Menabung Khawatir?

198960_1628521112886_7384848_n (1)

aku sedang tak dapat memahami diriku sendiri
jadi mana mungkin aku memintamu untuk itu
seharusnya aku paham dari dulu
semua tak akan pernah sama

ada lubang di sini
aku tak tahu apa dan mengapa
belajar abai pada jeda dan rasa
itu mungkin pilihan yang harus diambil

aku sendiri tak mengerti
dulu mungkin aku begitu mudah mengabarkan segala macam hal
yang takpenting sekalipun, padamu

setelah kupikir-pikir
aku terlalu membutuhkanmu
bahkan hingga kini

mau kuceritakan pada siapa lagi
sering itu yang terjadi

karena mau seolah takacuh bagaimanapun
aku selalu menganggapmu peduli

tapi ini takboleh dibiarkan
kau tahu betapa aku terlalu takut tergantung pada manusia

aku ingin belajar darimu, yang sangat rapat menyimpan keluh
aku ingin belajar dari mereka yang sanggup tegar dan mengadukan kisah hanya padaNya

tentu sangat ingin bercerita tentang timur, barat, tenggara..
tapi kini entah kelu rasanya

kau tahu, sesekali dan lebih sering dari itu, aku merindukan masa lalu dan kecerewetanku kepadamu
kadang berpikir, bagaimana bisa ya aku dulu seperti itu
tapi memang spion hanya cukup dilihat sesekali..

sepi. iya.

kau tahu hal apa yang kadang kurindukan
ketika kau akhirnya mau bercerita
ah, itu sudah lama sekali rasanya

kini lebih sering aku dengan diriku dan kau penyimak yang baik

namun entah
si aneh hinggap lagi

dan bahkan aku seperti  takpunya kata bahkan untuk sekadar menyapamu

aku tak bilang aku gapapa
nanti kau kira aku kenapa-kenapa

terima kasih dan maaf, semoga tak bosan kau dengar

kusapa melalui do’a saja ya, seperti biasa

kau boleh marah..
kan dari dulu misi membuatmu marah tak pernah sukses, siapa tahu kali ini berhasil.
hahaha

kapan-kapan kau harus kembali bercerita padaku, entah tentang apapun..
dan aku ingin sekali mendengarnya
oke?

satu lagi, jangan biarkan aku menabung khawatir
tersenyumlah
bahagialah

mak jleb

Di dunia nyata membatasi interaksi ikhwan akhwat di atas jam 21.00 adalah usaha preventif. Di dunia maya ada yang nerapkan juga, tidak mentionan lawan jenis

 

..sambungan tweet sebelumnya>> tidak (semacam) dialog dengan lawan jenis, tapi kenapa tetap monolog (baca : ngetwit) ya. Hmm..

 

salah lagi saia .__.

Tentang Jum’at Milik Mereka #Suriah

1601405_585256251553798_18409918_n (1)

Pejamkan mata ! Bayangkan sebuah panggung orkestra, Temaram, Dingin, Senyap. Hadirin duduk berbaris rapi menghadap satu arah. Satu-satunya suara berasal dari seorang dirigen di depan yang dengan begitu bersemangat mengatur perasaan. Tangannya naik turun seiring dagu yang terangkat lama kemudian menunduk cepat berulang kali !

Mata beliau menyorot tajam satu persatu penikmatnya, Coba menyusupkan harapan, Gairah, Kegembiraan. Sekaligus juga kesedihan, Perasaan berdosa, Kehampaan, Dan ketakutan. Semua diramu dalam sebuah pertunjukan panjang pendek irama dari mulutnya yang seiring setimpal dengan alat musik yang hanya punya dua nada, Bass drum dan tremble cempreng di luar ruangan

“Allah akan memberikan kekalahan bagi para pendosa !”

Blaaammm…!!!
Blaaammm…!!!

“Tapi Allah akan meninggikan orang-orang yang bertaubat !”

Blaaammm…!!!
Dreeettt…
Blaaammm…!!!
Dreeettt…

“Maka introspeksi diri kita dan bersegeralah menuju ampunan Allah agar kemenangan menyapa kita !”

Blaaammm…!!!
Blaaammm…!!!
Blaaammm…!!!
Dreeettt…
Dreeettt…
Blaaammm…!!!
Blaaammm…!!!

“Satu pasukan di medan Uhud kalah padahal panglimanya Sang Rasul sendiri ! Hanya karena meninggalkan satu perintah ! Maka sudah berapa perintah Allah dan Rasul-Nya yang kita tinggalkan ?! Itulah sebab Allah belum juga mengangkat kita atas para Syi’ah laknat itu !”

Blaaammm…!!!
Blaaammm…!!!
Blaaammm…!!!

Khutbah Jum’at kali ini ditutup dengan doa yang membuat para hadirin berlinang airmata ketakutan, Harapan dan kecintaan

============================

Kisah perjalanan tim Misi Medis Suriah dituliskan untuk menyadarkan bahwa ada kerja besar membantu kaum muslimin Suriah. Masing-masing dari kita dapat membantu sekuat kemampuannya, Bisa dengan doa, Pikiran, Tenaga atau dana

[di atas adalah status Ustadz Fathi Yazid Attamimi , Jum’at ini.. Beliau relawan Misi Medis Suriah yang saat ini berada di Suriah bersama Ustadz Ahmad Kindi yang statusnya mirip juga, berikut saya copas kan : ]

Waktu sholat jumat sdh hampir masuk. Masjid darurat sdh dibersihkan. Org-org mulai berdatangan. Muazin siap utk mengumandangkan azan. Tiba-tiba…

BOM….. BOM…..

