Di Matamu yang Jendela

Windows_by_MoThEeR_212 juga

di matamu yang jendela
terukir markah perihmu merenda tabah

di matamu yang jendela
pintu menuju hati yang gegar berbalut tegar

di matamu yang jendela
terkobar gelora luruhkan dingin pengepung cita

di matamu yang jendela
ada isyarat yang takmampu tertangkap pancaindra mereka

di matamu yang jendela
terpancar warna sabar yeng terus berpijar bersama do’a

singkirkan dengung yang meraung
menebar ambigu agar engkau pun ragu
kalahkan rasa itu
berbaik sangka selalu di tiap ketetapanNya

rawat baik-baik yakinmu pada janji-janjiNya
meski lebat daun dan ranum buahnya
taksempat kau jumpa
di dunia

dermakanlah mata air air mata itu ke cangkir derana
meski tetes bulirnya tak lagi bundar

tersenyumlah
terlalu banyak hal yang layak disyukuri, bukan?
=)

terus berbaik sangka padaNya, ya..

#akhirnya bisa nulis juga, setelah pengen nulis tapi ga ada ide dan dapet 10 kata dari seorang sahabat untuk dibuat tulisan (jendela, warna, dengung, cangkir, panca, gegar, dingin, bundar, lebat, derma).
sepuluh kata yang belibet buat dirangkai.. haha.. jadinya geje begini.. wkwk
terima kasih, Sobat.. =D

NB:

teringat pernah dapet sebuah sisi lain tadabbur dari Ayat 129 Surah Al-Baqarah

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

ini adalah do’a Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam saat membangun ka’bah…
bisa dibayangkan..
do’a tersebut baru dikabulkan kapan?
yaitu ketika diutus Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam..
berpa jarak antara Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dengan diutusnya Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam?

kalau dari sini sih 3220 tahun, tapi ga tau juga kan ga ada nash tentang itu.. hehe. Intinya bukan di situ sih..

Bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saja yang bapaknya Para Nabi, ulul azmi, Khalilullah… yang berdo’a dengan sangat mengagungkan Allaah, melaksanakan adab-adab do’a.. menjalankan perintah Allaah dengan sebaik-baiknya.
do’a blio baru terjawab ribuan tahun setelahnya..

lalu siapakah kita?
ya..
kita sama sekali tak berhak mendikte.. =)

jangan letih berdo’a dengan penuh perasaan harap, cinta, dan takut padaNya..
jangan letih berdo’a dengan penuh perasaan baik sangka kepadaNya..
jangan letih..
iya…

tentang ‘mendikte’ ini terinspirasi sebuah tulisan seorang sahabat..
tetep smangaD, neng shalihah.. ;)

gambar dari sini

Bisa Apa?

kepada kamu, jam dinding tanpa penunjuk waktu

detakmu tetap terdengar
di hening waktu yang tetap berjalan
pada hari-hari yang terus melangkah pelan

mesin di tubuhmu tetap berputar
namun kau tak menunjuk pukul berapa
tanpaku

engkau yang melepasku
kau minta aku menjauhi detakmu
lalu aku bisa apa?

teronggok diam
tak bisa berputar bersamamu
terhempas

detik terasa lambat sekali berjalan
meski detakmu tetap sama
nadanya juga tak berbeda
aku masih mendengarnya dari kejauhan

tentu tak sama jika indra pendengarku tetap ada di sisi
jantung hatimu
berada di dekatmu
bergerak bersamamu
berdetak sesuai iramamu
mengharmonikan rasa, menjalani hari-hari bersama
melintasi detik dengan detakmu
berputar bersama perputaran itu

aku, penunjuk waktu
yang katamu, tak mau lagi mengenalku seumur hidupmu

lalu aku bisa apa?

jika kau ulang hari tanpaku,
engkau tak bisa menunjuk waktu
tapi detakmu tetap lantang tersiar
namun, aku tanpamu tak mampu bergerak lagi..

lalu.. aku bisa apa?

Broken clock

______________________

saat pukul 3 pagi baru bernafas dengan agak normal dan hilang gigil terdengar detak jam begitu jelas, lalu teringat pernah membuat tulisan ini.

dan sejenak berpikir, jam pun bisa apa kalau tak ada baterai… detaknya pun tak akan berbunyi; entah ada ataupun tidak jarum penunjuk waktunya.

seperti halnya manusia.. jika jatah nafasnya telah habis.. detak jantungnya pun kan terhenti..  bisa apa?

lalu, seberapa syukurmu akan nikmat nafas yang Allah anugerahkan padamu, Jar? #mikir

Do’a Kian Rembang

November ini istimewa, kawan

deret warta beriring mengukir lengkung senyum

cerah, melambungkan untaian do’a ke cakrawala


meski ada selintas masygul menyibak ceria

ingin rasanya sang waktu kumohon berjalan lebih pelan dari biasanya,

sedikit saja lebih melambatkan larinya


agar tak lekas bertemu Desember

saat punggung-pungung itu harus berlalu


tentu tak akan sama lagi, kisah kita

ada jarak melerak

tak mudah lagi bersehadap

lindap


tapi semua tak surutkan rasa bahagiaku

atas apa yang telah kalian raih

akan apa yang kalian capai

do’aku tak lekang justru kian rembang

12 November 2012

November tahun lalu … =)

gambar dari sini

Kembalikan Permadaniku

Sore ini di beranda kita membelakangi punggung bukit.

Mencoba berbagi remah kisah.

Mengisi degup detak detik berlalu.

Bisikmu lirih, ketika kau bertutur tentang segenggam rindu akan Zamrud Khatulistiwa.

 

Rindu?

Tapi mengapa?

Bukankah engkau tak sedang menjauh dari dekapnya?

 

Binar di matamu

selalu siratkan segumpal semangat yang kian gebu

laiknya bola salju menyeret serpihan es di sekitarmu

untuk ikut menggelinding bersama geloramu.

 

Aku memang di Nusantara, tapi aku takyakin sedang di Zamrud Khatulistiwa.

 

Masih lirih celotehmu mewarnai senja jingga yang jadi kian merona.

 

Konon, negeri ini hijau bak permadani.

 

Oh, jadi itu rindumu. Tentang hijaunya tanah kita.

Hey, ini bukan tentang engkau yang menyukai warna hijau lebih dari warna-warna lainkah?

Kadang aku iri terhadap sang hijau yang selalu kau kagumi.

 

Kamu tahu,

negeri kita ini

kini bukan dikenal dengan Zamrud Khatulistiwa lagi.

Meski dulu kabarnya hijau bak permadani

membentang dari ujung Timur ke Baratnya.

Iya, Timur ke Barat yang dengan pesawat pun perlu sembilan jam melintasinya.

Ah, sebutan itu kini mungkin telah usang, Sobat.

Hijau itu kian berdebu.

Lebih tepat jika julukannya kita ubah menjadi Sang Pengirim Kado

 

Hah? Apalagi itu.

Ide gila macam apa yang terlintas di menara suar kepalamu yang seolah tiap detik berganti arah sorot lampu.

 

Aha, bagaimana tidak.

Kado istimewa negeriku, dialamatkan untuk mereka yang tinggal di jengkal tanahnya.

Bahkan hingga negara tetangga.

Kamu pasti tahu.

