Meniriskan Stigma

 

usah ada sesal dalam langkah yang telah tertempuh

meski suara kian gaduh menuduh

hilir mudik di lintasan tanya menjelma ricuh

bak genderang perang tertabuh

 

alpa memang tabiat manusia

namun bukan berarti fitri tak bisa terupaya

tiba masa menjerang beku luka jadi lumer ceria

bak fajar luluhkan gelap dengan cahaya

 

abaikan saja euforia semu berkelakar

bukankah jerami bertemu api kan habis terbakar?

 

tetap kukuh menyusun jiwa derana

setia kaji eulogi kekasih nan mulia

terus ikuti jalan yang dituntunkannya

 

bersediakah engkau, sobat?

 

meniriskan stigma rengkuh bahagia

 

28 Agustus 2012

 

#senyum dan do’a tanpa jeda bagimu, tetap smangaD n_n/

#buat Arisan Kata 18 di sini hehehe =D

 

gambar dari sini

 

*baru ngeh puisi ini belum takpindah kemari =D

hihihi

10 thoughts on “Meniriskan Stigma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s