Dua roket jatuh dekat masjid menggetarkan pintu dan jendela. Tapi org-org pada cuek seperti ga ada kejadian. Azan pun membelah langit Suriah.

Khatib berdiri tegap mewasiatkan kalimat-kalimat taqwa Serra mengingatkan kita utk bersabar dan meneguhkan kesabaran.

BOM….

Khatib melanjutkan wasiatnya agar kita menjauhkan diri dari perdebatan. Karena perdebatan hanya akan melemahkan perjuangan. Lebih baik kita menghidupkan sunnah dan menyibukkan diri dgn memperhatikan sunnah2 apa yg kita lewatkan, termasuk bersiwak.

BOM….

Org-org tetap setia duduk mendengar khutbah sbgmn khatib tetap tegap berdiri hingga is menyelesaikan khutbahnya.

Bagaimana sholat jumat di tempat antum?

‪#‎Terus_doakan_kami‬

___________________

Ah, seketika saya teringat ketika pernah dulu sebuah gempa cukup kencang mengguncang daerah kami, tepat saat shalat Jum’at. Tak ada yang terluka, tak ada yang rusak.. tapi ya itu.. banyak yang lari terbirit-birit meninggalkan masjid karena takut masjid rubuh.

Sungguh berbeda sekali ya.. =)

*malu*

اللهم انصر مجاهدينا في كل مكان

#foto Jabal Akrodh, Latakiya. Salah satu daerah di Suriah yg kurang tersentuh bantuan kemanusiaan yang dipost Ustadz Ahmad Kindi

Wanita Tiang Negara? Ndak Iyo? =D

Hadis palsu ada kalanya populer di masyarakat, bahkan menjadi dasar amalan ibadah mereka yang kurang jeli dan tidak memperhatikan keotentikan suatu hadis. Untuk menyikapi permasalah tersebut, maka Ali Mustafa Yaqub menyusun sebuah buku yang membahas kelemahan-kelemahan yang terdapat pada hadis-hadis palsu populer di masyarakat tetapi setelah diadakan penelitian ternyata hadis tersebut bermasalah, dalam arti lemah bahkan sangat lemah.

Salah satunya adalah…

Hadis palsu “Wanita Tiang Negara”

Hadis yang dimaksud, bunyinya sebagai berikut:

المراة عماد البلا د اذا صلحت صلحت البلا د واذا فسدت فسدت البلا د

“wanita adalah tiang Negara, apabila wanita itu baik maka Negara akan baik,

dan apabila wanita itu rusak, maka Negara akan rusak pula”

Ali telah mencoba membuka kitab-kitab hadis, khususnya kitab hadis masyhur, seperti al-Maqashid al-Hasanah karya al-Sakhawi (w. 906 H.), al­-Durar al-Muntatsirah karya al-Suyuti (w. 911 H.), al-Ghammaz ‘ala al-Lammaz karya al-Samhudi (w. 911 H.), Tamyiz al-Tayyib min al-Khabits karya Ibn Daiba’ (w. 944 H.), Asna al-Mathalib karya Muhammad Darwisy al-Hut (w. 1276 H.), Kasyf al-Khafa’ wa Muzil al-Ilbas karya al-‘Aljuni (w. 1162 H.) dan lain-lain. Ternyata ia tidak menemukan hadis tersebut. Demikian pula dalam kitab-kitab hadis yang lain, seperti al-Kutub al-Sittah.

Karenanya untuk sementara ia berkesimpulan bahwa ungkapan di atas, adalah hadis palsu. Ia tidak lebih dari sekedar kata-kata hikmah yang diucapkan oleh seorang tokoh atau ulama.

sumber tulisan di atas dari sini 

Image
Hihi.. kelengkapan judul postingan di atas.. sebenere gini..

Wanita Tiang Negara? Ndak Iyo Kuwi Hadits? =D

(Wanita Tiang Negara? Apa Iya Itu Hadits? =D )

saya jadi inget perbincangan saya sama Dinzul di postingan ini
waktu itu saya ngeshare smsnya si Arwyn tentang perempuan

Kunci perbaikan bangsa ini terletak pada perempuan..
Pada penjagaan diri dan kehormatannya..
Pada rahim subur yang akan melahirkan generasi yang lebih baik dan pemimpin-pemimpin selanjutnya..
Pada kelembutan dan kasih sayangnya yang mampu membelai dan menentramkan semesta..

Salam hormat padamu, perempuan..

-jan ’13-

[Arwyn]

terus Dinar komen

perempuan itu kunci apa tiang??
kayaknya tiang dah, kalo kata temen saya perempuan itu tiang negara oleh karna itu ia merupakan tiang rumah tangga, maka untuk tegaknya sebuah rumah tangga tentu tidak akan cukup hanya “satu tiang” yang menopangnya, jadi diperlukan tiang2 lainnya untuk membantu menahan beban atap rumah tangga..
betul atau tidak?? tau dah,, haha cuman nerusin omngan temen

trus kureply

kenapa bukan dua2nya? hahaha

intinya kan sama.. kecuali itu istilah dalam quran atau hadits yang ga boleh diutak-atik.. ya kan? =D
cuma dilihat pake istilah yang berbeda dengan sudut pandang titik tekan yang agak beda tapi substansinya sama..
ya ga?
=D

Waktu komen itu muncul, saya memang bener-bener ga ngeh kalo ada yang sampai menganggap kalimat

الْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلاَدِ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَتِ الْبِلاَدُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَتِ الْبِلاَدُ

Wanita adalah tiang suatu negara, apabila wanitanya baik maka negara akan baik

dan apabila wanita rusak maka negara pun akan rusak

merupakan hadits.