Kado itu, asap kebakaran rimbanya.

Hijaunya kini musnah, bertukar kobar nyala api membakar.

Memberangus rerimbun pohonnya menjadi abu, asap, debu.

Hijau permadani yang tinggal secuil itu pun terenggut di tanah Riau.

Sampai-sampai presiden kita meminta maaf dengan santun kepada negeri seberang sana.

Kado yang takpernah diharapkan.

Kiriman yang takpatut disampaikan.

Ke siapapun alamat tujuan.

Tapi, minta maaf untuk apa?

Bukankah oknum mereka juga terlibat membakar permadani negeriku yang telah terkoyak itu?

Jadi ini semacam kiriman yang telah taksengaja dipesan oleh penerima jarak jauhnya.

Meski tak diinginkan.

Lalu, minta maaf untuk apa?

Mestinya kita marah dan tegas melarang siapapun renggut hijau hutan kita.

Membakar lembar permadani khatulistiwa.

Sekali lagi, minta maaf untuk apa?

 

Bagaimana takrindu?

Permadani hijau itu terbakar di bumi Andalas.

Sementara di bumi Borneo tinggal pitak-pitak kawah kersang.

Sekali lagi negeri kita terlalu baik, Sobat.

Mengirim kado pundi-pundi arta melimpah berjuluk investasi batubara.

Sebutan bergengsi yang menyemat rasa bangga di diri mereka si pemilik harta.

Tapi tahukah Sobat, kita menjual permadani berharga kita dengan nilai tak seberapa.

 

Risik dedaunan itu kini tinggal cerita.

Terkepung pekat asap yang berjinjit di cakrawala meningkar riangnya.

Tergusur gerus alat keruk tanah mengikis pokok hingga akar-akarnya.

Menumbangkan harap akan hijau negeriku yang canangkan tanam semilyar pohon, katanya.

 

Pedar ini mungkin bisa pudar

namun kesah akan tetap berkisah.

Walau mentari kini telah melesak

tapi asa tetap menjejak di benak

 

Memanggil dan memanggul pesan lantang bagi semua dirimu:

 

Kembalikan permadaniku!

Kembalikan hijau negeriku!

Kembalikan zamrud khatulistiwaku!

 

tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang di selenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika di sini

30 Juni 2013

*lupa mindah ke mari

#gambar dari sini

Harmoni Sepasang Rel

jarak satu langkah ini bagai jurang

menganga bak ngarai membentang

mengakrabi perjalanan serejang demi serejang

melintasi jembatan pun simpang

 

hingga akhir perjalanan

terus sejajar beriringan

tetap saling menguatkan

tanpa pernah bertatapan

 

mungkin itulah indahnya harmoni sepasang rel

 

dekat, selangkah saja..

 

tapi, bukan ditakdirkan untuk selintas pun bersua

 

gambar dari sini

 

13 Mei 2012

 

*nemu lagi ni puisi

Lelah Terkobar

Image

bulir bening menitis dari mendung di pelupuk mata
menjelma pita kaset pemutar diorama masa
ditemani melodi rinai hujan mengguyur senja

aku memindai lagi waktu
selusin kesumat telah mengabu*
lelah terbakar
enggan berkobar

cinta,
izinkan kusulam cerita

tentang hati yang berusaha ditambal
tentang senyum yang berjerih terulas
meski di baliknya gundukan luka menggumpal
kian bernanah menghembuskan engas

cinta,
mungkin bagimu ini hanya sekumpulan kata

tapi bagi duka di dada
ini kesekian kalinya kuramu obat jiwa
untuk tikamanmu yang tak terduga

aku lunglai
dalam gumul ombak pun gemuruh badai
batin ini rongseng
atas kecamuk kisah yang kau coreng

lagi dan lagi

di sisa nyala asa yang berpendar
kau justru sulut pedar

di cerih remah baik sangkaku
kau malah pintal masygul bagiku

aku lelah
dan ingin menyerah

tak pernah ingin terselip ragu atas kata-katamu
namun kau sendiri yang selalu ingkar akan janjimu

sudahi saja
tak perlu memoles dan memanis muka

aku tetap cinta
dan selalu menyebutmu cinta
meski perih telah mulai biasa tercecap
di letih hati yang mulai bosan meraba gelap

cinta,
kini kulepas engkau
dengan untai doa yang terus kurangkai
agar kau berhenti membuatNya murka

semoga jumpa di surgaNya
dengan dirimu yang berbeda

aku selalu ada jika kau ingin kembali
aku selalu ada jika kau ingin berbagi
namun, jangan untuk kau lukai
aku tak sanggup menangis lagi

gambar dari sini

*) nyomot kata-kata di sini =D

Letakkanlah …

Petang cinta,
ah, aku tak suka suasana begini
suasana khawatir atas kesehatanmu
lagi-lagi engkau sakit seperti ini
aku tak suka melihatmu tidur tak tenang

Bukan karena aku enggan memijatmu
bukan karena aku malas kau pinta men”tatto merah”mu hihi
bukan juga karena aku tak mau lagi membuatkan bubur dan menyuapimu
bukan pula karena aku lelah memaksamu meminum madu yang kau tak suka
bukan aku tak ingin lagi mendengar rengekan manjamu atas setiap hal yang kau rasa sakit
dan bukan karena aku celih menjadi alarm makan dan minum obatmu
bukan, cinta

aku bersedia menjadi tukang cerewet untuk semua itu
asalkan engkau pulih dan sehat lagi, cinta
tak berulang-ulang sakit begini

jika engkau lelah mendengar keluh mereka, sejenak hindarilah
jika telinga, pikiran dan hatimu terlalu lelah menampung banyak kesah orang-orang itu, letakkanlah sesaat

aku tak suka kau jadi sakit karena lelah pikir begitu, cinta
aku tak suka melihat tubuhmu tampak begitu kepayahan..

aku lebih memilih aku saja yang sakit, menggantikanmu..
asalkan kau bisa tetap sehat.. sunggingkan senyum ceria dan tawa renyahmu
cinta, cepat sembuh ya..

Allahumma Rabbannasi adzhibil ba ‘sa isyfi antasysyafi laa syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqaman.

Image

Oya, tadi ustadz Fauzil mengingatkan kita tentang senja, di tweetnya…

Hari sudah senja. Kelak ketika usiamu telah teramat senja, apakah yang paling engkau harap dari dirimu sendiri?
Hari sudah senja. Adakah yang kita kerjakan hari ini jalan menuju kebahagiaan yang kita ingin raih di usia senja? Atau jalan untuk lupa?
Hari sudah senja. Ketika engkau menapaki usia itu dengan kaki gemetaran, apakah yang paling engkau harap dari suamimu?
Kelak ketika tulang-tulangmu telah rapuh, apakah yang paling engkau harapkan dari istrimu? Adakah yang menenteramkan dirimu darinya?
Adakah jalan yang engkau tempuh bersama istrimu hari ini akan membawamu kepada kehidupan yang engkau harapkan kebaikannya? Ataukah…?
Hari sudah senja. Ketika manusia sedang bergegas diburu mimpi, saat itu tak jalan memutar bagimu. Adakah dunia terasa lambat bagimu?
Hari sudah senja. Ketika engkau memasuki usia senja, adakah engkau menatap kepada kubur yang semakin dekat? Atau masih berpanjang angan?
Hari sudah senja. Adakah ketika itu kita senantiasa mengagungkan kebesaran Allah Ta’ala? Ataukah kita baru terbelalak sesudah tiada?
Maghrib sudah tiba. Saatnya untuk shalat. Saatnya menyungkurkan kening. Jangan lupa, do’akan keluargamu. Jangan lupa.

