Di Matamu yang Jendela

Windows_by_MoThEeR_212 juga

di matamu yang jendela
terukir markah perihmu merenda tabah

di matamu yang jendela
pintu menuju hati yang gegar berbalut tegar

di matamu yang jendela
terkobar gelora luruhkan dingin pengepung cita

di matamu yang jendela
ada isyarat yang takmampu tertangkap pancaindra mereka

di matamu yang jendela
terpancar warna sabar yeng terus berpijar bersama do’a

singkirkan dengung yang meraung
menebar ambigu agar engkau pun ragu
kalahkan rasa itu
berbaik sangka selalu di tiap ketetapanNya

rawat baik-baik yakinmu pada janji-janjiNya
meski lebat daun dan ranum buahnya
taksempat kau jumpa
di dunia

dermakanlah mata air air mata itu ke cangkir derana
meski tetes bulirnya tak lagi bundar

tersenyumlah
terlalu banyak hal yang layak disyukuri, bukan?
=)

terus berbaik sangka padaNya, ya..

#akhirnya bisa nulis juga, setelah pengen nulis tapi ga ada ide dan dapet 10 kata dari seorang sahabat untuk dibuat tulisan (jendela, warna, dengung, cangkir, panca, gegar, dingin, bundar, lebat, derma).
sepuluh kata yang belibet buat dirangkai.. haha.. jadinya geje begini.. wkwk
terima kasih, Sobat.. =D

NB:

teringat pernah dapet sebuah sisi lain tadabbur dari Ayat 129 Surah Al-Baqarah

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

ini adalah do’a Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam saat membangun ka’bah…
bisa dibayangkan..
do’a tersebut baru dikabulkan kapan?
yaitu ketika diutus Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam..
berpa jarak antara Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dengan diutusnya Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam?

kalau dari sini sih 3220 tahun, tapi ga tau juga kan ga ada nash tentang itu.. hehe. Intinya bukan di situ sih..

Bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saja yang bapaknya Para Nabi, ulul azmi, Khalilullah… yang berdo’a dengan sangat mengagungkan Allaah, melaksanakan adab-adab do’a.. menjalankan perintah Allaah dengan sebaik-baiknya.
do’a blio baru terjawab ribuan tahun setelahnya..

lalu siapakah kita?
ya..
kita sama sekali tak berhak mendikte.. =)

jangan letih berdo’a dengan penuh perasaan harap, cinta, dan takut padaNya..
jangan letih berdo’a dengan penuh perasaan baik sangka kepadaNya..
jangan letih..
iya…

tentang ‘mendikte’ ini terinspirasi sebuah tulisan seorang sahabat..
tetep smangaD, neng shalihah.. ;)

gambar dari sini

12 thoughts on “Di Matamu yang Jendela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s