Saya sih mikirnya itu cuma kata-kata mutiara saja, jadi ya sah-sah saja ketika si Arwyn memakai istilah lain yaitu kunci perbaikan bangsa..

Nah.. saya baru ngeh sekarang… kalau kalimat “wanita tiang negara” itu bahkan ada yang mengira itu hadits.. saking populernya..

Makanya ini saya copykan penjelasan.. dan sumbernya dinukil dari bukunya Ustadz Ali Mustafa Yaqub yang cukup getol menjelaskan tentang hadits-hadits palsu..

Postingan tentang acara “Hadits-Hadits Palsu” di RCTI dengan narasumber Prof. DR. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA hafizhahullah ada di postingan Pak Iwan ini >> Hadits-Hadits Palsu dan Lemah Seputar Ramadhan di situ ada page 1-8. Silakan kalau mau membaca.. sangat bermanfaat, in syaa Allaah.. 

Semoga kita terhindar jauh-jauh dari yang disebutkan dalam hadits mutawatir :

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia bersiap-siap (mendapat) tempat duduknya di neraka.”

wal ‘iyadzu billah

So, kalopun mau pake kata-kata mutiara ini.. silakan.. maknanya bagus.. tapi jangan pernah dinisbatkan kepada Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam..

wallaahu a’lam..

=)

#foto jepretannya adikq..

Berkali-Kali Jatuh

[Saya peringatkan sebelumnya, ini postingan isinya banyak gejenya… dan banyak curhatnya… ahahaha, Anda akan menyesal kalau tetep mebacanya]

Image

Ada yang bilang, menikah itu jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Katanya.. Saya juga ga ngerti, belum jadi praktisi mengenai itu. Ahaha

Tapi ga jauh-jauh sih, bukaaan.. bukaan nikahnya.. ga jauh-jauh ama jatuh cinta.. *uhuk

Ini tentang jatuh cinta berkali-kali dengan hal yang sama.

Eh, tapi bukan sedang bahas 2P alias Palestina dan Papua seperti biasa saya jatuh cinta *halah

Ini tentang ilmu hadits…

Di almari kayu besar dan berat bercat hitam itu bapak dulu menyimpan koleksi bukunya. Cara membukanya lucu, Kuncinya di atas dan engselnya di bawah. Untuk anak bertubuh mungil seperti saya membuka almari itu saja sudah rumit, tambah kalau sudah tebuka ni perut mentok di ujung kayu yang terbuka tangan harus menjangkau jauh dan kaki agak berjinjit. Hihihi

Tapi saya selalu suka diam-diam membuka almari itu saat bapak ibu masih di sekolah. Anak SD kan pulangnya pagi. Ehehe.. Rumah sepi *yaiyalah saat itu saya anak pertama yang masih menjadi anak tunggal.

Saya suka mengambil buku-buku bapak untuk dibaca atau sekedar ditumpuk di lantai untuk dibuka-buka. Nah, terutama terjemah al-lu’lu’ wal marjan, bulughul maram dan riyadhush shalihin. Waktu itu buku ini menarik untuk say abaca Karena seperti melihat, oh.. begini aku harus menjalankan hidup. Meski tentu saja banyak hal yang masih belum mengerti tapi tetap saja baca. Seruuu saja membuka-buka random bab-bab yang ada di situ.

Ini mungkin awal jatuh cinta saya dengan ilmu hadits..  saya merasa sunnah itu dekat sekali dengan keseharian kita.. *eh anak kecil belum mudheng sunnah ding.. Maksud saya, yang terasa waktu itu Islam itu keren.. rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengajarkan hal-hal keseharian kita yang kita butuhkan sehari-hari. Bahasa yang ada dalam hadits juga ga ribet. Seumuran saya waktu itu juga sudah manggut-manggut waktu baca…

Dari situ juga,  saya mulai ‘dipaksa’ membaca pengantar/muqaddimah suatu buku. [Maka kadaang heran sama orang-orang yang bisa baca buku ga pake baca pengantar/muqoddimahnya. Saya perlu brainstorming atau memahami apa yang dibawa buku itu agar nyambung. ] Kisahnya dari buku tarjamah bulughul maram oleh A. Hassan penerbit CV Diponegoro.. Saya membuka langsung bab-bab nya seperti apa yang saya lakukan dengan Al-Lu’lu’ wal marjan & riyadhushshalihin. Buka bab yang saya suka, acak.Dan mendadak pusing dengan istilah-istilah dalam ilmu hadits di keterangan hadits tersebut. Misal dikeluarkan oleh  Empat, isnad, perawi, dll. Ini apa ya maksudnya.. Saya tak menemukan di 2 buku terjemah sebelumnya (3 lebih tepatnya karena al-lu’lu wal marjan 2 jilid) karena di buku itu tidak dijelaskan detil takhrij hadits itu. Mau tak mau bacalah bagian muqaddimah yang merupakan penjelasan-penjelasan istilah-istilah dalam ilmu hadits. Hanya membaca dan bengong plus bingung ditambah ejaannya ejaan lama.. aakkk lengkap sudah. Hehe

Tapi entah mengapa rasa penasaran it uterus terbawa sampai saat ini, seolah ketika akhirnya mengerti secuil bagian tentang apa yang saya penasarankan berasa teriak “ahaaaa” ketemuuu.. Ini dia yang dulu aku bingung maksudnya. Hihihi

Dan tambah lagi satu buku baak yang membuat aku terus penasaran tentang ilmu hadits ya buku musthalah hadits.. menemukan buku itu semacam ketemu buku yang aku ga ngerti sama sekali apa maksudnya, tapi namanya kadung jatuh cinta.. ada semacam keinginan terpendam.. iyaa suatu saat aku harus paham isi buku ini.