 

Aih, tentu saja aku tak lupa.. =’)

gambar dari sini

Hungry

*speechless…

Reflections

For Samir Issawi and all the Palestinian prisoners…

 

Skin striping the bones

to cover your nakedness

Water runs through throat

to save your hidden face, your shamelessness

Rub salt on this wound

to clean the stitches of weakness 

Tailored dignity made from this

tattered brown clad

Iron chains only pin these hands

show the metal of this man

Rid yourselves from these flimsy rods

redeem the anguish of a mother sobs

reclaim the freedom of a land robbed

rewrite your history

on the prison walls,

Defeat your enemy

angry
hungry…

View original post

Menggantang Yakin

Image

tetap pijak kuat bumi tempat engkau berdiri kini
yang tengah basah oleh derai bulir air dari langit dendangkan eufoni

terus genggam erat teguh hati
yang kau harap terus menemani di tiap hari bagai kanti

ragu itu dari syaithan
yang bisa menyusup dari samping, belakang, pun depan

menguji sejauh mana kau percaya
mencoba sekuat apa kau tempuh niscaya

usah kau gubris reragu yang kian menyusup
kendati bertubi sejatinya itu rangup

mungkin,
ini ujian tuk menggantang yakinmu
menuju ridhoNya

kau harus mampu lulus, sobat
semangat!

#sebenarnya aku khawatir, tapi… tak bisa kusampaikan.. hanya do’a yang terpanjat untukmu

tangannya cowokq. hahaha (adik laki2q :red)

*sebenere ini postingan 2 hari yang lalu, tapi raib ternyata.. *garuk2..

Biarkan…

Image

kurasa
kau tak perlu tahu
ah, bukan
kau mungkin perlu berpura-pura tidak tahu

bahwa di balik lebar kokoh batang beringin itu
tersembunyi ringkih dan rapuh jiwa
jua tenunan air mata milik mereka

melukiskan lara dalam kanvas secangkir kopi pekat
yang kau hirup wangi aromanya
biarkan kisah itu tetap terkunci
dalam papan kata-kata tanpa nama tanpa alamat

biarkan rindu mereka
melesap membumbung tinggi
bak balon udara
yang kau isi penuh gasnya

hingga menuju tempat tujuan sesungguhnya

#hahay Fajar kangen arisan kata.. 5 menit duank ni nulisnya.. ahahaha jadi GeJe gini.. wekekeke

ini 10 katanya dari Arisan Kata 2.. =D

*kalo inget balon udara jadi inget Ludi.. hihihi.. themes MP pertamanya yang default banget.. balon udaraaa.. hihi =D

gambar dari sini

sebenere mau nulis yang lain.. tapi pemanasan dulu ini..qeqeqe

juga mau ngasi tau kalo WP fajar udah baliiik.. alhamdulillaah.. makasii pak Iwan.. jadi fajar tau gimana biar ngembaliin lagi WP yang dideteksi spam.. qiqi =D

beranjak dari labirin

Image

tak pernah mudah beranjak dari labirin berbelit
memungut satu per satu serpihan
lembar denah jalan yang terkoyak terserak

apalagi ditemani lembut kabut mengitari pandangan
menjelma wajah jadi tadah butiran hujan

itu
bulir air dari awan
atau
dari mata air di matamu?
kau tak acuh memikirkannya

hanya ingin terus menapak dengan tegak
meski berputar-putar
perih berjerih
terhantam lebam
sesaat singgah di reruntuhan luka

tak izinkan lelah ini kalahkan asa
tuk bertemu sekelumit celah

beranjak dari labirin

gambar dari sini

 

“Periksa hati kita adakah dinullah hilang dari dalamnya?”

“bernanah dan keruh *jleb”

Bagi Kamu? #2

bagi ia,
RAMADHAN ini sayu
menggantung hampa tatap kuyu
yang tetap tak mampu kembalikan tokonya
tinggal abu rata tanah jadi tengara
banyak tanda tanya di benaknya
ada apa di balik lara
kasus pasar terbakar sebelum bulan suci ini tiba
sekali lagi keganjilan atas semua tanpa mampu teraba

bagi dia,
RAMADHAN ini larat
beban di pundaknya kian terasa berat
ibunya memilih mengakhiri hidup melepas nyawa
tanpa pesan tanpa pamit
sebab sang ayah tak pernah jera judi rampas semua
baginya rasa pahit itu kian menggamit
kehilangan sudah tak mampu terucap
tinggal nanar hati yang bisa dia kecap

bagi Suriah,
RAMADHAN ini getir
anyir darah para syuhada terus mengalir
seratus empat puluh lima jiwa
terlepas tanpa hak di hari pertamanya
entah sudah berapa pemberani
yang terganjar mati
dikubur hidup-hidup demi cinta pada Ilahnya
tak sanggup lagi menjumpa bulan mulia
sebab tolak syahadat pada selainNya
tiran rezim Syi’ah Nushairiyah yang kian menggila
ratusan kafan membalut mayat bocah-bocah tanpa dosa
berjejer rapi seolah berbaris menanti masa
ketika mereka berjumpa dengan Rabbnya
di surga kekal abadi selamanya



bagi Rohingya,
RAMADHAN ini sungkawa
pilu duka pembantaian penuh jumawa
ratusan bahkan mungkin ribuan manusia
direnggut hidupnya disudahi usianya
tanpa ampun tanpa tegun
dua puluh kampung dibakar habis oleh mereka
masjid luluh lantak dihancurkan mereka
anak-anak diperkosa oleh mereka
Palestina Asia Tenggara tersematkan nama
ketidakadilan pengusiran
lalu apa guna nobel perdamaian
lirih lantunan seorang dari saudara kita
membacakan Qur’an dengan indahnya
di penjara imigrasi negeri kita
yang katanya negeri dengan Muslim terbesar di dunia
tapi hanya diam saja
tanpa mampu berbuat terbaik bagi saudaranya

bagi Palestina,
RAMADHAN ini masih sendu

Zionis kekang ibadah para tawanan di penjara
tak ada izin tarawih berjama’ah bagi mereka
khutbah Jum’ah harus diserahkan dulu isinya
tak boleh masuk buku atau koran untuk mereka
tentu tak surut penyiksaan di sana
dan kalian bicara Hak Asasi Manusia?
arggghhh
basi!

