Menabung Khawatir?

198960_1628521112886_7384848_n (1)

aku sedang tak dapat memahami diriku sendiri
jadi mana mungkin aku memintamu untuk itu
seharusnya aku paham dari dulu
semua tak akan pernah sama

ada lubang di sini
aku tak tahu apa dan mengapa
belajar abai pada jeda dan rasa
itu mungkin pilihan yang harus diambil

aku sendiri tak mengerti
dulu mungkin aku begitu mudah mengabarkan segala macam hal
yang takpenting sekalipun, padamu

setelah kupikir-pikir
aku terlalu membutuhkanmu
bahkan hingga kini

mau kuceritakan pada siapa lagi
sering itu yang terjadi

karena mau seolah takacuh bagaimanapun
aku selalu menganggapmu peduli

tapi ini takboleh dibiarkan
kau tahu betapa aku terlalu takut tergantung pada manusia

aku ingin belajar darimu, yang sangat rapat menyimpan keluh
aku ingin belajar dari mereka yang sanggup tegar dan mengadukan kisah hanya padaNya

tentu sangat ingin bercerita tentang timur, barat, tenggara..
tapi kini entah kelu rasanya

kau tahu, sesekali dan lebih sering dari itu, aku merindukan masa lalu dan kecerewetanku kepadamu
kadang berpikir, bagaimana bisa ya aku dulu seperti itu
tapi memang spion hanya cukup dilihat sesekali..

sepi. iya.

kau tahu hal apa yang kadang kurindukan
ketika kau akhirnya mau bercerita
ah, itu sudah lama sekali rasanya

kini lebih sering aku dengan diriku dan kau penyimak yang baik

namun entah
si aneh hinggap lagi

dan bahkan aku seperti  takpunya kata bahkan untuk sekadar menyapamu

aku tak bilang aku gapapa
nanti kau kira aku kenapa-kenapa

terima kasih dan maaf, semoga tak bosan kau dengar

kusapa melalui do’a saja ya, seperti biasa

kau boleh marah..
kan dari dulu misi membuatmu marah tak pernah sukses, siapa tahu kali ini berhasil.
hahaha

kapan-kapan kau harus kembali bercerita padaku, entah tentang apapun..
dan aku ingin sekali mendengarnya
oke?

satu lagi, jangan biarkan aku menabung khawatir
tersenyumlah
bahagialah