Wal ngempi (2011 mungkin) aku ingat ada yang memberikan software lidwa (kitab 9 imam) dan aku baru ngertiiiii coba kalo ada kitab-kitab itu.. parah ga sih.. makin jingkrak-jingkrak seneng.. haha.. dulu bingung ama ntu software.. sekarang sih, hampir tiap hari buka versi onlinenya. Ngutak-atik apa aja ni yang bisa dikorek dari aplikasi ini.. ternyata ada kedudukan rawi, ada jalur sanad, ada bab2 di kitab. Dan aku baru ngeh juga kalo musnad imam ahmad yang paling ‘unik’ dari 9 kitab tersebut.

Setahun yang lalu mungkin ga kebayang ngerti tentang cara-cara para ulama ahli hadits dalam menyusun kitab haditsnya.. dan ternyata beberapa pekan lalu saya ‘dipaksa’ membuat makalah tentang kitab-kitab hadits… Lebih berat lagi mempresentasikannya. Belum lagi anak-anak pada nanyanya berat-berat pula.. ahahaha.. Karena memang saya belum paham bener sih..hihi.. tapi di situ makin jatuh cinta dengan para ulama ahli hadits..

Ada pertanyaan lucu waktu itu, “getol itu apa sih mba?” gegara di makalah itu ada kalimat para ulama yang getol menekuni hadits. Ini pertanyaan sambil lalu saja, setelah saya jelaskan tentang ‘getol’nya para ulama ahli hadits. Eh, ada yang nyeletuk “seperti saya”. Langsung lah spontan takkomen “cieee, keren.. keren.. “  Dianya malah bilang, bukan aku mba.. saya >> mba fajar.. kan nek bahas hadits getol banget.. ahaha aku langsung ketawa.. aamiin.. Aku bisa meleleh.. haghag

Dan. Perjalanan cinta ini masih sangaaaat paaaanjaaaang.. masiiih jauuuuuuuhh.. Berkali-kali sandungan, terperosok.. tertunda, terjengkal.. Bosan, jenuh.. Dan MALAS (ini ujian terberat). Kebanyakan tidur sih jaaar! *plaak

Kadang merasa ‘kesepian’.. saya rindu sekali membahas tentang ilmu hadits dengan sahabat-sahabat yang kini sudah pada balik ke daerahnya masing-masing.

Jarang punya kawan berbincang membahas hal yang menurutku sangat seruuuu ini. Apalagi perempuan. Di kampus aja yang suka ama matkul hadits laki-laki semua. Hadeeeh. Jadi inget pas pertama orientasi tentang prodi, 6 bulan yang lalu, dibilang: jadi prodi tafsir hadist oleh kementerian agama ditiadakan.. diminta memilih antara Ilmu Al-Quran dan Tafsir atau Ilmu Hadits.. nah, di sini memutuskan yang pertama. Glodaaak.. Waktu pak kaprodi menjawab pertanyaan saya yang sedikit agak ‘protes’ koq ga milih ilmu hadits aja, beliau bilang “peminat ilmu hadits itu sedikit”. Berasa sedih banget, nyesek waktu ini.. Dan sejatinya saya dari dulu nyari ummahat/ustadzah yang konsen ke studi hadits.. Saya berasa dunia ilmu hadits itu “dunia laki-laki” kayak Teknik aja.. nyari perempuan yang suka belajar tentang ini dikit amat.. Yaa Allaah..

Tapi kemarin sedikit terobati.. ngeliat ada desertasi Dukturaah (Muslimah) yang membahas ilmu jarh & ta’dil.. kerreeeeennnnn.. maa syaa Allah.. dan dikasi tau beberapa ‘ulama ahli hadits perempuan. Salah satunya Karimah binti Ahmad Al Marwaziyah rahimahullah salah satu yang dijadikan rujukan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam menyusun Fathul Bari..

Hehe ya sudahlah.. kalo ngomongin cerita ‘kegilaan’ saya ama ilmu hadits mah bisa panjang kali lebar ama tinggi.. si Alma tu yang sering jadi korban.. dulu pas masih di Jogja.. ahahaha

Mohon do’anya agar saya bisa meluruskan niat meniti cinta yang ini.. dengan sabar dan tekun.. Setiap kali mempelajarinya, berkali-kali jatuh cinta… tertantang dan ingin paham… ingin mengamalkan… ingin membuktikan upaya untuk benar-benar mencintai Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menjalankan sunnahnya.. ingin berbuah ilmu yang dapat diambil manfaatnya.. dan mampu menularkannya..

Semakin belajar semakin menyadari bahwa buanyaaaak banget yang belum ngerti.. kadang pengen mewek deh kalo udah gitu.. *cengeng.. haghag

Mencintai memang tak bisa sederhana…

Tak bisa hanya ingin. Tapi harus mengiringi ingin dengan kemauan keras. Kesungguhan dalam mewujudkan. Kalau hanya ingin… semua orang juga bisa.