pengusiran terencana
atas seribu lima ratus penduduk Palestina
latihan militer jadi kedok menguasai tanah tanpa ganti rugi
setelah gagal dengan pemalsuan aktem transaksi

halaman Masjidil Aqsha
diaulat tuk jadi taman umum milik bersama
hingga gerombolan Yahudi bebas masuk dan mengotori
di waktu yang mereka kehendaki

jembatan gerbang Mugharibah
yang menempel dinding bagian Barat masjid suci
semakin tergusur
penggalian kini tak lagi sembunyi
terang-terangan digerogoti
Jalan Mughoribah wakaf Islam milik masjid
sungguh kejahatan besar terhadap kehormatan
Masjidil Aqsha
sungguh upaya penghancuran
Masjidil Aqsha

di sana saudara-saudara kita
tak berhenti bekerja
tak memilih menyerah
dengan apa yang dipunya
korbankan rumah-rumah mereka
korbankan semua harta mereka
korbankan suami-suami mereka
korbankan istri-istri mereka
korbankan anak-anak mereka
demi menjaga Masjid Suci dari cengkeraman Yahudi
tak kenal kata lelah
hingga tiba pertolongan Allah membebaskan Al-Aqsha tercinta

sekali lagi
tak jemu kita percaya
bagi semua kita, hambaNya
RAMADHAN ini selalu indah
RAMADHAN ini selalu syahdu
tak lekang rindu meski bertemu
tak ingin dipisahkan oleh sang waktu

meski bagiku
aku seolah menjadi gagu
atas derita saudara-saudara Muslim di segenap penjuru dunia
yang terampas nyawa jiwa harta semua
kerhomatan mereka
padahal kekasih kita nan mulia pernah bersabda
tentang terbunuhnya seorang Muslim itu lebih berat urusannya
di sisi Allah dibandingkan hancurnya dunia

lalu, bagi aku, kamu, dia, mereka
akankah RAMADHAN ini berbuah taqwa?

#mari panjatkan sepenuh pinta, do’a-d’oa terbaik kita untuk saudara-saudara Muslim kita, bagi para mujahidin di segenap penjuru dunia =’)

#tulisan ini ‘lanjutan’ dari puisi “Bagi Kamu?” di Ramadhan tahun lalu.

*sebenere pengen nulis banyak jurnal, tapiiii.. peer fajar lagi banyak dikumpul besok.. hoaaa.. jadi pending dulu. huhuhu..

gambar mayat anak-anak Suriah terbungkus kain kafan dari sini

[Senyumku Untuk Berbagi] Ceria Sepanjang Masa =D

kepada: senyum

aku tak acuh
lebih sering mana
antara bahagia atau duka jadi lantaran
rupa diri ini mewujudkanmu
dalam lukisan di wajahku
satu waktu dan lebih sering dari itu
kau temui aku
layaknya ibun sentuh bentala
merasuk sejuk dinginkan hati tenangkan jiwa
bahkan, kadang engkau muncul bagai petir di hujan lebat
tetiba saja tanpa permisi mengulas paras mukaku dengan sabitmu
aku tersipu jika saat itu muncul tersembul
tak sanggup mengelak

kepada: ceria

aku selalu ingin kau menemaniku
tak peduli badai jenis apa
yang silih berganti hampiri hari-hariku
kuharap kau tak sedetik pun beranjak dari dalam diriku
ah, tapi memang sesekali
engkau harus berpamitan padaku
“sementara saja”, katamu
ada kalanya kau harus sejenak tinggalkanku
mengajarkan makna sabar dari jarak antara kita
tapi kau berjanji akan menyuratiku bukan?!
lewat tingkah polah sosok mungil lincah lucu di sekitarku
hingga saat engkau kembali
mengajakku menikmati syukur

kepada: semangat

hai, kamu.. iya.. kamu..
sejatinya aku tak sanggup lagi gambarkan
tentang betapa aku menyukaimu
kau tau.. kenapa aku begitu sering menyebut namamu?
aku mau kau tak lekang dari jiwaku
jangan pergi-pergi ya
jangan lari-lari
cukup di sini
bersamaku sambut sang tamu agung yang akan tiba
tak lama lagi jumpa
jika ‘Yang Memilikinya’ mengizinkan kita
tinggal jeda setengah bulan di hadapan
aih, senangnya

kepada: dirimu
kau tak lupa cara untuk tersenyum, bukan?



hihihi.. baiklah.. sudah puisinya. Sekarang cerita tentang foto senyum. =D
Foto senyum ini dibuat saat saya umur sekitar 4 tahun kalo ga salah ingat. Jaman dahulu sulit sekali bisa difoto selain ke studio foto. hehehe. Ga punya kamera.. Buat makan aja susah boro-boro kamera.. ahaha. Jadi senang sekali ketika tetangga yang sudah saya anggap budhe saya sendiri itu (yang ada di samping saya) mengajak foto bersama. Dipinjami boneka pula. Sesuatu yang sampai umur itu saya tak punya satu pun. Haghag. Jadilah senyum sumringah itu hadir di tengah-tengah kami.

Rumah “budhe” itu ada di ujung gang buntu rumah orang tua saya. Jadi tetangga sejati dari saya lahir sampai sekarang.. hehe. Di depan rumahnya ada pohon jambu besar dahulu. Saya suka sekali memanjatnya bareng anak-anak sebaya yang lain. Pastinya lebih banyak laki-laki. Makan jambu sepuasnya dan memanjat setinggi-tingginya. Ketika main ke rumah budhe suasana selalu ceria dan tak sulit menghadirkan senyuman manis dalam potongan waktu itu. ahihihi.

Katanya “bahagia itu sederhana”. Melihat foto itu saya seolah diingatkan dengan kalimat tersebut. Senyum tanpa kepura-puraan.. tulus.. ceria. Betapa masa kanak-kanak itu penuh semangat dan keceriaan. Semoga semangat itu tetap melekat meski bukan hidup di era itu lagi. hehehe.


*ikutan lomba Senyumku Untuk Berbagi
meski saya tahu ada satu syarat yang tak terpenuhi jadi bikin pasti ga bakal menang.. hahaha
tapi tetep mau ikuuutaaaaaann nyumbang 5000nya.. hihihi.. makin banyak yang ikut makin banyak yang disumbangin kaaan.. *kedip2 ke panitia.. =D

*padahal aslinya lagi pengen bikin puisi.. ahahaha.. nemu idenya malah di sini
yo wis lah.. sekalian

yukk smangaaaaD menyambut Ramadhan.. =D

ada yang nasihati gini

“Jika tak menanam saat Sya’ban,
bagaimana bisa memanen saat Ramadhan?”

*plaaaaak.. *jleeeeeb…
Mungkin kata-kata itu kurang tepat karena harusnya menanamnya bukan saat sya’ban tapi jauh sebelumya.. tapi jika Sya’ban saja semangat kita tak penuh.. mau dibawa ke mana Ramadhan kita? hoaaaaaa..

sekian.
-the end-
*halah =D

Mengukir Prasasti Kehidupan


perlahan ia menari
mengguratkan lengkung, garis dan titik
bagai konduktor mengalun tongkat pimpin orkestra
namun tanpa suara

lincah bulatan di ujungnya menggelinding
mempertemukan dua rupa
menjadi satu harmoni
indah penuh makna

antara hitam pekat dan cairnya tinta
dengan putih lembut dan keringnya carik kertas

mengabadikan kisah
mengukuhkan sejarah

bukan sekedar kata-kata biasa
tapi sabda milik kekasih yang mulia

*keinget kalo bapak nulis tulisan Arab pake pulpen tebel, bagus.. belum pernah bisa niru.. hihihi

Kalo ga salah inget Imam Bukhari tu saat akan menuliskan sebuah hadits dalam bukunya, beliau rahimahullaah mandi lalu sholat dua raka’at dulu. Sebuah penghormatan besar pada rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam atas sabdanya. Padahal dalam kitab shahihnya ribuan hadits shahih yang telah beliau susun. Sebuah karya luar biasa yang terus hidup dan bisa kita nikmati hingga kini hasil perjuangannya.

