكت يا قطب الدين فإن قولك إساءة أدب مع الله، ومن هو محمود؟ من كان يحفظ الدين والبلاد قبلى غير الذي لا إله إلا هو؟ ومن هو محمود؟ قال فبكى من كان حاضراً رحمه الله” البداية والنهاية لابن كثيرPada suatu hari, Quthbuddin an-Naisaburi berkata kepada Nuruddin, “Demi Allah, wahai Sultan. Janganlah kau bertindak yang berisiko jiwamu, karena kalau kau terbunuh dalam peperangan maka akan terbunuh pula bala tentaramu. Hal itu akan membuat negerimu jatuh dan rusaklah kaum muslimin.” Nuruddin menjawab, “Diamlah kau, wahai Quthbuddin! Sungguh ucapanmu mengandung adab yang tak baik tentang Allah. Memangnya siapa si Mahmud itu? Memangnya siapa yang menjaga agama dan negeri –negeri kalau bukan (Allah) yang tiada yang berhak diibadahi selain Dia? Memangnya siapa si Mahmud itu?” Mendengar hal itu, menangislah para hadirin di majelis beliau –rahimahullah- … (Bidayah wa Nihayah, Ibnu Katsir)

  13. hwwibntato said: Nuruddin Mahmud Zanki, sultan yang mengutus Shalahuddin ke Mesir …Sultan yang mencintai ulama dan sunnah. Shalahuddin pun memberantas bid’ah di Mesir, yakni bid’ah-bid’ah kaum syi’ah dinasti ‘ubaidillah …

    ih.. serius deh.. pengen baca kisah ini.. ke Mesir? gimana ceritanya bang? mauu bacaaa

  14. hwwibntato said: meskipun Sultan Nuruddin tak setenar Shalahuddin, namun para ulama memuji kebaikannya …قال الذهبي: وكان نور الدين مليح الخط كثير المطالعة يصلي في جماعة ويصوم ويتلو ويسبح، ويتحرى في القوت ويتجنب الكِبر، ويتشبه بالعلماء الأخيار… سير الأعلام Imam adz-Dzahabi berkata, “Nuruddin menulis dengan baik, dia pembelajar yang banyak menelaah, mendirikan shalat secara berjamaah, berpuasa, tilawah al-Qur’an, bertasbih, menjaga makanan, menjauhi dosa-dosa besar, dan meneladan ulama-ulama yang baik.” (siyar a’lam)

    siyar a’lam itu apa?waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.. keren yah.. maasyaa Allaah..*fajar ga gaul

  15. hwwibntato said: wah, sayang sekali … semangat Shalahuddin dan Nuruddin dicampuri dengan festival Opick … he he he …

    *mrenges.. =D*nyengir.. hehehe

  16. hwwibntato said: وقال له يوماً قطب الدين النيسابوري: بالله يا مولانا السلطان لا تخاطر بنفسك؛ فإنك لو قتلت قتل جميع من معك وأخذت البلاد، وفسد المسلمون؛ فقال له: اسكت يا قطب الدين فإن قولك إساءة أدب مع الله، ومن هو محمود؟ من كان يحفظ الدين والبلاد قبلى غير الذي لا إله إلا هو؟ ومن هو محمود؟ قال فبكى من كان حاضراً رحمه الله” البداية والنهاية لابن كثيرPada suatu hari, Quthbuddin an-Naisaburi berkata kepada Nuruddin, “Demi Allah, wahai Sultan. Janganlah kau bertindak yang berisiko jiwamu, karena kalau kau terbunuh dalam peperangan maka akan terbunuh pula bala tentaramu. Hal itu akan membuat negerimu jatuh dan rusaklah kaum muslimin.” Nuruddin menjawab, “Diamlah kau, wahai Quthbuddin! Sungguh ucapanmu mengandung adab yang tak baik tentang Allah. Memangnya siapa si Mahmud itu? Memangnya siapa yang menjaga agama dan negeri –negeri kalau bukan (Allah) yang tiada yang berhak diibadahi selain Dia? Memangnya siapa si Mahmud itu?” Mendengar hal itu, menangislah para hadirin di majelis beliau –rahimahullah- … (Bidayah wa Nihayah, Ibnu Katsir)