*bagian terakhir untuk ‘menampar’ diri sendiri*

Sekian kegejean saya, karena tadi ketampol ada yang bilang sarang laba-laba di blog..qeqeqe *baiklah pemanasan dulu… pemanasan muluuu kapan nulis benerrrnya jaar.. ehehehe

*lagi kangen ama yang njepret tu poto di atas.. adikq.. *

oiya promosi.. ada yang mau buku antologi ini? *upz.. malah iklan =))) hahaha

Sucikah?

Apakah cinta itu suci? Seandainya cinta itu suci, tak akan ada yang terjerumus ke dalam api neraka menyala-nyala bersebab salah mencintai.

Apakah cinta tak suci semata karena cara mencinta? Tidak. Bahkan rasa cinta itu sendiri ada yang bermasalah sehingga harus dikikis habis.

-Ustadz Fauzil Adhim-

@kupinang

Fatwa-fatwa PKS Seputar Perayaan Natal

saia pengen ngereblog ini…
nuwun, Kun

PKJ 4.0

Pusat Konsultasi Syariah (PKS) atau Sharia Consultating Center (SCC) adalah sebuah lembaga yang merupakan sayap tsaqafah syar’iyah Partai Keadilan Sejahtera. Para ahli yang menjadi pengurus dan anggota Pusat Konsultasi Syariah sepenuhnya merupakan pengurus Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DSP PKS).

Salah satu produk/program yang dibuat oleh Pusat Konsultasi Syariah adalah situs konsultasi keIslaman yang beralamat di syariahonline.com. Situs ini sudah berdiri sejak awal tahun 2000-an. Dan dalam masa itu hingga 2012, telah muncul berapa fatwa mengenai hal-hal seputar perayaan agama lain, khususnya Natal yang dirayakan kaum Nashrani.

Berikut ini kami ringkas, nukil, dan sunting aksara fatwa-fatwa tersebut:

Tentang Natal

Islam mengakui keberadaan agama Nashrani dan Yahudi. Juga mengakui kenabian Musa dan Isa sebagai utusan Allah. Bahkan Islam meyakini bahwa kitab suci Taurat dan Inji adalah kitab suci yang Allah turunkan. Semua itu merupakan bagian dari ruun iman dalam ajaran Islam. Syariat kedua agama itu pun diakui Islam sebagai syariat…

View original post 7,082 more words

Ilmu Musthalahul Hadits #1 [Ustadz Abu Asma Andre]

Image

ILMU MUSTHALAHUL HADITS
Definisi : Ilmu untuk mengetahui keadaan sanad dan matan sebuah hadits dalam fungsi untuk menerima atau menolak hadits

Subyek, tujuan dan sejarahnya

Subyek : sanad dan matan hadits
Tujuan : mengetahui mana hadits yang diterima dan mana hadits yang ditolak.
Sejarah :

  1. Asal dari ilmu didalam penukilan riwayat, adalah firman Allah Ta’ala :                              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا “Wahai orang orang yang beriman apabila datang orang fasiq kepada kalian membawa berita, maka telitilah…( QS 49 : 6 ), dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :    نضر الله امرأ سمع مقالتي فوعاها فأداها كما سمعها  “Allah akan memberikan cahaya kepada orang yang mendengar ucapanku lalu ia menghafal dan meriwayatkannya sebagaimana yang dia dengar.” ( HR At Tirmidzi ). Dengan demikian Al Qur-an dan As Sunnah telah meletakkan dasar didalam penelitian sebuah riwayat, khususnya pada diterima atau ditolaknya pengkhabaran seseorang. Diantara yang kemudian menjadi sebab penelitian sanad adalah terkuaknya fitnah dan bid’ah, sehingga Imam Ibnu Sirin rahimahullah berkata : “Dahulu kami tidak pernah bertanya tentang sanad, akan tetapi ketika fitnah muncul maka kami katakan : sebutkanlah rijal rijal kalian.” ( Muqadimmah Shahih Muslim )
  2. Berdiri diatas hal tersebut, terdapatlah sebuah ilmu baru yang dikenal dengan jarh wat ta’dil, apakah sanadnya pengkhabaran tersebut bersambung atau terputus, apakah ada penyakit yang tersembunyi dan seterusnya.
  3. Disana juga dimulai pemahaman terhadap matan dan makna maknanya.
  4. Ulama mulai menulis ilmu hadits didalam berbagai kitab : diantaranya Ar Risalah yang disusun oleh Imam Asy Syafi’I, akan tetapi belum disusun secara menyendiri.
  5. Diabab 4 H, Ar Ramahurmuzi ( 36o H ) menulis secara khusus sebuah kitab dalam ilmu hadits dengan judul Al Muhaditsul Fashil Baina Ar Raawii Wal Waa’iy

Karya ilmiah seputar ilmu hadits

  1. Al Muhaditsul Fashil Baina Ar Rawii Wal Wa’iiy : Ar Ramahurmuzi ( 360 H )
  2. Al Ma’rifatul Uluumul Hadits : Al Hakim An Naisaburiy ( 405 H )
  3. Al Mustakhraj ‘Ala Ma’rifatul Uluumul Hadits : Abu Nu’aim Al Ashbahaaniy ( 430 H )
  4. Al Kifaayah Fi Ilmi Riwaayah : Al Khathib Al Baghdadi ( 463 H )
  5. Al Jami Li Akhalaqir Rawii : Al Khathib Al Baghdadi ( 463 H )
  6. Al Ilmaa ‘Ala Ma’rifah Fi Ushul Riwaayah : Al Qadhi Iyadh ( 544 H )
  7. Maa Laa Yasa’ul Muhadits Jahluhu : ‘Umar bin Abdul Majid ( 580 H )
  8. Muqadimmah Ibn Shalah : Abu Amr ‘Utsman bin Abdurrahman ( 643 H ) Dari Muqadimmah Ibnu Shalah maka ulama ada yang mensyarah, meringkas, membuatnya sebagai nazham dan semisalnya.
  9. Nukhbatul Fikr : Al Hafidz Ibnu Hajar ( 852 H )
  10. Tadribur Raawii Fii Syarh Taqriib An Nawawi : As Suyuthi ( 911 H ), dan lain lain.