Dalam hal ini jika boleh mengistilahkan bahwa “menulis itu bagai mengukir prasasti kehidupan” =D

semoga bisa menjadi prasasti yang berisi kebenaran, bukan sebaliknya =)

#oiya, puisi di atas noh.. terinspirasi dari ngeliatin tu pulpen yang takbawa kemana-mana tapi dah lama ga bisa dipake gara-gara ga nemu isi ulangnya.. hahaha..
#iseng amat yak ni puisi hahaha.. yang ngasi pulpen juga iseng.. =))

Mengirap

tetiba atau perlahan
bekas tapak sosok-sosok yang hadir
di pasir pantai lembar buku harian hidupmu
kan mengirap tersapu ombak takdir

sedekat seakrab apapun
satu per satu raib tanpa sisa
bahkan menorehkan permusuhan

kecuali mereka…
yang bersahabat karenaNya

T_T
*tertampar

*puisi 10 menit-an
*mendadak keinget qnnya mba Dhesta Pangastiwi di sini

“Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS Az Zukhruf : 67)
Ibnu Katsir mengatakan : “Seluruh persaudaraan dan persahabatan yang bukan karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.”

gambar dari sini

Rohingya Memanggil! #repost

*karena banyak yang pada belum tau jadi repost lagi.. *yang udah baca maaph.. n_nv

braaaak…. aaaarrrgggh..!
bebaris kalimat itu seolah mengoyak dadaku
perih
bagian tubuh kita yang lain kini tengah meregang nyawa

tak cukup genosida Palestina
tak terkira duka Suriah
saat ini tak jauh dari kita Rohingya dibumihanguskan
ya, Myanmar-Burma. Asia Tenggara. dekat, sangat dekat.

hey!
kau bilang menegakkan kalimat Allah di bumiNya?
hey!
kau bilang semua tempat adalah tanah airmu ketika Laailahaillallaah diagungkan?

lalu ini apa?
kita hanya bisa gagu
saudara macam apa kita?!
aarrghh..

kita masih asyik dengan dunia
ketika dua puluh kampung Muslim di Rohingya dibakar habis oleh mereka
kita masih asyik dengan dunia
ketika tiga masjid luluh lantak dihancurkan mereka
kita masih asyik dengan dunia
lima ratus tujuh ratus jiwa saudara seaqidah kita dibunuh dan dibakar hidup-hidup
kita masih asyik dengan dunia
ketika target besar mereka ‘membersihkan’ suku Muslim Rohingya tanpa sisa

perlu berapa ratus nyawa lagi harus dibantai untuk membuka mata kita?
perlu berapa ribu liter darah lagi harus mengucur untuk menyadarkan kita?
perlu berapa juta jengkal tanah lagi yang harus terampas untuk menampar kita?

ini bukan waktunya bungkam!

apa yang akan kita jawab di hadapanNya kelak ketika ditanya
“pembelaan apa yang telah kau buat untuk saudaramu?”

_di tengah duka mendalam atas tragedi di Rohingya_


*membaca lagi dan lagi kultwit ustadz Herry Nurdi di sini benar-benar menyesakkan dada ini. T_T

*bentar qcpoy-in di jurnal ini tapi sik.. lemot..

*tadinya mau ngejurnal yang lain tapi bener-bener ga konsen keingetan berita ini terus

gambar Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters) dari sini


1/ Selamat pagi, mohon maaf jika pagi ini memberi kabar sedih. Dini hari tadi baru di beri kabar pilu oleh saudara2 di Rohingya

2/ Jadi, selain Suriah ada pembantaian lain yg lebih dekat dengan kita, yakni di Myanmar-Burma. Demokrasi yg dimenangkan Suu Kyi ternyata…

3/ Tidak menyentuh keadilan dan menghentikan kezaliman yang menimpa saudara-saudara Muslim kita di Rohingya.

4/ Semalam kelompok Rakhine menyerang lebih 20 kampung Muslim di Rohingya seluruh kampung dibakar habis oleh mereka.

5/ Tiga masjid lulun lantak termasuk yang menjadi target dimusnahkan. Komunitas ASEAN harus melakukan sesuatu, terutama Muslim

6/ US dan Inggris, jika tentang Suu Kyi dan kebebasan demokrasi semangat menekan Burma, kalau tentang Rohingya kok diam saja?

7/ Mesti kabarnya belum pasti, ada 500-700 org d bunuh dn ada d bakar hidup dalam beberapa hari terakhir. Ayo lakukan sesuatu!

8/ Sepertinya target besarnya adalah cleansing muslim ethnic Rohingya di Myanmar-Burma kian menjadi-jadi.

9/ Muslim Rohingya beberapa tahu lalu, sampai melarikan diri berkapal-kapal penuh, terdampar di Aceh dan disambut sepenuh hati, wajahnya sama!

10/ Sdh benerapa dekade ini mereka mengalami penindasan sedemikian rupa. Bahkan sampai tak diberi hak memegang paspor! Soal hidup, jangan tanya

11/ Rohingya, dulu adalah kesultanan Islam yg berdaulat, kini wilayahnya masuk daam teritori Burma. Ditindas-bantai oleh rezim Junta Militernya!

12/ Awal tahun ini saya berjumpa dengan para pejuanh Burma, mereka meminta Indonesia sebagai saudara tua di ASEAN memikirkan nasibnya

13/ Lebih dari ASEAN, kita adalah saudara Muslimnya, tanggungjawab kita akan ditanya, telah membiarkan saudara dianiaya

14/ Apakah mungkin lepas-ba’da shalat Jumat ini kita buat perhimpunan untuk membela Rohingya dan mengirim pesan pd Burma bahwa kita siaga?

15/ Ttg rohingya ada ditulis di republika hari ini, tapi saya pasti, beritanya copy paste dari media barat tdk mencari berita sendiri

16/ bismillah, saya akan sedikit twit kabar dari rohingya, baru masuk agak terstruktur, meski tidak lengkap benar. semoga membantu dan bisa aksi

17/ tersiar kabar bahwa seorang perempuan dari suku Rakhine yang masyoritas beragama Budha telah mengalami pelecehan ****ual oleh warga Rohingya

18/ tidak jelas benar kabar ini, siapa korbannya, atau siapa pelakunya, tidak ada yang bisa diklarifikasi, semua sumir, tp kabar sudah menyebar

19/ pada 3 Juni 2012, penyerbuan pertama terjadi di perkampungan Muslim di wilayah Taunggote, 10 orang warga Muslim Rohingya tewas

20/ warga Rakhine atas kabar perkosaan tadi melakukan pembalasan dan penyerangan secara massal kepada kampung dan komunitas Muslim di Rohingya

21/ termasuk penyerangan sebuah Bus di wilayah Tongu yang mengangkut romonbongan jamaah tabligh menuju Rangoon, di serang oleh etnis Rakhine

22/ Dua kampung Sara Prang dan Tarang Shong di daerah Rathidong dibakar habis, rata dengan tanah, penduduknya tidak tersisa. kabar memilukan!

