Ilmu antara Tahu dan Mau

Image

Apa kabar penghafal sekian banyak ayat, pelahap sekian banyak kitab dan pembahas sekian banyak qadhaya yang belum beranjak dari tataran tahu untuk bersiap menuju mau?
Siapakah engkau, wahai pengendara yang menerobos larangan masuk kawasan berbahaya?
Siapakah engkau, yang diminta memilih antara madu dan racun, kurma dan bara, lalu dengan sadar melahap bara mencampak kurma menenggak racun membuang madu?

Alim, jahil atau sakitkah engkau?
Siapakah gerangan engkau yang tiba-tiba menemukan diri berada di sebuah tempat yang nyaman dan membuatmu tak pernah berpikir untuk pergi, karena tuan rumah tempat kau tinggal tak pernah menagih rekening listrik, buah dan sayuran, kolam renang dan landasan pesawat, menu dan lahan berburu.
Kau menikmatinya berpuluh tahun, namun tak pernah bertanya : Siapa pemilik rumah ini? Apa kewajibanmu di sana? Kemana lagi engkau sesudah ini? Engkau yang telah menghabiskan seluruh usia untuk penjelajahan ilmu yang memberitahukan berapa miliar tahun umur dunia, bagaimana akurasi, peredaran bumi, matahari dan galaksi, ketepatan ekosistem dan karakter benda, lalu menuduh wahyu itu kuno, karena telah melewati masa seribu empat ratus tahun? Tak punyakah engkau segenggam rasa malu untuk pergi mencari planet lain yang lebih muda? Seandainya engkau jumpai yang lebih muda, sadarkah engkau bahwa itu bukan ciptaanmu?
Siapakah engkau, wahai penjaga kebun anggur yang disuruh menghantarkan untaian anggur, lalu pergi dengan lagak seperti pemilik kebun dan tak mau kembali lagi, karena si pemabuk telah mempesonamu dengan kepandaian mengubah anggur menjadi arak? Engkau tak punya secuil kearifan ahli ilmu.
[Ustadz Rahmat Abdullah rahimahullah, dari buku “Untukmu Kader Dakwah”]
*jleeeeeeeeeeeebbhhh
Advertisements