Maraji’ : Tadribur Raawii 1/52, Taisir Musthalahul Hadits 7.

-abu asma andre-

file pdfnya bisa didownload sini

sumber dari grup Mendekatkan Hadits dan Sunnah ke Hadapan Ummat

T_T
*tertampar membaca ini*

Zulfi Akmal

DR. Sa’id Harib wakil ketua lembaga tahfiz al Qur’an Dubai:

Di antara pemenang piala Dubai dalam hafalan al Qur’an di salah satu kesempatan musabaqah adalah seorang anak kecil dari salah satu negara bagian Uni Soviet dulu.

Umurnya pada waktu itu masih 12 tahun. Hafalannya sangat menarik perhatian para hadirin.

Kami bertanya kepadanya tentang cara dia menghafal. Bagaimana ia bisa menyelesaikan hafalan al Qur’an dalam usia belia dan siapa yang sudah membimbingnya untuk menghafal sebaik dan semantap itu?

Dia menjawab: Ayahku yang telah melakukan itu.

Kami bertanya lagi: Lalu siapa yang telah mengajari ayahmu dan menghafalkan al Qur’an kepadanya?

Hal ini sangat mencengangkan kami. Kami heran, bagaimana cara kakeknya mengajari ayahnya al Qu’an di tengah-tengah kekuasaan Uni Soviet yang ateis, yang menghukum setiap muslim yang terikat dengan agamanya dengan hukuman bunuh secara langsung.

Anak itu menjawab: Ayahku menceritakan bahwa kakekku membawa ayahku ketika ia masih kecil setiap hari ke sebuah tempat…

View original post 217 more words

Mendaki [copas]

Image

Kebaikan ibarat pendakian ke atas gunung yang tinggi. Semakin ke atas semakin sunyi, sepi. Tetapi udara semakin bersih, sejuk. Ada kekuatan dahsyat di balik kesunyian itu. Maka, tidak setiap kesunyian selalu menghadirkan sisi negatif. Tetapi justru kita perlu mencoba dan mencoba melakukan aktivitas kebaikan walau sunyi, sepi, sendiri.

-Ridwan Oktovan-

dari sini

*sedang rindu ama yang di foto (adikq)

Meniriskan Stigma

 

usah ada sesal dalam langkah yang telah tertempuh

meski suara kian gaduh menuduh

hilir mudik di lintasan tanya menjelma ricuh

bak genderang perang tertabuh

 

alpa memang tabiat manusia

namun bukan berarti fitri tak bisa terupaya

tiba masa menjerang beku luka jadi lumer ceria

bak fajar luluhkan gelap dengan cahaya

 

abaikan saja euforia semu berkelakar

bukankah jerami bertemu api kan habis terbakar?

 

tetap kukuh menyusun jiwa derana

setia kaji eulogi kekasih nan mulia

terus ikuti jalan yang dituntunkannya

 

bersediakah engkau, sobat?

 

meniriskan stigma rengkuh bahagia

 

28 Agustus 2012

 

#senyum dan do’a tanpa jeda bagimu, tetap smangaD n_n/

#buat Arisan Kata 18 di sini hehehe =D

 

gambar dari sini

 

*baru ngeh puisi ini belum takpindah kemari =D

hihihi

sederhana saja;…

1480783_10200944261148742_1323519636_n (1)

sederhana saja; “..cinta adalah doa yang takpernah alpa kau rapal diamdiam untuknya. tanpa sepengetahuannya. ;’)”
[mba tin]

gentian aaah..

ada yang no mensyen di twitnya nyomot komen ummu ghazi =p

sekarang kucomot twitnya di mari

qeqeqe

=D

gambar dari instagramnya adekq… =D

[copas] Tanda, Rindu, Kecewa

catatan ini kugubahkan sejak semalam. kamu tahu apa sebabnya? entah, aku menemukan sesuatu ditengah-tengah aktivitas di beranda masjid tempatku bernaung malam tadi. aku menemukan sesuatu yang… ah, semalam aku begitu yakin, namun bangkit lail tadi kembali kuragui, dan ku tafsir catatan itu bukan untukku.

kamu tahu?
Mungkin, segalanya bermula tanpa kita inginkan. masing-masing kita bertanya-tanya sebenarnya apa yang ada dalam hati ini. mengapa bergejolak, mengapa bereaksi pada hal-hal yang terhadap orang lain itu adalah hal yang biasa saja.

kemudian kita mencari tahu, apakah masing-masing kita bergejolak satu sama lain? atau hanya sepihak saja? dan saat tanda-tanda itu nyata, menjurus ke arah benar adanya, kita sampai pada titik kesadaran, bahwa kita saling menyimpan rasa.