23/ lalu penyerangan lebih masih dan sporadis kian meluas, termasuk menyerang ibukota Arakan di wilayah Akyap, dan korban makin banyak bjatuhan

24/ di seluruh wilayah Arakan, komunitas Muslim Rohingya menjadi target sasaran etnis Rakhine yang digerakkan oleh sentimen rasis dan kemarahan

25/ maka bertambahlah korban, selain krn kelompok Rakhine, polisi dan militer juga menembak komunitas Muslim Rohingya, beberapa tewas

26/ banyak yang tewas, ramai yang terluka, sementara yang selamat menyelamatkan diri ke berbagai penjuru wilayah Arakan

27/ ada polisi dan militer yang turun mengamankan, tapi sayangnya tidak fair dan menjadiman Muslim Rohingya sebagai sasaran juga.

28/ di wilayah Maungdaw, memang belum bisa diklarifikasi, tapi kabar yang smp ke saya jumlahnya ratusan korban jiwa, muslim minoritas Rohingya

29/ berdasarkan Kaladan Press Network ada 100 orang Muslim tewas dan 500 orang lainnya terluka, berat, ringan, tua, muda, perempuan & anak-anak

30/ jenazah mereka diangkut dan dibawah oleh militer dan kepolisian, tidak di serahkan kepada keluarga, dan tidak ada yang berani untuk membela

31/ karena itu pula tidak ada yang bisa memastikan berapa banyak korban yang telah meninggal dan berapa yang masih hilang.

32/ sementara yang terluka, tidak diizinkan untuk mendapatkan perawatan di Arakan Hospital, maka mereka merawat diri dengan keadaan darurat

33/ saat ini keadaan darurat diberlakukan di seluruh wilayah Arakan, tapi anehnya, polisi&militer diam saat kelompok Rakhine melakukan serangan

34/ Pihak penguasa telah memberlakukan AKta 144 yang melarang mobilisasi dan pengerahan massa, serta membatas pergerakan penduduk…

35/ tapi sayangnya, Akta 144 seperti tidak berlaku untuk masyarakat Rakhine yang melakukan serangan kepada Muslim Minoritas Rohingya di Arakan

36/ kelompok etnis Rakhine terus melakukan pembakaran rumah, perusakan dan penodaan masjid, merampok harta benda dalam Akta Darurat

37/ saat berita ini saya terima, sebuah masjid dan banyak rumah di perkampungan Samamia Para di kawasan Myothu Gi, hancur, luluh lantak dibakar!

38/ 9 Juni 2012 perkampungan di Hazmia Para rata dengan tanah, dibakar tanpa belas kasih dan tak menyisakan kehidupan di sana

39/ dan yang terbaru, 10 Juni 2012, dua perkampungan terbesar yang dihuni Muslim, di serang secara brutal oleh kelompok rasis. Allahumanshur…

40/ Kampung Warlispara dan Saki Para dua kampung paling ramai umat Islam Rohingya, madrasah, sekolah, masjid, tak tersisah, habis sudah!

41/ hp dan signal hanya ada di perbatasan bangladesh saja, di Maungdaw sedikit, sisanya menjadi blank spot. Arakan dibantai! Allahuma salimna

42/ semua media dilarang masuk ke Arakan, semua rekaman digeledah dan di sita, video dari hp dan komunikasi lainnya diputus utk mencegah infonya

43/ kita harus melakukan sesuatu, sebagai saudara Muslim di Indonesia. begitu juga komunitas agama lain, karena ini sudah

44/ harus ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan kekerasan dan pembantaian ini. MUI, Dewan Dakwah, FUI, FSLDK, BEM, Sebarkan!

45/ berita yang sampai di media ttg Rohingya, contohnya yang ditulis republika hari ini, tidak cukup detil dan akurat, hanya permukaannya saja

46/ para asatidz, guru, motivator dan tokoh muslim yang follwernya banyak tolong bantu sebarkan juga berita tentang Muslim Rohingya

47/ tidak harus percaya saya twit saya, tapi jangan juga diam, dan cari informasi yang lebih detil lagi jika memungkinkan, lakukan sesuatu!

48/ ada yang bisa bantu chripstory twit Rohingya barusan? supaya bisa menyebarkannya dengan mudah. semoga Allah memberikan balasan terbaik

kalo mo komen di sini aja >> Rohingya Memanggil!

Rohingya Memanggil!

braaaak…. aaaarrrgggh..!
bebaris kalimat itu seolah mengoyak dadaku
perih
bagian tubuh kita yang lain kini tengah meregang nyawa

tak cukup genosida Palestina
tak terkira duka Suriah
saat ini tak jauh dari kita Rohingya dibumihanguskan
ya, Myanmar-Burma. Asia Tenggara. dekat, sangat dekat.

hey!
kau bilang menegakkan kalimat Allah di bumiNya?
hey!
kau bilang semua tempat adalah tanah airmu ketika Laailahaillallaah diagungkan?

lalu ini apa?
kita hanya bisa gagu
saudara macam apa kita?!
aarrghh..

kita masih asyik dengan dunia
ketika dua puluh kampung Muslim di Rohingya dibakar habis oleh mereka
kita masih asyik dengan dunia
ketika tiga masjid luluh lantak dihancurkan mereka
kita masih asyik dengan dunia
lima ratus tujuh ratus jiwa saudara seaqidah kita dibunuh dan dibakar hidup-hidup
kita masih asyik dengan dunia
ketika target besar mereka ‘membersihkan’ suku Muslim Rohingya tanpa sisa

perlu berapa ratus nyawa lagi harus dibantai untuk membuka mata kita?
perlu berapa ribu liter darah lagi harus mengucur untuk menyadarkan kita?
perlu berapa juta jengkal tanah lagi yang harus terampas untuk menampar kita?

ini bukan waktunya bungkam!

apa yang akan kita jawab di hadapanNya kelak ketika ditanya
“pembelaan apa yang telah kau buat untuk saudaramu?”

_di tengah duka mendalam atas tragedi di Rohingya_


*membaca lagi dan lagi kultwit ustadz Herry Nurdi di sini benar-benar menyesakkan dada ini. T_T

*bentar qcpoy-in di jurnal ini tapi sik.. lemot..

*tadinya mau ngejurnal yang lain tapi bener-bener ga konsen keingetan berita ini terus

gambar Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters) dari sini


1/ Selamat pagi, mohon maaf jika pagi ini memberi kabar sedih. Dini hari tadi baru di beri kabar pilu oleh saudara2 di Rohingya

2/ Jadi, selain Suriah ada pembantaian lain yg lebih dekat dengan kita, yakni di Myanmar-Burma. Demokrasi yg dimenangkan Suu Kyi ternyata…

3/ Tidak menyentuh keadilan dan menghentikan kezaliman yang menimpa saudara-saudara Muslim kita di Rohingya.

4/ Semalam kelompok Rakhine menyerang lebih 20 kampung Muslim di Rohingya seluruh kampung dibakar habis oleh mereka.

5/ Tiga masjid lulun lantak termasuk yang menjadi target dimusnahkan. Komunitas ASEAN harus melakukan sesuatu, terutama Muslim

6/ US dan Inggris, jika tentang Suu Kyi dan kebebasan demokrasi semangat menekan Burma, kalau tentang Rohingya kok diam saja?