    T_T*jleeebb

  17. jaraway said: ih.. serius deh..pengen baca kisah ini..ke Mesir?gimana ceritanya bang? mauu bacaaa

    iya, ke Mesir … he he he …di sana beliau akhirnya menggantikan al-‘Adhid, raja terakhir dinasti ‘ubaidillah (dinasti syi’ah yang mengklaim sebagai Fathimiyyah) …di sana Shalahuddin mendirikan dinasti Ayyubiyah dan mengembalikan Mesir kepada Sunnah. Selanjutnya, kurang lebih 13 tahun setelah Nuruddin Zanki wafat, barulah Shalahuddin memasuki tanah suci Baitul Maqdis bersama kaum muslimin …

  18. hwwibntato said: iya, ke Mesir … he he he …di sana beliau akhirnya menggantikan al-‘Adhid, raja terakhir dinasti ‘ubaidillah (dinasti syi’ah yang mengklaim sebagai Fathimiyyah) …di sana Shalahuddin mendirikan dinasti Ayyubiyah dan mengembalikan Mesir kepada Sunnah. Selanjutnya, kurang lebih 13 tahun setelah Nuruddin Zanki wafat, barulah Shalahuddin memasuki tanah suci Baitul Maqdis bersama kaum muslimin …

    looh.. begitu yah… jadiiii…. ketika shalahuddin memasuki baitul maqdis itu sudah 13 tahun Sultan Nuruddin Zanki wafat..waaaaaaaaah…..dinasti aayubiyah.. *baru taufajar ke mana ajaaa siii.. ga ngerti beginian.. payah bangetttttt.. huff..

  19. hwwibntato said: saya tak tahu, wallahu a’lamu …-mungkin salah seorang ulama di negerinya pada masa beliau hidup … he he he …

    saking khawatir sama sultannya mungkin ya.. jadi bilang gitu.. hehehe

  20. jaraway said: looh.. begitu yah… jadiiii…. ketika shalahuddin memasuki baitul maqdis itu sudah 13 tahun Sultan Nuruddin Zanki wafat..waaaaaaaaah…..dinasti aayubiyah..*baru taufajar ke mana ajaaa siii.. ga ngerti beginian.. payah bangetttttt.. huff..

    iyo, Ndhuk … he he he …kalau tak salah Nuruddin Zanki itu wafat tahun 569 H …

  21. jaraway said: saking khawatir sama sultannya mungkin ya.. jadi bilang gitu.. hehehe

    iya, karena Sultan Nuruddin -rahimahullah- benar-benar pemberani katanya … he he he …

  22. hwwibntato said: iyo, Ndhuk … he he he …kalau tak salah Nuruddin Zanki itu wafat tahun 569 H …

    hihihi.. nggih pakdhe.. haghag =))oooooo.. *manggut2

  23. hwwibntato said: mungkin maksudnya sebagaimana tertera dalam kisah-kisah ini, ya …:

    baaang heendraaaaa.. ini belum dijawab.. ini dapet darimana..? fajar mau baca juga..kisah2 yang lain jugaa.. =Dmauu mauuuuuuu……

  24. Siyar a’lam nubala itu kitab karya Imam adz-dzahabi …Untuk kisah2 itu kayaknya bisa dilihat di kitab2 sejarah … Apa namanya, ya … Lupa “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

  25. hwwibntato said: Siyar a’lam nubala itu kitab karya Imam adz-dzahabi …Untuk kisah2 itu kayaknya bisa dilihat di kitab2 sejarah … Apa namanya, ya … Lupa “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

    oooo… *manggut2..jiaaaaah.. inget2.. PeeR.. =phehehe..

  26. hwwibntato said: Ayo kerjakan pr-mu “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

    jiaaaaaaah itu peer buat bang heeeend.. heu.. peernya fajar habis bang hend ngasi tau fajar baca.. hahaha*maunyaa =))

  27. avicena1986 said: melewatkannyaa…ihikks…hiks..hiks..untung ad dikau yang dengan baiknya melontarkan ini disini…:(

    weleh.. nek iki emang ga nggo wong akeh mift =phihihi.. cep.. cep.. jo cemberut ah.. senyuum =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s