Namun, sebegitu nampak tanda itu, sebegitu cepat pula kita buru-buru menghapusnya, melupakannya. kita takut akan kecewa tersebab asumsi yang terlalu cepat kita lantik menjadi harapan yang penuh keyakinan akan terwujud. kita cepat-cepat menghapusnya. kita takut menjadi sebab saling kecewa. maka kemudian tembok kebekuan lah hadiah pahit yang kita terima. Ah, ternyata kan kita pengecut? kalah akan rasa takut.

tapi kita jadi rindu. rindu saling menyapa. saling bertukar suara yang tergetar yang lagi-lagi, kita tak mengerti dan menumbuhkan rasa ingin tahu, apakah kamu punya rasa yang sama? dan lagi-lagi, seketika kita berani mencoba mencari tanda dan ternyata kita dapatkan, kita kembali buru-buru meraguinya, mengatakan kepada diri sendiri bahwa itu tak mungkin, kemudian mematahkan apa yang selama ini tumbuh hingga menjadi akar kembali.

Padahal, kita sama-sama tahu.. diujung jalan ini, andai kita tetap menyembunyikan rasa satu sama lain, kita akan tetap berjumpa dengan apa yang kita takuti selama ini, rasa kecewa itu sendiri.

atau, sejatinya kita tengah mempersiapkan diri untuk kekecewaan itu?

dan… narasi ini batal, sejak ku mulai ia dengan kata “mungkin”..

————————————————————–
Yogya, beranda masjid Al Amin, Yogyakarta
setelah tak sengaja menemukan sebuah catatan..
24 November 2013

copas punya Yanu di sini

=D

ngapunten pak pres.. takcopas mrene.. qiqi..

semacam pernah merasakan hal serupa
-mungkin-

tadi salah ngereblog.. =))

payaaah. malah ke blog yang ‘bener’.. jadi ini copas aja deh..

 

tembok kebekuan kadang justru pilihan yang lebih indah
daripada ‘merendahkan diri’ pada kegembiraan sesaat yang tidak diperbolehkanNya

harga mahal dari sebuah penjagaan diri..
tapi akan manis ketika tiba pada suatu masa, menoleh ke belakang dan tidak menyesal, karena terjauhkan dari berbuat hal-hal yang tidak diridhaiNya

sesederhana itu…
ridha akan apapun takdirNya, in syaa Allaah akan memudahkan beroleh ridhaNya.. =)

#NtMS

Do’a Kian Rembang

November ini istimewa, kawan

deret warta beriring mengukir lengkung senyum

cerah, melambungkan untaian do’a ke cakrawala


meski ada selintas masygul menyibak ceria

ingin rasanya sang waktu kumohon berjalan lebih pelan dari biasanya,

sedikit saja lebih melambatkan larinya


agar tak lekas bertemu Desember

saat punggung-pungung itu harus berlalu


tentu tak akan sama lagi, kisah kita

ada jarak melerak

tak mudah lagi bersehadap

lindap


tapi semua tak surutkan rasa bahagiaku

atas apa yang telah kalian raih

akan apa yang kalian capai

do’aku tak lekang justru kian rembang

12 November 2012

November tahun lalu … =)

gambar dari sini

Ayo Berlomba-lomba Dalam Menyadarkan Kaum Muslimin Akan Kesesatan Syiah,

saya sudah dapat buku ini.. yang belum punya silakan request ke email.. dan monggo yang mau waqaf buku & infak.. sebarkan.. =)

"Bisa Karena Terbiasa"

Donasi untuk Mencetak 1 juta Buku MUI dengan Judul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”

edaran kesesatan syiahMari berinvestasi untuk akhirat dengan mengirim donasi untuk mencetak 1 juta buku MUI dengan judul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” dengan nilai Rp5000/buku, ke No rek a/n Formas : 7064-023-742 Mandiri Syari’ah (BSM) Jaksel. Kode bank 451 & konfirmasi transfer atau permohonan buku via email dikirim ke : formas.nkri@gmail.com . Silahkan disebarkan…

Anda bisa mendapatkan buku ini dengan mentransfer minimal untuk 10 buku, transfer ke rekening diatas, dan konfirmasi ke email diatas beserta bukti trasnfer dan alamat lengkap anda, BUKU AKAN DIKIRIM KE ALAMAT ANDA,..  buruan,. sadarkan kaum muslimin dari makar syiah,. mumpung belum terlambat..

MAU TAHU CALEG-CALEG dari kalangan yang mengusung pemikiran SYIAH? silahkan KLIK LINK INI

Melanjutkan BC Ustadz Irfan Helmi dari komisi fatwa MUI pusat : FORMAS (Forum Masjid Ahlus Sunnah)

بســــــــــم الله الرحمن الرحيـــــم

Segala puji bagi Allah, Rabb…

View original post 233 more words

Vacana Antara

tidak semua…

Tatty Elmir

Antara sedih dan lega

Antara ikhlas dan penuh tanda tanya

Antara hak asasi dan kewajiban nurani

Antara perlindungan dan melatihkan tegar jiwaraga

Antara kerasnya hati dan lemahnya air mata

Sebab

Tidak semua rasa berujud lisan

Tidak semua adab bisa didiktekan

Tidak semua anggukan bermakna cinta

Tidak semua amarah harus ditumpahkan

Tidak semua cemas lara bisa dibagi rata

Tidak semua gelak tawa berarti baik-baik saja

Tidak semua fakta dapat didiskusikan

Tidak semua kebenaran selalu dinampakkan

Yang ada pasti

Hanya orang-orang SAKIT  yang tega menyakiti orang sakit.