7/ Mesti kabarnya belum pasti, ada 500-700 org d bunuh dn ada d bakar hidup dalam beberapa hari terakhir. Ayo lakukan sesuatu!

8/ S
epertinya target besarnya adalah cleansing muslim ethnic Rohingya di Myanmar-Burma kian menjadi-jadi.


9/ Muslim Rohingya beberapa tahu lalu, sampai melarikan diri berkapal-kapal penuh, terdampar di Aceh dan disambut sepenuh hati, wajahnya sama!

10/ Sdh benerapa dekade ini mereka mengalami penindasan sedemikian rupa. Bahkan sampai tak diberi hak memegang paspor! Soal hidup, jangan tanya

11/ Rohingya, dulu adalah kesultanan Islam yg berdaulat, kini wilayahnya masuk daam teritori Burma. Ditindas-bantai oleh rezim Junta Militernya!

12/ Awal tahun ini saya berjumpa dengan para pejuanh Burma, mereka meminta Indonesia sebagai saudara tua di ASEAN memikirkan nasibnya

13/ Lebih dari ASEAN, kita adalah saudara Muslimnya, tanggungjawab kita akan ditanya, telah membiarkan saudara dianiaya

14/ Apakah mungkin lepas-ba’da shalat Jumat ini kita buat perhimpunan untuk membela Rohingya dan mengirim pesan pd Burma bahwa kita siaga?

15/ Ttg rohingya ada ditulis di republika hari ini, tapi saya pasti, beritanya copy paste dari media barat tdk mencari berita sendiri

16/ bismillah, saya akan sedikit twit kabar dari rohingya, baru masuk agak terstruktur, meski tidak lengkap benar. semoga membantu dan bisa aksi

17/ tersiar kabar bahwa seorang perempuan dari suku Rakhine yang masyoritas beragama Budha telah mengalami pelecehan seksual oleh warga Rohingya

18/ tidak jelas benar kabar ini, siapa korbannya, atau siapa pelakunya, tidak ada yang bisa diklarifikasi, semua sumir, tp kabar sudah menyebar

19/ pada 3 Juni 2012, penyerbuan pertama terjadi di perkampungan Muslim di wilayah Taunggote, 10 orang warga Muslim Rohingya tewas

20/ warga Rakhine atas kabar perkosaan tadi melakukan pembalasan dan penyerangan secara massal kepada kampung dan komunitas Muslim di Rohingya

21/ termasuk penyerangan sebuah Bus di wilayah Tongu yang mengangkut romonbongan jamaah tabligh menuju Rangoon, di serang oleh etnis Rakhine

22/ Dua kampung Sara Prang dan Tarang Shong di daerah Rathidong dibakar habis, rata dengan tanah, penduduknya tidak tersisa. kabar memilukan!

23/ lalu penyerangan lebih masih dan sporadis kian meluas, termasuk menyerang ibukota Arakan di wilayah Akyap, dan korban makin banyak bjatuhan

24/ di seluruh wilayah Arakan, komunitas Muslim Rohingya menjadi target sasaran etnis Rakhine yang digerakkan oleh sentimen rasis dan kemarahan

25/ maka bertambahlah korban, selain krn kelompok Rakhine, polisi dan militer juga menembak komunitas Muslim Rohingya, beberapa tewas

26/ banyak yang tewas, ramai yang terluka, sementara yang selamat menyelamatkan diri ke berbagai penjuru wilayah Arakan

27/ ada polisi dan militer yang turun mengamankan, tapi sayangnya tidak fair dan menjadiman Muslim Rohingya sebagai sasaran juga.

28/ di wilayah Maungdaw, memang belum bisa diklarifikasi, tapi kabar yang smp ke saya jumlahnya ratusan korban jiwa, muslim minoritas Rohingya

29/ berdasarkan Kaladan Press Network ada 100 orang Muslim tewas dan 500 orang lainnya terluka, berat, ringan, tua, muda, perempuan & anak-anak

30/ jenazah mer
eka diangkut dan dibawah oleh militer dan kepolisian, tidak di serahkan kepada keluarga, dan tidak ada yang berani untuk membela


31/ karena itu pula tidak ada yang bisa memastikan berapa banyak korban yang telah meninggal dan berapa yang masih hilang.

32/ sementara yang terluka, tidak diizinkan untuk mendapatkan perawatan di Arakan Hospital, maka mereka merawat diri dengan keadaan darurat

33/ saat ini keadaan darurat diberlakukan di seluruh wilayah Arakan, tapi anehnya, polisi&militer diam saat kelompok Rakhine melakukan serangan

34/ Pihak penguasa telah memberlakukan AKta 144 yang melarang mobilisasi dan pengerahan massa, serta membatas pergerakan penduduk…

35/ tapi sayangnya, Akta 144 seperti tidak berlaku untuk masyarakat Rakhine yang melakukan serangan kepada Muslim Minoritas Rohingya di Arakan

36/ kelompok etnis Rakhine terus melakukan pembakaran rumah, perusakan dan penodaan masjid, merampok harta benda dalam Akta Darurat

37/ saat berita ini saya terima, sebuah masjid dan banyak rumah di perkampungan Samamia Para di kawasan Myothu Gi, hancur, luluh lantak dibakar!

38/ 9 Juni 2012 perkampungan di Hazmia Para rata dengan tanah, dibakar tanpa belas kasih dan tak menyisakan kehidupan di sana

39/ dan yang terbaru, 10 Juni 2012, dua perkampungan terbesar yang dihuni Muslim, di serang secara brutal oleh kelompok rasis. Allahumanshur…

40/ Kampung Warlispara dan Saki Para dua kampung paling ramai umat Islam Rohingya, madrasah, sekolah, masjid, tak tersisah, habis sudah!

41/ hp dan signal hanya ada di perbatasan bangladesh saja, di Maungdaw sedikit, sisanya menjadi blank spot. Arakan dibantai! Allahuma salimna

42/ semua media dilarang masuk ke Arakan, semua rekaman digeledah dan di sita, video dari hp dan komunikasi lainnya diputus utk mencegah infonya

43/ kita harus melakukan sesuatu, sebagai saudara Muslim di Indonesia. begitu juga komunitas agama lain, karena ini sudah

44/ harus ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan kekerasan dan pembantaian ini. MUI, Dewan Dakwah, FUI, FSLDK, BEM, Sebarkan!

45/ berita yang sampai di media ttg Rohingya, contohnya yang ditulis republika hari ini, tidak cukup detil dan akurat, hanya permukaannya saja

46/ para asatidz, guru, motivator dan tokoh muslim yang follwernya banyak tolong bantu sebarkan juga berita tentang Muslim Rohingya

47/ tidak harus percaya saya twit saya, tapi jangan juga diam, dan cari informasi yang lebih detil lagi jika memungkinkan, lakukan sesuatu!

