Bisa Apa?

kepada kamu, jam dinding tanpa penunjuk waktu

detakmu tetap terdengar
di hening waktu yang tetap berjalan
pada hari-hari yang terus melangkah pelan

mesin di tubuhmu tetap berputar
namun kau tak menunjuk pukul berapa
tanpaku

engkau yang melepasku
kau minta aku menjauhi detakmu
lalu aku bisa apa?

teronggok diam
tak bisa berputar bersamamu
terhempas

detik terasa lambat sekali berjalan
meski detakmu tetap sama
nadanya juga tak berbeda
aku masih mendengarnya dari kejauhan

tentu tak sama jika indra pendengarku tetap ada di sisi
jantung hatimu
berada di dekatmu
bergerak bersamamu
berdetak sesuai iramamu
mengharmonikan rasa, menjalani hari-hari bersama
melintasi detik dengan detakmu
berputar bersama perputaran itu

aku, penunjuk waktu
yang katamu, tak mau lagi mengenalku seumur hidupmu

lalu aku bisa apa?

jika kau ulang hari tanpaku,
engkau tak bisa menunjuk waktu
tapi detakmu tetap lantang tersiar
namun, aku tanpamu tak mampu bergerak lagi..

lalu.. aku bisa apa?

Broken clock

______________________

saat pukul 3 pagi baru bernafas dengan agak normal dan hilang gigil terdengar detak jam begitu jelas, lalu teringat pernah membuat tulisan ini.

dan sejenak berpikir, jam pun bisa apa kalau tak ada baterai… detaknya pun tak akan berbunyi; entah ada ataupun tidak jarum penunjuk waktunya.

seperti halnya manusia.. jika jatah nafasnya telah habis.. detak jantungnya pun kan terhenti..  bisa apa?

lalu, seberapa syukurmu akan nikmat nafas yang Allah anugerahkan padamu, Jar? #mikir

Advertisements

6 thoughts on “Bisa Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s