View original post

# Bahaya Foto | Hati-Hati Upload Foto #

Kisah perempuan saudi yg memajang foto suaminya di whatsapp. Perempuan ini baru saja menikah dan memajang foto suaminya di WA. Ketika pulang dari bulan madu, suaminya berubah sikap dari yg awalnya mencintai istrinya menjadi suami yg sering pergi dan cuek sama istrinya. Hal ini berlangsung sampai 5 bulan ketika ditanya oleh istrinya ternyata dalam pandangan suaminya istrinya adalah perempuan yg jelek padahal aslinya istrinya cantik.

Akhirnya istrinya mengadu pada mertuanya dan dibawalah suaminya ke seorang syekh. Disitu ketahuan bahwa suaminya terkena sihir dan yg menyihir adalah teman istrinya. Pada akhir kisah perempuan itu mengingatkan siapa saja untuk mengbil ibrah pengalamannya, jangan memajang foto orang2 yg kita cintai pada media sosial apa pun.

Subhanallah betapa banyak, terutama zaman sekarang, orang yg senang mempertontonkan kecantikan, kelucuan, kepintaran anak2 nya di media2 sosial sementara dia tidak tau siapa saja yg melihat foto atau video anak2nya itu dan juga tidak tau apa yg ada dalam hati2 mereka. Kita berlindung kpd Allah dari kejahatan ‘ain dan orang yg hasad..

By: Ust. Firanda..

copas dari fb muslim.or.id

#NtMs

Kembalikan Permadaniku

Sore ini di beranda kita membelakangi punggung bukit.

Mencoba berbagi remah kisah.

Mengisi degup detak detik berlalu.

Bisikmu lirih, ketika kau bertutur tentang segenggam rindu akan Zamrud Khatulistiwa.

 

Rindu?

Tapi mengapa?

Bukankah engkau tak sedang menjauh dari dekapnya?

 

Binar di matamu

selalu siratkan segumpal semangat yang kian gebu

laiknya bola salju menyeret serpihan es di sekitarmu

untuk ikut menggelinding bersama geloramu.

 

Aku memang di Nusantara, tapi aku takyakin sedang di Zamrud Khatulistiwa.

 

Masih lirih celotehmu mewarnai senja jingga yang jadi kian merona.

 

Konon, negeri ini hijau bak permadani.

 

Oh, jadi itu rindumu. Tentang hijaunya tanah kita.

Hey, ini bukan tentang engkau yang menyukai warna hijau lebih dari warna-warna lainkah?

Kadang aku iri terhadap sang hijau yang selalu kau kagumi.

 

Kamu tahu,

negeri kita ini

kini bukan dikenal dengan Zamrud Khatulistiwa lagi.

Meski dulu kabarnya hijau bak permadani

membentang dari ujung Timur ke Baratnya.

Iya, Timur ke Barat yang dengan pesawat pun perlu sembilan jam melintasinya.

Ah, sebutan itu kini mungkin telah usang, Sobat.

Hijau itu kian berdebu.

Lebih tepat jika julukannya kita ubah menjadi Sang Pengirim Kado

 

Hah? Apalagi itu.

Ide gila macam apa yang terlintas di menara suar kepalamu yang seolah tiap detik berganti arah sorot lampu.

 

Aha, bagaimana tidak.

Kado istimewa negeriku, dialamatkan untuk mereka yang tinggal di jengkal tanahnya.

Bahkan hingga negara tetangga.

Kamu pasti tahu.

Kado itu, asap kebakaran rimbanya.

Hijaunya kini musnah, bertukar kobar nyala api membakar.

Memberangus rerimbun pohonnya menjadi abu, asap, debu.

Hijau permadani yang tinggal secuil itu pun terenggut di tanah Riau.

Sampai-sampai presiden kita meminta maaf dengan santun kepada negeri seberang sana.

Kado yang takpernah diharapkan.

Kiriman yang takpatut disampaikan.

Ke siapapun alamat tujuan.

Tapi, minta maaf untuk apa?

Bukankah oknum mereka juga terlibat membakar permadani negeriku yang telah terkoyak itu?

Jadi ini semacam kiriman yang telah taksengaja dipesan oleh penerima jarak jauhnya.

Meski tak diinginkan.

Lalu, minta maaf untuk apa?

Mestinya kita marah dan tegas melarang siapapun renggut hijau hutan kita.

Membakar lembar permadani khatulistiwa.

Sekali lagi, minta maaf untuk apa?

 

Bagaimana takrindu?

Permadani hijau itu terbakar di bumi Andalas.

Sementara di bumi Borneo tinggal pitak-pitak kawah kersang.

Sekali lagi negeri kita terlalu baik, Sobat.

Mengirim kado pundi-pundi arta melimpah berjuluk investasi batubara.

Sebutan bergengsi yang menyemat rasa bangga di diri mereka si pemilik harta.

Tapi tahukah Sobat, kita menjual permadani berharga kita dengan nilai tak seberapa.

 

Risik dedaunan itu kini tinggal cerita.

Terkepung pekat asap yang berjinjit di cakrawala meningkar riangnya.

Tergusur gerus alat keruk tanah mengikis pokok hingga akar-akarnya.

Menumbangkan harap akan hijau negeriku yang canangkan tanam semilyar pohon, katanya.

 

Pedar ini mungkin bisa pudar

namun kesah akan tetap berkisah.

Walau mentari kini telah melesak

tapi asa tetap menjejak di benak

 

Memanggil dan memanggul pesan lantang bagi semua dirimu:

 

Kembalikan permadaniku!

Kembalikan hijau negeriku!

Kembalikan zamrud khatulistiwaku!

 

tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang di selenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika di sini

30 Juni 2013

*lupa mindah ke mari

#gambar dari sini