48/ ada yang bisa bantu chripstory twit Rohingya barusan? supaya bisa menyebarkannya dengan mudah. semoga Allah memberikan balasan terbaik

boleh, ya?


mungkin angkuh ini terlalu gaduh
merangkak di sela-sela benak
menebar racun hingga hati terpegun
menyublim gelak senyum berubah isak

aku yang sesaat pun tak pernah benar berbuat
hanya menyulut gusar di sanubarimu berkobar
berang pun tersirat dalam diam menumpat
sungguh menyesak menggores jarak

entah, bagaimana harus meminta maaf

masih bolehkah berharap senyum kembali terbit di dirimu?


gambar dari sini


30 Mei 2012
:sebelum dzuhur

Enam Puluh Empat


enam puluh empat tahun berlalu

usah kau pikir ingatan kami kan pudar
atas setiap butir pasir tanah suci yang kau rampas paksa
atas jiwa-jiwa tak berdosa yang kau usir dari kediamannya

enam puluh empat tahun berlalu

usah kau kira kenangan kami kan pupus
atas tiap getir luka mereka yang kau cerabut haknya
atas tiap tetes tangis dan darah saudara kami di bumi suciNya

enam puluh empat tahun berlalu

akan kami tebus setiap jengkal tanah yang kau renggut
akan kami balas setiap penindasan yang kau kaut

dengan lontar kerikil
lemparan batu
desing peluru
deru roket
mujahid-mujahid tanpa ragu

kau, yahudi la’natullaah

camkan kata-kataku!
kami, musuhmu! tak akan pernah diam!

bebaskan Al-Aqsha!
M E R D E K A! Palestinaku.

Allaahu Akbar!

64 tahun #Nakba
#menolaklupa

tulisan ini dibuat tepat tanggal
15 Mei 2012
64 tahun tragedi Nakba

dan di tanggal ini dua tahun lalu, kapal Mavi Marmara digiring ke pelabuhan Ashdod setelah hari sebelumnya iring-iringan kapal Flotilla bantuan kemanusiaan ke Gaza ini ditembaki oleh tentara Zionis ketika menuju Gaza. Perasaan campur aduk dua tahun lalu di hati ini masih terekam jelas di memoriku. Marah, sedih, luka, khawatir, ah.. tak bisa diungkapkan. Tapi kita harus optimis.. Palestina akan kita merdekakan.. dengan izin Allaah.
Allaahu Akbar!

gambar dari sini dan sini

________________________________

*teringat nasihatnya :

1/ “Raihlah peninggalan nabi, Fajar …

agar anak-anak yang keluar dari rahimmu mengetahui tauhid lewat bisikan bibirmu hingga mereka mencintai Allah.
Raihlah peninggalan nabi, Fajar …
agar anak-anak yang keluar dari rahimmu mengetahui syirik dan rela memerangi Yahudi sebagai mujahid yang mencintai sunnah … “

2/ “Pertolongan Allah akan ada selama kita berpegang kepada tali Allah, tauhid yang bersih dari syirik, sunnah yang bersih dari bid’ah.
Bagaimana kita memerangi Yahudi jika hati dan perilaku pasukan kita seperti Yahudi?


[Mozaik Blog Competition] Arti Hadirmu

aku suka kata ‘kita’
karena dalam kita aku dan kamu bersua
berhadap-hadap, dekat tanpa sekat
berlama-lama aku menatapmu lekat-lekat

menyusuri penggal demi penggal
kata yang tertoreh manis di tubuhmu
menyibak pelan helai demi helai
serpihan kisah indah di ragamu

engkau yang slalu setia temani petualanganku
melalui ruas-ruas jalan mengejar haluan
di terik siang pun silam malam
tanpa keluh tanpa gaduh, teduh

kadang senyum pun tawa
mengembang bersamamu
besilih titis air di pelupuk mata
pada waktu lain kita bertemu

terima kasih..

telah menjadi teman duduk yang lebih bijak dari empunya
tak ragu menamparku saat ku lupa
tak letih ingatkanku tuk kembali padaNya
dan mengikuti langkah rasulNya

empat huruf itu kamu
buku.. =)

Mengerti.. arti hadirmu..
*mendadak Audi hahaha

Wokeh.. Mari kita mulai membicarakan arti buku buatku *lah yang tadi apaaa.. Itu tadi sajak *halah. Iya si.. intinya di situ. Arti buku untukku bisa dibaca dalam sajak di atas *loncat-loncat nunjuk atas. *nyengiiir lebbaarr..
Biar beda doong.. namanya juga lomba, jadi kusajakkan saja ceritaku dan teman baikku itu. *opotojar

Oiya, kita ngomongin buku yuk. Dari tadi bukannya udah? hahaha iya yaa.. n_nv
Kalau si @hurufkecil a.k.a Aan Mansyur pernah mengatakan “jika buku itu jendela dunia, apa gunanya jika tak pernah dibuka?” Dan bagi dia jendela itu sesuatu yang sangat istimewa setahuku. Dari kata-katanya itu aku membayangkan, bagaimana jika jendela tak pernah dibuka maka niscaya indahnya bintang-bintang tak akan pernah kita nikmati cahayanya. Padahal ia telah melintasi jarak ribuan tahun cahaya untuk bertemu tatapan kita. *halah. Dan kerennya fajar juga tak pernah kita tangkap, gimana ga nyesel tuh *apadehjar *narsis =))

Aih, kenapa jadi mendadak ingat sajak “Di Hadapan Mata Jendela” nya Aan Mansyur ya,

“di hadapan mata jendala
waktu mulai berwarna coklat
malam hendak tiba”

Bagiku, jika tak pernah kubuka jendela dunia itu (buku: red), mungkin aku tak pernah menemui waktu rasa coklat. Coooooookklaaaaaaaaaaaatt *huaaa lagi ngidam coklat *kumat.
Entah waktu itu saat di bus perjalanan Magelang-Jogja, saat berdiri di shelter pun di dalam Transjogja yang selalu super luamaaa, di toko buku yang kumaknai sebagai perpustakaan hahahaha (ga modal mode : On) atau di ruang tamu rumah orangtuaku bertemankan segelas besssaaar teh panas. hihihi.. Selalu waktu berwarna coklat, berasa coklat bersamanya. Aseeek.. hihihi

Eh, aku pernah beroleh beberapa nasihat tentang temanku yang satu ini.. si buku, simak yah.. :

Buku itu seperti teman duduk yang berpengaruh pada jiwamu, maka pilihlah buku yang baik sebagaimana kau diperintahkan memilih teman yang baik

Gak usah mentarget banyak buku, namun resapi setiap ilmu yang kau baca dalam setiap buku. Tak berfaidah menyelesaikan banyak judul namun tak mengambil manfaat dari isinya. Untuk si penulis ada pepatah: “jadilah kitab meski tanpa judul, jangan jadi judul tanpa kitab”. Untuk pembaca pun: “baca faidah kitab, bukan mengumpulkan judul”.


Yang paling utama si.. arti terbesar si empat huruf itu buatku adalah buku itu salah satu teman yang membuatku belajar mengenal dia kekasihku (#eaaa) shallallaahu ‘alayhi wassalam dan mengenal Dia.. Rabb Penggenggam Semesta Alam.. =)

Dan, tulisan ini ditutup dengaan…
akhirnya ku mengerti
diriku memang untuk kau miliki
*kenapa jadi nyanyi Audi lagi yak.. hahay.. iyah si Buku emang begitu.. eeaaa.. haghaghag



*mendadak ngebalikin themes buat ikutan ini lomba di sini

gambar buku dari sini