Letakkanlah …

Petang cinta,
ah, aku tak suka suasana begini
suasana khawatir atas kesehatanmu
lagi-lagi engkau sakit seperti ini
aku tak suka melihatmu tidur tak tenang

Bukan karena aku enggan memijatmu
bukan karena aku malas kau pinta men”tatto merah”mu hihi
bukan juga karena aku tak mau lagi membuatkan bubur dan menyuapimu
bukan pula karena aku lelah memaksamu meminum madu yang kau tak suka
bukan aku tak ingin lagi mendengar rengekan manjamu atas setiap hal yang kau rasa sakit
dan bukan karena aku celih menjadi alarm makan dan minum obatmu
bukan, cinta

aku bersedia menjadi tukang cerewet untuk semua itu
asalkan engkau pulih dan sehat lagi, cinta
tak berulang-ulang sakit begini

jika engkau lelah mendengar keluh mereka, sejenak hindarilah
jika telinga, pikiran dan hatimu terlalu lelah menampung banyak kesah orang-orang itu, letakkanlah sesaat

aku tak suka kau jadi sakit karena lelah pikir begitu, cinta
aku tak suka melihat tubuhmu tampak begitu kepayahan..

aku lebih memilih aku saja yang sakit, menggantikanmu..
asalkan kau bisa tetap sehat.. sunggingkan senyum ceria dan tawa renyahmu
cinta, cepat sembuh ya..

Allahumma Rabbannasi adzhibil ba ‘sa isyfi antasysyafi laa syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqaman.

Image

Oya, tadi ustadz Fauzil mengingatkan kita tentang senja, di tweetnya…

Hari sudah senja. Kelak ketika usiamu telah teramat senja, apakah yang paling engkau harap dari dirimu sendiri?
Hari sudah senja. Adakah yang kita kerjakan hari ini jalan menuju kebahagiaan yang kita ingin raih di usia senja? Atau jalan untuk lupa?
Hari sudah senja. Ketika engkau menapaki usia itu dengan kaki gemetaran, apakah yang paling engkau harap dari suamimu?
Kelak ketika tulang-tulangmu telah rapuh, apakah yang paling engkau harapkan dari istrimu? Adakah yang menenteramkan dirimu darinya?
Adakah jalan yang engkau tempuh bersama istrimu hari ini akan membawamu kepada kehidupan yang engkau harapkan kebaikannya? Ataukah…?
Hari sudah senja. Ketika manusia sedang bergegas diburu mimpi, saat itu tak jalan memutar bagimu. Adakah dunia terasa lambat bagimu?
Hari sudah senja. Ketika engkau memasuki usia senja, adakah engkau menatap kepada kubur yang semakin dekat? Atau masih berpanjang angan?
Hari sudah senja. Adakah ketika itu kita senantiasa mengagungkan kebesaran Allah Ta’ala? Ataukah kita baru terbelalak sesudah tiada?
Maghrib sudah tiba. Saatnya untuk shalat. Saatnya menyungkurkan kening. Jangan lupa, do’akan keluargamu. Jangan lupa.

 

Aih, tentu saja aku tak lupa.. =’)

gambar dari sini

14 thoughts on “Letakkanlah …

    • hihihi.. ini si curcol nda,, =D
      ga ada e nda.. aku belum tau caranya nyetting PM kayak punya pak iwan.. heee..
      di DM twitter aja gimana?

      btw afwaaan.. lupa terus mau bales sms.. lagi “eror” orangnya.. heee =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s